Tag: Matthijs De Ligt

Juventus Dominasi Pemain dengan Gaji Tertinggi di Serie A

Vivagoal Serie A – Serie A kian mencuri perhatian dengan banyaknya pemain bintang yang bermain di sana. Konsekuensi yang didapat dari hal tersebut tentu saja besarnya beban gaji pemain di sana.

Kedatangan Cristiano Ronaldo ke Juventus menandai awal kedatangan para pemain bintang di Italia. Sederet pemain seperti Matthijs de Ligt, Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez kemudian mewarnai kompetisi sepak bola di Italia.

Tentu kehadiran para pemain tersebut tidak semata karena persaingan kompetisi di sana. Rayuan berupa gaji tinggi menjadi alasan mereka rela berlabuh ke Italia yang sebelumnya dipandang sebelah mata.

Berikut deretan pemain Serie A dengan gaji tertinggi dilansir dari Sportkeeda;

  1. Cristiano Ronaldo

Pemain internasional Portugal ini mendapatkan gaji €1.110.000 (sekitar Rp17 miliar) setiap pekannya. Juventus sendiri mendatangkan Ronaldo dari Real Madrid dengan mengeluarkan uang mencapai €117 juta (sekitar Rp2 triliun), rekor transfer termahal di Serie A.

  1. Matthijs de Ligt

Untuk mendapatkan pemain muda yang menjadi rebutan banyak raksasa Eropa ini, Bianconeri harus rela memberikan gaji mahal. Pemain berusia 21 tahun ini digaji €300.000 (sekitar Rp5,2 miliar) per pekan. 

  1. Romelu Lukaku

Peran Lukaku jelas terlihat pada performa Inter musim ini. Namun pihak klub harus bersedia membayar jasa striker Belgia itu di angka €265.000 (sekitar Rp4,6 miliar) per pekan.

  1. Gonzalo Higuain

Pemain asal Argentina ini menerima bayaran sebesar €265.000 (sekitar Rp4,6 miliar) per pekan dari Juventus.


Baca Juga:


  1. Paulo Dybala

Untuk mendapatkan jasa Dybala, Juventus harus rela mengeluarkan gaji sebesar €250 ribu (sekitar Rp4,3 miliar) per pekan. Angka yang sama juga diberikan kepada Adrian Rabiot dan Aaron Ramsey.

  1. Kalidou Koulibaly (Napoli), Gianluigi Donnarumma (AC Milan), Douglas Costa (Juventus) dan Sami Khedira (Juventus)

Ketiga pemain tersebut sama-sama mendapat gaji sebesar €214.000 (sekitar Rp3,7 miliar) per pekan dari masing-masing klubnya.

  1. Leonardo Bonucci

Bek Juventus satu ini menerima gaji sebesar €200.000 (sekitar Rp3,4 miliar) per pekan.

  1. Edin Dzeko

Sebagai pemain andalan di Roma, Dzeko menerima gaji di kisaran €180.000 (sekitar Rp3,1 miliar) per pekan. 

Juventus praktis mendominasi gaji pemain termahal di Italia. Mereka memang hobi mendatangkan para pemain tak terpakai dari tim lawan secara gratis sehingga memaksa mereka untuk meyakinkan sang pemain melalui gaji.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Memphis Depay Pada De Ligt: Diatas Lapangan, Lupakan Persahabatan

Vivagoal Liga Champions – Laga Juventus vs Olympique Lyon sekaligus akan menghadirkan duel antara dua sahabat asal Belanda, yakni Memphis Depay dan Matthijs de Ligt. Kendati begitu, Depay bertekad bakal memberi mimpi buruk buat sahabatnya itu.

pertandingan antara Juventus melawan Lyon akan tersaji di Allianz Stadium pada lanjutan leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Sabtu (8/8/2020) dinihari WIB. Leg Gones sementara ini dalam keadaan unggul agregat 0-1 usai menang di leg pertama yang berlangsung di Groupama Stadium.

Di laga ini, Lyon sudah dipastikan bakal diperkuat kembali oleh Memphis Depay yang sebelumnya menderita cedera ligamen parah sedari akhir Desember 2019 kemarin.

Namun ditundanya kompetisi akibat pandemi virus Corona secara tak langsung menjadi berkah bagi Depay. Dengan molornya kompetisi Liga Champions, ia masih bisa memperkuat Lyon setelah berhasil memulihkan diri dari cedera yang dideritanya tersebut.

Kendati begitu, dengan bakal bermainnya Depay di laga kontra Juventus akhir pekan ini, hal tersebut bakal menampilkan duel antara dua sahabat. Sebab, Depay yang berposisi sebagai penyerang di Lyon akan berhadap-hadapan dengan De Ligt yang notabene adalah bek tengah andalan Juventus.

Depay sendiri menegaskan siap menepikan persahabatannya dengan De Ligt di laga dinihari besok demi membantu timnya lolos ke babak perempatfinal.


Baca Juga:


“Kami sangat sering bertemu di Belanda semasa Lockdown, dan kami banyak berbincang. De Ligt sudah melakukan pekerjaan hebat di musim debutnya bersama Juventus, dan saya pribadi bangga dengan pencapaiannya itu.” ucap Depay dilansir dari Football Italia.

“Tapi akan jadi rival besok, dan jelas sekali persahabatan tak punya tempat diatas lapangan.” tegasnya.

Selalu update berita terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

De Ligt Kenang Momen Indah Jelang Derby della Mole

Vivagoal Serie A – Bek Juventus, Matthijs de Ligt menyebut jika golnya ke gawang Torino awal November lalu menjadi titik balik kariernya di Serie A.

De Ligt sempat menjadi sasaran kritik setelah tampil kurang maksimal di Juventus. Biaya 75 juta euro yang dikeluarkan klub dinilai tak sepadan dengan kontribusinya selama berseragam Si Nyonya Tua.

Namun penampilan De Ligt mulai membaik seiring berjalannya waktu. Ia berhasil menjadi palang pintu kokoh di lini pertahanan Juve bersama Leonardo Bonucci.

De Ligt kini tak sabar menyambut derby kontra Torino. Bek asal Belanda itu menyebut derby akan selalu menjadi pengalaman menarik untuk semua pemain.

“Ini merupakan laga yang spesial, kedua tim ingin meraih kemenangan untuk kota dan fans mereka. Kami harus melakukan yang terbaik, terutama di pertahanan, dan tak memberikan kesempatan sama sekali,” ujar De Ligt kepada Sky Sport Italia.

“Tentu saja derby pertama merupakan memori yang indah bagi saya karena saya mencetak gol pertama saya untuk Bianconeri. Gol itu juga memberikan kemenangan yang penting,” lanjutnya.


Baca Juga:



Satu gol yang dicetaknya pada pertemuan pertama sekaligus membawa Juve memenangi laga. Tidak hanya itu, gol tersebut juga menjadi titik balik karier De Ligt di Italia.

“Saat itu bukan masa yang indah untuk saya, saya mendapat banyak kritik dan saya berada di bawah tekanan. Gol itu meningkatkan spirit saya dan membuat saya dan rekan setim saya senang,” tutur De Ligt.

“Berkat gol tersebut, saya menjadi pesepakbola seperti saat ini,” tukasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Serie A Buat De Ligt Lebih Berkembang

Vivagoal Serie A – Bek Juventus, Matthijs de Ligt mengaku jika dirinya semakin membaik secara fisik maupun mental setelah beradaptasi di Serie A.

Juventus menebus jasa De Ligt mencapai 75 juta euro dari Ajax Amsterdam pada musim panas lalu. Dengan usianya yang masih 19 tahun saat itu, De Ligt dipercaya sebagai pembelian yang berlebihan meski kualitasnya kala itu mendapat banyak pujian.

De Ligt pun mendapat beban berat di awal debutnya di Turin. Ia tampil di bawah standar dan kritik pun mengalir begitu deras.

Namun De Ligt mulai berhasil mengatasi masalah tersebut. Ia tampil gemilang dalam beberapa laga terakhir termasuk mencatat clean sheet alias tak kebobolan dalam empat laga di antaranya.

“Sekarang saya merasa jauh lebih baik secara fisik maupun secara mental. Saya berada di tempat yang jauh, jauh lebih baik,” ujar De Ligt kepada Sky Sport Italia.

De Ligt mengatakan jika perubahan yang ia dapatkan merupakan buah dari kerasnya Serie A. Menurutnya para penyerang hebat yang ada di Italia membuatnya harus bekerja lebih keras lagi.


Baca Juga:



“Di Serie A ada banyak striker yang berbeda. Ada Romelu Lukaku, contohnya, yang sangat kuat dan juga cepat. Selain itu juga ada Ciro Immobile, yang sangat bagus dalam urusan mencetak gol,” tutur De Ligt.

“Setiap tim memiliki penyerang yang hebat, berbeda satu sama lain, dan setiap pertandingan sulit. Standarnya sangat tinggi. Saya mencoba mempelajari mereka sebelum pertandingan untuk mempersiapkan segala kemungkinan,” tukasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Negoisasi Kontrak Ramos Buntu, Madrid Buru-Buru Bidik Pemain Ini

VivagoalLa LigaReal Madrid kabarnya tak kunjung bersepakat soal kontrak baru dengan Sergio Ramos. Kubu Los Blancos pun menyiapkan langkah antisipatif dengan coba membidik bek Juventus, Matthijs de Ligt.

Sudah berusia 34 tahun, Madrid keberatan dengan permintaan kontrak jangka panjang Ramos. Alhasil, masa depan sang kapten di Santiago Bernabeu jadi pertanyaan. 

Menurut Calciomercato, Madrid coba mencari alternatif lain guna mengantisipasi kepergian Ramos. Mereka diberitakan membidik bek muda Juventus, Matthijs de Ligt.

Pelatih Zinedine Zidane sesungguhnya sudah lama menginginkan kehadiran de Ligt di dalam skuadnya. Pelatih asal Prancis tersebut sudah mengamati aksi bek asal Belanda itu sejak ia masih bermain untuk Ajax Amsterdam.

De Ligt dinilai punya segala yang dibutuhkan untuk menjadi pengganti Sergio Ramos sebagai benteng di lini pertahanan El Real. Masih berusia muda, mendatangkan palang pintu asal Belanda itu jelas jadi investasi jangka panjang buat kubu Madrid. 


Baca Juga:


Sang pemain sendiri masih terikat kontrak dengan Juventus hingga 2024 mendatang. Andai Madrid bersikeras ingin memboyong sang pemain ke Santiago Bernabeu musim panas ini, Los Blancos dipastikan harus merogoh kocek hingga 100 juta euro atau setara dengan 1,58 triliun.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

De Ligt Puji Pemain-Pemain Veteran Milik Si Nyonya Tua

Vivagoal Serie A – Bek Juventus, Matthijs de Ligt mengaku beruntung bisa berada dengan para pemain top bersama Si Nyonya Tua. Bisa satu tim dengan Cristiano Ronaldo, banyak pelajaran yang dia petik.

Bek asal Belanda itu melihat Ronaldo sebagai yang terbaik pada generasinya. Dengan skill dan attitude terpuji di dalam dan luar lapangan, dia mengaku CR7 bisa banyak menginspirasi para pemain muda.

“Ronaldo adalah yang terbaik dalam genarasinya dan sebagai contoh besar untuk para pemain muda.

“Saya selalu berusaha meningkatkan cara bermain saya dengan menyaksikan dia karena bahkan saat berlatih ia memiliki intensitas yang gila dan Anda bertanya-tanya apakah dia benar-benar berusia 35 tahun,” de Ligt kepada Tuttosport.

 Belajar dari Buffon

Selain Ronaldo, De Ligt mengaku mengagumi kiper vetaran Juventus, Gianluigi Buffon. Menurutnya, Gigi bisa menjadi pemimpin sekaligus memberi ketenangan pada para pemain lain.


Baca Juga: 


“Gigi benar-benar bisa menjadi ayah bagi saya…dia berusia 42 tahun! Bisakah Anda bayangkan itu!”

“Intinya, jika melihat dia bermain, Anda akan mengatakan kalau ia seperti berusia 30 tahun. Ia adalah orang yang top dan selalu ada bersama saya. Saya banyak belajar dari dia,” tutup De Ligt.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Barcelona Masih Penasaran Datangkan Mantan Kapten Ajax

Vivagoal La Liga – Barcelona dilaporkan masih penasaran untuk mendatangkan mantan kapten Ajax yang kini bermain untuk Juventus, Matthijs De Ligt. Bahkan, laporan terbaru menyebut Blaugrana sudah membuka penawaran untuk Si Nyonya Tua.


Baca Juga:


Menukil laman Mundo Deportivo, Barca sudah melepas tawaran sebesar 66 Juta Pounds kepada Juventus guna membawa De Ligt. Tawaran tersebut pun ditolak mentah-mentah. Blaugrana memang tengah mencari bek tengah baru guna memberikan persaingan kepada Clement Langlet dan Gerard Pique di jantung pertahanan.

Taka hanya Barca, Real Madrid juga tertarik mendatangkan sang pemain. Namun asa Barca membawanya lebih terbuka lebar. Masih menukil laporan yang sama, Los Cules siap membuka penawaran baru jelang dibukanya bursa transfer mendatang.

Sejauh ini, De Ligt memang belum menemukan top perform seperti kala ia bermain di Ajax. Sang pemain kerap tampil inkonsisten meski mengemas 27 laga bersama Si Nyonya Tua. Menurut sebagian analis, hal tersebut dirasa wajar mengingat dirinya masih membutuhkan adaptasi dan usianya juga baru mencapai 20 tahun.

Andai ia tetap diberikan kesempatan bermain, bukan tak mungkin investasi besar yang ditancapkan Juventus di bursa transfer mendatang bisa berjalan sesuai rencana.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Kontribusi De Ligt Untuk Juventus Mengundang Pertanyaan

Vivagoal Serie AMusim perdana Matthijs de Ligt di Juventus mengundang banyak kritik. Lantas, apakah layak bek asal Belanda tersebut berseragam Si Nyonya Tua?

Nama De Ligt menjadi rebutan banyak raksasa Eropa pada musim panas lalu usai tampil gemilang bersama Ajax Amsterdam. Juventus harus merogoh kocek hingga 75 juta euro untuk merayunya supaya mendarat ke Allianz Stadium.

Akan tetapi performa De Ligt malah menjadi sorotan. De Ligt bahkan membuat gol bunuh diri di laga debutnya bersama Si Nyonya Tua.

Juventus sendiri tercatat sudah menjalani 17 laga bersama dengan De Ligt. Hasilnya, Juventus mampu meraih 11 kemenangan, tiga hasil imbang, dan tiga kekalahan. Rasio kemenangan Juventus berada di angka 64,7 persen.

Ketika De Ligt bermain, Juventus memiliki rasio kebobolan 1.06 gol per laga. Sedangkan, rasio mencetak gol Juventus hanya 1.76 gol per laga.

Sedangkan laga yang dilakoni Juventus tanpa De Ligt musim ini sebanyak sembilan laga. Sang pemain absen karena beberapa alasan baik karena akumulasi, cedera, dan rotasi pemain. 


Baca Juga:


Menariknya, dari sembilan laga tersebut, Juventus selalu menang. Rasio kemenangan mereka berada di angka 100 persen. Tanpa De Ligt, rasio kebobolan Juventus juga melonjak. Tercatat Juventus hanya kebobolan 0.67 gol per laga. Sedangkan, Juventus mampu mencetak 2.22 gol per laga. 

Catatan memang tidak bisa dijadikan patokan mengingat De Ligt masih perlu adaptasi. Namun melihat mahalnya banderol yang ditebus, jelas publik Juventus menginginkan sesuatu yang lebih baik dari bek asal Belanda satu ini.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Inilah Posisi De Ligt Sebelum Jadi Bek Tengah!

Vivagoal Serie A – Matthijs de Ligt mengakui jika pada awalnya ia bukan sosok bek tengah seperti sekarang ini. Bek Juventus itu pada awalnya adalah seorang gelandang serang.

