Tag: Emre Can

Eks Liverpool Harap Sancho Gagal Gabung Manchester United

Vivagoal Liga InggrisEmre Can berharap Jadon Sancho menolak tawaran dari Manchester United. Menurutnya Setan Merah tak lebih baik dari Borussia Dortmund.

Secara terbuka, Ole Gunnar Solskjaer menuturkan ketertarikannya kepada Sancho. Menurutnya pemain asal Inggris itu akan menjadi suntikan kreatifitas dalam skuadnya musim depan.

Emre  yang kini berseragam Dortmund tak terkejut dengan begitu banyaknya peminat untuk Sancho. Hanya saja dia menilai  hengkang ke Inggris bersama MU bukanlah langkah yang bijak.

“Saya tidak melihat ada alasan yang tepat untuk menempatkan Manchester United di atas Borussia Dortmund. Tidak dari sudut pandang olahraga dan ketertarikan. Saya akan memberi saran [kepada Sancho] untuk bertahan dan terus bermain bersama selamanya.

“Jadon punya kualitas yang tidak dimiliki kebanyakan pemain. Dia cepat dan sangat penting bagi kami,” ujarnya pada SportBild. 

Menolak Hianati Liverpool

Pernah berseragam Liverpool, Emre masih mengenang rivalitasnya dengan MU. Karenanya, sebelum berlabuh ke Dortmund, Emre tegas menolak MU dan jatih hati pada Dortmund karena punya kesamaan dengan Liverpool.


Baca Juga:


“Saya berjanji tidak akan pernah membela United karena pernah memperkuat Liverpool. Hati saya tidak akan membiarkan itu terjadi. Rivalitas kedua tim begitu besar. 

“Ketika saya datang ke Dortmund, saya bisa melihat banyak persamaan dengan Liverpool, mulai dari lingkungan hingga fans yang sama uniknya.Satu hal lagi, kedua tim begitu mencintai Jurgen Klopp!” tegas pemain asal Jerman tersebut.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Jadon Sancho Disarankan Tidak Berlabuh ke Man United, Kenapa?

Vivagoal Bundesliga – Gelandang Borussia Dortmund, Emre Can menyarankan Jadon Sancho untuk menolak tawaran bergabung dengan Manchester United. Emre Can menilai The Red Devils bukan lagi termasuk klub top Eropa.

Sepeninggal Sir Alex Ferguson pada musim 2012/2013 silam, hingga kini Manchester United hanya bisa meraih sedikit piala. Manajer-manajer setelah era Sir Alex seperti David Moyes, Louis Van Gaal, Jose Mourinho, dan Ole Gunnar Solskjaer saat ini belum juga bisa memberikan trofi paling bergengsi, yakni juara Premier League.

Tercatat, hanya ada Piala FA, Piala Liga Inggris dan gelar Liga Europa saja yang bisa mengisi lemari trofi MU. Padahal, saat masa Sir Alex, MU adalah jagoan di EPL. Posisi MU di klasemen Liga Inggris dalam tiga musim terakhir bahkan selalu tertatih-tatih setidaknya untuk menembus empat besar atau zona Liga Champions.

Untuk musim 2019/2020 ini, MU masih ada di peringkat ke-5. Sebelumnya, pada Februari 2020 lalu, David De Gea dkk bahkan sempat merasakan berada di urutan ke-9 klasemen. Jika dibandingkan para pesaingnya, MU bisa dibilang bukan lagi tandingan macam Manchester City, Chelsea dan Liverpool akibat terlalu sering berkutat di papan tengah.

Dasar inilah yang kemudian menjadi sorotan Emre Can dan menyarankan kepada Jadon Sancho untuk menolak tawaran MU. Menilik track record MU yang dalam beberapa musim terakhir kesulitan menembus empat besar, Emre menilai apa yang didapatkan Sancho di Dortmund belum tentu bisa diberikan oleh MU.


Baca Juga:



“Saya tidak melihat alasan Sancho untuk memprioritaskan MU ketimbang Dortmund. Dari sisi olahraga maupun daya tarik klub. Saya menyarankannya untuk bertahan di Dortmund dan terus bermain disini musim depan.” tegas Emre seperti dilansir dari
Sport Bild.

“Jadon memiliki kelas yang luar biasa dan jarang dimiliki pemain lain. Saya melihatnya sebagai pemain sayap yang sangat cepat, dan dia sangat penting bagi Dortmund.” tegasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Jelang Laga Penting, Lini Tengah Dortmund Keropos

Vivagoal Bundesliga – Jelang laga Derby Ruhr kontra Schalke 04, Sabtu (16/5) malam, Borussia Dortmund dipasikan bakal bermain tanpa Axel Wisten dan Emre Can yang tengah cedera.


Baca Juga:


Selain Can dan Witsel, dua punggawa lain macam Marco Reus dan Dan-Axel Zagadou juga tak bisa merumput lantaran masalah yang sama. Hal ini jelas merupakan kerugian bagi Dortmund yang ingin mengikis jarak dengan Bayern di puncak klasemen Bundesliga.

Saat ini, anak asuh Lucien Favre terpaut empat angka dari Bayern yang sudah mengoleksi 55 poin dari 26 laga. Terlebih, laga kontra Schalke diprediksi bakal berjalan ketat lantaran tensi permaian bakal lebih tinggi mengingat prestisnya kemenangan bagi kedua tim. Menaggapi ketiadaan Can dan Witsel, Favre pun buka suara.

“Mereka benar-benar harus menepi. Kami berharap mereka bisa kembali secepat mungkin,” ungkapnya kepada situs resmi klub. Menurut Favre keduanya memang bisa diandalkan guna menjaga kedalaman lini tengah tim. Witsel misalnya. Pemain yang sempat merumput di Chinese Super League menjadi pemain yang mampu memberikan persentase umpan di atas 94 persen.

Smentara Can sukses menstabilkan lini tengah Dortmund pasca didatangkan dari Juventus di bursa transfer musim dingin kemarin. Whoscored mencatat, pemain berdarah Turki sukses mengemas 1,8 intersep dan 2,4 tekel per laga.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Dua Rahasia Kesuksesan Klopp Menurut Mantan Pemainnya

Vivagoal Liga Inggris Emre Can membeberkan resep kesuksesan Jurgen Klopp terutama saat melatih Liverpool. Menurutnya ada dua prinsip yang selalu dipegang oleh Klopp. Apa saja itu?

Klopp yang tak terlalu dikenal sebagai seorang pemain mencuri perhatian kala menukangi Borussia Dortmund. Ia merubah wajah Dortmund menjadi sosok penantang gelar juara dan mampu mengganggu dominasi Bayern Munchen di Bundesliga Jerman.

Namanya kian melambung ketika melatih Liverpool. The Reds yang lama terpuruk merangkak naik dan menjadi pemenang.

Trofi Liga Champions dan beberapa gelar internasional berhasil mereka dapatkan. Premier League juga ada di depan mata setelah Klopp mampu meracik tim terbaik.

Can kemudian mengatakan jika Klopp memiliki rahasia dalam melakukan pekerjaannya. Salah satunya ada kejujuran.

“Semua orang yang mengenal dia [Klopp] tahu betul betapa kerennya dia,” buka Can kepada sesi live di instagram DFB.

“Dia adalah sosok yang tidak suka berpura-pura. Ia selalu menjadi dirinya sendiri dan ia selalu memberikan segala yang ia miliki untuk para pemainnya.”


Baca Juga:


Selain itu Can juga mengatakan jika Klopp selalu mementingkan keluarganya. Sepak bola adalah hal berbeda dibandingkan dengan faktor tersebut.

“Baginya, hal-hal kemanusiaan selalu menjadi hal yang penting dan bagi saya itu sangat luar biasa. Sepak bola adalah sesuatu yang penting baginya, namun di matanya, keluarga tetap nomor satu.” ujarnya.

Itulah kenapa Klopp selalu memiliki hubungan erat dengan pemainnya. Hubungan bak keluarga coba ia terapkan di ruang ganti Liverpool.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Bintang Baru Dortmund Yakin Timnya Bisa Juara

Vivagoal Bundesliga – Bintang baru Borussia Dortmund, Emre Can optimis tim anyarnya bisa menjuarai Bundesliga musim ini meskipun harus menggelar laga tanpa penonton di berbagai pertandingan sisa.


Baca Juga:


Sejauh ini, Bundesliga memang tengah ditangguhkan. Dortmund sudah mengemas 55 poin dari 25 laga yang telah dimainkan. Mereka hanya berjarak empat angka dari Bayern Munchen. Dari sisa laga yang dihelat, Dortmund bakal bersua Bayern dan Emre optimis timnya bisa berbuat banyak

“Ya, [kita bisa memenangkannya],” kata Can kepada Bild. “Tentu saja itu akan sulit, tetapi kami masih bermain melawan Bayern Munich dan RB Leipzig. Kami masih memiliki persaingan secara langsung. Kami harus menang dan pertandingan tanpa penonton tidak boleh menjadi alasan!” lanjutnya.

Terakhir kali, Dortmund menjuarai Bundesliga di musim 2011/12. Can merasa ingin membantu timnya menjuarai liga. Sejauh ini, pemain berdarah Turki sudah mengemas 8 laga dan mencetak satu gol di kancah Liga. Ia kembali ke kompetisi teratas Jerman pasca tak mendapat tempat dari Maurizio Sarri yang melatih Juventus.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Emre Can Bocorkan Kebobrokan Maurizio Sarri

Vivagoal Serie A – Emre Can bertutur soal ujung karier tak mengenakan di Juventus sebelum akhirnya merapat ke Borussia Dortmund. Menurutnya, kehadiran Maurizio Sarri membuatnya kehilangan tempat hingga harus hengkang. 

Sebelumnya, Emre menjadi andalan di lini tengah Si Nyonya Tua. Tepatnya pada musim 2017/18 saat Massimiliano Allegri masih menjabai sebagai juru taktik. 

Namun situasi berubah 180 derajat ketika Sarri tiba hingga akhirnya membuat Emre memilih meninggalkan Turin. Pelatih yang didatangkan dari Chelsea itu memangkas habis jatah bermain Emre. Gelandang asal Jerman itu bahkan tak masuk dalam daftar pemain Juventus di Liga Champions.

“Dalam beberapa bulan [di Juventus] terakhir terasa sulit. Musim lalu saya adalah bagian penting dari tim. Kami layak juara dan berhasil bermain bagus di Liga Champions.


Baca Juga:


“Pelatih baru tidak memberi saya kesempatan yang adil seperti musim sebelumnya, tetapi hal terpenting adalah saya pernah menghabiskan waktu yang hebat di Turin, saya berterima kasih, namun babak itu sudah selesai,” kata Emre Can. 

Puji Cristiano Ronaldo

Meski demikian, Emre tetap menikmati masa-masanya saat berseragam Juventus. Apalagi saat itu, Emre berkesempatan untuk berduet dengan Cristiano Ronaldo yang menyandang titel sebagai pemain terbaik dunia.

“Saya bisa mengatakan status Cristiano yang diperolehnya saat ini bukanlah sebuah kebetulan belaka. Dia sangat profesional dan menempatkan sepakbola di atas segalanya,” tutup Emre. 

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Tak Semua Pemain yang ‘Khianati’ Liverpool Gagal Total

Vivagoal – Liga Inggris – Ada anggapan jika sebagian besar pemain yang meninggalkan Liverpool banyak mengalami kegagalan bersama klub barunya. Namun anggapan itu sepertinya tidak berlaku jika Sadio Mane ataupun Mohamed Salah yang pergi meninggalkan Liverpool.

Philippe Coutinho menjadi contoh paling jelas bagaimana pemain yang meninggalkan Liverpool langsung meredup. Ia bahkan tak lagi terpakai di Barcelona dan harus dipinjamkan ke Bayern Munchen.

Nama lain yang hengkang dari Anfield adalah Emre Can. Gelandang satu ini sempat berbelit untuk memperpanjang kontraknya sebelum hengkang ke Juventus. Bersama raksasa Turin, Can gagal bersaing dan akhirnya dilepas ke Borussia Dortmund.

Fakta tersebut jelas membawa pengaruh besar pada Mane dan Salah. Seperti yang diketahui, keduanya santer dikabarkan tengah menjadi incaran Real Madrid dan Barcelona.

Namun analis Premier League, John Aldridge, menilai itu tidak bisa menjadi acuan. Banyak pemain yang meredup, namun tak sedikit yang kemudian lebih bersinar ketika meninggalkan Liverpool.

“Tidak semua pemain yang meninggalkan Liverpool akan menderita. Lihat saja Raheem Sterling di Manchester City,” kata Aldridge kepada Sky Sports.


Baca Juga:



“Namun, Philippe Coutinho adalah contoh yang jelas saat ini, tentang bagaimana segalanya bisa berjalan buruk. Dia berada di puncak karirnya ketika meninggalkan Liverpool demi Barcelona, tapi sejak saat itu dia terus merosot.”

“Terlebih, saat ini Liverpool adalah tim yang lebih baik dari Barcelona atau Real Madrid,” sambungnya.

Aldridge tak menampik jika bermain untuk Barcelona atau Real Madrid adalah sesuatu yang menarik untuk semua pemain. Namun ia menegaskan jika saat ini Liverpool jauh lebih baik dibandingkan dengan dua klub tersebut.

“Dengar, saya punya perasaan khusus untuk Barcelona. Ketika saya bermain di Spanyol, saya merasa senang pergi ke sana,” imbuh Aldridge.

“Namun, Premier League adalah liga terbaik di dunia saat ini, mungkin memang cuaca kami bukan yang terbaik! Liverpool merupakan salah satu klub terbaik di dunia, dan tentu saja mereka adalah juara dunia,” tandasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Emre Can Berikan Alasan Menohok Keluar dari Juventus

Vivagoal Serie A – Baru-baru ini, Emre Can memberikan komentar terkait alasan dirinya hengkag dari Juventus dan memilih bergabung dengan Borussia Dortmund pada musim lalu.

Pemain asal Jerman itu sangat ingin bermain dengan klub di ajang kompetisi Piala Eropa. Hal itu yang membuat Can sangat ingin untuk pergi ke Dortmund.

“Alasan saya meninggalkan Turin salah satunya ingin tetap bisa bermain sepak bola bersama teman-teman. Saya juga ingin bermain di Liga Champions. Saya juga ingin bermain dengan Timnas Jerman,” jelas Can dilansir dari Kicker, salah satu media Jerman.


Baca Juga: 


Kronologi Kekecewaan Emre Can

Can juga kurang puas dengan keputusan pihak manajemen klub sang pelatih, Maurizio Sarri. Menurutnya, mereka tidak objektif menilai penampilan seseorang.

“Sarri datang awal di Juventus pada musim panas lalu. Ia tidak langsung memberikan porsi latihan kepada para pemain karena terkena penyakit pneumonia,” imbuhnya.

“Saya masih ingat bahwa diri saya ditelpon selama kurang lebih 20 detik saja. Pada saat itu, dikatakan bahwa tawaran baru saja ditolak. Saya juga dibuang dari skuad utama untuk Liga Champions.

Emre Can juga tidak diberikan kesempatan sama sekali untuk menjelaskan alasan dirinya tidak masuk dalam daftar skuad utama di Liga paling bergengsi di Eropa itu. Itulah sebabnya Can hengkang dari Juventus.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Direktur Olahraga Dortmund Ungkap Aktor Top Dibalik Kemenangan PSG

Vivagoal Liga Champions – Direktur olahraga Borussia Dortmund, Michael Zorc melabeli penyerang Paris Saint-Germain, Neymar sebagai pemain sekaligus aktor top sepakbola. Hal itu ia katakan usai pemain Brasil itu membuat Emre Can terkena kartu merah.

Di pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions antara PSG vs Dortmund yang berlangsung di Parc des Princes, Kamis (12/3/2020) dinihari WIB, Neymar menuai banyak sorotan di laga yang berkesudahan dengan skor 2-0 untuk Les Parisiens.

Selain karena ia berkontribusi besar atas terciptanya dua gol kemenangan PSG sekaligus memastikan mereka melaju ke babak perempatfinal tuk pertama kalinya dalam empat musim terakhir, Neymar juga banyak disorot terkait kejadian di menit ke-89.

Awal Mula Neymar Provokasi Can

Saat itu, Neymar memprovokasi Emre Can hingga mantan pemain Liverpool itu mendapatkan kartu merah. Insiden itu bermula saat Can melanggar Neymar di sisi kanan lapangan. Neymar yang tak terima langsung berdiri dan coba menanduk muka Emre Can. Can yang kehilangan kontrol, langsung mendorong eks pemain Barcelona itu.

Seberapa keras Emre Can mendorong Neymar, yang jelas pemain termahal dunia itu langsung jumpalitan mengerang kesakitan dan situasi ini sempat memancing sedikit keributan antar pemain kedua tim. Wasit sendiri sempat menghentikan pertandingan selama beberapa menit.


Baca Juga: 


Direktur olahraga Dortmund, Michael Zorc menilai tingkah Neymar itu sangat lebay. Ia sangat kesal karena ulah Neymar, laga ditunda cukup lama.

“Reaksi Neymar sungguh menyedihkan, itu benar-benar menyedihkan. Emre melawannya dan kita semua tahu bahwa Neymar adalah aktor yang bagus. Dia sudah berkali-kali menunjukkan itu, dan ia berhasil mempertontonkannya di laga melawan kami.” ketus Zorc.

“Neymar pemain top, juga aktor top. Dia bisa jatuh puluhan kali lalu bangkit lagi. Terlalu parah, hampir konyol karena kesemuanya ia lakukan dengan tidak begitu buruk,” ejek Zorc lagi.

Selalu update berita terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Diincar Setan Merah, Emre Can Malah Teringat Liverpool

Vivagoal Bundesliga – Gelandang Borussia Dortmund, Emre Can, mengungkapkan bahwa ia mendapat tawaran dari beberapa klub Liga Premier Inggris, termasuk Manchester United. Namun, Emre Can memutuskan untuk tidak pindah dari Jerman dan malah teringat dengan masa kelam saat di Liverpool.

“Sejujurnya, saya memiliki tiga kesepakatan dari klub Liga Premier Inggris, termasuk yang terbaru yakni dari Manchester United. Akan tetapi, saat ini saya tidak memikirkannya karena masih teringat masa kelam di Liverpool,” kata pemain internasional Jerman itu kepada Sky Sports .

Baca Juga: 5 Fakta Uli Hoeness, Legenda Bayern Munchen

Alasan Pilih Dortmund

Dia kemudian menjelaskan mengapa dia memilih Dortmund daripada klub lain. Saat mereka memberikan tawaran, mantan pemain Juventus pun langsung menerimanya.

“Saya selalu memiliki perasaan berlebih saat bermain di Bundesliga. Saya ingin pergi ke klub di mana saya bisa menjadi pemain yang penting dan dibutuhkan. Hal itu terjadi di Dortmund. Borussia cocok untuk saya saat ini,“ jelasnya

Sebagai informasi, ia dipinjamkan ke Dortmund selama satu tahun. Akan tetapi, pemain berusia 26 tahun itu akan segera dipermanenkan setelah musim panas mendatang. Dilaporkan, Dortmund harus menyiapkan dana sebesar € 25 juta untuk memboyong Emre Can.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS