Tag: Luca Toni

Toni: Ronaldo Bahkan Tak Bisa Drible Bola!

Vivagoal – Serie A – Mantan pemain Italia, Luca Toni kecewa terhadap megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo, yang gagal mengangkat performa tim sehingga berujung kekalahan dari Napoli di Final Coppa Italia, Kamis (18/6) dini hari.

Toni menilai Ronaldo menjadi bagian dari masalah utama yang menyebabkan Bianconeri tertunduk lesu di Roma. Fisik yang dimiliki oleh Ronaldo saat ini tak lagi sama dengan beberapa tahun yang lalu.

“Kekalahan tersebut juga menganggu reputasi seorang Cristiano Ronaldo. Bintang Portugal itu sulit secara fisik dan bahkan tak bisa menggiring bola,”ujar Toni dilansir Football Italia.

Bagi Ronaldo, kekalahan atas Napoli dini hari tadi memang sedikit mencoreng catatan pribadinya. CR7 pertama kalinya harus menderita dua kekalahan final secara beruntun. Sebelumnya, dalam ajang Supercoppa Italia, Juve harus mengakui keunggulan Lazio.

Kini sejak kedatangannya di tahun 2018, hanya Coppa Italia saja yang belum pernah di raih oleh Ronaldo. Musim lalu, Si Nyonya Tua harus terhenti di babak perempat-final oleh Atalanta.

Ronaldo baru bisa memberikan dua trofi domestik bagi Juventus, Scudetto dan Piala Super Italia musim lalu. Praktis pemain 35 tahun itu hanya berpeluang membantu Juventus menjuarai Liga Italia dan Liga Champions musim ini.

Toni justru menyoroti penampilan pemain senior Juve, Gianluigi Buffon. Ia memuji Buffon yang bisa tampil apik sehingga bisa menjaga gawang dari kebobolan di waktu normal.

“Buffon adalah pemain terbaik Juventus selama di lapangan,”ungkapnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Luca Toni: The Journeyman Assassin

Vivagoal Serie A – Italia menjadi Negara penghasil juru gedor yang lumayan ampuh. Beberapa nama dari masa lampau sampai hari ini kerap menghiasi kompetisi domestik. Di antara nama yang betebaran, tersemat Luca Toni yang mencuri perhatian lantaran sering berganti klub.

Toni lahir di Pavullo nel Frignano, 26 Mei 1977. Ia hadir di generasi yang sama dengan Vicenzo Montella, Francesco Totti, Alex Del Piero, Filippo Inzaghi hingga Marco Di Vaio. Di banding nama-nama tadi, Toni jelas kalah baik dari segi eksposur maupun reputasi. Ia pun memiliki jalan berbeda guna mengerek popularitasnya yakni berpindah dari satu tim ke tim lain. Hal tersebut dimulai sejak kali pertama ia melakukan debut profesional.

Dalam rentang 1994-2001, total ia sudah berganti 6 klub. Modena, Empoli, Fiorenzuola, As Lodigiani, Treviso hingga Vicenza pernah menikmati sevicenya yang kala itu masih berusia belia. Nama Toni mulai dikenal kala ia bermain untuk Brescia bersama Si Kuncir Ilahi, Roberto Baggio dan Pep Guardiola.

Keduanya memiliki peran berbeda. Baggio lebih bermain sedikit ke belakang sebagai trequartista sementara tugas sebagai target man diberikan kepada Toni. Di musim perdananya ia sukses mendulang 13 gol. Meski begitu, Toni bukanlah tipikal pemain dengan mobilitas tinggi. Ia terbilang sangat kaku untuk seorang striker. Namun terkait finishing dan berduel dengan defender lawan, namanya layak dikedepankan.


Baca Juga:


Namanya pun mulai disandingkan dengan beberapa striker top macam Hernan Crespo hingga Vicenzo Montella. Secara kemampuan, dua nama ini memang lebih mentereng dibandingkan Toni. Mulai dari klub yang mereka bela dan berbagai aspek lainnya. Bermain di Brescia jelas membuat namanya kurang diapresiasi.

Musim kedua, Toni mulai jarang bermain namun di waktu yang bersamaan, klub asal Lombardy sukses lolos ke Piala Intertoto. Namun Pep Guardiola memutuskan hengkang ke AS Roma. Baggio tua masih bertahan dan Toni berada di persimpangan.

Luca Toni Sebut Allegri Bakal Tolak Latih Bayern, Kenapa?

Vivagoal Bundesliga – Massimiliano Allegri dianggap sosok yang tepat untuk membesut Bayern Munchen sepeninggal Niko Kovac. Tapi pelatih asal Italia tersebut diragukan mau menerima pekerjaan di Jerman.

Setelah memecat pelatih Niko Kovac pada Minggu (3/11/2019) waktu setempat, manajemen Die Roten sejauh ini belum juga menentukan siapa penggantinya. Bayern hanya punya waktu tiga minggu untuk segera memutuskan sosok pelatih permanen. Dan tuk sementara waktu, pelatih tim reserve Bayern, Hans Flick dipercaya membesut skuat utama The Bavarians.

Baca juga: Vivagoal Bagi-bagi Jersey Gratis!

Salah satu nama yang paling kencang disebut bakal menukangi Bayern adalah Massimiliano Allegri, pelatih yang sukses membawa Juventus juara serie A Italia lima kali beruntun, dan dua kali menjadi finalis Liga Champions. Sederet prestasi gemilang tersebut membuat Allegri dinilai layak memimpin tim bertabur bintang ala Bayern.

Bayern pun bisa dibilang berpeluang besar untuk mengontrak Allegri. Pasalnya, hingga saat ini pelatih berusia 52 tahun tersebut masih menganggur usai kontraknya habis di Juventus pada awal musim panas ini. Tapi mantan pemain Die Roten, Luca Toni ragu kalau Allegri mau menerima tawaran melatih di Jerman.

Sebabnya, Liga Jerman dan Ligue 1 Prancis dianggap terlalu mudah oleh eks pelatih AC Milan tersebut. Sehingga menurut Luca Toni, Allegri lebih cenderung untuk mencari pekerjaaan di Liga Inggris yang memang lebih seru dan menantang. Nama Allegri sendiri memang sedang kencang dikait-kaitkan dengan Arsenal dan Manchester United saat ini.

“Saya pikir Allegri itu pelatih yang berkualitas dan pas untuk Bayern. Tapi menurut saya, dia tidak akan kesana. Bundesliga jelas masih dibawah level Liga Inggris, dan itu dianggap tidak cukup bagus untuk pelatih sekaliber dirinya.” ucap Luca Toni kepada Sport1.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Luca Toni: Lewandowski Bisa Bawa Bayern Kembali Sukses Musim Ini

0

Vivagoal Bundesliga – Robert Lewandowski tampil begitu tajam di awal musim 2019/2020 ini. Eks penyerang Bayern Munchen, Luca Toni meyakini Lewandowski bakal membantu Die Roten kembali berjaya di Bundesliga musim ini.

Sejak didatangkan dari Borussia Dortmund pada tahun 2014 silam, Lewandowski belum tergantikan di Bayern hingga saat ini. Pemain asal Polandia itu selalu menghiasi starting line-up Die Roten dan telah membantu raksasa Bavarians itu memenangkan empat trofi Bundesliga dengan dua Piala DFB-Pokal.

Baca juga: Brace Lewandowski Bawa Bayern Menang 4-0 Atas Koln

Pada musim ini, bomber berusia 31 tahun itu sudah mencetak 11 gol hanya dari delapan pertandingan yang dimainkan Bayern di semua kompetisi. Total selama lima musim berkostum FC Hollywood, Lewandowski sudah mengemas 250 penampilan dengan torehan 202 gol dan 47 assist di semua kompetisi.

Melihat begitu besarnya kontribusi yang sudah diberikan Lewandowski sejauh ini, Luca Toni pun yakin Lewy sapaan akrab Lewandowski akan mampu membawa Bayern kembali berjaya di kompetisi domestik musim ini.

“Lewy adalah salah satu penyerang terbaik yang ada saat ini. Saya pribadi sangat menyukainya karena dia sangat tajam di dalam kotak penalti lawan. Saat ini, sangat sulit buat mengkritik dia, karena dia sudah mencetak banyak gol dan merupakan pemain yang hebat.” puji Luca Toni dilansir dari Sportskeeda.

“Keberhasilan sebuah tim pada dasarnya juga datang dari gol para striker. Dan beruntung buat Bayern punya penyerang seperti Lewandowski. Saya cukup yakin dia bakal memimpin Bayern menuju kesuksesan musim ini.” tandasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Ronaldo Bisa Jadi Alasan Perginya Marotta Dari Juventus

Berita BolaSerie A – Mantan penyerang Italia, Luca Toni mengatakan ada kemungkinan perginya Marotta berkaitan dengan kehadiran Ronaldo di Juventus.

Keputusan cukup mengejutkan diambil oleh CEO Juventus, Giuseppe Marotta dengan mengakhiri kiprahnya bersama klub asal Turin tersebut. Perpisahan itu sendiri akan terjadi bersamaan dengan kontraknya yang akan berakhir pada 25 Oktober mendatang.

Berbagai spekulasi terkait keputusan tersebut pun mulai bermunculan dari keinginannya untuk mencalonkan diri sebagai presiden FIGC hingga adanya campur tangan bintang baru Juve, Cristiano Ronaldo.

[irp]

Luca Toni mengatakan jika kemungkinan tersebut bisa jadi benar adanya setelah Ronaldo membuat kondisi internal klub terpecah. Ambisi CR7 dalam meraih berbagai trofi dirasa membuat Marotta harus lengser untuk bisa mendatangkan para pemain yang diinginkan oleh bintang asal Portugal tersebut.

“Marotta telah menunaikan tugasnya dengan sangat baik di Juventus,” ujar Luca Toni kepada Sky Sport. “Saya pikir dia adalah manajer yang bisa bertugas dengan baik di tim besar Eropa lainnya. Menurut opini saya, kedatangan Ronaldo telah merusak sesuatu di Juventus.”

Marotta sendiri sempat mengatakan jika keputusan yang ia ambil merupakan langkah bersama dengan klub. Ia juga menjelaskan jika keputusannya untuk mundur tidak untuk mencalonkan diri sebagai presiden PSSI-nya Italia.

“Saya sudah pasti tidak masuk kandidat presiden FIGC, karena bukan itu yang saya inginkan,” katanya kepada RAI. “Ini yang klub inginkan dan tidak ada satu hal khusus yang memicu masalah ini,” lanjutnya.

“Saya hanya menyesuaikan diri dengan ide dan arahan mereka, untuk cinta saya kepada orang-orang dan Juventus.

“Saya seorang pengusaha dan saya sepenuhnya mematuhi keputusan bisnis ini dan benar bahwa orang lain sekarang melangkah maju, namun saya yakin saya memberikan 100 persen selama meraih sukses besar bertahun-tahun.

Delapan tahun menjadi CEO Bianconeri, Marotta terbilang cukup sukses dalam mendatangkan sederet pemain bintang termasuk Ronaldo. Selain sang peraih lima gelar Ballon d’Or tersebut pria yang kini berusia 61 tahun tersebut juga berhasil menggaet para pemain penting sekelas Mario Mandzukic , Paulo Dybala hingga Andrea Pirlo.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com