Tag: Andriy Shevchenko

Andriy Shevchenko, Striker Cerdas dan Paket Lengkap yang Dimiliki AC Milan

Vivagoal Serie A – Ivan Ramiro Cordoba, mantan bek Inter Milan menilai bahwa Andriy Shevchenko merupakan salah satu pemain yang memiliki kejeniusan dalam bermain sepak bola.

Cordoba sangat mengakui bahwa Shevchenko merupakan striker hebat dan sulit untuk dikalahkan saat berada di kotak penalti. Ia merupakan salah satu pemain yang haus gol. Ia merupakan paket lengkap AC Milan dan salah satu pemain cerdas.

“Saya sangat mengakui bahwa Shevchenko merupakan striker lengkap dan cerdas yang telah dimiliki oleh AC Milan. Bila sudah berhadapan dengan Shevchenko maka kalian tidak boleh melepaskan pandangan sedikitpun terhadap dirinya. Ia merupakan pemain penentu kemenangan dalam tim.

Menurut Cordoba, pria yang kerap disapa Sheva itu sangat sulit untuk dicegah seperti layaknya striker Filippo Inzaghi. Namun, jika dibandingkan Inzaghi, Sheva jauh lebih sulit untuk dijaga.


Baca Juga:


“Filippo Inzaghi dan Sheva sama-sama pemain yang sangat kuat. Namun, untuk Sheva, dia selalu berada di kanan maupun kiri lapangan. Bisa dikatakan, dia berada di mana-mana karena lincahnya seperti Filippo Inzaghi. Namun, saya mohon maaf untuk Inzaghi, bila mengajak duel dengan Inzaghi, saya masih bisa mengatasinya.

“Akan tetapi, jika berhadapan dengan Shevchenko maka itu merupakan salah satu perjudian yang harus saya pertaruhkan. Bahkan, saat ingin mengejarnya, saya berpikir dua kali antara mengejarnya atau tidak akan mengejarnya. Bila Anda terpaksa untuk mengejarnya, pasti 9 dari 10 peluang akan tercipta menjadi gol,” jelas Cordoba.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Mantan Bek Inter Sebut Pemain Ini Paling Sulit Dijaga

Vivagoal Serie A – Mantan pemain belakang Inter Milan, Ivan Ramiro Cordoba menyebut jika mantan striker AC Milan Andriy Shevchenko adalah salah satu lawan yang sulit dijaga.

Shevchenko melejit sebagai salah satu striker mematikan di Eropa saat berseragam AC Milan. Tercatat ia berhasil mengemas 175 gol dari 322 laga bersama Milan di semua kompetisi.

Cordoba yang sudah berhadapan dengan banyak striker hebat, mengaku jika Shevchenko adalah lawan yang sulit dikendalikan.

“Sheva adalah yang paling sulit [dijaga] di Italia bukan hanya karena gol yang dia cetak, tetapi karena dia adalah striker yang lengkap dan cerdas. Anda tidak akan pernah bisa melepaskan pandangan Anda dari dia, karena baginya inci, bukan lagi meter, yang menjadi penentu,” kata Cordoba kepada Gazzetta dello Sport.

“Sheva akan berada dari kiri, dari kanan, Anda akan menemukannya di mana-mana, seperti Inzaghi. Tetapi dengan segala hormat, jika Inzaghi berlari saya bisa mengejarnya, jika Shevchenko berlari itu adalah perjudian, mungkin saya akan mengejarnya, mungkin saya tidak akan mengejarnya. Dan jika Anda tidak bisa menjaganya, sembilan dari sepuluh peluang akan menjadi gol.”

Cordoba melanjutkan jika Shevchenko membuatnya harus bekerja ekstra keras. Ia harus memastikan jika sang lawan tidak akan mencetak gol dengan mudah.

“Seorang bek harus selalu membuat penyerang merasa bahwa dia selalu diawasi, tetapi saya tidak mengingatnya sebagai lawan yang suka merengek, sama sekali tidak,” lanjutnya.

“Tetapi di atas semua itu, dia bukan salah satu rival yang membuat Anda ingin mengalahkan mereka, bahkan jika dia melakukan semua yang dia bisa untuk membuat saya marah.”


Baca Juga:


Lebih lanjut Cordoba mengatakan jika dirinya beberapa kali sempat menghentikan Shevchenko. Namun di sepakbola, orang akan lebih mengingat siapa yang mencetak gol daripada siapa yang bisa menggagalkannya.

“Ya, beberapa kali [Sheva mencetak gol ke gawang Inter]. Tetapi beberapa kali dia tidak melakukannya, dia mencetak banyak gol, saya juga sering menghentikannya,” kata Cordoba.

“Tapi begitulah sepak bola, Anda selalu ingat siapa yang mencetak gol, hampir tidak pernah ingat dengan mereka yang menghentikannya.”

Bek asal Kolombia itu mengatakan jika dirinya juga harus mempelajari permaina Shevchenko sebelum berhadapan. Ia mengaku tidak takut, karena semua sudah ia pelajari.

“Saya tidak pernah merasa takut saat harus menghadapi lawan. Pertama karena ada pertahanan tim dan saya selalu percaya pada rekan setim saya. Saya tidak merasa sendirian melawan Shevchenko, tidak pernah,” ujar Cordoba.

“Kedua, karena saya tahu itu juga akan menjadi tantangan pribadi, jadi saya mempersiapkan diri secara mental, itu butuh banyak konsentrasi, bukan kecemasan.”

“Tentu saja, ketika Anda harus berurusan dengan seseorang yang tidak bisa ditebak seperti dirinya, satu-satunya hal yang bisa Anda lakukan adalah mencoba mengurangi peluang dia mengejutkan Anda,” bebernya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Shevchenko Umbar Harapan Latih AC Milan

Vivagoal Serie A – Andriy Shevchenko mengatakan harapannya untuk bisa kembali ke AC Milan. Namun kali ini ia ingin datang sebagai pelatih I Rossoneri.

Bukan berlebihan mengatakan jika Shevchenko merupakan legenda hidup AC Milan. Bersama Si Merah Hitam, pria yang akrab disapa Sheva tersebut menjadi bomber tersubur Milan dalam 25 tahun terakhir dengan catatan 175 gol dalam dua periode (1999–2006 & 2008–2009).

Sheva berhasil merengkuh berbagai gelar individual dan kolektif bersama Milan, antara lain: Scudetto musim 2003/04 dan Liga Champions musim 2002/03, dua gelar topskor Serie A, plus Ballon d’Or 2004.

Sheva kini menapaki karier baru sebagai pelatih timnas negaranya sendiri, Ukraina. Menatap ke depan, Sheva berharap bisa kembali ke Milan sebagai pelatih.

“Saat ini, hal yang paling penting adalah mencoba menyelesaikan musim,” ucap Sheva kepada Milannews.it, Rabu (13/5).

“Setiap pemain harus memberikan segalanya untuk menyelesaikan musim dengan baik. Setelah itu, kita akan melihat apa yang terjadi selanjutnya dan apa yang akan terjadi di Milan.”

“Saya ingin kembali ke Milan sebagai pelatih suatu hari nanti. Milan akan selalu ada di hati saya, saya memiliki kasih sayang yang besar untuk para fans.”


Baca Juga:



“Mari kita lihat kapan dan apakah itu akan terjadi. Ya, tetapi salah satu tujuan saya adalah kembali ke Milan sebagai pelatih.”

“Untuk saat ini, saya hanya memikirkan [timnas] Ukraina,” pungkasnya.

Perjalanan karier kepelatihan Sheva yang dimulai sejak 2016 terbilang cukup apik. Ia berhasil membawa Ukraina lolos ke Piala Euro 2020 sembari memecahkan rekor tim yang tidak terkalahkan sepanjang babak Kualifikasi.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Sedih Tak Berujung, Andriy Shevchenko Sulit Lupakan Tragedi Istanbul

Vivagoal Liga ChampionsKekalahan AC Milan dari Liverpool di final Liga Champions 2005 masih tidak bisa dilupakan oleh Andriy Shevchenko. 

Di final Liga Champions melawan Liverpool, Milan diprediksi akan melenggang dengan mudah ke panggung juara setelah mampu unggul 3-0 di babak pertama. Tapi gol Steven Gerrard di awal babak kedua mengawali petaka bagi Milan. 

Dalam tempo enam menit, Liverpool bisa menyamakan skor jadi 3-3 dan membuat penentuan pemenangan harus dituntaskan lewat drama adu penalti. Namun sebelum itu, di menit terakhir babak perpanjangan waktu, Jerzy Dudek sudah lebih dulu membuat Shevchenko jatuh mental karena dua kali beruntun mematahkan sundulan dan tendanganya dari jarak dekat.

“Beberapa bulan lalu, UEFA memutar lagi penyelamatan Dudek, saya masih tak bisa melihat tayangan itu, saya segera membalikkan badan dan berkata, ‘hentikan, hentikan’.

“Saya merasa sangat terpukul saat itu dan hingga kini saya rasakan. Saya berpikiran ingin pensiun saja karena benar-benar frustasi. 

“Tapi kita adalah manusia dan harus melanjutkan hidup. Itulah alasan saya harus kuat, bangkit dan bergerak lagi karena itulah alasan saya hidup,” ucap Shevchenko.


Baca Juga: 


Sebagai informasi, sepanjang kariernya, Shevchenko pernah mencicipi tiga final Liga Champions. Final pertamanya bersama AC Milan berbuah juara usai menang atas Juventus musim 2002/2003.

Setelahnya, Shevchenko selalu kalah. Usai tragedi Istanbul, Shevchenko jadi bagian dari skuat Chelsea saat ditaklukkan Manchester United musim 2007/08. Uniknya, ketiga laga final yang dimainkan Shevchenko ini selalu harus diakhiri dengan adu penalti.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Shevchenko; Milan Adalah Rumah Kedua Saya!

Vivagoal Serie A – Legenda AC Milan, Andriy Shevchenko mengaku memiliki kenangan indah bersama I Rossoneri. Salah satunya adalah saat ia angkat trofi Ballon d’Or di San Siro.

Shevchenko menjalani karier terbaiknya ketika berseragam Milan. Ia pernah didapuk sebagai pemain terbaik dunia pada 2004 usai membawa tim meraih trofi Liga Champions dan Scudetto Serie A.

Shevchenko kemudian memamerkan trofi Ballon d’Or miliknya di hadapan puluhan ribu fans di San Siro. Sebuah kenangan yang menurutnya akan sangat sulit tergantikan.

“Itu [penghargaan Ballon d’Or] sangat emosional, terutama ketika diserahkan kepada saya di San Siro di pertandingan kandang berikutnya, di depan para penggemar Milan. Melihat antusias semua orang itu tak terlupakan,” kenangnya pada akun Twitter Milan.

“Milan adalah rumah kedua bagi saya, jadi delapan tahun yang saya habiskan di sana membawa saya lebih dekat dengan masyarakat Italia. Saya akan mengingat Italia untuk apa yang saya menangkan dan capai, tetapi terutama untuk hubungan saya dengan orang-orang dan penggemar Italia, terutama mereka yang berasal dari Milan,” serunya.


Baca Juga:



Sheva yang didatangkan dari Dynamo Kiev pada 1999, mengaku sempat kesulitan beradaptasi dengan sepak bola Italia meski ia langsung jadi top skorer di musim perdananya. Beruntung pelatih Milan saat itu, Alberto Zaccheroni, mampu membantunya mengatasi segala kesulitan tersebut.

“Tidak mudah bagi saya untuk beradaptasi di awal kedatangan di Milan. Pelatih pada saat itu, Alberto Zaccheroni, memiliki peran besar dalam awal yang baik untuk klub,” tutur Sheva.

“Ia adalah orang yang cerdas dan pelatih yang sangat baik, yang memperkenalkan saya permainan Italia dengan bertahap, jadi saya tidak selalu berada di starting XI, tapi saya tampil dan perlahan-lahan membangun kepercayaan diri,” tandasnya.

Selama di AC Milan, Shevchenko meraih lima trofi juara. Untuk urusan Ballon d’Or, ia juga sempat dua kali menduduki peringkat ketiga dan sekali di peringkat keempat.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Corona Buat Shevchenko Ingat Tragedi Chernobyl

0

Vivagoal Berita Bola – Mantan penyerang andalan Ukraina, Andriy Shevchenko menghadapi dua krisis besar. Pertama adalah bencana Chernobyl dan kini wabah Corona.

Saat masih kecil Shevchenko sudah harus menghadapi bencana besar yakni ledakan nuklir. Kejadian itu sendiri berlangsung pada tahun 1986 di Chernobyl, dekat Pripyat. Ledakan tersebut berakibat dengan radiasi fatala di sana dengan jumlah korban yang begitu banyak.

Kini Shevchenko kembali harus merasakan krisis dalam hidupnya bernama Corona. Kali ini pelatih timnas Ukraina itu tengah melakukan karantina mandiri di Inggris. Shevchenko memang memilih tinggal di Inggris sejak beberapa tahun lalu, dia pun ikut menyanjung para tenaga medis.

“Saya hidup di dekat London, di tepi kota. Saya telah mengurung diri nyaris sampai 10 hari. Kami menjalani momen sulit ini dengan harapan, harapan bahwa situasinya akan segera membaik,” buka Sheva kepada Sky Sport Italia.

“Satu-satunya solusi adalah menuruti peraturan yang ditetapkan pemerintah. Tetap di rumah dan berikan kesempatan pada para dokter untuk bekerja selayaknya.”

“Semua dokter di seluruh dunia melakukan pekerjaannya dengan sangat hebat, para perawat, para relawan. Terima kasih untuk segala hal yang Anda lakukan untuk kami. Kalian adalah pahlawan yang sebenarnya,” imbuhnya.


Baca Juga:



Shevchenko pun membagikan pengalamannya saat menghadapi bencana Chernobyl. Menurutnya langkah terbaik adalah dengan mengikuti himbauan pemerintah.

“Saya mengalami situasi yang sangat mirip ketika saya masih berusia sembilan tahun, saat pembangkit listrik Chernobyl meledak. Itu adalah masa-masa yang sulit,” sambung Shevchenko.

“Satu-satunya solusi adalah memercayai keputusan pemerintah. Kita tidak perlu melakukan hal-hal bodoh, bahkan tidak perlu keluar rumah,” tutupnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

5 Pemain yang Gagal Bersinar di Stamford Bridge

Vivagoal 5 FaktaChelsea merupakan klub sepak bola Liga Premier Inggris pertama yang sering menggelontorkan uang untuk merekrut beberapa pemain incarannya jauh sebelum era Manchester City dan Manchester United.

Para penggemar Chelsea pasti akan terus mengingat bahwa kehadiran dari taipan asal Rusia, Roman Abrahamovich. Bos Chelsea tersebut telah mengubah The Blues dari tim papan tengah menjadi tim yang disegani di Inggris maupun Eropa.

Chelsea juga berhasil memutus dominasi dari Manchester United yang saa itu menjadi juara Liga Premier Inggris. Prestasi terbaiknya, Chelsea telah menorehkan trofi Liga Champions.

Prestasi tersebut dikarenakan Chelsea telah merekrut puluhan pemain dan telah menghabiskan ratusan juta Euro. Hal tersebut dilakukan untuk merekrut beberapa pemain kelas dunia seperti Didier Drogba, Frank Lampard, John Terry dan Eden Hazard.

Baca Juga: 5 Pemain yang Memiliki Upah Tertinggi di Old Trafford

Para pemain yang didaratkan oleh Chelsea memiliki klausul yang tinggi. Mereka merupakan pemain bintang yang telah membuat bangga penggemar yang ada di Stamford Bridge. Dari era Drogba sampai Hazard, mereka semua telah meraih kesuksesan yang luar biasa.

Akan tetapi perlu diketahui,bahwa tidak semua pemain Chelsea menemukan kesuksesan di Stamford Bridge. Bahkan, tak sedikit dari pemain yang berhasil didatangkan justru meredup usai hadir di tengah-tengah suporter Chelsea.

Berikut ini VIGO merangkum dan menganalisa  5 Pemain yang Gagal Bersinar di Stamford Bridge:

Dikaitkan dengan Milan, Sheva; Saat Ini Saya Tidak Memikirkan Milan

Vivagoal Serie A – Seiring hasil buruk yang dialami Milan musim ini, nama Andriy Shevchenko dikabarkan tengah menjadi kandidat terdepan untuk menjadi pelatih di sana menggantikan Marco Giampaolo.

Posisi Giampaolo sendiri disebut tengah berada di ujung tanduk setelah Milan gagal tampil meyakinkan. Terbaru mereka harus menelan kekalahan memalukan 1-3 di San Siro Senin (30/9/2019) kemarin. 

Baca juga: Donnarumma Tolak Perpanjangan Kontrak di Milan, Kenapa?

Kekalahan tersebut membuat Milan kini hanya mampu meraih dua kemenangan saja dari enam laga yang sudah mereka jalani.

Serangkaian hasil buruk itu membuat Milan kini berada di posisi 16 di klasemen sementara Serie A dengan koleksi enam poin. Hanya terpaut tiga angka dari Sampdoria yang menempati posisi juru kunci.

Setelah apa yang terjadi, manajemen kemudian dikabarkan mulai menjajaki kemungkinan untuk menggantikan peran Giampaolo dengan nama lain. Calon pelatih baru yang ramai disebutkan adalah Andriy Shevchenko.

Shevchenko memiliki hubungan yang sangat erat dengan Milan. Pria asal Ukraina itu disebut sebagai salah satu penyerang terbaik yang pernah berseragam I Rossoneri.

Selain memiliki sejarah manis, Shevchenko juga memiliki kiprah yang apik bersama dengan timnas Ukraina yang saat ini ia latih. Namun demikian pria 42 tahun itu menegaskan belum ada hubungan dengan bekas klubnya itu.

Baca juga: Tengah Terpuruk, Milan Siap Datangkan Legendanya Lagi?

“Saya tentu masih mencintai Milan, namun klub tidak menghubungi saya dan dari level profesional, saya tidak memikirkan soal Milan sekarang,” tutur Shevchenko kepada La Gazzetta dello Sport.

Shevchenko sendiri kini tengah berada di kota Milan namun ia menegaskan tidak ada negosiasi yang terjadi di sana. Ia juga mengatakan masih fokus dengan tujuan awal yakni membawa Ukraina lolos ke Piala Eropa 2020.

“Saya adalah pelatih Ukraina dan semua usaha saya sedang terfokuskan kepada negara saya. Saya ingin pergi ke Piala Eropa 2020 dengan para pemain saya,” tambahnya.

“Saya berada di Milan sekarang, namun itu karena saya menyaksikan pemain Ukraina dan setelah laga Atalanta, saya akan makan malam dengan rekan saya di Milan,” tandasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Tengah Terpuruk, Milan Siap Datangkan Legendanya Lagi?

0

Vivagoal Serie AAC milan kini tengah dalam kondisi berbahaya. Mereka hanya berada satu strip di bawah zona merah. Kondisi ini kabarnya mematik rumor jika mereka disebut ingin mendatangkan mantan pemain sekaligus legenda klub, Andriy Shevchenko sebagai juru taktik anyar Rossonerri.

Dari enam pertandingan terakhir Milan, mereka hanya mampu mendulang 6 angka. Teranyar, skuat besutan Marco Giampaolo menderita kekalahan 1-3 di kandang sendiri.  Diktuip dari TMW, apa yang terjadi di Milan saat ini membuat manajemen gerah. Mereka disebut tengah bergerak cepat untuk mencari pengganti Guampaolo. Salah satu nama yang kemudian muncul adalah Andriy Shevchenko.

Penunjukkan Sheva, jika itu memang terjadi, akan membuat Milan dipenuhi oleh para legenda mereka dalam membangun klub saat ini. Selain Sheva, Milan kini juga sudah menunjuk Maldini dan Boban di balik layar. Sedang sebelum-sebelumnya sudah ada legenda-legenda lain yang sudah melatih Milan seperti Seedorf, Inzaghi serta Gattuso.

Milan dan Shevchenko sejatinya memiliki kenangan panjang yang bgitu manis. Ia bergabung dengan mereka di tahun 1999 dan hengkang ke Chelsea tujuh musim berikutnya. Di Milan, Shevchenko dikenal sebagai striker buas di balik wajahnya yang rupawan. Ia berhasil membukukan 127 gol dari 208 penampilan di ajang Serie A.

Sheva saat ini memang tengah melatih timnas Ukraina. Perjalanan manajerialnya sendiri dimulai pada 2016 saat menjadi  asisten Mykhaylo Fomenko. Namun begitu Fomenko dipecat, Shevchenko langsung dipromosikan sebagai pelatih utama timnas Ukraina.

Baca Juga: Milan, Raksasa yang Terancam Turun Kelas

Secara mengejutkan, Sheva berhasil membawa Ukraina meraih serangkaian hasil apik di ajang kualifikasi Piala Eropa 2020. Saat ini mereka sedang duduk di puncak klasemen grup B dengan koleksi 13 poin dan belum meraih kekalahan sama sekali.

Selalu update Serie berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Shevchenko Sudah Lama Pendam Mimpi Tuk Bisa Latih AC Milan

Vivagoal Serie A – Rasa cinta Andriy Shevchenko terhadap Milan nyatanya masih begitu besar. Hal ini terlihat dari keinginannya untuk bisa melatih I Rossoneri suatu saat nanti.

Keterikatan keduanya seperti tak bisa dipisahkan sampai saat ini. Bersama Milan, Shevchenko berhasil menasbihkan diri sebagai salah satu penyerang tajam di eranya.

Sebut saja pada masa baktinya yakni tahun 1999 hingga 2006, ia berhasil mempersembahkan 175 gol dan 27 assist dari ajang. Bersama Si Merah Hitam ia berhasil meraih berbagai trofi bergengsi seperti Scudetto, Coppa Italia, juga Liga Champions.

[irp]

 

Namanya lantas merdu saat merapat ke Chelsea. Terbukti, ia justru melempem saat Chelsea memboyongnya dengan harga 73 juta euro plus Hernan Crespo pada tahun 2007.

Chemistry yang ada antara keduanya itulah yang membuat Shevchenko memendam harapan untuk bisa menukangi Milan suatu saat nanti. Ia mengatakan jika Milan sendiri saat ini tengah berada di tangan yang tepat. Namun sebagai mantan pemain yang sudah alih profesi sebagai pelatih, menjadi tukang racik taktik permainan Milan tentu menjadi mimpi para pemain mereka.

“Milan adalah klub yang menjadi bagian dari hidup saya. Meski demikian, saya sekarang sibuk dengan tim nasional Ukraina dan Gattuso sudah bekerja dengan bagus,” ungkapnya kepada DAZN.

[irp]

“Pastinya saya ingin melatih Milan suatu hari nanti, karena saya sangat terikat dengan mereka, para penggemar, dan mantan rekan setim saya.

“Mungkin suatu hari nanti akan menjadi giliran saya untuk melatih Milan,” tandasnya.

Selepas pensiun pada 2012, pemain yang kerap dipanggil Sheva itu sempat menempuh karier sebagai politisi. Tapi usia karier itu tak panjang dan ia kembali ke dunia sepakbola.

Shevchenko lantas menjadi asisten pelatih tim nasional Ukraina pada Februari sampai Juli 2016, lalu naik jabatan jadi pelatih kepala. Jabatan itu ia pegang hingga saat ini.

[irp]

Milan sendiri sudah ditangani oleh para mantan pemainnya sendiri. Sebut saja, Leonardo, Clarence Seedorf, Filippo Inzaghi, dan Cristian Brocchi sebelum kini ditukangi oleh Gennaro Gattuso.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com