Tag: Mario Balotelli

Untuk Kali Kedua, Balotelli Menjadi Korban Rasisme di Serie A!

Vivagoal Serie A – Mario Balotelli kembali menjadi korban rasial di kancah Serie A. Teranyar, dalam laga kontra Lazio, Minggu (5/1) kemarin, ia menerima chant rasial dari fans Lazio.

Balo, yang sempat mencetak gol di menit ke-18 harus menerima kenyataan pahit untuk menjadi korban rasisme untuk kali kedua dalam satu tahun terkahir. Sebelumnya, kejadian serupa sempat menghampiinya kala Brescia bersua Verona.

Laga Brescia kontra Lazio sendiri berakhir dengan kemenangan 1-2 untuk tim tamu. Laga sempat dihentikan sementara karena aksi berutal fans kepada eks striker Liverpool itu. Selepas laga, Balotelli pun mengungkapkan kekecewaan yang mendalam atas tindakan fans Lazio.

Baca Juga: Vivagoal Bagi-Bagi Hadiah, Mainkan Kuisnya Di Sini!

“Ini kekalahan yang menyakitkan, tapi kami akan bangkit lagi dan kami sudah berada di arah yang tepat. Fans Lazio yang datang ke stadion, ANDA SANGAT MEMALUKAN! saynotoracism,” tulis Balotelli di Instagramnya dilansir dari Goal.

Menanggapi hal tersebut, Lazio tak menutup mata. Mereka bahkan mengaku kecewa dengan sikap fans tersebut dan mengecam segala pelanggaran yang tak dibenarkan. Menurut pernyataan resmi Lazio, mereka yang mengkhianati semagat olahraga jelas akan merusak citra klub yang sudah terbangun sedemikia rupa.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

 

Baru Gabung, Bintang Brescia Dipersilahkan Pergi Januari Nanti

Vivagoal – Serie A –  Penyerang Italia Mario Balotelli pulang ke kampung halamannya Brescia di awal musim ini. Namun, Balotelli kabarnya dipersilahkan untuk pergi Bulan Januari nanti jika memang sudah tidak betah di Brescia.

Hingga pekan ke-14 Serie A, Balotelli baru memainkan delapan pertandingan saja bersama Rondinelle. Presiden Brescia Massimo Cellino pun tak akan menahannya jika sang pemain ingin hengkang di bursa musim dingin mendatang.

“Mario sedih karena dia tidak bisa mengekspresikan permainan terbaiknya. Baginya, bermain di Serie A merupakan pengorbanan besar,”ujar Cellino dilansir Fox Sports Asia.

“Di Januari dia bebas untuk pergi. Saat ini, dia harus memilih ingin bangkit atau tidak. Dia harus meyakinkan dirinya sendiri. Jika dia pergi, kita berdua kalah taruhan.

Baca Juga: Ancelotti: Bukan Hanya Saya, Pemain Juga Harus Bertanggung Jawab

Sejak kepulangannya ke Italia, Balotelli lebih banyak berkutat dengan masalah di luar lapangan. Beberapa insiden pun mengiringi karir Super Mario bersama tim kampung halamannya ini.

Akhir bulan lalu, dalam laga tandang melawan Verona, Ia menendang bola keluar tribun penonton dan mengancam untuk menolak bermain. Setelah Ia menjadi korban dari rasisme yang dilakukan oleh suporter tuan rumah.

Pasca terlibat berbagai insiden, Cellino mengatakan bahwa Balotelli berkulit hitam dan sedang berkerja untuk tampil bersinar. Tetapi menurutnya Ia kini tengah menghadapi masalah.

Perkataannya itu justru menuai kontroversi. Pemilihan kata ‘nero’ yang dipilih Cellino dinilai berbau rasisme. Kata ‘nero’ dalam bahasa Italia memang berarti hitam tetapi dapat diartikan untuk ‘suram’.

Tetapi penialaian itu langsung dibantah oleh Cellino dan menganggap komentarnya telah dimanulipasi. Ia mengatakan bahwa sama sekali tidak memiliki maksud untuk berkata rasis pada Balotelli.

