Home Tags Espanyol
SQUAD
Player Position Nationality Age
Oier Goalkeeper Spain 31
Diego López Goalkeeper Spain 39
Ángel Fortuño Goalkeeper Spain 19
Miguelón Defender Spain 24
Adrià Pedrosa Defender Spain 22
L. Cabrera Defender Uruguay 29
Fernando Calero Defender Spain 25
Lluís López Mármol Defender Spain 23
David López Defender Spain 31
Dídac Vilá Defender Spain 31
Óscar Gil Defender Spain 22
Ricard Pujol Defender Spain 22
Fran Mérida Midfielder Spain 30
Darder Midfielder Spain 27
Melendo Midfielder Spain 23
Álex López Midfielder Spain 23
Marc Roca Midfielder Spain 24
M. Vargas Midfielder Argentina 23
Pol Lozano Midfielder Spain 21
Nico Melamed Midfielder Spain 19
Keidi Bare Midfielder Albania 23
Wu Lei Attacker China PR 29
Javier Puado Díaz Attacker Spain 22
Raúl de Tomás Attacker Spain 26
Víctor Campuzano Attacker Spain 23
Adri Embarba Attacker Spain 28
Jofre Carreras Attacker Spain 19
Víctor Gómez Defender Spain 20
STANDINGS
2020-21 Segunda Division
Club GP W D L GD Pts
Sporting Gijon 3 3 0 0 4 9
Espanyol 3 2 1 0 5 7
Fuenlabrada 3 2 1 0 3 7
Ponferradina 3 2 0 1 4 6
Leganes 3 2 0 1 2 6
See Complete Standings
FIXTURES
Sabadell
Espanyol
Sun, 4/10 02:00 WIB

Tag: Espanyol

Deretan Fakta Yang Membuat Espanyol Degradasi Musim Ini

Vivagoal La LigaEspanyol mengalami nasib tragis dalam perjalanannya di ajang La Liga Spanyol musim 2019/2020 ini. Tetangga Barcelona ini harus menerima kenyataan pahit turun ke kasta kedua sepakbola Spanyol musim depan.

Saat ini, Espanyol menempati posisi dasar klasemen La Liga Spanyol dengan raihan 34 poin. Merujuk pada tiga laga sisa yang akan dimainkan musim ini, peluang bagi Los Periquitos untuk bertahan di kasta teratas dipastikan tertutup. Pasalnya, jarak poin mereka dengan tim peringkat 16, Deportivo Alaves di zona aman terpaut 11 angka.

Degradasi yang didapat Espanyol musim ini secara otomatis mengakhiri 26 tahun perjalanan mereka di ajang La Liga Santander. Tentu hal ini menjadi pukulan telak bagi para pendukungnya yang mengharapkan Wui Lei dkk bisa berbicara banyak musim ini.

Namun terpuruknya Espanyol musim ini sebenarnya bukanlah hal yang mengagetkan jika merujuk kondisi internal yang tak pernah akur sepanjang musim ini. Yang pertama adalah konflik yang terjadi antara presiden Espanyol, Chen Yangsheng dengan jajaran direksi klub dan membuat tiga sosok penting dalam klub tersebut hengkang, yakni Mario Hermoso, Borja Iglesias dan Rubi.


Baca Juga:


Ketiadaan tiga sosok ini dianggap sebagai biang keladi dibalik keruntuhan Espanyol. Sayangnya, kepergian ketiganya juga tak ditanggapi serius oleh Chen yang seharusnya mencari pengganti yang sepadan di awal musim.

Pengusaha asal China itu malah memilih merombak jajaran direksi saat kompetisi sudah berjalan separuh musim. Hal ini pun langsung mengganggu stabilitas tim yang sudah tampil lumayan bagus di beberapa pertandingan awal musim ini.

Alhasil, sepanjang musim ini, tercatat Espanyol bisa memiliki empat pelatih yang berbeda. David Gallego adalah pelatih pertama yang dipecat kendati baru menjalani delapan laga, menyusul kemudian Pablo Machin yang hanya menjalani 10 pertandingan, kemudian Abelardo datang di bulan Desember 2019 juga dipecat dan terakhir Francisco Rufete yang masih bertahan saat ini.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Rival Sekota Barca Terdegradasi, Dukungan Mengalir Deras

VivagoalLa LigaMusim 2019/2020 mungkin jadi periode kelam untuk Espanyol. Usai kalah dari Barcelona, Espanyol harus rela turun kasta ke Segunda division. 

Espanyol memang tidak memiliki prestasi mentereng di ajang LaLiga. Namun, mereka konsisten berada di kasta tertinggi sepakbola negeri Matador. Tercatat, klub asal Catalan tersebut sudah menghuni LaLiga Santander selama 26 tahun.

Tak pelak, terdegradasinya Espanyol dari kancah sepakbola tertinggi di Spanyol membuat beberapa klub rival merasa kehilangan. Real Betis dan Villareal turut memberikan dukungan dan berharap rival sekota Barcelona tersebut bisa kembali secepat mungkin ke Laliga.

“LaLiga tidak akan sama tanpa salah satu klub terbesar di sepakbola Spanyol.  Kami berharap bisa melihat kalian kembali dalam kategori yang pantas untuk cerita kalian,” tulis rilis resmi Real Betis.

Senada, dukungan juga datang dari Villareal. Mereka berharap yang terbaik dan bisa kembali berduel di kasta tertinggi.

“Kami mengirim harapan terbaik kepada keluarga besar Espanyol. Semoga kita bisa bertemu lagi secepat mungkin,” tulis rilis resmi Villarreal.

Pemilik Espanyol, Chen Yansheng menilai terpuruknya Espanyol merupakan bentuk tanggung jawabnya secara pribadi. Selain meminta maaf kepada para fans, ia berjanji akan segera membangkitkan klub dan promosi ke LaLiga musim depan.


Baca Juga: 


“Para fans Espanyol yang terhormat, tanggung jawab terbesar pada hasil buruk sepanjang musim ini adalah karena saya. Karena itu saya menyampaikan permintaan maaf yang tulus dan mendalam kepada kalian.

“Pada saat yang sama, kami akan terus bekerja keras tanpa henti untuk kembali mempromosikan klub. Kami percaya melalui kerja keras, tim ini akan kembali ke papan atas,” ucap Chang dilansir dari Marca.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Meski Bisa Bantu Barcelona Menang, Messi Catatkan Rekor Buruk

VivagoalLa Liga – Kemenangan Barcelona atas Espanyol di Derby Catalonia malah menciptakan sebuah rekor tidak menyenangkan untuk Lionel Messi. Sang megabintang meneruskan puasa golnya di sejak LaLiga restart pada pertengahan Juni kemarin.

Messi kembali gagal bikin gol pada laga melawan Espanyol di Camp Nou, Kamis (9/7/2020) dinihari WIB. Barcelona menang 1-0 pada laga tersebut berkat gol tunggal Luis Suarez.

Dengan demikian, berarti Messi tidak sekalipun bisa mencetak gol dalam situasi open play pada tujuh pertandingan beruntun Barcelona di ajang LaLiga sejak kembali digulirkan pasca diliburkan selama 3 bulan lamanya akibat pandemi virus Corona.

Berdasarkan catatan Infostrada, sejak LaLiga restart, Messi selalu tampil dalam delapan pertandingan terakhir tim Catalan. Dari jumlah sebanyak itu, Messi mampu melesakkan tiga gol dan memberikan 10 assist.

Namun yang menarik, dari tiga gol tersebut hanya satu yang bisa dicetak Messi dari situasi permainan terbuka atau open play. Itu pun ditorehkan Messi ketika Barcelona menghancurkan Real Mallorca 4-0 di pekan pertama LaLiga dan dibuat pada menit ke-90+4 usai memanfaatkan assist Luis Suarez.


Baca Juga:


Akan tetapi, setelah itu dalam tujuh pertandingan berikutnya, termasuk saat melawan Espanyol dinihari tadi, Messi tidak pernah lagi bisa mencetak gol dalam skema permainan terbuka. Dua gol lainnya yang dicetak Messi ketika Laliga restart semuanya diciptakan dari titik penalti, yakni saat melawan Leganes dan Atletico Madrid.

