Tag: Matthijs De Ligt

Barcelona Masih Penasaran Datangkan Mantan Kapten Ajax

Vivagoal La Liga – Barcelona dilaporkan masih penasaran untuk mendatangkan mantan kapten Ajax yang kini bermain untuk Juventus, Matthijs De Ligt. Bahkan, laporan terbaru menyebut Blaugrana sudah membuka penawaran untuk Si Nyonya Tua.


Baca Juga:


Menukil laman Mundo Deportivo, Barca sudah melepas tawaran sebesar 66 Juta Pounds kepada Juventus guna membawa De Ligt. Tawaran tersebut pun ditolak mentah-mentah. Blaugrana memang tengah mencari bek tengah baru guna memberikan persaingan kepada Clement Langlet dan Gerard Pique di jantung pertahanan.

Taka hanya Barca, Real Madrid juga tertarik mendatangkan sang pemain. Namun asa Barca membawanya lebih terbuka lebar. Masih menukil laporan yang sama, Los Cules siap membuka penawaran baru jelang dibukanya bursa transfer mendatang.

Sejauh ini, De Ligt memang belum menemukan top perform seperti kala ia bermain di Ajax. Sang pemain kerap tampil inkonsisten meski mengemas 27 laga bersama Si Nyonya Tua. Menurut sebagian analis, hal tersebut dirasa wajar mengingat dirinya masih membutuhkan adaptasi dan usianya juga baru mencapai 20 tahun.

Andai ia tetap diberikan kesempatan bermain, bukan tak mungkin investasi besar yang ditancapkan Juventus di bursa transfer mendatang bisa berjalan sesuai rencana.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Kontribusi De Ligt Untuk Juventus Mengundang Pertanyaan

Vivagoal Serie AMusim perdana Matthijs de Ligt di Juventus mengundang banyak kritik. Lantas, apakah layak bek asal Belanda tersebut berseragam Si Nyonya Tua?

Nama De Ligt menjadi rebutan banyak raksasa Eropa pada musim panas lalu usai tampil gemilang bersama Ajax Amsterdam. Juventus harus merogoh kocek hingga 75 juta euro untuk merayunya supaya mendarat ke Allianz Stadium.

Akan tetapi performa De Ligt malah menjadi sorotan. De Ligt bahkan membuat gol bunuh diri di laga debutnya bersama Si Nyonya Tua.

Juventus sendiri tercatat sudah menjalani 17 laga bersama dengan De Ligt. Hasilnya, Juventus mampu meraih 11 kemenangan, tiga hasil imbang, dan tiga kekalahan. Rasio kemenangan Juventus berada di angka 64,7 persen.

Ketika De Ligt bermain, Juventus memiliki rasio kebobolan 1.06 gol per laga. Sedangkan, rasio mencetak gol Juventus hanya 1.76 gol per laga.

Sedangkan laga yang dilakoni Juventus tanpa De Ligt musim ini sebanyak sembilan laga. Sang pemain absen karena beberapa alasan baik karena akumulasi, cedera, dan rotasi pemain. 


Baca Juga:


Menariknya, dari sembilan laga tersebut, Juventus selalu menang. Rasio kemenangan mereka berada di angka 100 persen. Tanpa De Ligt, rasio kebobolan Juventus juga melonjak. Tercatat Juventus hanya kebobolan 0.67 gol per laga. Sedangkan, Juventus mampu mencetak 2.22 gol per laga. 

Catatan memang tidak bisa dijadikan patokan mengingat De Ligt masih perlu adaptasi. Namun melihat mahalnya banderol yang ditebus, jelas publik Juventus menginginkan sesuatu yang lebih baik dari bek asal Belanda satu ini.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Inilah Posisi De Ligt Sebelum Jadi Bek Tengah!

Vivagoal Serie A – Matthijs de Ligt mengakui jika pada awalnya ia bukan sosok bek tengah seperti sekarang ini. Bek Juventus itu pada awalnya adalah seorang gelandang serang.