“Aku berbicara dengannya, bukan aku yang membuatnya tersinggung. Saat lelucon saya dimuat seperti itu (oleh media), saya justru lebih mengkhawatirkan Mario daripada hal lain,”ungkapnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Balotelli Jadi Korban Rasisme Presiden Brescia

0

Vivagoal Serie A – Penyerang Brescia, Mario Balotteli kembali jadi sorotan. Kali ini bukan sikap bengalnya, melainkan bomber asli Italia itu jadi korban rasisme presiden klubnya sendiri. 

Perilaku tersebut didapati Balloteli usai sang presiden, Massimo Cellino mengomentari absennya sang pemain. Saat itu, pelatih Fabio Grosso tak memainkan Balotteli saat Brescia bersua AS Roma.

Komentar Cellino inilah yang lantas mengundang kontroversial. Pasalnya, sang presiden menyebut Balotteli hitam sehingga membuatnya gagal bersinar.

Baca Juga: Vivagoal Bagi-Bagi Jersey, Gratis!

“Apa yang Anda ingin saya katakan mengenai dia. Dia ‘hitam’. Dia berusaha untuk bersinar tapi dia mengalami kesulitan.

“Kita tak bisa berpikir bahwa satu pemain sendirian akan menyelamatkan skuad. Itu bakal salah untuk tim,” ujar Cellino seperti dikutip Football Italia.

Namun demikian, manajemen Brescia langsung melakukan klarifikasi. Menurutnya apa yang terlontar dari mulut sang presiden hanyalah candaan tanpa maksud ada unsur rasisme di dalamnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Pelatih Brescia Beberkan Alasan Coret SI Apel Busuk dalam Skuat

0

Vivagoal Serie APelatih Brescia, Fabio Grosso memiliki alasan khusus mencoret Mario Balotelli dalam skuatnya kala bersua Roma, Minggu (24/11) kemarin. Menurut Grosso, Balotelli tidak menunjukkan determinasi serta antusiasme untuk bermain di tim utama.

Tanpa diperkuat eks Liverpool itu, Brescia kalah dengan skor 3-0. Grosso menambahkan, apapun yang terjadi kepada Mario Balotelli akan menjadi bahan pemberitaan. Pasalnya, sejak memulai debut di dunia sepakbola, pemain berdarah Ghana itu memang sudah menjadi media darling.

“Mario selalu menjadi bahasan utama karena dia adalah bahan berita,” kata Grosso selepas laga di Olimpico tersebut, sepeti dinukil Goal International.

“Saya adalah pelatih di tim ini. Dia bisa menjadi pemimpin di tim ini jika dia punya keinginan, determinasi, dan antusiasme. Dalam hal tersebut, sayalah yang memutuskan [siapa pemain yang layak masuk tim].”

Baca Juga:  Hasil Roma Brescia: Ada Drama Penganuliran Tiga Gol dalam Kemenangan I Lupi

Pemenang Piala Dunia 2006 itu menambahkan jika Balotelli merupakan sosok striker yang lumayan hebat. Namun menurutnya, Brescia membutuhkan sosok yang tak hanya piawai mencetak gol. Ia ingin Balo bisa bekerja keras guna membuktikan ia merupakan pemain yang hebat.

“Jika Mario tidak bisa seperti itu, maka tim akan kesulitan untuk mendukungnya,” pungkas mantan bek kiri timnas Italia ini.

Selalu update Serie berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Baloteli Sulit Bekerjasama Dalam Sebuah Tim

0

Vivagoal Serie A – Pernyataan tersebut diutarakan langsung oleh mantan pelatihnya di Nice, Patrick Vieira. Menurutnya Balotelli adalah pemain berbakat yang sayang tak paham cara kerja sepak bola.