Meski demikian, Messi masih merupakan top scorer sementara Laliga musim 2019/2020 ini. Penyerang asal Argentina tersebut sudah mengemas 22 gol unggul lima gol dari penyerang Real Madrid, Karim Benzema yang berada di posisi kedua.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Suarez Sebut Faktor Kelelahan Alasan Barcelona Tampil Kurang Maksimal

VivagoalLa Liga – Hanya menang satu gol plus mendapat kartu merah menjadi gambaran bagaimana sulitnya Barcelona melakoni derby Catalonia kontra Espanyol. Penyerang El Barca, Luis Suarez menyebut rasa lelah jadi alasan utamanya.

Barcelona cuma menang tipis 1-0 saat menjamu Espanyol di Camp Nou, Kamis (9/7/2020) dinihari WIB pada lanjutan pekan ke-35 LaLiga Spanyol. Meski tampil begitu dominan, namun Barca kesulitan membobol gawang tim tamu dan harus menunggu selama hampir satu jam untuk membuka keunggulan.

Selain itu, Barca juga harus bermain dengan 10 orang pemain sejak menit ke-50 setelah Ansu Fati dikartu merah. Bahkan skor bisa saja berbeda andai peluang pemain Espanyol, Didac Villa di akhir babak kedua tidak membentur tiang gawang Marc-Andre ter Stegen.

Situasi di atas menjadi gambaran betapa sulitnya Barca menerobos pertahanan Espanyol hingga akhirnya harus memainkan empat pemain bertipe menyerang sekaligus meski Ansu Fati sendiri hanya bisa berada diatas lapangan selama 4 menit 47 detik.


Baca Juga:


“Kami sudah tahu betapa sulitnya pertandingan melawan Espanyol karena situasi mereka yang terancam degradasi. Kami juga ada sedikit kelelahan setelah pertandingan minggu lalu dan itu bisa anda lihat dari intensitas kami tunjukkan di lapangan.” ucap Luis Suarez seperti dilansir dari Marca.

“Hal terpentingnya adalah kami bisa tetap menang dan menambah poin. Tujuan kami adalah memenangi tiga pertandingan yang tersisa, kemudian kami harus menunggu lawan untuk terpeleset. Kami cuma memikirkan pertandingan-pertandingan kami sendiri.” tegasnya.

Sebagai informasi, kemenangan ini sedikit memberi asa Barcelona untuk terus menempel Madrid dalam perburuan gelar juara. Saat ini mereka masih berada di posisi kedua dengan torehan 76 poin, tertinggal satu angka dari madrid yang baru akan bermain Sabtu (11/7/2020).

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Raih Tiga Poin Di Derby Catalan, Setien Akui Penampilan Anak Asuhnya Tidak Maksimal

VivagoalLa Liga – Barcelona harus bersusah payah mengalahkan Espanyol dalam duel bertajuk Derby Catalan. Kendati meraih tiga poin, permainan Lionel Messi Cs dinilai jelek.

Menjamu Espanyol di Camp Nou, Kamis (9/7/2020) dinihari WIB, Barcelona cuma bisa menang dengan skor tipis 1-0. Gol itu pun dicetak pada pertengahan babak kedua.

Sepanjang laga, Barcelona sedianya tampil mendominasi atas Espanyol. Berdasarkan catatan Opta, tuan rumah menguasai bola sebanyak 75 persen dan melepaskan 12 tembakan namun hanya empat yang on target.

Sementara Espanyol, meski terus berada dalam tekanan sepanjang 90 menit laga berlangsung namun mereka tetap bisa membukukan 11 shots dengan 3 yang tepat sasaran, dan satu membentur tiang.

Satu gol akhirnya didapat Barcelona dari sepakan Luis Suarez pada menit ke-56 setelah tendangan Messi hasil dari umpan Antoine Griezmann diblok bek lawan. Messi kembali gagal menaklukkan Diego Lopes di kesempatan keduanya usai menerima umpan Sergio Roberto pada menit ke-60.

Usai laga, entrenador Barca, Quique Setien mengakui tim asuhannya bermain kurang bagus. Sergio Busquets dan rekan-rekannya tidak bermain dengan cair seperti biasanya.


