
Obrolan Vigo: Jadi Kiper Terbaik Dunia, Tanti Aguri Buffon
Bermain di Lintas Generasi
Bermain hingga umur 40 tahun, tentu tak mudah bagi seorang Buffon. Ia merupakan pemain lintas generasi yang masih aktif hingga hari ini.
Tak hanya fisiknya yang mungkin sedikit menurun dibandingkan semasa muda. Tetapi secara psikologis Buffon pernah merasa Ia harus segera pensiun. Para pemain yang di masa mudanya menjadi lawan maupun kawan, di waktu sekarang ini tidak jarang mulai menurunkan warisan nama belakang mereka sebagai pesepakbola.
Pemain seperti Enrico Chiesa ataupun Lilian Thuram tentu sangat akrab dengan Buffon baik semasa di Parma maupun saat harus menjadi lawan. Selain Chiesa dan Thuram, Buffon menjadi bagian dari generasi emas Parma pada medio 90an.
Kala itu Parma dihuni oleh Hernan Crespo, Gianfranco Zola, dan Fabio Cannavaro. Mereka berhasil memberikan gelar UEFA Cup 98/99 untuk Parma dengan mengalahkan Marseille.
Dari sekian banyak rekan nya di masa lalu, mungkin saat ini hanya Buffon lah yang tersisa sebagai pemain aktif. Memang bukan pertama kalinya seorang kiper Italia tetap bermain hingga 40 tahun.
Sebelumnya ada Dino Zoff yang juga bermain sampai usia uzur. Tetapi Buffon mengakui bahwa kondisi tersebut hampir membuatnya berpikir untuk pensiun, tepatnya di musim 16/17.
Jika biasanya para pemain seangkatannya akan bertemu dengan anak temannya sebagai pelatih – pemain. Tidak berlaku bagi Buffon. Kala itu Buffon kembali akan melawan seorang bernama Chiesa dengan kostum kebesaran Fiorentina. Tetapi dia adalah sang anak Federico Chiesa.
Hal itu yang diakui sempat membuatnya mempertimbangkan opsi pensiun. Ia menjadi salah satu pemain yang bias berhadapan dengan dua generasi berbeda. Dalam hal ini adalah ayah-anak.
“Kali pertama saya bertemu Chiesa, saya langsung tersadar jika usia ini sudah tidak muda lagi. Dia anak dari Enrico Chiesa, dan membuat saya terpikirkan untuk pensiun di musim itu,” Kenang Buffon.
Bukan Buffon jika karena hal seperti itu akan menyerah begitu saja. Ia menjadikan hal tersebut justru sebagai motivasi tambahan di kala usia nya yang sudah tidak terlalu muda sebagai pemain muda.
“Tapi, saya kemudian berpikir jika tubuh ini masih bisa bersaing melawan anak Chiesa. Dan itu saya anggap sebagai sebuah anugerah dalam kehidupan ini. Itu hal yang membuat saya lebih muda lagi,” jelas Buffon.
Tidak hanya sekali Buffon bertemu dengan anak dari kawannya di lapangan. Ketika Ia bergabung dengan PSG. Buffon menjadi rekan setim dengan anak dari seorang mantan pemain di Serie A, George Weah, yaitu Timothy Weah.
Jika dizaman dahulu Buffon bersaing dengan menjaga gawang dari gempuran George Weah. Ia sempat bahu membahu berada dalam posisi menyerang-bertahan dalam satu tim kala itu.
Ketika PSG menghadapi Guingamp, pada Agustus tahun lalu, Buffon kembali dipertemukan dengan anak salah satu mantan koleganya di Juventus dan Parma yaitu, Marcus Thuram. Berbeda dengan sang ayah yang menjadi seorang defender Handal, Marcus justru menjadi seorang ujung tombak.
Ini menjadi ketiga kalinya Buffon berada dalam satu lapangan dengan dua generasi berbeda. Meski dalam laga itu Marcus Thuram tidak bisa mencetak gol ke gawang PSG.