Balotelli sempat disebut sebagai calon bintang Italia di awal kemunculannya. Namun penampilan gemilang Balotelli hanya terlihat ketika ia berseragam Inter Milan dan Manchester City. Setelah itu kariernya timbul tenggelam seperti saat bersama AC Milan dan Liverpool.

Baca juga: Vivagoal Bagi-bagi Jersey Gratis!

Kemudian Balotelli sempat memperlihatkan tanda-tanda perbaikan ketika berada di Nice. Namun lagi-lagi ia hanya bertahan tiga musim karena memilih untuk memutus kontraknya di sana guna bergabung dengan Marseille.

Di sana Balo hanya bertahan setengah musim saja sebelum pulang ke Italia. Pemain berusia 29 tahun itu saat ini tengah membangun citranya kembali bersama Brescia.

Balotelli merupakan pemain Nice sejak musim 2016 sedang Vieira baru datang pada musim 2018. Satu musim melatih Balotelli sudah cukup membuatnya sedikit mengenal sang bomber.

“Sungguh menyenangkan bekerja dengan Mario,” ucap Vieira kepada beIN Sports.

“Saya pikir pada saat itu sangat sulit baginya untuk memahami bahwa sepak bola adalah tentang kerja tim, upaya tim, dan itu adalah sesuatu yang sulit untuk dipahami oleh Mario,” ujarnya.

Baca juga: Luka Modric Buka Peluang Merumput di Serie A

Lebih lanjut Vieira mengaku kecewa saat melatih Balotelli. Ia kecewa bukan karena sikap sang pemain namun kegagalannya mendapatkan yang terbaik dari Super Mario.

“Tidak ada hubungannya dengan bakat pemain, karena ia adalah pemain yang sangat istimewa, tetapi mengecewakan bahwa saya tidak bisa mendapatkan yang terbaik darinya, tetapi ia perlu memahami juga bahwa baginya untuk bermain di level ini, ia harus menjadi bagian dari tim,” tuturnya.

“Saya harap ia mengerti hal itu dengan segera, karena masih ada waktu baginya untuk melakukannya dan ia bisa kembali mencetak gol. Ia punya bakat untuk menjadi pemimpin tim, tetapi pemimpin harus menempatkan bakatnya untuk melayani tim,” tandasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Balotelli Dirumorkan Masuk Timnas, Mancini Buka Suara

0

Vivagoal Berita BolaMario Balotelli baru saja mendapatkan aksi rasisme kala Brescia menjamu Verona pekan lalu. Momen tersebut, menurut Presiden Federasi Sepakbola Italia (FIGC) bisa dijadikan momentum bagi Roberto Mancini untuk memaggilnya dalam skuat.

Meski demikian, Don Mancio menyebut pemanggilan pemain yang ia lakukan harus didasari dengan performa, bukan aspek lain, termasuk menaggulangi aksi rasialisme.

“Sepakbola dan olahraga harus bersatu, bukan saling mengnhancurkan. Pada 2020, kami masih berbicara tentang warna kulit,” ucap Mancini, Senin (11/11), seperti dinukil Goal International.  “Dia [Balotelli] akan dipanggil, jika dia memang layak mendapatkan kesempatan tersebut,” tutur eks juru taktik Man City.

Sejauh ini, Balotelli baru kembali bermain sekali di ajang Nations League beberapa waktu lalu. Pemanggilan tersebut merupakan yang pertama pasca ia tampil di Piala Dunia 2014 kemarin. Meski sempat dua kali menangani Balo di Inter dan Man City, ia akan tetap objektif dalam melakukan pemanggilan pemain untuk Timnas Italia.

Baca juga: Vivagoal Bagi-bagi Jersey Gratis!

Terdekat, Azzurri akan menghadapi Bosnia-Herzegovina, Sabtu (16/11) dan Armenia, Selasa (19/11) dini hari WIB. Laga kontra kedua tim tak akan menentuan apapun untuk Italia karena Negeri Pizza sudah memastikan diri tampil di putaran final EURO 2020.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Bintang Fiorentina Sebut Rasisme di Italia Susah Diberantas

0

Vivagoal Serie ABintang Fiorentina, Kevin Prince Boateng menilai rasisme di Italia akan sulit diberantas karena hal yang sama akan terus kembali terulang. Teranyar, striker Brescia, Mario Balotelli mendapat ejekan rasis dari fans Verona.

Boateng sejatinya sempat mendapatkan hal yang sama enam tahun lalu kala masih berseragam AC Milan. Ia pun merasa hal tersebut akan terus berulang. Ia mendapat ejeka  rasial dari fans Pro Partia di laga persahabatan

“6 tahun lalu tidak ada yang berubah tetapi kami tidak menyerah dengan hal menjinjikan itu. Mari kita terus berjuang bersama melawan rasisme,” kata Boateng seperti dikutip Daily Mail, Selasa (5/11).

Hampir sama dengan Balotelli, Boateng pun langsung melakukan tindakan protes saat mendapat tindakan rasial. Kala itu, ia langsung melepas seragam AC Milan dan berjalan keluar lapangan. Isu rasial memang bukan barang baru, sebelum kasus Balotelli, Romelu Lukaku pun semapat mendapat ejekan serupa dari fans Genoa beberapa waktu lalu.

FIGC, selaku federasi sepakbola Italia seakan tak terlihat serius untuk menyelesaikan kasus yang sering terulang ini. Bahkan, mantan pemain Juventus, Lilian Thuram menyarankan agar pemain kulit hitam segera angkat kaki dari Italia guna menghindari kasus rasisme yang semakin hari semakin mengerika.

Selalu update Serie berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Balotelli Yang Terus Jadi Korban Rasisme

0

Vivagoal Serie A – Sepak bola khususnya Italia seperti tak pernah bisa menerima Mario Balotelli. Hal ini setelah sang pemain terus saja menjadi korban rasisme saat bermain di sana.

Insiden tak terpuji tersebut kembali dialami oleh Balotelli ketika timnya, Brescia melawat ke markas Hellas Verona dalam laga pekan ke-11 Serie A hari Minggu (3/11/2019). Suara ejekan tersebut terdengar kian lantang pada menit 54. 

Baca juga: Inilah Arti Satu Gol dari De Ligt!

Saat sedang berduel dengan pemain lawan, Balotelli langsung mengambil bola yang belum keluar dari lapangan dan menendangnya ke arah fans tuan rumah.

Ia kemudian balik memarahi penonton yang mengejeknya dan langsung berjalan ke luar lapangan. Beberapa rekan setimnya serta pemain lawan langsung mencoba membujuknya agar tidak meninggalkan permainan.

Wasit kemudian menghentikan pertandingan selama beberapa menit. Pihak tuan rumah juga berinisiatif untuk meredam tingkah laku suporter yang sudah di luar batas. Melalui pengeras suara, mereka mengancam akan menghentikan pertandingan andai fans tuan rumah tak segera menghentikan aksi rasisme tersebut.

Insiden tersebut kian menambah panjang masalah rasisme di Italia khususnya yang menimpa Balotelli. Semuanya diawali saat dirinya tengah membela timnas muda Italia, di mana oknum fans Roma melempari Balotelli dengan pisang di jalan sebelum akhirnya kabur.

Kemudian Balotelli menjadi korban rasisme saat membela Inter Milan. Kala bertemu Juventus pada April 2009, fans Bianconeri menyanyikan kalimat yang menyakitkan hati Balotelli. “Tidak ada orang Italia yang berkulit hitam.”

Baca juga: Ibunda Sebut Ronaldo Korban Mafia Sepak Bola

Di ajang Euro 2012, Balotelli pun menegaskan peperangan antara dirinya dengan rasisme. “Jika seseorang melempari saya dengan pisang di jalan, saya akan masuk penjara, sebab saya akan membunuh mereka,” tukasnya saat itu.

Situasi tak berubah kala Balotelli berseragam AC Milan. Melawan Napoli pada Februari 2014, Balotelli yang ditarik keluar tak kuasa menahan tangis atas sikap rasis suporter tim lawan.