De Ligt sendiri berlabuh ke akademi Ajax Amsterdam saat usianya masih 9 tahun. Seiring waktu berjalan, De Ligt mulai mencuri perhatian sebagai salah satu bek tengah terbaik dunia pada 2016.

Penampilan De Ligt musim 2018/19 menjadi puncaknya. Dengan membawa Ajax melaju hingga semifinal Liga Champions dan meraih juara Eradivisie, Juventus akhirnya rela membayar 75 juta euro untuk merekrutnya.

De Ligt pun bersanding dengan sosok bek kelas dunia seperti Giorgio Chiellini, Leonardo Bonucci serta Virgil Van Dijk.


Baca Juga:


Menariknya, tak banyak yang tahu jika De Ligt awalnya bermain di pos gelandang. Posisi tersebut menarik perhatiannya karena saat itu Barcelona begitu menginspirasi sepakbola dunia dengan tiki-takanya.

“Aku dulu banyak bermain di lapangan tengah, mencetak gol, membuat assist, dan tiba-tiba mereka bilang akan lebih baik untuk karierku jika posisiku sedikit mundur ke belakang, ke bek tengah,” ujar De Ligt kepada Champions Journal seperti dilansir Football Italia.

“Awalnya aku berpikir, ‘aku tidak suka jadi bek’, tapi sekarang aku mulai menyadari kalau caraku mengembangkan diri sebagai gelandang itu membantu. Jadi aku senang kalau ini adalah perkembangan yang harus aku lewati.”

“Sejak kemunculan Barcelona, tim tiki-taka, semua orang ingin main dari belakang. Dan kalau mau membangun permainan dari belakang, Anda butuh bek yang bagus dengan bola. Itulah kenapa kemampuan teknik benar-benar penting dalam peranku,” ucapnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Bakat De Ligt Mampu Kalahkan Kritik

Vivagoal Serie A – Mantan bintang Ajax, Brian Roy, yakin Matthijs de Ligt akan menuai kesuksesan bersama Juventus dan membungkam semua orang yang meragukan kualitasnya.

De Ligt yang memutuskan untuk hijrah ke Juventus terus dihujani kritik tak sedap. Ia disebut gagal membayar mahar 75 juta euro yang dikeluarkan manajemen untuk membebaskannya dari Ajax Amsterdam musim panas kemarin.

Publik menilai jika De Ligt gagal beradaptasi dengan baik di Juventus. Usianya yang masih begitu muda membuatnya tak mampu mengimbangi tempo permainan para bek Juventus yang lebih senior.

Namun Roy melihat jika De Ligt memiliki kapasitas untuk meraih kesuksesan di Juventus. Bakat yang dimiliki perlahan terlihat dan itu akan membungkam kritikus yang selama ini menghujatnya.

“Saya tahu bakatnya akan mengalahkan kritik yang datang. Saya pernah bermain di Italia, jadi saya tahu perbedaan dengan permainan di Belanda,” ujarnya kepada TuttoJuve.com.


Baca Juga:


“Sebetulnya, saya terkejut karena de Ligt dapat beradaptasi dengan cepat. Mungkin karena dia belajar bahasa [Italia] dengan cepat, dia pun berhubungan baik dengan bek Inter Stefan de Vrij,” lanjutnya.

“Ini hampir mirip seperti kisah saya dengan Aaron Winter di Lazio, kami selalu menjalin kontak dan saling membantu untuk beradaptasi,” kenangnya.

Roy juga membantah rumor jika De Ligt akan segera hengkang dari Juventus. Ia bahkan menjamin De Ligt akan bertahan di sana beberapa musim depan dan meraih banyak trofi di Turin.

“Saya mengenal Matthijs sejak dia masih berusia 15 tahun. Saya menilai, ini semua [rumor kepindahannya] hanya sebatas rumor. Dia akan bersama Bianconeri untuk tahun-tahun berikutnya. Dia masih perlu memenangkan tiga atau empat Scudetto dan Liga Champions bersama Cristiano Ronaldo,” tandasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Incar Matthijs de Ligt, Barcelona Tawarkan Arthur Melo ke Juventus

Vivagoal Serie ABarcelona membuka pembicaraan dengan Juventus terkait kemungkinan merekrut Matthijs de Ligt pada bursa transfer musim panas tahun ini.

Barcelona sempat dikaitkan dengan bek asal Belanda tersebut pada jendela transfer 2019 kemarin. Tapi saat itu, De Ligt lebih memilih menerima pinangan Juventus usai tampil apik bersama klubnya, Ajax Amsterdam.

Di musim debutnya berseragam Bianconeri, De Ligt membukukan 27 penampilan di seluruh ajang musim ini. Namun, bek berusia 20 tahun itu tercatat hanya lima kali menjadi starter di ajang Serie A sejak pergantian tahun ini.

Di tengah spekulasi mengenai masa depan De Ligt, media asal Spanyol, Mundo Deportivo melaporkan Barcelona berencana memberi jalan keluar kepada eks rekan setim Frenkie De Jong tersebut. Kabarnya, De Ligt sendiri sudah bersedia mendengar tawaran Barcelona karena merasa sulitnya mendapat kepercayaan dari pelatih Maurizio Sarri.


Baca Juga:


Selain itu, Barca juga tak ragu menyertakan Arthur Melo dalam proses transfer De Ligt ke Camp Nou. Dimana Los Cules mencoba ambil celah dari ketertarikan Si Nyonya Tua pada sang pemain.

Tapi demikian, Juventus sedang berada di persimpangan, karena sebenarnya De Ligt yang masih punya kontrak empat tahun lagi diproyeksikan sebagai suksesor jangka panjang Giorgio Chiellini.

Namun hubungannya yang kurang harmonis dengan pelatih Maurizio Sarri bisa saja membuat si pemain tidak betah lagi bermain di Turin.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Jaap Stam Menolak Disamakan dengan De Ligt

Vivagoal Serie AKualitas apik bek Juventus, Matthijs  De Ligt saat usianya masih begitu belia membuatnya banjir pujian. Tak sedikit bahkan yang menyebut jika bek 20 tahun tersebut merupakan titisan dari legenda Belanda, Jaap Stam.

Namun Stam tak sepenuhnya sependapat. Meski ada beberapa persamaan, dirinya merasa kebingungan andai harus menyamakan diri dengan  dengan bek Juventus tersebut. 

“Dengan sangat jujur, saya tidak tahu apakah dia [De Ligt] sama seperti saya. Dari segi beberapa kualitas yang dia miliki, saya akan katakan ya, kami sama dalam hal cara bermain, tapi tidak dalam hal semua hal.

“Dalam beberapa bagian dari permainan, dia melakukan sesuatu yang lebih baik dibandingkan dengan saya begitu juga sebaliknya, dia tidak seperti saya kalau boleh jujur. Tapi saya dapat menambahkan, untuk beberapa bagian, dia memang terlihat mirip dengan saya ,” buka Stam kepada TuttoJuve.


Baca Juga: 


Lebih lanjut Stam mengatakan De Ligt tak bisa disamakan dengan dirinya. Pasalnya, Stam dan De Ligt bermain di masa yang berbeda. Jelasnya, dia tetap mengakui jika De Ligt merupakan salah satu bek tangguh di dunia. 

“Sulit untuk membuat perbandingan dengan para pemain di masa lalu. Dia [de Ligt] tangguh, secara teknik cukup kuat dan mampu mendikte pertandingan, dia juga mampu membaca posisi dengan luar biasa.

“Di Italia, ada banyak pemain dan saya tidak bisa menemukan yang mana, tapi saya menilai dia akan menuai kesuksesan di Serie A bersama Juventus,” lanjut Stam.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Tepis Rumor Hengkang, De Ligt Tegaskan Juventus Klub Terbaik

Vivagoal – Serie A – Bek Juventus, Matthijs de Ligt, akhirnya buka suara terkait rumor kepindahannya. Ia menegaskan jika Juventus adalah pilihan yang tepat dan ia bahagia di sana.

Juventus sampai rela mengeluarkan 75 juta euro untuk mendatangkan De Ligt dari Ajax Amsterdam musim panas kemarin. Dengan catatan trofi Eredivisie dan lolos ke semifinal di musim berikutnya, raksasa Italia itu optimis De Ligt yang kala itu masih berusia 19 tahun akan mampu menjadi berlian di Turin.

Namun belum genap satu tahun di Juve, De Ligt disebut sudah akan angkat kaki. Bahkan, dia disebut telah mengajukan permintaan transfer menuju Manchester United kepada agennya, Mino Raiola.

Kabar tersebut segera dibantah oleh De Ligt. Dalam sebuah wawancara di FootTruck Podcast, De Ligt menegaskan jika kepindahannya ke Juventus adalah keputusan yang tepat. Pemain kelahiran 12 Agustus 1999 tersebut juga merasa bahagia dengan hidupnya saat ini.

“Saya punya waktu yang lama untuk memilih antara klub-klub yang menginginkan saya, Juventus adalah pilihan terbaik yang saya buat,” buka Matthijs de Ligt dikutip dari Sportsmole.


Baca Juga:



“Di Juventus, mereka mengatakan kepada saya bahwa saya dibeli karena saya tahu cara mengelola tekanan, mereka mempercayai saya untuk semua yang saya lakukan di Ajax. Saya bahagia tinggal di Turin,” sambung Matthijs de Ligt.

De Ligt sendiri mendapat menit bermain karena ‘berkah’ cedera. Ia sudah dimainkan di awal musim setelah Giorgio Chiellini cedera ACL.

Setelahnya, ia kalah bersaing dengan Merih Demiral yang tampil lebih konsisten. Namun Demiral kembali cedera dan membuat De Ligt kembali mendapat tempatnya dalam skuad Maurizio Sarri.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Dua Sosok Bek Panutan De Ligt, Siapa?

Vivagoal – Serie A – Sebagai seorang bek muda, Matthijs De Ligt mungkin bisa dikatakan begitu beruntung. Ia bisa menimba ilmu dari dua sosok bek tangguh saat ini, Giorgio Chiellini dan juga Virgil van Dijk.

Keputusan De Ligt menerima pinangan Juventus musim panas lalu mungkin langkah terbaik. Disana, Del Ligt jelas bisa mengembangkan kemampuannya sebagai bek tengah mengingat Italia dikenal sebagai tembok kokoh klub-klub Eropa saat ini.

Di Juventus, De Ligt mengaku jika bisa memetik pengalaman dari pemain sekelas Chiellini. Pemain satu ini menjadi salah satu senior dengan pengalaman serta ilmu yang bisa diserapnya dengan sangat baik.

Tidak berhenti di sana, De Ligt juga memiliki kesempatan untuk mendapat ilmu ketika pulang untuk tim nasional Belanda. Di negara berjuluk Kincir Angin di sana ia bisa melihat bagaimana cara Van Dijk menghentikan laju para penyerang lawan dengan begitu baik.

Namun demikian, De Ligt mengaku jika kedua pemain tersebut hanyalah mentornya. Ia tak ingin menjiplak gaya bermain mereka sepenuhnya. Pemain 20 tahun tersebut mengaku masih tetap ingin memiliki gaya bermain sendiri.


Baca Juga:



“Anda berbicara banyak hal dengan mereka tentang bagaimana cara mereka melihat dan bertahan dalam situasi tertentu, apa yang mereka akan lakukan saat itu terjadi di lapangan. Kalian bisa lihat betapa tenangnya mereka,” ujarnya kepada Foot Truck dilansir dari
Football Italia.

“Anda mencoba untuk mengambil beberapa atribut mereka untuk mengembangkan permainan yang anda miliki,” tambah bek berumur 19 tahun tersebut.

“Tapi pada akhirnya, saya pikir yang paling penting adalah mengobservasi mereka namun tidak mengubah gaya bermain sendiri. Saya pikir setiap pemain punya gaya bermain masing-masing,” pungkasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Pertama Masuk Ruang Ganti Juve, De Ligt: Seperti Anak Kecil Masuk Toko Gula-Gula

Vivagoal Serie A – Matthijs de Ligt mengaku seperti anak kecil yang melihat begitu banyak jajanan yang disukai ketika pertama kali masuk ke ruang ganti Juventus.

Sebagai aset panas, De Ligt memutuskan untuk bergabung dengan Juventus pada musim panas kemarin. Mahar 75 juta euro menjadi kesepakatan kepindahannya dari Ajax Amsterdam kala itu.

De Ligt yang kala itu masih berusia 19 tahun, mengaku benar-benar kagum dengan sebagian besar pemain yang ada di ruang ganti Juventus. Ia seperti melihat begitu banyak gula-gula di dalamnya.

“Tentu saja ketika saya memasuki ruang ganti pertama kalinya, saya merasa seperti anak kecil di toko gula-gula, seperti: ‘Ada Buffon, ada Ronaldo’,” ujar De Ligt kepada Sportkeeda.

“Pada awalnya Anda sedikit kebingungan, siapa dia, siapa itu, bagaimana dia? Namun, setelah dua bulan, saya baru merasa bisa jadi diri sendiri,” tutupnya.


Baca Juga:


De Ligt sendiri mengaku beruntung dengan perlakukan yang diberikan Juventus kepadanya. Dia jelas kesulitan musim ini, tapi pihak klub tidak benar-benar menekannya untuk langsung tampil baik.

“Juventus juga berkata pada saya: ‘Oke, Anda masih muda, tapi salah satu alasan kami membeli Anda adalah karena Anda sudah cukup dewasa, Anda tahu cara mengatasi tekanan’,” ungkap De Ligt.

“Mereka juga mengatakan pada saya tentang sulitnya bagi pemain 19 tahun untuk pergi ke negara lain, tentu saya akan kesulitan, tetapi pihak klub percaya saya akan mendapatkan tempat dengan segera.”

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Keinginan Pergi dari Juventus Murni Permintaan De Ligt

Vivagoal Serie A – Dalam situasi tersebut Mino Raiola hanya menjalankan permintaan dari Matthijs De Ligt untuk mencari klub baru.

Performa luar biasa De Ligt bersama Ajax Amsterdam membuatnya menjadi incaran banyak klub top Eropa. Namun ia kemudian memutuskan untuk merapat ke Juventus usai mendapat saran dari sang agen, Mino Raiola.

Namun perjalanan De Ligt di Turin tak berlangsung mulus. Ia tak langsung menjadi pilihan utama Maurizio Sarri.

Peruntungannya kemudian berubah setelah Giorgio Chiellini mengalami cedera. Namun performanya jelas jauh lebih buruk dibandingkan saat masih di Ajax.


Baca Juga:


Kemudian terdengar rumor yang menyebut jika Raiola mencoba mengupayakan kepergian sang pemain dari Juventus. Hal tersebut ia lakukan atas kesalahannya membawa De Ligt ke Juventus.

Namun kabar tersebut dibantah oleh ABC. Mereka menyebut jika keinginan De Ligt hengkang dari Juventus murni pilihannya sendiri. Ia kemudian meminta Raiola untuk mencarikan tempat baru baginya untuk bermain di musim depan.

Raiola dikabarkan kini tengah menjalin pembicaraan dengan beberapa klub top Eropa. Manchester United dikabarkan masuk dalam rencana tersebut di mana mereka siap memasukkan Paul Pogba dalam kesepakatan.

Ada juga Real Madrid yang dikabarkan juga tertarik kepada bek berusia 20 tahun tersebut. Raksasa La Liga itu ingin menjadikan De Ligt sebagai pengganti Sergio Ramos yang kini sudah berusia 34 tahun.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS