Tag: Mario Balotelli

Mancini: Balotelli Terus Sia-siakan Bakatnya!

Vivagoal Serie A – Roberto Mancini mengatakan jika Mario Balotelli saat ini terus menyia-nyiakan bakat terpendamnya. Namun demikian ia berharap sang pemain bisa segera bangkit.

Balotelli tak pernah lepas dari berbagai kontroversi. Terbaru ia disebut menolak untuk berlatih bersama Brescia guna mempersiapkan diri untuk melanjutkan kompetisi musim ini.

Namun demikian, Mancini terus melihat jika Balotelli adalah sosok bertalenta. Hanya saja ia tak sadar sikapnya selama ini hanya menyia-nyiakan potensi yang dimilikinya.

“Saya tentu saja peduli padanya, terlepas dari semua hal yang pernah dia lakukan,” kata Mancini kepada RAI Sport.

“Saya melatihnya ketika dia masih muda [di Manchester City], saya sering memainkannya dan dia luar biasa selama bertahun-tahun,” lanjutnya.

“Harapan saya adalah dia akan melakukan sesuatu untuk mengubah semua ini, karena dia baru berusia 30 tahun dan akan berada di puncak karirnya,” imbuhnya.


Baca Juga:


“Saya berharap suatu hari nanti dia terbangun dan menyadari bahwa dia masih menyia-nyiakan bakatnya. Mario adalah anak yang luar biasa, sangat baik dan sopan. Saya telah menjelaskan kepadanya berkali-kali bahwa ia membuang bakatnya, karena potensinya luar biasa,”pungkasnya.

Di musim 2019/20 ini, Balotelli tercatat telah mencetak lima gol dari 19 penampilannya untuk Brescia di Serie A.

Meski terikat kontrak bersama Brescia hingga Juni 2022, namun sekarang masa depannya tidak jelas seiring sosoknya yang terpinggirkan dari skuad.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Juru Latih Klub Tradisional Italia Dibuat Kecewa Oleh Mario Balotelli

Vivagoal Serie AAllenatore Brescia, Diego Lopez, tak bisa menutupi kekecewaannya atas sikap Mario Balotelli. Banyak hal yang membuat ekspektai sang pelatih luntur pada Balotelli.

Balotelli membuat kisruh setelah mangkir dari pelatihan karena alasan sakit perut. Lopez juga menyebut pemain 29 tahun tersebut juga tak ikut dalam pertemuan virtual bersama seluruh anggota tim saat karantina.

“Dia berlatih sendiri karena rekan setimnya memilih untuk mengikuti jalur lain. Itu pilihan dan masih cukup adil, tetapi rekan setimnya berada di satu jalur dan dia justru mengikuti yang lain.

“Dia bahkan tidak muncul di [konferensi video] ‘Zoom’ selama masa karantina. Bahkan, jika dia bilang merasa bugar, dia tidak berada di level yang sama dengan rekan setimnya,” kata Lopez.

 Alhasil sang pelatih pun tak mampu menyembunyikan kekecewaan atas sikap sang juru gedor. Padahal sebenarnya, Lopez berharap banyak pada Balotelli.

“Dalam kehidupan, hanya fakta yang dihitung, bukan kata-kata. Tetapi sayang seperti ini faktanya. Karena itu, wajar kalau ada kekecewaan. Saya berharap banyak padanya,” ucap Lopez kepada Corriere della Sera.


Baca Juga:


Balotelli yang kini membela klub kampung halamannya, Brescia diharapkan mampu mendongkrak performa tim. Namun sayang ia terbilang tampil di bawah harapan terlebih karena sikapnya.

“Saya pikir dia bisa memberikan banyak kontribusi dengan bermain di kota tempat kelahirannya. Dia memiliki banyak hal untuk diberikan, tetapi dia harus melakukan lebih banyak, lebih banyak lagi,” tutup Lopez.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Terus Berulah, Brescia Siap Pecat Mario Balotelli

Vivagoal Serie A – Presiden Brescia, Massimo Cellino kecewa dengan sikap Mario Balotelli. Ia disebut dengan senang hati berpisah dengan striker satu ini.

Brescia menjadi salah satu klub yang mulai menggelar kembali latihan usai Serie A terhenti sejak Maret lalu karena pandemi virus corona. Persiapan dilakukan guna mendukung rencana bergulirnya kembali kompetisi dalam waktu dekat ini.

