Tag: Gianluigi Buffon

Juventus Dominasi Pemain dengan Gaji Tertinggi di Serie A

Vivagoal Serie A – Serie A kian mencuri perhatian dengan banyaknya pemain bintang yang bermain di sana. Konsekuensi yang didapat dari hal tersebut tentu saja besarnya beban gaji pemain di sana.

Kedatangan Cristiano Ronaldo ke Juventus menandai awal kedatangan para pemain bintang di Italia. Sederet pemain seperti Matthijs de Ligt, Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez kemudian mewarnai kompetisi sepak bola di Italia.

Tentu kehadiran para pemain tersebut tidak semata karena persaingan kompetisi di sana. Rayuan berupa gaji tinggi menjadi alasan mereka rela berlabuh ke Italia yang sebelumnya dipandang sebelah mata.

Berikut deretan pemain Serie A dengan gaji tertinggi dilansir dari Sportkeeda;

  1. Cristiano Ronaldo

Pemain internasional Portugal ini mendapatkan gaji €1.110.000 (sekitar Rp17 miliar) setiap pekannya. Juventus sendiri mendatangkan Ronaldo dari Real Madrid dengan mengeluarkan uang mencapai €117 juta (sekitar Rp2 triliun), rekor transfer termahal di Serie A.

  1. Matthijs de Ligt

Untuk mendapatkan pemain muda yang menjadi rebutan banyak raksasa Eropa ini, Bianconeri harus rela memberikan gaji mahal. Pemain berusia 21 tahun ini digaji €300.000 (sekitar Rp5,2 miliar) per pekan. 

  1. Romelu Lukaku

Peran Lukaku jelas terlihat pada performa Inter musim ini. Namun pihak klub harus bersedia membayar jasa striker Belgia itu di angka €265.000 (sekitar Rp4,6 miliar) per pekan.

  1. Gonzalo Higuain

Pemain asal Argentina ini menerima bayaran sebesar €265.000 (sekitar Rp4,6 miliar) per pekan dari Juventus.


Baca Juga:


  1. Paulo Dybala

Untuk mendapatkan jasa Dybala, Juventus harus rela mengeluarkan gaji sebesar €250 ribu (sekitar Rp4,3 miliar) per pekan. Angka yang sama juga diberikan kepada Adrian Rabiot dan Aaron Ramsey.

  1. Kalidou Koulibaly (Napoli), Gianluigi Donnarumma (AC Milan), Douglas Costa (Juventus) dan Sami Khedira (Juventus)

Ketiga pemain tersebut sama-sama mendapat gaji sebesar €214.000 (sekitar Rp3,7 miliar) per pekan dari masing-masing klubnya.

  1. Leonardo Bonucci

Bek Juventus satu ini menerima gaji sebesar €200.000 (sekitar Rp3,4 miliar) per pekan.

  1. Edin Dzeko

Sebagai pemain andalan di Roma, Dzeko menerima gaji di kisaran €180.000 (sekitar Rp3,1 miliar) per pekan. 

Juventus praktis mendominasi gaji pemain termahal di Italia. Mereka memang hobi mendatangkan para pemain tak terpakai dari tim lawan secara gratis sehingga memaksa mereka untuk meyakinkan sang pemain melalui gaji.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

PSG Lolos ke Final, Buffon Jadi Trending Topic

Vivagoal Ligue 1Kesuksesan Paris Saint-Germain meraih tiket final Liga Champions justru membuat nama Gianluigi Buffon menjadi trending topik. Hal ini berkaitan dengan ambisi sang kiper meraih trofi bergengsi satu ini.

PSG sendiri berhasil lolos ke final Liga Champions setelah menyingkirkan RB Leipzig di semifinal. Pada laga yang digelar di Estadio da Luz, Portugal, Rabu (19/8/2020) dini hari WIB, Les Parisiens menang dengan skor 3-0.

Satu hal yang menarik perhatian adalah ramainya nama Buffon di sosial media Twitter ketika PSG lolos. Hal ini tidak lepas dari ambisi sang pemain untuk bisa meraih gelar Liga Champions.

Seperti diketahui, selama menjalani kariernya di dunia sepak bola, Buffon belum sekalipun meraih gelar tersebut. Buffon sempat mencoba peruntungan dengan hengkang ke PSG pada pada 2018-2019. Namun ia hanya bisa membantu PSG lolos ke babak 16 besar saja setelah ditumbangkan oleh Manchester United di mana Buffon juga tampil buruk di laga tersebut.

Setelahnya, Buffon pulang kampung ke Juventus pada musim panas 2019. Kehadiran Cristiano Ronaldo membuatnya optimis Juventus bisa juara Liga Champions dan mimpinya terwujud. Tak ada bedanya, Buffon kembali harus mengubur harapannya untuk juara Liga Champions karena Juventus kandas di babak 16 besar.

Buffon yang kini berusia 42 tahun memang sudah memenangkan semuanya, kecuali Liga Champions Banyak yang menyebut jika Buffon memang dikutuk utuk tidak bisa juara Liga Champions. Beberapa kali ia berhasil menembus final, namun ia terpaksa harus menyaksikan tim lain meraih gelar juara dan kali ini mungkin itu terjadi ketika dia menyaksikan PSG melakukannya.


Baca Juga:


Pada 2002/2003, Juventus dikalahkan AC Milan lewat adu penalti di mana Buffon menjadi kiper andalan kala itu. Buffon kembali ke final Liga Champions pada 2014/2015 dan 2016/2017, tapi berturut-turut ditumbangkan oleh Barcelona dan Real Madrid.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Dengar Casillas Pensiun, Buffon Kirim Pesan Mengharukan

VivagoalLa Liga – Penjaga gawang veteran Spanyol, Iker Casillas akhirnya memilih untuk  gantung sarung tangan. Usai keputusan tersebut, ragam komentar langsung terlontar termasuk dari kiper Juventus, Gianluigi Buffon. 

Tepat pada Selasa (4/8) waktu setempat, Casillas mengakhiri karier 22 tahun sebagai penjaga gawang. Mantan kiper nomor satu Real madrid itu pensiun saat usianya menyentuh 39 tahun.

Rival, teman, sekaligus penjaga gawang kawakan Italia, Buffon, lantas memberikan apresiasi tinggi atas langkah yang dilakukan Casillas. Sempat sama-sama bersaing jadi kiper nomor satu, Buffon paham arti persiangan sesunggunya dari seorang Casillas.

“Mereka bilang persaingan membuat kita lebih baik dari yang lain namun itu tidak sempurna jika berhadapan dengan diri kita sendiri.

“Mungkin pengejaran kesempurnaan yang sia-sia inilah yang membuat kita jadi seperti kita hari ini. Termia kasih Iker, tanpamu, semuanya akan terasa kurang bermakna,” kata Buffon dalam akun twitter pribadinya.

Sempat mengalami serangan jantung saat membela FC Porto, Iker tercatat tak sekalipun kembali ke pertandingan resmi. Karenanya, dia merasa, saat ini adalah waktu yang tepat untuk menyudahi karier sebagai pemain profesional.


Baca Juga: 


“Terpenting adalah proses perjalanan yang Anda lakoni dan orang-orang yang menamai Anda, bukan destinasi akhir.

“Tanpa diragukan lagi, saya bisa bilang bahwa ini adalah perjalanan yang tepat dan destinasi impian. Terima kasih,” jelas Iker Casillas.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Buffon Punya Kans Jadi Pelatih Juventus Setelah Gantung Sepatu

Vivagoal Liga Inggris – Silvano Martina yang merupakan agen Gianluigi Buffon mengatakan bahwa clientnya memiliki peluang untuk menjadi pelatih Juventus suatu saat nanti setelah memutuskan pensiun.

Beberapa kali Buffon dihadapkan dengan pilihan untuk pensiun. Namun ia kembali mendapat kontrak baru di Juventus untuk musim depan. Kini, Buffon menebar kode untuk benar-benar pensiun di akhir kontraknya nanti saat usianya menginjak 43 tahun.

Pertanyaan tentang kemana sang legenda itu akan berkarier setelah pensiun kemudian dijawab oleh Martina. Ia mengatakan jika dengan pengalaman dan keunikannya, Buffon bisa menjadi pelatih Juventus di masa depan.

“Menurut saya, dia seharusnya menjadi pelatih [setelah pensiun]. Dia memahami sepak bola dan dia memiliki pengalaman untuk menangani ruang ganti mana pun,” ujar Martina kepada Radio Kiss Kiss dilansir dari Football Italia.

“Bagi saya, dia bisa melakukannya [menjadi pelatih Juventus]. Perbedaan antara dia dengan kiper lain adalah dia menyederhanakan segala sesuatu. Itu merupakan berkat alami yang ia miliki,” tambahnya.


Baca Juga:


Martina kemudian mengatakan jika Buffon melihat ada tiga kiper yang ke depannya bisa menjadi penerusnya. Ketiga pemain tersebut adalah Mattia Perin, Alex Meret dan Gianluigi Donnarumma.

“Saya pernah berbicara kepada Gigi soal Perin dan dia juga mengatakan bahwa Meret bisa menjadi salah satu kiper terbaik Italia,” tutur Martina.

“Kita juga tidak bisa lupakan nama Donnarumma. Dia secara fisik merupakan seorang juara, dia luar biasa. Waktu yang akan menjawab siapa yang akan menjadi penerusnya,” tukasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Ditanya Sampai Kapan Akan Terus Bermain, Ini Jawaban Menohok dari Buffon!

Vivagoal Serie A – Kiper Juventus, Gianluigi Buffon, mengaku masih memiliki ambisi untuk bisa terus bermaiin dan juga meraih berbagai capaian dalam kariernya.

Buffon yang kini berusia 42 tahun masih belum memberikan tanda-tanda akan gantung sepatu. Kontrak satu tahun dari Juventus seakan memberikan pertanda jika dirinya masih belum ingin menggantungkan sarung tangan dan menyaksikan pertandingan di tribun penonton.

Buffon sendiri mengatakan jika dirinya memang masih memiliki ambisi untuk bermain selama mungkin. Ada motivasi yang membuatnya ingin terus berada di bawah mistar gawang.

“Saya akan berada di sini sampai setidaknya sampai usia 43 tahun. Tetapi sejak berusia 40 tahun, saya melihat segala hal dari bulan ke bulan,” kata Buffon kepada Sky Sports Italia.

“Saya perlu mengamati situasi dan selalu siap untuk mundur ketika elemen utama dalam diri saya hilang, yaitu performa terbaik.”


Baca Juga:


“Selama saya termotivasi dan dalam kondisi yang tepat, saya akan terus bermain karena tidak ada yang membuat saya lebih bahagia ketimbang bermain sepak bola,” imbuhnya.

Satu motivasi yang membuat Buffon masih enggan pensiun adalah trofi Liga Champions. Ia bahkan mengatakan jika hal tersebut terus berdengung di kepalanya.

“Itu [juara Liga Champions] adalah sesuatu yang selalu berdengung di kepala saya dan tidak bisa dihindari. Jujur saja ini menjadi satu di antara penyesalan dalam karier. Namun, saya telah menemukan kekuatan untuk tidak menyerah meraihnya.”

“Saya punya banyak mimpi dan tidak pernah puas sehingga saya masih di sini,” tegas Buffon.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Lewati Paolo Maldini, Buffon Jadi Penampil Terbanyak di Serie A Italia

Vivagoal – Serie A – Kiper legendaris Gianluigi Buffon baru saja mencetak rekor baru saat Juventus mengalahkan Torino 4-1, Sabtu (4/7/29) malam WIB kemarin. Di laga tersebut dia berhasil menobatkan dirinya sebagai pemain penampil terbanyak di pentas Serie A Italia.

Bermain sebagai tuan rumah, Juventus langsung tampil menyerang sejak menit awal. Alhasil mereka sukses mencetak empat gol, dimana masing-masing di cetak oleh Paulo Dybala (3′), Juan Cuadrado (29′), Cristiano Ronaldo (61′) dan Koffi Djidji yang melakukan gol bunuh diri di akhir pertandingan. Sementara gol tim tamu di kemas oleh Andrea Belotti lewat titik putih pada menit ke-45.

Namun, laga ini sendiri menjadi laga yang cukup penting bagi seorang Buffon, dimana pemain berusia 42 tahun tersebut berhasil mencatatkan 648 penampilan di Serie A. Raihan fantastis itu sekaligus menggeser bek andalan AC Milan, Paolo Maldini yang hanya berbeda satu penampilan yakni 647.

Pelatih Juventus, Maurizio Sarri angkat bicara melihat torehan Buffon. Menurutnya kiper asal Italia tersebut sangat layak diberikan apresiasi atas segala pencapainnya sejauh ini.

“Semua orang bisa menyelamati Buffon atas apa yang ia lakukan selama kariernya,” kata Sarri dikutip dari Goal Internasional.

“Dia adalah legenda. Tak perlu dikatakan lagi, mari kita beri aplaus. Itulah yang kami lakukan di ruang ganti hari ini, tidak perlu kata-kata. Lihat saja statistiknya, dia adalah legenda.”

Bersamaan dengan itu, Direktur olahraga Fabio Paratici turut bahagia atas rekor yang dicetak oleh Gianluigi Buffon. Dia juga menyebut mantan kiper Paris St. Germain adalah pemain yang hebat di dalam maupun luar lapangan.


Baca Juga:


“Kami tidak mengira Buffon bakal kembali, namun ketika ada kesempatan, kami langsung mengambilnya,” kata Paratici kepada Sky Sport Italia.

“Kami sangat senang untuk Gigi. Selain dia pemain hebat, saya menganggapnya sebagai teman baik yang sangat banyak saya petik pelajarannya. Saya sangat senang.

“Sepakbola sekarang sedikit berbeda, karena kita pada dasarnya berada di tahap pramusim dan sekarang justru menantang gelar. Ini tidak mudah, tim-tim tidak setajam biasanya, namun gol [Paulo] Dybala melawan Genoa adalah contoh ketajaman yang dimiliki sedikit pemain hanya dalam waktu dua pekan.”

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Tetap Bermain di Usia Senja, Buffon: Saya Masih Memiliki Api yang Menyala

Vivagoal Serie A – Gianluigi Buffon mengatakan ada sebuah semangat membara yang membuatnya masih yakin untuk bermain kendati usianya kini sudah tak lagi muda.

Buffon beberapa kali dihadapkan dengan opsi pensiun setelah usianya menginjak angka 42 tahun. Namun demikian, baru-baru ini ia meneken kontrak baru bersama Juventus. Ya, Buffon masih belum ingin pensiun.

Keputusan tersebut jelas cukup mengejutkan. Berapapun besarnya niat seorang pemain, usia tentu menjadi lawan yang cukup sulit untuk mereka ajak berdamai.

Akan tetapi Buffon memiliki alasan kuat untuk terus berdiri dibawah mistar gawang. Menurutnya ada api yang menyala di dalam dirinya yang membuatnya terus memiliki sikap kompetitif.

“Saya masih memiliki api yang menyala di dalam diri saya. Saya tetap bermain karena saya merasa baik-baik saja dan saya tetap kompetitif, ditambah lagi saya selalu ingin menjadi lebih baik,” ujar Buffon kepada Randstad Italia di Instagram.

“Momen ketika saya menjadi nomor satu, semangat itu berubah menjadi usaha, kewajiban untuk tidak tampil buruk dan untuk tetap berada di puncak,” tambahnya.

Satu rahasia lain yang membuatnya tetap bisa bermain meski sudah berkepala empat adalah berdamai dengan diri sendiri.


Baca Juga:



“Selama 15 tahun, saya melihat sisi senangnya. Sekarang sebagai pemain gaek, saya mencoba menjadi muda kembali. Itulah rahasia saya untuk bisa terus bermain,” tutur Buffon.

“Dalam 12 tahun terakhir karier saya, saya sedikit menikmati kemenangan dan sangat memikirkan kekalahan,” imbuhnya.

“Ketika Anda terbiasa menang, sepertinya itu normal. Dari sisi tersebut, kemenangan memiliki dampak minor terhadap Anda tapi rasa frustasi akibat kekalahan tetap ada. Saya harus mencoba berdamai dengannya, karena jika tidak saya berisiko tak pernah berhenti,” tukasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Masih Prima di Usia Senja, Buffon Dipuji Mantan Rekan Satu Tim

Vivagoal Serie A – Mantan rekan satu tim Gigi Buffon, Fabio Cannavaro memuji kompatriotnya lantaran masih bermain di level tertinggi meski usianya sudan 42 tahun, Ia merasa Buffon merupakan sosok yang sensasional.


Baca Juga:


Bahkan andai Juventus mampu membekuk Napoli di ajang Final Coppa Italia Rabu (17/6) mendatang, ia bakal menyamai rekor yang ditorehkan Riberto Mancini. Saat ini, Don Macnio memegang enam gelar Coppa Italia sementara Buffon terpaut satu angka dari pelatih Timnas Italia itu.

