Salah Posisi Jadi Penyebab Kai Havertz Melempem di Chelsea - Vivagoal.com
Salah Posisi Jadi Alasan Kai Havertz Memble di Chelsea
Kai Havertz, Foto: dok Republika

Salah Posisi Jadi Penyebab Kai Havertz Melempem di Chelsea

A Hendra - September 4, 2021
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

VivagoalLiga Inggris – Kai Havertz dibeli mahal-mahal dari Bayer Leverkusen oleh Chelsea. Tapi hingga memasuki musim penuh keduanya bermain untuk Chelsea, performa Havertz masih saja mengecewakan.

Kai Havertz didatangkan Chelsea pada bursa musim panas 2020 lalu dari Bayer Leverkusen dengan banderol mencapai 80 juta Euro atau sekitar Rp 1,35 triliun. Kedatangannya disebut-sebut bakal dijadikan sebagai mesin gol baru pasca The Blues ditinggal Eden Hazard yang hengkang ke Real Madrid.

Bagaimana tidak, performa Havertz semasa memperkuat Leverkusen begitu meyakinkan. Meski berposisi sebagai gelandang serang, Havertz bisa mengoleksi hingga 46 gol dan 31 assist dalam 150 penampilan.

Sayang, semusim berlalu, performa Havertz justru sangat jauh dari harapan. Dimainkan dalam 49 pertandingan Chelsea di seluruh ajang, pemain 22 tahun itu cuma bisa bikin 10 gol.

Beruntung, seretnya produktivitas gol Havertz ini tak berbanding lurus dengan performa Chelsea di atas lapangan. Setelah sukses merengkuh juara Liga Champions musim kemarin, The Blues sejauh ini belum terkekalahan dalam tiga laga pembuka yang dimainkan dan berhak atas posisi empat besar klasemen dengan 7 poin.


Baca Juga:


Pelatih Havertz di Timnas Jerman, Hansi Flick lalu coba menganalisa kesulitan yang dialami anak asuhnya bersama Chelsea. Menurutnya, posisi sebagai winger yang didapatnya di bawah asuhan Thomas Tuchel jadi alasan utama keran gol Havertz tersendat.

Sementara saat memperkuat Leverkusen, Havertz banyak dimainkan sebagai pemain nomor 10 atau playmaker. Dia tidak menyisir dari sisi sayap seperti di Chelsea saat ini.

Havertz disebut oleh Flick bakal lebih hebat jika lebih banyak berakselerasi langsung dari sisi tengah dengan kesenangannya melepaskan tembakan-tembakan dari dalam kotak penalti lawan.

“Saya bertukar pikiran dengan Thomas Tuchel. Saya bisa membayangkan kalau dia dapat bermain di tengah. Saya merasa Kai sangat nyaman di posisi depan,” kata Flick dilansir dari The Sun.

“Dia bisa bermain di separuh lapangan untuk kemudian kembali dan membawa bola menggunakan kecepatannya. Dia juga sangat alami di kotak penalti untuk menuntaskan serangan kami. Dia cukup nyaman melakukan penyelesaian akhir,” saran Flick. (ARI)

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com