
Pecat Igor Tudor Terlalu Beresiko Bagi Finansial Juventus
Vivagoal – Serie A – Tekanan terhadap Igor Tudor semakin meningkat setelah Juventus memperpanjang rekor tanpa kemenangan mereka menjadi enam pertandingan beruntun di semua kompetisi, usai kalah 0-2 dari Como akhir pekan lalu.
Kekalahan tersebut membuat posisi Igor Tudor kian terancam di Juventus sekarang. Laporan dari Italia menyebutkan bahwa manajemen Juventus mulai mempertimbangkan kemungkinan pergantian pelatih.
Namun, keputusan untuk memecatnya dinilai akan berisiko besar secara finansial bagi klub. Tudor baru saja menandatangani kontrak permanen pada musim panas lalu dengan gaji kotor mencapai 8 juta euro per tahun.

Meski demikian, Juventus masih harus menanggung beban gaji mantan pelatih mereka, Thiago Motta, yang dipecat musim lalu. Menurut laporan Calciomercato, Juventus masih membayar sekitar 10 juta pounds per tahun untuk Motta beserta staf pelatihnya. Artinya, klub saat ini mengeluarkan total sekitar 17 juta poundsterling hanya untuk membayar gaji dua pelatih.
Satu yang masih bertugas dan satu lagi yang sudah tidak melatih. Situasi ini membuat Juventus menghadapi dilema besar. Di satu sisi, hasil buruk di lapangan menekan posisi Tudor, sementara di sisi lain, memecatnya akan membebani keuangan klub secara signifikan.
Baca Juga:
- Alex Pastoor Anggap Target Timnas Indonesia Piala Dunia 2026 Tidak Realistis, Kok Bisa?
- Alex Pastoor Angkat Bicara Soal Kegagalan Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2026
- Meski Jarang Bermain, Mantan Wonderkid Dortmund Ini Justru Bahagia Gabung Nice
- Dilanda Badai Cedera, Bisakah Leverkusen Hajar PSG di BayArena?
Laporan yang sama juga mengungkapkan bahwa Juventus telah mulai melakukanevaluasi internal, termasuk mempertimbangkan nama-nama seperti Roberto Mancini dan Edin Terzic sebagai calon pengganti potensial.
Namun, langkah tersebut dipersulit oleh penyelidikan UEFA terkait dugaan pelanggaran Financial Fair Play (FFP). UEFA tengah menelusuri kemungkinan bahwa Juventus telah melebihi batas kerugian yang diizinkan, yakni 76 juta poundsterling selama tiga musim antara 2022–23 hingga 2024–25.
View this post on Instagram
Jika terbukti, konsekuensinya bisa fatal, mulai dari sanksi finansial hingga pembatasan aktivitas transfer. Dalam kondisi seperti ini, keputusan untuk kembali memecat pelatih dianggap bisa memperburuk kondisi keuangan klub dan menempatkan mereka dalam posisi sulit.
Dengan tekanan yang terus meningkat dan sorotan finansial dari UEFA, Juventus kini dihadapkan pada pilihan sulit, tetap bersabar dengan Tudor dan berharap performa membaik, atau mengambil risiko besar secara ekonomi demi perubahan cepat di kursi pelatih.















