
Obrolan Vigo: Sinar Terang si Mantan Wonderkid
Rooney Menjadi Mesin Gol United
Meski mengakhiri musim 2008 dengan Double Winners domestic, United mengalami kenyataan pahit. Di musim 2009, Ronaldo memilih menyeberang ke Real Madrid sementara Tevez tetap berada di Manchester namun bermain untuk City. Hal ini, mau tak mau membuat Rooney berjuang sendirian sebagai juru gedor utama tim. Beberapa striker anyar macam Kiko Macheda, Dimitar Berbatov hingga Michael Owen didatangkan guna mempermudah kinerja Wazza.
Meski demikian, pria asal Liverpool itu nampak seorang diri mengagkat performa United di lini depan. Pasca keperrgian Tevez dan Ronaldo, Rooney sukses mencetak 34 gol di semua ajang. Bahkan catatan tersebut tetap stabil hingga akhir karirnya di United. Bahkan, berkat sumbangsih besarnya, Rooney pun diangkat sebagai kapten tim
Baca Juga: 5 Pemain yang Memiliki Upah Tertinggi di Old Trafford
Berbagai gelar domestik pun sukses ia rengkuh bersama United di bawah komando Ferguson, Moyes, Van Gaal dan Mourinho. Namun bersama nama yang disebut terakhir, menit bermainnya mulai tereduksi dan digantikan oleh darah muda dalam diri Anthony Martial, Marcus Rashford, Danny Wellbeck hingga predator kelas tinggi, Zlatan ibrahimovic
Musim 2015-16 menjadi akhir bagi Rooney membela United. Di musim tersebut, ia hanya mampu mencetak 15 gol dan 6 assist dalam 42 penampilannya bersama Setan Merah. Selama 13 tahun pengabdiannya, Wazza sukses mempersembahkan 5 Gelar Premier League, empat Community Shield, tiga Piala Liga, Satu Piala FA, Satu Liga Champions dan Satu Europa League.