Baca Juga:



“Kami tidak bermain bagus hari ini. Espanyol menutup ruang dengan baik dan sangat sulit bagi kami untuk menembus dan mencetak gol.” ucap Setien seperti dilansir dari situs resmi Blaugrana.

“Kenyataannya adalah pertandingan ini memang sulit. Kami tidak bermain cair seperti cara kami mengalahkan Villareal. Kami mencoba menemukan solusi tapi tidak menggerakkan bola dengan cepat meski mendominasi permainan dan menciptakan peluang.” tambahnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Angka-Angka Empat Dibalik Kartu Merah Ansu Fati di Camp Nou

Vivagoal La LigaAnsu Fati adalah sebuah fenomena. Berbagai rekor sudah dibukukan pemain berumur 17 tahun tersebut bersama Barcelona. Namun sayang, beberapa catatan buruk ia torehkan saat El Barca menang 1-0 atas Espanyol, Kamis (9/7/2020) dinihari WIB.

Dalam laga yang berlangsung di Camp Nou pada laga lanjutan pekan ke-35 LaLiga Spanyol, Ansu Fati diusir wasit Jose Munuera saat baru masuk pada babak kedua menggantikan Nelson Semedo.

Pemain naturalisasi Spanyol itu mendapatkan kartu merah langsung setelah kakinya menerjang lutut Fernando Calero dalam situasi perebutan bola di menit ke-49.

Namun hal menarik dari insiden buruk yang dialami Ansu Fati ini ternyata bertabur fakta yang kesemuanya mengandung unsur angka empat. Dan berikut angka-angka empat dibalik kartu merah Ansu Fati seperti dirangkum dari data Opta.


Baca Juga:


1. Saat menerima kartu merah di laga melawan Espanyol, Ansu Fati baru berada empat menit di lapangan, tepatnya 4 menit 47 detik. Oleh pelatih Quique Setien, Ansu Fati dimasukkan di awal babak kedua untuk menambah daya gedor Blaugrana yang hanya bermain imbang tanpa gol di babak pertama.

2. Dengan umur 17 tahun 251 hari, Fati berada di urutan keempat pemain termuda yang menerima kartu merah sepanjang sejarah La Liga. Dia berada di bawah Marc Muniesa yang mendapat kartu merah di usia 17 tahun, 57 hari, Antonio Mayor pada 17 tahun 224 hari, dan Ignacio Aldea yang berusia 17 tahun 242 hari.

3. Kartu merah yang didapatnya pada laga dinihari tadi menjadi kartu keempat yang sudah dikoleksi Ansu Fati pada musim ini. Sebelumnya ia sudah mengantongi tiga kartu kuning, dimana dua diantaranya ia dapat di pentas La Liga dan satu lainnya pada ajang Copa del Rey.

4.  Laga melawan Espanyol juga jadi kesempatan keempat Fati masuk sebagai pemain pengganti di ajang Laliga musim ini. Sebelumnya dia bermain sebagai pemain pengganti saat Barcelona menghadapi Osasuna, Granada dan Celta Vigo.

Disamping fakta berunsur empat itu, ada satu fakta lain tentang wonderkid Barca ini. Ya, Ansu Fati jadi penerima kartu merah tercepat kedua dalam sejarah Barcelona pada ajang Laliga.

Ansu Fati hanya kalah cepat dari Juan Antonio Pizzi yang diusir di laga Barcelona kontra Racing Santander pada 16 Februari 1997. Pizzi pada saat itu diusir wasit keluar lapangan pada menit ke-75 hanya berselang dua menit setelah masuk menggantikan Angel Cuellar.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Tega! Luis Suarez Kirim Espanyol ke Segunda División

VivagoalLa LigaBarcelona keluar sebagai pemenang di Derby Catalan melawan rival sekotanya, Espanyol. Bermain di Camp Nou, Kamis (9/7/2020) dinihari WIB, Barca menang 1-0 dan sekaligus membuat Espanyol turun kasta. 

Barcelona baru memiliki peluang pada menit ke-22 lewat tendangan bebas Lionel Messi. Tapi, tembakan La Pulga masih melambung di atas mistar. Kesempatan Barca berikutnya datang dari Gerard Pique empat menit berselang. Tapi sundulan bek asal Spanyol itu juga masih melebar.