“Anda tidak ingin menyadari bahwa itu harus berakhir [karier Buffon]. Akan tetapi, Gigi adalah sosok yang selalu sensasional. Dia adalah pria yang luar biasa, bukan sekadar atlet yang luar biasa. Jadi, jika Anda merasa bahagia, maka lanjutkan [terus bermain],” ungkap Cannavaro kepada Corrierre Dello Sports.

Selain Buffon, Maurizio Sarri juga berpeluang memenangkan trofi domestik perdananya di Italia. Sebelumnya, Sarri sempat membuka silverware kala mengantarkan Chelsea menjuarai Europa League musim lalu. Kemenangan Sarri bakal terasa spesial lantaran ia harus mengalahkan mantan timnya di partai puncak.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

De Ligt Puji Pemain-Pemain Veteran Milik Si Nyonya Tua

Vivagoal Serie A – Bek Juventus, Matthijs de Ligt mengaku beruntung bisa berada dengan para pemain top bersama Si Nyonya Tua. Bisa satu tim dengan Cristiano Ronaldo, banyak pelajaran yang dia petik.

Bek asal Belanda itu melihat Ronaldo sebagai yang terbaik pada generasinya. Dengan skill dan attitude terpuji di dalam dan luar lapangan, dia mengaku CR7 bisa banyak menginspirasi para pemain muda.

“Ronaldo adalah yang terbaik dalam genarasinya dan sebagai contoh besar untuk para pemain muda.

“Saya selalu berusaha meningkatkan cara bermain saya dengan menyaksikan dia karena bahkan saat berlatih ia memiliki intensitas yang gila dan Anda bertanya-tanya apakah dia benar-benar berusia 35 tahun,” de Ligt kepada Tuttosport.

 Belajar dari Buffon

Selain Ronaldo, De Ligt mengaku mengagumi kiper vetaran Juventus, Gianluigi Buffon. Menurutnya, Gigi bisa menjadi pemimpin sekaligus memberi ketenangan pada para pemain lain.


Baca Juga: 


“Gigi benar-benar bisa menjadi ayah bagi saya…dia berusia 42 tahun! Bisakah Anda bayangkan itu!”

“Intinya, jika melihat dia bermain, Anda akan mengatakan kalau ia seperti berusia 30 tahun. Ia adalah orang yang top dan selalu ada bersama saya. Saya banyak belajar dari dia,” tutup De Ligt.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Mantan Rekan Setim Dukung Buffon Terus Bermain

Vivagoal Serie A – Rubinho memberikan dukungan penuh kepada Gianluigi Buffon untuk terus menapaki karier di dunia sepakbola. Ia punya tekad dan semangat untuk melakukannya.

Buffon sempat satu tahun meninggalkan Juventus tepatnya pada musim 2018/2019. Saat itu ia memilih hengkang ke Paris Saint-Germain setelah kontraknya di Turin tak diperpanjang.

Satu tahun keduanya berpisah, Buffon akhirnya kembali ke pelukan Si Nyonya Tua musim ini. Berstatus pemain veteran, tak ada tanda-tanda Buffon akan gantung sepatu akhir musim nanti.

Buffon yang kini menjadi pelapis Wojciech Szczesny bahkan dilaporkan akan segera menandatangani kontrak baru berdurasi 12 bulan. Kontrak yang bisa membuatnya terus bermain melewati usia 43 tahun.


Baca Juga:


Rubinho sendiri melihat jika ada tekad kuat yang dimiliki Buffon. Ia melihat mantan rekannya itu masih bisa melakukan yang terbaik di bawah mistar Juventus.

“Saya mengharapkan segalanya darinya. Selama ia memiliki hasrat dan tekad untuk bermain, ia harus melakukannya,” ucap Rubinho yang merupakan kiper pelapis Buffon antara 2012 dan 2016, kepada Domenica Sport.

“Saya sangat senang ketika ia memutuskan pergi ke PSG, karena ia sekali lagi ingin menunjukkan bakatnya yang luar biasa di tempat lain.”

Buffon jelas memiliki ambisi besar di Juventus. Semua trofi domestik sudah berhasil ia raih. Satu yang belum bisa ia dapatkan saat ini adalah Liga Champions.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

HOT NEWS