De Ligt sendiri berlabuh ke akademi Ajax Amsterdam saat usianya masih 9 tahun. Seiring waktu berjalan, De Ligt mulai mencuri perhatian sebagai salah satu bek tengah terbaik dunia pada 2016.

Penampilan De Ligt musim 2018/19 menjadi puncaknya. Dengan membawa Ajax melaju hingga semifinal Liga Champions dan meraih juara Eradivisie, Juventus akhirnya rela membayar 75 juta euro untuk merekrutnya.

De Ligt pun bersanding dengan sosok bek kelas dunia seperti Giorgio Chiellini, Leonardo Bonucci serta Virgil Van Dijk.


Baca Juga:


Menariknya, tak banyak yang tahu jika De Ligt awalnya bermain di pos gelandang. Posisi tersebut menarik perhatiannya karena saat itu Barcelona begitu menginspirasi sepakbola dunia dengan tiki-takanya.

“Aku dulu banyak bermain di lapangan tengah, mencetak gol, membuat assist, dan tiba-tiba mereka bilang akan lebih baik untuk karierku jika posisiku sedikit mundur ke belakang, ke bek tengah,” ujar De Ligt kepada Champions Journal seperti dilansir Football Italia.

“Awalnya aku berpikir, ‘aku tidak suka jadi bek’, tapi sekarang aku mulai menyadari kalau caraku mengembangkan diri sebagai gelandang itu membantu. Jadi aku senang kalau ini adalah perkembangan yang harus aku lewati.”

“Sejak kemunculan Barcelona, tim tiki-taka, semua orang ingin main dari belakang. Dan kalau mau membangun permainan dari belakang, Anda butuh bek yang bagus dengan bola. Itulah kenapa kemampuan teknik benar-benar penting dalam peranku,” ucapnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Bakat De Ligt Mampu Kalahkan Kritik

Vivagoal Serie A – Mantan bintang Ajax, Brian Roy, yakin Matthijs de Ligt akan menuai kesuksesan bersama Juventus dan membungkam semua orang yang meragukan kualitasnya.

De Ligt yang memutuskan untuk hijrah ke Juventus terus dihujani kritik tak sedap. Ia disebut gagal membayar mahar 75 juta euro yang dikeluarkan manajemen untuk membebaskannya dari Ajax Amsterdam musim panas kemarin.

Publik menilai jika De Ligt gagal beradaptasi dengan baik di Juventus. Usianya yang masih begitu muda membuatnya tak mampu mengimbangi tempo permainan para bek Juventus yang lebih senior.

Namun Roy melihat jika De Ligt memiliki kapasitas untuk meraih kesuksesan di Juventus. Bakat yang dimiliki perlahan terlihat dan itu akan membungkam kritikus yang selama ini menghujatnya.

“Saya tahu bakatnya akan mengalahkan kritik yang datang. Saya pernah bermain di Italia, jadi saya tahu perbedaan dengan permainan di Belanda,” ujarnya kepada TuttoJuve.com.


Baca Juga:


“Sebetulnya, saya terkejut karena de Ligt dapat beradaptasi dengan cepat. Mungkin karena dia belajar bahasa [Italia] dengan cepat, dia pun berhubungan baik dengan bek Inter Stefan de Vrij,” lanjutnya.

“Ini hampir mirip seperti kisah saya dengan Aaron Winter di Lazio, kami selalu menjalin kontak dan saling membantu untuk beradaptasi,” kenangnya.

Roy juga membantah rumor jika De Ligt akan segera hengkang dari Juventus. Ia bahkan menjamin De Ligt akan bertahan di sana beberapa musim depan dan meraih banyak trofi di Turin.

“Saya mengenal Matthijs sejak dia masih berusia 15 tahun. Saya menilai, ini semua [rumor kepindahannya] hanya sebatas rumor. Dia akan bersama Bianconeri untuk tahun-tahun berikutnya. Dia masih perlu memenangkan tiga atau empat Scudetto dan Liga Champions bersama Cristiano Ronaldo,” tandasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

HOT NEWS