Namun pada sesi latihan Brescia, Selasa (26/5) kemarin, Balotelli tidak tampak dalam skuad. ANSA melaporkan striker Italia berusia 29 tahun tersebut berdalih sakit perut sehingga tidak bisa bergabung dengan skuad besutan Diego Lopez tersebut.

Pada Rabu (27/5), Balotelli kemudian kembali berlatih. Namun hal tersebut nyatanya tak lagi membuat Cellino bersimpati. Ia bahkan mengatakan siap berpisah dengan eks pemain Liverpool tersebut.


Baca Juga:


“Saya mencoba untuk menghindari langkah hukum dan kasus Balotelli di luar proporsi karena mengarah ke luar sepakbola dan tidak banyak yang bisa dibicarakan,” kata sang presiden dalam program TeleLombardia, Qui Studio a Voi Stadio.

“Ia anak yang aneh, pikirannya sudah tidak lagi bersama kami dan saya akan merelakan kepergiannya begitu saja. Tidak jauh berbeda dengan apa yang selalu dilakukan dalam kariernya, ia pemain yang sedikit anarkis.”

Brescia sendiri kini tengah berada di dasar klasemen Serie A. Balotelli yang merupakan warga asli sana digadang mampu menaikkan level klub. Namun ia justru menjadi benalu dengan hanya mencetak lima gol dari 19 penampilannya sepanjang musim 2019/20.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Sempat Memanas, Chiellini dan Balotelli Sudah Berdamai?

Vivagoal Serie A – Mario Balotelli sudah memaafkan Giorgio Chiellini atas kritik pedas kepadanya. Sedang kapten Juventus tersebut juga telah mengambil hikmah dari kejadian tersebut.

Rencana rilis buku otobiografi terbaru Chiellini mengundang perhatian banyak pihak. Dalam tulisan tersebut terdapat sebuah kritik Chiellini kepada dua mantan rekan satu timnya.

Chiellini ‘menyerang’ Balotelli dan Felipe Melo. Chiellini menyebut Balotelli layak ditampar karena tingkahnya ketika memperkuat Italia. Sementara, Chiellini menganggap Melo seperti apel busuk. Suasana kian memanas setelah Balotelli dan Melo turut merespons serangan Chiellini.

Konflik itu pun mulai mereda setelah Balotelli dan Chiellini dipertemukan lewat video chat dalam sebuah program televisi Le Iene baru-baru ini. Le lene memperlihatkan sebuah baju yang ditandatangani Balotelli kepada Chiellini, lengkap dengan tulisan: ‘Bahkan jika Anda tiba-tiba menusuk saya dari belakang, saya masih mencintaimu, kawan’.

“Ini merupakan pertama kali dalam hidup saya melihat Anda mengacau dan saya tidak!” ujar Balotelli kepada Chiellini.

“Saya iri dengan Anda! Karena dalam hidup Anda harus membuat kesalahan untuk menjadi lebih baik,” timpal Chiellini.

“Kalau begitu saya sempurna. Namun, tak pernah ada perang, kawan-kawan! Saya sudah Komeberkali-kali katakan,” tambah Balotelli.

Balotelli kemudian menjelaskan awal mula kritik yang diberikan Chiellini. Semua itu terjadi setelah perjalanan timnas Italia di Piala Konfederasi 2013.

“Tidak, sekarang saya ingat! Saya marah karena kami kalah dari Brasil dan Gigi [Buffon] berkata: ‘Kita bukan Brasil’. Apakah itu maksudmu?” tutur Balotelli.

“OK, ayolah, itu bukanlah sesuatu yang serius. Saya menjawab terutama karena, jujur, saya tak mengira Giorgio, dalam artian, saya bukanlah orang yang negatif. Saya seseorang yang selalu bercanda, saya menjawab karena saya peduli kepada Anda, karena jika saya tak peduli, saya tak akan menjawab,” jelasnya.


Baca Juga:



Dalam kesempatan tersebut, Chiellini mengakui bahwa dirinya mungkin bertindak terlalu jauh dengan melancarkan kritik pada Balotelli di bukunya.

“Saya ragu-ragu untuk menuliskan kritik tersebut, tapi tidak mengatakannya juga adalah hal yang buruk, bagi saya sepertinya itu salah dan hipokrit. Saya bertanggung jawab sepenuhnya,” kata Chiellini.

“Saya melakukan kesalahan dan saya belajar darinya dan saya akan terus belajar dari kesalahan saya setiap hari,” tandasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Rickie Lambert Ungkapkan Faktor Kegagalannya di Liverpool

Vivagoal – Liga Inggris – Mantan pemain Liverpool, Rickie Lambert ungkapkan bahwa ada ketidakadilan dalam kubu Liverpool terhadap dirinya. Ia menjelaskan Balotelli tidak berlatih dengan benar tapi ia malah kerap kali menjadi pilihan utama.

Rickie Lambert akui ia kesal pada Mario Balotelli kala mereka masih berada di Anfield. Pemain bernomor punggung Sembilan itu merasakan bahwa Balotelli diperlakukan spesial di Liverpool. Lambert juga mengungkapkan Balotelli tidak pernah serius dalam sesi latihan.

Dilansir Liverpool Echo, mantan pemain Southampton ini didatangkan bersamaan dengan Balotelli pada enam tahun lalu. Kedua pemain itu didatangkan Brendan Rodgers dengan harapan mampu gantikan sosok Luis Suarez yang hijrah menuju Camp Nou.

Namun sayang hadirnya dua bomber dalam waktu bersamaan tidak baik untuk karier Lambert. Lambert kerap kali tak menjadi pilihan utama Brendan Rodgers,karena Rodgers lebih memilih Balotelli. Ia pun menjelaskan bahwa keputusan itu sangat mengganggunya.

 

“Tentu kubu Liverpool terkejut dengan kehilangan Suarez, karena beberapa pemain yang bersama Suarez mengalami perkembangan. Saya bahkan berpikir sepertinya tidak mungkin untuk menggantikan posisinya. Bergabung dengan Liverpool setelah Suarez, sangat berat.

“Kemudian Brendan Rodgers datang dengan membawa Balotelli, tapi cara berlatih Balotelli sangat memalukan, dan ternyata Rodgers menempatkan Balotelli di depanku, jujur itu aku tidak bisa mengerti apa yang dipikirkannya. Dia hanya bagus di luar lapangan.

“Saya hanya tidak mengerti apa yang dipikirkan Rodgers dengan memasukkan Balotelli begitu saja ke Liverpool dan memilihnya berada di depan saya. Itu berpengaruh untuk saya dan berdampak negatif pada tim,” ujar Lambert.


Baca Juga:


Selain itu Lambert mengungkapkan bahwa meski Liverpool adalah tim impiannya sejak kecil, tapi keputusannya bergabung di bawah asuhan Rodgers adalah kesalahan terbesar dirinya.

“Jujur saya memang tidak menampilkan permainan terbaik bersama Liverpool, tapi Rodgers tidak benar-benar menginginkan saya, saya pun bertanya mengapa saya harus tinggalkan Southampton demi Liverpool.

“Meski begitu Rodgers adalah pelatih yang luar biasa, saya bahkan akan tetap bersyukur, suatu kebanggaan saya dapat berseragam Liverpool. Saya akan selalu ingat itu sampai akhir hayat saya,” tutup Lambert.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Ditendang Totti, Balotelli; Dia Belum Minta Maaf!

Vivagoal Serie A – Francesco Totti pernah menendang Mario Balotelli dengan sengaja pada final Coppa Italia 2009/10. Legenda AS Roma itu pun harus menerima kartu merah atas ulahnya.

Bentrok keduanya terjadi kala Inter bertemu AS Roma di final. Laga panas tersebut berjalan begitu sengit dan benturan antar pemain pun tak bisa dihindarkan.

Namun sebuah insiden menarik terjadi ketika Totti dengan sengaja menendang Balotelli yang tengah membawa bola. Totti tampak kesal karena penyerang Inter kala itu memancing emosi fans Roma. Atas tindakannya itu, Totti pun diganjar kartu merah.

Kalah jumlah pemain di lapangan membuat Roma tak berdaya. Mereka akhirnya kalah 1-0 dari Inter di akhir laga.

Setelah sekian lama berlalu, Balotelli kemudian membeberkan insiden tersebut. Ia mengatakan jika dirinya bukan biang masalah. Ia juga tak ada masalah lagi dengan Totti meski sang legenda tak meminta maaf sampai sekarang.

“Jika saya bermasalah dengan dia, saya pasti akan mengatakannya,” kata Balotelli saat Live Instagram dikutip dari Goal.

“Di momen itu, saya menyadari saya bukan biang masalah. Dia sengaja melakukan pelanggaran, dia menerima kartu merah, apalagi yang harus saya katakan pada dia? Di pertandingan tersebut, dia menerima konsekuensinya.


Baca Juga:



“Dia belum meminta maaf pada saya setelah bertahun-tahun berlalu, namun biang masalah itu bukan saya: saya bukan targetnya.

“Dia punya masalah lain di pertandingan itu. Saya bahkan tidak marah dengan dia. Saya ingat memeluknya setelah musim berakhir. Dia membuat kesalahan dan telah membayar itu.

“Tidak perlu meminta maaf pada saat itu.”

Gol semata wayang Inter dicetak oleh Diego Milito pada menit ke-40. Kemenangan itu sekaligus membuat Inter berhak mengangkat trofi Coppa Italia untuk ketujuh kalinya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Capres Klub Brasil Gunakan Balotelli, Giovinco dan Ibrahimovic Sebagai Alat Kampanye

0

Vivagoal Berita Bola – Adalah Luiz Roberto Leven Siano yang menggunakan nama ketiga pemain tersebut untuk memuluskan jalannya ke kursi Presiden salah satu klub di Brasil, Vasco da Gama.

Dalam kampanyenya tersebut, Luiz Roberto Leven Siano berjanji akan mencoba untuk mendatangkan Zlatan Ibrahimovic, Mario Balotelli, dan Sebastian Giovinco jika nanti terpilih sebagai presiden klub.

“Kami sedang bernegosiasi, berusaha membangun tim Vasco impian kami,” kata Luiz Roberto Leven Siano, seperti dikutip Football Italia.

“Balotelli dan Ibrahimovic satu agen. Ibrahimovic akan menjadi proyek yang paling ambisius tentunya.”

“Saat ini, kita tak perlu berpikir tentang pemain-pemain hebat mana yang akan datang. Yang jelas, kami akan mendatangkan pemain-pemain hebat.”

“Jika bukan satu, maka yang lainnya. Jika kami memiliki pemain-pemain selevel Balotelli dan Giovinco, maka kami akan menjadi tim yang kompetitif.”


Baca Juga:



Dilansir dari
FOXSports.com.br, Leven Siano merupakan sosok yang cukup dekat dengna super agen Mino Raiola yang menaungi Ibrahimovic dan Balotelli. Selain itu ia juga dekat dengan pengusaha Italia, Fabio Cordella.

Vasco da Gama terakhir kali menjuarai Copa Libertadores pada 1998 dan Campeonato Brasileiro pada 2000.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Balotelli Akui Kenangan Manis Hanya Tercipta Saat Main di Premier League

Vivagoal Liga Inggris – Meski sudah menapaki karier di beberapa negara, Mario Balotelli mengatakan hanya Premier League yang mampu memberikan kenangan indah dalam kariernya.

Balotelli yang kini berseragam Brescia telah mengecap perjalanan di beberapa klub top Eropa. Di Italia, ia pernah bermain bersama duo Milan. Ia juga pernah bermain untuk Nice dan Marseille saat mengadu nasib di Prancis.

Namun nyatanya Balotelli memilih Premier League sebagai tempat terbaik. Striker asli Italia tersebut mengatakan jika hanya di sana ia mendapat kenangan indah.

“Saya hanya punya kenangan indah di Premier League,” ujar Balotelli kepada Thierry Henry di media sosial. “Premier League masih yang terbaik, meski liga Prancis juga menuntut kekuatan fisik.”

“Pelatih yang paling banyak mengembangkan kemampuan saya adalah Roberto Mancini. Sebab dia mau membimbing saya ketika saya masih sangat muda dan gila. Lalu berikutnya ada Lucien Favre.”

Balotelli yang kini berusia 29 tahun pernah disebut sebagai bintang masa depan Italia. Namun sikapnya yang bengal membuat harapan tersebut musnah.

Hanya saja Balotelli membantah itu. Menurutnya apa yang dilakukannya dahulu hanya cerminan dari seorang anak muda, bukan watak aslinya.


Baca Juga:



“Saya selalu berkata bahwa saya dulu begitu gila, tapi sebenarnya tidak begitu, saya hanya masih sangat muda,” lanjut Balotelli.

“Saya selalu menghargai siapapun, tapi ketika Anda masih 16 atau 17 tahun, Anda ingin melakukan hal-hal seusia itu, Anda tahu maksud saya.”

“Namun, ketika Anda berstatus sebagai pesepak bola, ada ekspektasi terhadap sikap Anda,” tandasnya.

Balotelli sendiri pernah mencetak 20 gol untuk Manchester City, menjuarai Premier League 2012 dan FA Cup setahun sebelumnya. Namun, dia tidak bisa berbuat banyak saat membela Liverpool beberapa tahun setelahnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Vitus Corona Bakal Untungkan Juventus, Kok Bisa?

Vivagoal Serie A – Mario Balotelli menyebut jika Juventus merupakan pihak yang diuntungkan dari virus Corona. Namun Brescia, selaku tim pemilik mengaku lepas tangan dengan pernyataan si Apel Busuk.

Dalam sesi wawancara di laman instagramnya, Balotelli mejawab pertanyaan dari fans. Ia mengungkapkan jika Serie A memaksakan pekan ke-26 dirugikan. Di saat yang bersamaan, Juventus sukses menang 2-0 atas Inter Milan dan kembali ke puncak klasemen. Setelahnya, Serie A resmi dihentikan.

“Mereka harus menunggu sampai Juventus kembali ke puncak klasemen sebelum menghentikan liga,” ujar Balotelli, dinukil dari Goal International.

“Sejujurnya, saya berharap Serie A tidak bergulir kembali sampai tidak ada lagi kasus [virus corona]. Saya marah ketika awalnya saya mendesak agar semuanya berhenti bermain dan orang-orang mencaci maki saya atas hal itu. Mungkin sekarang mereka menyadari situasinya.”

Baca Juga:

Ballo menyebutkan, jika Italia jurang patuh terhadap anjuran yang dibuat beberapa negara. Bahkan ia berkelakar jika Virus Corona akan tetap belanjut jika keadaan tetap tak berubah. Di sisi lain, Brescia, selaku tim pemilik enggan menanggapi komentar pemain anyarnya tersebut.

“Secara khusus, Mario Balotelli selama sesi tayangan langsung di Instagram yang ditampilkan ulang di YouTube, memuat komentar yang menyinggung adanya ‘keuntungan’ bagi satu tim [Juventus] dalam perburuan gelar juara,” tulis Brescia.

“Brescia Calcio menggarisbawahi bahwa sindiran semacam itu sepenuhnya bersifat pribadi dan sama sekali tidak mewakili klub.”

aSelalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Untuk Kali Kedua, Balotelli Menjadi Korban Rasisme di Serie A!

Vivagoal Serie A – Mario Balotelli kembali menjadi korban rasial di kancah Serie A. Teranyar, dalam laga kontra Lazio, Minggu (5/1) kemarin, ia menerima chant rasial dari fans Lazio.

Balo, yang sempat mencetak gol di menit ke-18 harus menerima kenyataan pahit untuk menjadi korban rasisme untuk kali kedua dalam satu tahun terkahir. Sebelumnya, kejadian serupa sempat menghampiinya kala Brescia bersua Verona.

Laga Brescia kontra Lazio sendiri berakhir dengan kemenangan 1-2 untuk tim tamu. Laga sempat dihentikan sementara karena aksi berutal fans kepada eks striker Liverpool itu. Selepas laga, Balotelli pun mengungkapkan kekecewaan yang mendalam atas tindakan fans Lazio.

Baca Juga: Vivagoal Bagi-Bagi Hadiah, Mainkan Kuisnya Di Sini!

“Ini kekalahan yang menyakitkan, tapi kami akan bangkit lagi dan kami sudah berada di arah yang tepat. Fans Lazio yang datang ke stadion, ANDA SANGAT MEMALUKAN! saynotoracism,” tulis Balotelli di Instagramnya dilansir dari Goal.

Menanggapi hal tersebut, Lazio tak menutup mata. Mereka bahkan mengaku kecewa dengan sikap fans tersebut dan mengecam segala pelanggaran yang tak dibenarkan. Menurut pernyataan resmi Lazio, mereka yang mengkhianati semagat olahraga jelas akan merusak citra klub yang sudah terbangun sedemikia rupa.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

 

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS