Site icon Vivagoal.com

Petinggi Vitesse Tak Terima Disebut Sebagai Tim Satelit Chelsea

Diego Costa Chelsea vs Vitesse

Diego Costa (Kiri), wasit Kevin Blom (Tengah), Guram Kashia dari Vitesse selama pertandingan persahabatan antara Vitesse Arnhem dan Chelsea di Gelredome pada 30 Juli 2014 di Arnhem, Belanda (Photo by VI Images via Getty Images)

Vivagoal – Liga Inggris – Direktur Olahraga klub Belanda, Vitesse, Johannes Spors membantah jika klub nya itu merupakan tim satelit dari raksasa Liga Inggris, Chelsea yang selama beberapa tahun kerap jadi mitra mereka untuk transfer pemain.

Dalam wawancara bersama Goal International, Johannes Spors menjelaskan bagaimana cara kerja dari kemitraan Vitesse dengan Chelsea selama ini. Spors menolak sebutan sebagai tim satelit Chelsea, namun mengaku keduanya hanya memiliki hubungan yang baik.

Selama satu dekade terakhir, The Blues tercatat telah mengirimkan 29 pemain pada Vitesse dengan status pinjaman, satu diantaranya adalah Mason Mount. Hal tersebut lalu memuculkan anggapan bahwa Vitesse selama ini bertindak sebagai “klub penyalur” atau tim kedua milik Chelsea.

Namun, Sports menegaskan bahwa Vitesse hanya mendapat keuntungan dari hubungan baik kedua pemilik klub, yakni Valeriy Oyf dan Roman Abramovich. Keduanya merupakan pengusaha yang berasal dari Russia.

“Pemiliknya mengenal satu sama lain dengan baik; itulah titik awalnya. Dari situlah asalnya. Sejujurnya, tidak lebih dari itu. Kami memiliki kontak yang baik. Saya memiliki kontak yang baik dengan (penasihat teknis Chelsea) Petr Cech, seperti yang telah kenal selama beberapa waktu,”ujar Spors dilansir Goal. 

“Kami terkadang berbagi pemikiran, berbicara tentang sepak bola, pemain mereka, dan pemain kami. Ada komunikasi yang baik. Sejujurnya, saya memiliki banyak percakapan seperti ini dengan klub-klub besar lainnya.

Spors mengatakan bahwa keterkaitan antara kedua tim bisa berlangsung dalam waktu yang cukup lama karena mereka memiliki hubungan komunikasi yang baik. Ia menegaskan Chelsea dan Vitesse tak memiliki kontrak kerja apapun dan merasa beruntung bisa memiliki rekan untuk berbagi pikiran.


Baca Juga:


“Ini hanyalah kontak yang baik antar klub. Semua orang tahu kami bukan klub satelit, tidak ada kontrak dan hal-hal ini tidak pernah terjadi. Ini hanya percakapan yang bagus antara klub dan kami, Vitesse, sangat senang tentang itu,”ungkapnya.

“Sangat bagus memiliki klub besar seperti Chelsea untuk berbagi pemikiran. Saya sudah disini selama satu tahun dan sejarah pemain pinjaman itu penting. Kami tetap harus memastikan bahwa setiap orang yakin bahwa ini adalah langkah yang tepat.

“Saya benar-benar harus berjuang untuk (striker Chelsea) Armando Broja, itu tidak seperti saya ingin Armando dan Chelsea berkata, ‘Ini dia!’ Tidak, saya harus benar-benar meyakinkan dia. Jika Ia mengatakan tidak, itu tidak! Saya harus meyakinkan Chelsea bahwa kami pikir dia siap untuk itu.”

Armando Broja, merupakan pemain terbaik dari akademi Chelsea di musim lalu. Ia bergabung dengan Vitesse dengan status pinjaman satu musim serta menjadi pemain ke-29 yang dipinjamkan oleh Chelsea.

Sebelum Broja, beberapa pemain Chelsea pun pernah merasakan didikan dari Vitesse sebelum kembali ke Stamford Bridge. Diantaranya adalah Mason Mount, Nemanja Matic, Betrand Traore, Patrick van Aanholt, hingga Lucas Piazon. 

Seperti simbiosis mutualisme, Vitesse pun diuntungkan oleh hubungan baik mereka dengan Chelsea, khususnya seperti yang terjadi di tahun 2017. Ketika itu mereka meminjam Matt Miazga, Lewis Baker, Nathan, dan Mukhtar Ali dan berhasil membantu Vitesse mencetak sejarah dengan meraih gelar Piala KNVB.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Exit mobile version