
Pesan Menohok Gerald Vanenburg Soal Kuota 11 Pemain Asing di BRI Super League: Lelucon!
Vivagoal – Liga Indonesia – Pelatih Timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg, mengkritik regulasi Indonesian League (I-League) yaitu 11 pemain asing untuk BRI Super League musim depan.
I-League atau yang biasa dikenal sebagai PT. Liga Indonesia Baru (LIB) telah menetapkan bahwa musim 2025/26, setiap klub di Liga 1 atau BRI Super League bisa merekrut 11 pemain asing.
Tentunya, kebijakan ini menimbulkan pro dan kontra. Beberapa ada yang bilang jika regulasi ini akan meningkatkan kualitas dan peringkat liga di kancah Asia. Di sisi lain regulasi ini bisa mematikan talenta lokal.
View this post on Instagram
Salah satu orang yang menentang keras justru datang dari Timnas Indonesia, yakni Gerald Vanenburg. Pelatih asal Belanda yang saat ini menjabat di Timnas Indonesia U-23 mengatakan regulasi ini adalah sebuah lelucon.
Menurutnya, regulasi yang ditetapkan I-League untuk BRI Super League dengan 11 kuota pemain asing bisa mengurangi jam terbang pemain muda. Seharusnya, pemain-pemain di umur 20-23 tahun itu harus banyak bermain di skuad utama.
Baca Juga:
- Piala AFF U-23 2025: Gerald Vanenburg Harus Coret Dua Pemain Lagi
- Piala AFF U-23 2025: Timnas Indonesia Tanpa Uji Coba
- Pernah Dipermalukan Indonesia di Final, Thailand Ingin Balas Dendam di SEA Games 2025
- Thailand Posisikan Indonesia dan Vietnam Sebagai Lawan Terberat di Piala AFF U-23
“Saya pikir itu (kuota 11 pemain asing) lelucon. Sungguh, saya pikir itu lelucon karena di Indonesia untuk mendapatkan pemain di tim utama yaitu pemain muda. Dan sejujurnya, itu bukan keputusan saya,” ucap Gerald Vanenburg kepada para wartawan yang hadir di latihan Timnas Indonesia U-23 jelang Piala AFF U-23 2025 di Stadion Madya, Jakarta, Kamis (10/7) malam WIB.
“Namun kita butuh pemain muda yang bagus. Dan di usia 20 (sampai) 23 tahun sudah usia yang tepat untuk bermain di tim utama. Jadi itu pendapat saya. Tapi oke, saya bukan yang mengambil keputusan,” tambahnya.

Foto: VIVAGOAL/Made Gita
Lebih lanjuta, talenta-talenta muda di Indonesia justru dinilai memiliki kualitas yang sangat bagus. Namun, itu semua akan hilang ditelan waktu jika tidak diberikan menit bermain.
“Saya berusia 17 tahun ketika bermain di tim utama Ajax. Jadi ada pemain muda yang sangat bagus di sini (Timnas U-23) dan ada lebih banyak pemain bagus. Jadi, Anda harus memberi mereka kesempatan untuk berkembang. Dan bagi saya, sangat penting,” tutupnya.
Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com