Espanyol nyaris menutup babak pertama dengan keunggulan andai tendangan Didac Vila pada menit ke-44 tidak membentur tiang. Skor kacamata akhirnya bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, tensi permainan kedua tim mulai meningkat. Dalam waktu 10 menit, wasit Jose Munuera mengeluarkan dua kartu merah, masing-masing untuk pemain Barca dan Espanyol.

Kartu merah pertama diberikan kepada Ansu Fati pada menit ke-50 karena melakukan pelanggaran keras terhadap Fernando Calero. Selang empat menit kemudian, giliran winger Espanyol, Pol Lozano yang diusir keluar lapangan karena menendang kaki Pique.

Barcelona akhirnya bisa membuka keunggulan pada menit ke-56. Berawal dari kerjasama satu dua Messi dan Griezmann, bola lalu dioper ke Messi yang langsung melepaskan tendangan namun masih bisa diblok pemain belakang Espanyol. Luis Suarez kemudian mampu memaksimalkan bola muntah dan mengonversinya jadi gol.


Baca Juga: 


Hingga laga usai, skor 1-0 tetap bertahan untuk Barcelona. Hasil ini membuat Espanyol jadi tim pertama yang terdegradasi ke Segunda Division. Mereka berada di posisi juru kunci dengan 24 poin dari 35 laga, tertinggal 11 angka dari zona aman dengan tiga laga sisa musim ini.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Prediksi Barcelona Vs Espanyol: Punya Misi Berbeda, Laga Bakal Sengit

VivagoalLa Liga – LaLiga tengah pekan ini akan memanaskan kota Catalonia dengan gelaran Derby Catalan. Jika merujuk pada head to head kedua tim, Barcelona yang begitu superior atas rival sekotanya, Espanyol berpotensi mengirim Los Periquitos degradasi ke Segunda Division

Espanyol akan bertandang ke markas Barcelona pada derby Catalan jilid kedua musim ini. Digelar di Camp Nou, Kamis (8/7/2020) dinihari WIB, Espanyol mengusung misi yang cukup berat untuk bisa menang agar dapat keluar dari zona degradasi.

Saat ini Espanyol menduduki posisi juru kunci dengan baru meraup 24 poin dalam 34 pertandingan LaLiga. Mereka butuh 11 angka untuk bisa keluar dari zona degradasi dengan kompetisi menyisakan empat laga sisa. Jika kalah dari Barca di Camp Nou, Espanyol dipastikan bakal jadi tim pertama yang degradasi ke Segunda Division.

Namun sayang, sejarah mencatat Espanyol sulit sekali mendominasi Blaugrana dalam derby Catalunya. Gap besar kedua tim membuat Los Periquitos kurang diperhitungkan bisa menang atas Lionel Messi Cs di derby Catalunya kali ini.

Total dari 57 pertemuan kedua tim di berbagai ajang kompetisi, Espanyol hanya bisa mengantongi 6 kemenangan, 17 kali imbang dengan 34 laga lainnya semuanya bisa dimenangkan Barcelona.

Adapun kemenangan terakhir yang bisa didapat Espanyol atas Los Cules di ajang kompetisi LaLiga terjadi dua tahun lalu, tepatnya pada 17 Januari 2018. Di periode itu, Espanyol berhasil membungkam El Barca dengan skor tipis 1-0.


Baca Juga:



Di sisi lain, Barcelona juga membutuhkan poin penuh untuk terus menjaga asa mereka bisa keluar sebagai juara di akhir musim. Saat ini, pasukan Quique Setien terpaut 4 angka dibelakang Real Madrid yang menduduki puncak klasemen.

Andai Luis Suarez dan kolega hanya bisa bermain imbang di laga ini, maka Madrid bakal makin dekat untuk dinobatkan sebagai juara karena mereka tinggal butuh dua kemenangan lagi dari empat laga sisa musim ini.

Tapi merujuk pada catatan head to head kedua tim, ditambah lagi, gawang Espanyol merupakan salah satu favorit Lionel Messi, yang mana La Pulga sudah menorehkan 22 gol dari 26 penampilan di Derbi Catalan dan menjadikan Espanyol sebagai tim kelima di LaLiga yang paling sering dibobol Messi, maka kemenangan masih layak disematkan kepada Blaugrana.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Gelandang Muda Espanyol Jadi Buruan Mikel Arteta

Vivagoal Liga Inggris – Pelatih Arsenal, Mikel Arteta dikabarkan tertarik mendatangkan Marc Roca pada bursa transfer musim panas nanti. Performa gemilangnya bersama Espanyol diklaim membuat Arteta tertarik memproyeksikan dirinya sebagai suksesor Granit Xhaka.

Granit Xhaka memang masih aman di starting line up The Gunners sejak Mikel Arteta ditunjuk sebagai pelatih akhir tahun lalu. Pemain asal Swiss itu selalu dimainkan dalam 10 pertandingan pertama Arteta bareng Arsenal di Liga Inggris.

Meski begitu, Granit Xhaka masih belum benar-benar menjawab kepercayaan Arteta dengan kontribusi yang mencolok. Sebelum kompetisi ditangguhkan karena pandemi virus Corona, Xhaka banyak menuai kritikan karena rentan melakukan kesalahan.

Dengan dasar itu, dikutip dari Football Espana, Arteta menilai satu titik yang perlu diperbaiki oleh skuadnya musim depan adalah posisi gelandang jangkar, yang selama ini dipercayakan kepada Granit Xhaka.


Baca Juga:


Pelatih asal Spanyol itu pun lantas mengincar gelandang bertahan Espanyol, Marc Roca. Pemain asli didikan Akademi Espanyol itu diyakini bisa menutupi kekurangan Granit Xhaka, sebagai gelandang yang disiplin bertahan di depan empat bek dan punya kemampuan mengatur permainan.

Marc Roca dinilai sebagai salah satu gelandang muda potensial karena punya kemampuan daya jelajah yang tinggi dan bisa memberikan rasa aman buat para penyerang bermain lebih leluasa di lini depan karena kemampuannya dalam menjaga posisi dan melindungi empat bek di belakang.

Musim ini, Marc Roca sudah bermain sebanyak 32 kali di semua kompetisi bersama Espanyol dengan sumbangan satu gol dan tiga assist. Dari jumlah penampilannya itu, Marc Roca hampir selalu bermain penuh, dimana ia hanya sekali diganti di tengah laga.

Secara keseluruhan, mantan gelandang timnas Spanyol U-21 tersebut sudah mengemas menit bermain sebanyak 2.690 menit atau rata-rata 82 menit per laga pada musim 2019/2020 ini.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Bintang Espanyol Asal Tiongkok Ini Dinyatakan Positif Corona

VivagoalLa Liga – Wu Lei, pemain Espanyol asal Tiongkok positif terjangkit Covid-19. Hal itu diketahui setelah dirinya menjalani tes di Spanyol. 

Kabar tersebut dikonfirmasi Assosiasi Sepak Bola Tiongkok (CFA) melalui rilis resminya. Dalam rilis resminya, Wu Lei mengidap gejala ringan dan sedang mendapatkan perawatan intensif.

Wu Lei, anggota tim sepak bola pria Tiongkok yang bermain untuk klub RCD Espanyol, telah didiagnosis dengan virus corona. Pemain memiliki gejala ringan dan saat ini sedang menjalani perawatan.

“CFA telah menjaga komunikasi yang erat dengan Wu Lei dan klub Espanyol. Kami akan memberikan semua bantuan yang diperlukan sebagaimana diperlukan. Kami berharap Wu Lei pulih dengan cepat,” tulis rilis resmi CFA. 


Baca Juga:

Wu Lei memang tercatat menjadi pemain kedua Tingkok yang manggung di divisi teratas LaLiga setelah hijrah dari SIPG Shanghai pada 2019 lalu.

Saat ini, Spanyol sendiri menjadi salah satu negara dengan postif Corona yang cukup besar di Eropa setelah Italia. Tercatat 21.571 terinfeksi dan 1000 diantaranya meregang nyawa,

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

HOT NEWS