“Apakah saya akan meninggalkan lapangan? Ya, saya akan melakukannya. Saya menerima kritik profesional, tetapi satu-satunya yang mengganggu saya adalah rasisme,” ujar Balotelli.

Terlepas dari sikapnya yang bengal, Balotelli sejatinya memiliki kapabilitas untuk menjadi pemain hebat. Namun banyaknya kontroversi dan aksi rasisme menutup betapa berharganya sosok pemain 29 tahun tersebut.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Jumpa Ronaldo di Serie A, Balotelli Tak Bergairah, Kenapa?

0

Vivagoal Serie A Brescia akan menjamu Juventus dalam giornata kelima Serie A pada Rabu (25/9) mendatang. Striker andalan La Rondinelle, Mario Balotelli diprediksi akan menjalani debutnya kembali di tanah kelahirannya itu dan berjumpa Cristiano Ronaldo.

Menanggapi kans bertemu Ronaldo, dirinya mengaku tak begitu peduli akan hal tersebut. ““Ia sang juara, ia pemain terbaik dunia bersama Messi. Senang main melawan dia tapis aya tidak antusias,” ugnkapnya kepada DAZN, seperti dinukil Goal International.

Dibanding memikirkan bakal melawan Ronaldo, mantan juru gedor AC Milan itu mengaku akan fokus mencetak gold an membawa timnya bisa berbicara banyak di kancah liga.

“Saya akan berusaha mencetak gol, seperti di pertandingan lainnya yang saya mainkan,” tambahnya

Balotelli sendiri sudah bermain untuk dua klub Serie A dalam dua periode. Pertama, ia sempat mentas untuk Inter Milan sebelum akhirnya berlabuh ke Man City. Setelahnya ia sempat mencicipi manisnya berseragam Milan. Namun karirnya di Italia sedikit tersendat.

Ia pun memutuskan bermain sejenak di Prancis sebelum akhirnya kembali ke pelukan Brescia.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Mantan Rekan Yakin Balotelli Sukses di Brescia

0

Vivagoal Serie AMario Balotelli sangat bahagia bisa kembali pulang ke Brescia dan dinilai bakal menjadi tempat yang tepat bagi sang pemain. Benarkah demikian?

Mantan pemain Inter Milan dan Man City itu resmi pindah dari Nice sekaligus menandatangani multi kontrak bersama tim promosi Serie A tersebut. Brescia memang menjadi tempat spesial bagi super-mario.

Hampir sebagian masa kecilnya Ia habiskan di region Lombardia tersebut. Kepulangannya itu juga membuat sang ibu menangis saat Balotelli menggunakan seragam kebesaran biru-putih milik Brescia.

Nigel De Jong yang bermain bersama Balotelli di Manchester City dan AC Milan, percaya bahwa mantan rekannya itu bakal meraih kesuksesan bersama Rondinelle.

“Tentu dia bisa sukses. Dia kembali ke rumahnya di Brescia bersama keluarga disekelilingnya, ungkap De Jong setelah melakoni laga testimoni Vincent Kompany dilansir One Football.

“Saya sangat mengenal dia. Kami sering berbincang dan dia sangat bahagia.

Menurutnya sangat penting untuk berada dalam lingkungan yang membuat diri menjadi bahagia. Itulah yang dilakukan oleh Balotelli saat ini kembali bersama keluarganya.

[IRP]

“Saya rasa dia butuh dua minggu lagi untuk berada dalam kondisi fit dan bisa memainkan laga pertamanya,”tambah De Jong.

De Jong mengatakan Balotelli tetap lah Balotelli seperti biasa. Kemampuannya sebagai pemain jempolan tidak perlu lagi diragukan dan selalu ada dalam DNA nya.

“Kami berharap dia bisa mengambil apa yang ditinggalkannya di Prancis lalu menunjukan kualitasnya untuk Brescia karena sangat dibutuhkan musim ini,”ungkapnya. (IM]

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

 

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS