Home Tags Watford
SQUAD
Player Position Nationality Age
Tommie Hoban Defender Republic of Ireland 25
Miguel Ángel Britos Cabrera Defender Uruguay 34
P. Dahlberg Goalkeeper Sweden 21
D. Foulquier Defender Guadeloupe 27
Gomes Goalkeeper Brazil 39
B. Foster Goalkeeper England 37
D. Bachmann Goalkeeper Austria 26
D. Janmaat Defender Netherlands 31
C. Dawson Defender England 30
A. Mariappa Defender Jamaica 34
A. Masina Defender Italy 26
C. Cathcart Defender Northern Ireland 31
Kiko Femenía Defender Spain 29
J. Holebas Defender Greece 36
C. Kabasele Defender Belgium 29
M. Barrett Defender England 21
A. Janjeva Defender England 18
B. Spencer-Adams Defender England 19
T. Cleverley Midfielder England 31
N. Chalobah Midfielder England 26
A. Doucouré Midfielder France 27
W. Hughes Midfielder England 25
Domingos Quina Midfielder Portugal 21
T. Dele-Bashiru Midfielder Nigeria 21
E. Capoue Midfielder France 32
I. Pussetto Midfielder Argentina 25
R. Pereyra Midfielder Argentina 29
J. Balogun Midfielder England 20
J. Bennetts Midfielder England 19
J. Hungbo Midfielder England 20
C. Whelan Midfielder England 22
H. Wise Midfielder England 20
Deulofeu Attacker Spain 26
T. Deeney Attacker England 32
D. Welbeck Attacker England 30
João Pedro Attacker Brazil 19
A. Gray Attacker England 29
I. Success Attacker Nigeria 24
I. Sarr Attacker Senegal 22
S. Dalby Attacker England 20
M. Folivi Attacker England 22
K. Hinds Attacker England 22
A. Peñaranda Attacker Venezuela 23
S. Prödl Defender Austria 33
K. Sema Midfielder Sweden 27
S. Okaka Attacker Italy 31
Adam Parkes Goalkeeper England 21
STANDINGS
2019-20 Premier League
Club GP W D L GD Pts
Liverpool 29 27 1 1 45 82
Manchester City 28 18 3 7 37 57
Leicester 29 16 5 8 30 53
Chelsea 29 14 6 9 12 48
Manchester United 29 12 9 8 14 45
See Complete Standings
FIXTURES
Chelsea
Watford
Sun, 12/04 01:00 WIB
Watford
Norwich
Sat, 18/04 02:00 WIB
Watford
Newcastle
Sat, 25/04 02:00 WIB
West Ham
Watford
Sat, 2/05 02:00 WIB

Tag: Watford

Misi Mulia Kuda Hitam Inggris untuk Perangi COVID-19 di Inggris, Apa Itu?

Vivagoal Liga Inggris – Guna memerangi COVID-19 yang berkembang masif di Inggris, Watford berencana untuk meminjamkan Stadion Vicarage Road kepada National Health Service (NHS) untuk menangani pandemic Virus yang kian melebar. Pihak Hornets dengan tangan terbuka siap melakukan apapun demi keselamatan orang banyak.

Bedasarkan laporan terkini dari WHO, terdapat 8,077 kasus infeksi corona di Inggris Raya dengan 422 berujung kematian. Hal inilah yang membuat Watford tergerak untuk membantu meredakan pandemic yang kian meresahkan tersebut.

“Kami harus melupakan sepakbola sekarang dan berkonsentrasi untuk melakukan semua yang kami bisa untuk membantu NHS, khususnya Rumah Sakit Umum Watford,” ucap CEO Watford, Scott Duxbury, di situs resmi klub, dinukil Goal International.

“Kedekatan kami [secara geografis] sebagai klub sepakbola dengan rumah sakit menempatkan kami pada posisi yang bagus untuk menawarkan bantuan. Kami ingin melakukan apapun yang kami bisa untuk mendukung staf NHS dan keluarga mereka.”


Baca Juga:


Watford juga ingin mengikuti imbauan pemerintah untuk membantu dan mereka coba mengambil intruksi tersebut. Dengan sukarela, Vicarage Road bisa digunakan sebagai penunjang tenaga kesehatan maupun berbagai hal lainnya. Kebetulan, Rumah Sakit Umum Watford dan Stadion memiliki jarak yang tak terlalu jauh.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Jangan Batalkan Premier League, Liverpool Bisa Sakit Hati

Vivagoal Liga Inggris – Kapten Watford, Troy Deeney, tidak ingin kompetisi Premier League 2019/20 ini dibatalkan. Menurutnya hal tersebut bisa menyakiti Liverpool yang layak menjadi juara.

Pertemuan pada Kamis kemarin mengeluarkan keputusan jika Premier League akan ditunda sampai 30 April 2020. Keputusan tersebut diambil sebagai upaya pencegahan penyebaran Corona di Inggris.

Belum ada keputusan pasti kapan kompetisi musim akan dilanjutkan. Juga sempat ada wacana laga akan digelar tanpa penonton dan di tempat netral demi alasan keamanan. Belum lagi rumor yang menyebut musim ini tak layak dilanjutkan dan lebih baik dibatalkan.

Premier League dihentikan pada pekan 29 di mana Liverpool kokoh di puncak klasemen. Mereka hanya perlu enam poin lagi untuk juara.

Oleh karena itu, Deeney menyebut jika kompetisi sebaiknya tetap dilanjutkan. Hal ini karena Liverpool sudah menjalani musim yang fantastis dan akan menyakitkan jika kompetisi dibatalkan.

“Saya tidak tahu kapan atau bagaimana, tetapi kami harus selesaikan kompetisi musim ini, untuk mendapat hasil yang adil. Jika berhenti, maka Liverpool pasti akan tersakiti,” ucap Troy Deeney dikutip dari The Sun.

“Semua orang ingin melihat Liverpool yang menjadi juara, mereka tim yang fantastis,” kata Troy Deeney.


Baca Juga:


Lebih lanjut Deeney mengatakan jika saat ini fokus utama tetap menjalankan kompetisi dengan aman. Semua harus steril guna mencegah situasi semakin memburuk.

“Saya pikir yang paling penting bukan tanggal kapan kompetisi akan kembali dimulai. Saya rasa kami harus memainkan kompetisi dalam kondisi yang aman,” lanjut Troy Deeney.

“Jika kami harus bermain dengan pintu yang tertutup, maka mereka harus memastikan stadion benar-benar bersih. Saya pikir ini bukan hanya tentang menyelesaikan liga, tetapi juga menyelesaikan dengan masuk akal,” kata Troy Deeney.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Bintang Watford Tak Menyesal Tolak Pinangan Raksasa Spanyol

Vivagoal Liga Inggris – Bintang Watford, Ismaila Sarr tak pernah menyesal pernah menolak Barcelona. Pasalnya, tim asal Catalan hanya akan menjadikannya penghangat bangku cadangan andai Sarr bergabung.

Sebelum bergabung ke Inggris, nama Sarr terbilang moncer di Ligue 1. Kala masih berseragam Metz, ia sukses mendulang lima gol dan lima assist dalam 33 kesempatan. Hal tersebut pun membuat sang pemain diincar berbagai klub top Eropa, termasuk Barcelona yang tertarik memboyongnya di musim 2017/18. Ia menolak dan memilih bergabung dengan Rennes.

“Ketika saya memutuskan pindah ke Rennes tahun 2017 lalu, itu merupakan transfer yang terjadi di menit terakhir. Saat itu banyak yang tidak mengira saya bakal memilih Rennes daripada Barcelona.” ungkap Ismaila Sarr seperti dilansir dari situs resmi Watford.

Baca Juga: 5 Transfer Ciamik yang Dilakukan di Bursa Januari

“Saya membuat keputusan itu di menit-menit terakhir jendela transfer karena saya tidak ingin pergi ke Barcelona untuk hanya duduk di bangku cadangan atau bermain di level B. Saya ingin bermain, dan itulah sebabnya saya memilih pergi ke Rennes.” tegasnya.

“Saya belum banyak mendengar tentang Rennes, saya bahkan tidak kenal siapapun disana, tapi saya tidak masalah karena saya hanya peduli soal menit bermain. Di Rennes, saya tidak merasakan tekanan besar, karena biaya transfer saya juga tidak besar kala itu.” tandas Ismaila.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Liverpool Tiga Kali Kalah dari Empat Laga, Ini Penyebabnya!

Vivagoal Liga Inggris – Liverpool baru saja tersingkir dari Piala FA setelah kalah 0-2 dari Chelsea di Stamford Bridge,Rabu (4/3/2020) dini hari WIB. The Reds pun sudah meraih tiga kekalahan dari empat laga terakhirnya di semua ajang.

Kekalahan pertama mereka rasakan saat bertemu Atletico Madrid di Liga Champions. Kala itu Mo Salah dkk kalah dengan skor tipis 1-0. Setelah itu mereka sempat bangkit dengan menang 3-2 dari West Ham United.

Baca juga: Klopp Sebut Kalah Lawan Chelsea Tak Seburuk Kalah dari Watfrod

Dua laga berikutnya Liverpool terus meraih kekalahan. Watford berhasil memberi kekalahan perdana The Reds di Premier League dengan skor 3-0. Kemudian Chelsea memberi pelajaran di ajang Piala FA.

Apa yang sebenarnya terjadi dengan Liverpool? Berikut ini empat alasan Liverpool tampil buruk dilansir dari Liverpool Echo.

  1. Lini Pertahanan Memburuk

Buruknya lini pertahanan Liverpool terlihat dari jumlah kebobolan delapan gol hanya dalam empat pertandingan tersebut. Artinya, The Reds rata-rata kebobolan dua gol per laga.

Ironisnya, kekalahan terbesar yang dialami Liverpool dadalah melawan Watford, yang notabene tim papan bawah di Premier League. Salah satu bek Liverpool jadi sasaran kekesalan fans adalah Dejan Lovren. Defender asal Kroasia itu menjadi titik lemah Liverpool yang dicecar terus-menerus oleh penyerang Watford, Troy Deeney.

Lovren kemudian tak dimainkan saat menghadapi Chelsea. Namun, tetap saja The Reds terkapar.

Baca juga: Kalah Dua Kali Beruntun, Jurgen Klopp Muak
  1. Kurang Kreativitas di Lini Tengah

Buruknya kinerja barisan belakang juga tak lepas dari penampilan lini tengah yang jauh dari harapan. Mereka kembali tampil kurang kreatif saat bertemu Chelsea sehingga kalah berduel dengan pemain lawan. Fabinho lagi-lagi tampil di bawah kinerja terbaiknya.

Saat kalah dari Atletico Madrid di Liga Champions, lini tengah The Reds juga banjir kritik. Kritikan datang dari legenda Liverpool, Jamie Carragher yang mengatakan tidak ada kreativitas di sektor tengah.

“Itu malam yang frustasi untuk Liverpool. Mereka tidak menciptakan peluang apa pun dan tidak ada kreativitas di lini tengah. Itu selalu jadi masalah,” ujar Carragher, seperti dilansir Mirror.

  1. Kehabisan Bensin

Liverpool dinilai tampil kurang bertenaga dalam empat laga terakhir. Kondisi tersebut sangat bertolak belakang dengan penampilan Liverpool sebelum jeda musim dingin Premier League. Pasukan Jurgen Klopp biasanya tampil penuh energi, hingga dalam beberapa kesempatan bisa meraih kemenangan dalam keadaan yang sulit.

  1. Lini Serang yang Tumpul

Gagal mencetak gol dalam tiga dari empat pertandingan terakhir jelas masalah serius untuk lini Serang Liverpool yang biasanya menyeramkan. Trio Sadio Mane, Mohamed Salah, dan Roberto Firmino seperti kebingungan untuk membongkar pertahanan lawan.

Sorotan tajam tentu saja kegagalan membobol jala Watford, yang notabene klub kecil di Premier League. Semestinya Watford bisa jadi sasaran empuk bagi barisan penyerang Liverpool.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Saksikan Rekaman Lawan Watford, Klopp; Liverpool Tetap Kalah!

Vivagoal Liga Inggris – Jurgen Klopp mengaku menyaksikan rekaman melawan Watford. Dengan nada bercanda ia mengatakan jika Liverpool tetap tidak menang dalam laga tersebut.

Sudah menjadi kebiasaan bagi semua pelatih termasuk Klopp untuk menganalisa kembali pertandingan yang sudah mereka lakukan. Hal ini juga mereka lakukan saat kalah 3-0 dari Watford akhir pekan kemarin.

Baca juga: Blunder Fatal, Legenda Malah Bela De Gea

Klopp kemudian berkelakar jika setelah melihat rekaman tersebut, hasil akhir tetap tidak berubah. Liverpool tetap menelan kekalahan perdananya musim ini di Premier League.

“Ya [sudah melihat rekaman melawan Watford], tidak jadi lebih baik! Hasilnya tetap sama [kami kalah]! Saya melihatnya kembali di rumah, tergantung pada pertandingannya, saya selalu bertemu dengan tim sehari setelah pertandingan,” ujar Klopp di Liverpoolfc.com.

“Tepat setelah pertandingan saya berdiskusi dengan para pemain, pertemuan kecil, lalu besok paginya saya menjelaskan pada para pemain tentang apa yang saya saksikan dalam rekaman.”

Baca juga: Jelang Bentrok, Klopp Puji Habis Frank Lampard

Lebih lanjut Klopp menjelaskan jika pemutaran ulang ini sangat penting, dimana untuk memberikan informasi sebanyak-banyaknya. Dia ingin para pemain mengevaluasi kesalahan yang dilakukan sehingga membuat tim mengalami kekalahan.

“Pertandingan ini penting untuk dilihat ulang agar kami memahami apa yang terjadi di sana. Sangat membantu melihatnya ulang. Saya bisa saja marah pada para pemain, tapi tidak pada pertemuan kali ini,” imbuh Klopp.

“Dengar, bakal sangat aneh jika saya memasuki pertemuan ini dengan marah-marah pada para pemain seolah-olah mereka menelan 10 kekalahan beruntun.”

Baca juga: Cara Lampard Hadapi Liverpool yang Tengah Terluka

“Saya tidak tertarik, bukan saya yang harus merasa lebih baik setelah pertemuan, saya lebih ingin para pemain mendapatkan informasi yang tepat,” tutupnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Bos Watford Puji Sikap Klopp Saat Liverpool Kalah

Vivagoal Liga Inggris – Pelatih Watford, Nigel Pearson, memuji sikap Jurgen Klopp yang masih menjunjung sportifitas saat Liverpool menelan kekalahan atas timnya.

Liverpool akhirnya merasakan kekalahan perdana di Premier League musim saat berkunjung ke markas Watford, Minggu (1/3/2020). The Reds harus bertekuk lutut dengan kekalahan telak 3-0.

Kekalahan tersebut menjadi berita besar. Betapa tidak, mereka yang tampil perkasa memiliki sederet rekor yang mungkin terpecahkan musim ini.

Baca Juga: 5 Fakta Pemain Terbaik yang Dimiliki Liverpool

Dilansir dari Sky Sports, Klopp tetap membumi atas kegagalan timnya. Pearson bahkan terkejut ketika Klopp mendatangi bangku cadangan timnya, mengakui kekalahan dan mengucapkan selamat.

“Lihat, dia sangat-sangat ramah. Saya kira ada pelajaran penting untuk semua orang. Ketika Anda berada di posisi seperti mereka, saya kira dia menunjukkan kehormatan yang tinggi,” buka Pearson.

“Saya kira dia menunjukkan kerendahan hati dan dia hanya ingin mengucapkan selamat pada kami. Fair play untuk dia. Jujur saja, mereka merupakan tim luar biasa dan dia sudah melakukan pekerjaan yang hebat di sana.”

Beberapa ucapan juga keluar dari mulut Klopp. Namun Pearson tak ingin membeberkannya dan lebih mengapresiasi sikap pelatih asal Jerman tersebut.

“Tidak penting apa yang sebenarnya dia katakan kepada saya, saya kira yang lebih penting adalah bahwa seseorang dalam posisinya masih bisa menunjukkan respek yang tinggi pada rekan-rekannya,” imbuh Pearson.

“Dia meninggalkan pertandingan kemarin, saya kira, dengan membawa banyak hal positif. Begitu juga para pemainnya, yang menerima kekalahan itu dengan terbuka,” tandasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Usai Kalah dari Watford: Klopp Santai, Arsenal Kegirangan

Vivagoal Liga InggrisLiverpool akhirnya harus merasakan kekalahan perdana mereka di Premier League 2019/20. Watford berhasil menjegal langkah The Reds tepatnya di pekan ke-28 saat tanding di Vicarage Road, Minggu (1/3) dini hari tadi.

Liverpool secara mengejutkan tampil di bawah standar. Alhasil Watford berhasil memberi kejutan dengan mencatatkan tiga gol kemenangan masing-masing melalui brace Ismaila Sarr dan Troy Deeney tanpa sekali pun mampu dibalas tim tamu.

Kekalahan ini sekaligus menghentikan  27 laga Liverpool tanpa kekalahan musim ini. Dan turut menghentikan rekor 44 laga tanpa kebobolan.

Arsenal Bahagia

Arsenal menjadi salah satu pihak yang bahagia atas kegagalan Liverpool. Hal ini terlihat dari ucapan akun resmi Arsenal saat merespons cuitan akun resmi Liverpool tentang hasil pertandingan The Gunners menulis ucapan: 

“Congratulations on a formidable unbeaten run” alias “Selamat atas laju tidak terkalahkan yang luar biasa”

Baca Juga: Alasan Derby d’Italia Batal Digelar

Arsenal mungkin berdalih itu merupakan ucapan selamat kepada Liverpool usai membukukan 44 laga tak terkalahkan. Namun dalam sarkasme, mereka cukup bahagia karena rekor Invincible 2004 mereka tak mampu disamai oleh Liverpool.

Klopp Santai

Kekalahan dan kegagalan invincible  tak ingin ditanggapi berlebihan oleh Jurgen Klopp. Pelatih asal Jerman itu bahkan mengaku tak terlalu kecewa dan tetap memberi apresiasi bagi anak asuhnya. 

“Tidak terlalu [kecewa], sebab saya pikir Anda tidak bisa memecahkan rekor hanya karena Anda mau. Anda bisa memecahkan rekor karena Anda 100 persen fokus dalam setiap langkah yang Anda lakukan, rekor apa pun itu.

“Para pemain sudah memberikan yang terbaik dan karena itulah kami memenangi banyak pertandingan. Namun, malam ini mereka tidak bermain dengan cukup bagus. Bagi saya ini hanyalah nilai plus dalam sejarah, ketika mereka melihat kembali 500 tahun ke depan dan berkata ‘Liverpool hampir melakukannya’,” tegas Klopp di Liverpool Fc.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Alasan Watford Tendang Quique Sanchez Flores untuk Kali Kedua

Vivagoal Liga InggrisRentetan hasil minor yang diterima Watford pada akhirnya membuat manajemen klub mengambil sikap tegas. Untuk kali kedua, mereka resmi memberhentikan Quique Sanchez Flores pada Minggu (1/12) waktu setempat.

Keputusan tersebut memang terbilang mengejutkan. Pasalnya, Flores baru 12 laga embesut the Hornets pasca menggantikan peran Javi Garcia di pekan kelima. Namun ia hanya mampu membukukan satu kemenangan dalam perjalanan singkatnya bersama mantan klub Elthon John itu.

Bahkan sebelum dipecat, Flores juga membukukan kekalahan 2-1 atas Soton dalam lanjutan pekan ke-14 Premier League, Minggu (1/12) dini hari WIB. Rasanya, kekalahan tersebut seakan menjadi akhir perjalanan kedua Flores bersama Watford.

Baca Juga : Ribut-Ribut Ngobrolin Liga Inggris

Terkait pemecatannya, pihak klub pun buka suara.  “Quique adalah orang yang memiliki integritas besar, dan jelas betapa dia ingin memiliki dampak positif, tetapi pada akhirnya hasil menentukan keputusan kami,” ucap CEO Watford, Scott Duxbury, di situs resmi klub, seperti dinukil Goal International.

“Penunjukan Pelatih Kepala baru sudah dekat, dan dengan hampir dua pertiga musim tersisa, kami akan memberikan segala dukungan yang diperlukan untuk kesuksesan di bulan-bulan mendatang,” tambahnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Lampard Sebut Keberadaan VAR Tak Efektif. Kenapa?

Vivagoal Liga Inggris – Manajer Chelsea, Frank Lampard menilai jika VAR merupakann sebuah alat kurang efektif untuk dijadikan parameter keputusan wasit. Argumen tersebut muncul kala Watford mendapatkan hadiah penalty kala bersua Chelsea, Sabtu (1/11) kemarin.

Dalam laga yang berkesudahan 2-1 untuk kemenangan Chelsea, Lampard menyoroti proses terjadinya gol Watford via titik putih. Menurut Lamps, The Hornets memang dibantu oleh VAR.  Ia bahkan menilai wasit tak yakin dengan keputusannya menunjuk titik putih.

“Saya tahu itu sedikit kontroversi dan mungkin memberi tekanan pada para wasit, tapi jika kami ingin mengatakan ada area abu-abu, serta mengubah keputusan karena wasit di posisi lain lebih berpikir penalti dibanding wasit lainnya di lapangan, maka saya kira kami berada di situasi yang berbahaya,” bukanya kepada Goal International.

Meskipun sedikit dirugikan, Lamps tetap menjaga tren positif Chelsea. Ia bahkan sukses mengemas 7 kemenagan tandang secara beruntun. Kemenangan atas Watford sendiri membuat Chelsea menyodok ke posisi empat besar dengan raihan 23 angka dari 11 laga.

Baca Juga: Chelsea Berada di Jalur yang Tepat Bersama Lampard

Sementara Watford sendiri makin terbenam di posisi juru kunci. The Hornets baru mengumpulkan 5 poin dari 11 laga yang mereka mainkan. Bahkan, tim yang pernah dimiliki Elton John ini belum pernah sekalipun meraih kemenangan di liga!

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Xhaka Sebut Arsenal Terlalu Takut Saat Lawan Watford, Benarkah?

Vivagoal Liga Inggris Gelandang Arsenal, Granit Xhaka tak kuasa menyembunyikan kekecewaannya usai Arsenal hanya mampu bermain imbang melawan Watford. Menurutnya The Gunners terlalu takut untuk menguasai bola.

Arsenal melawat ke Vicarage Road markas Watford, Minggu (15/9) malam WIB. Pada matchday kelima Premier League tersebut, Arsenal sejatinya sempat tampil menjanjikan. skuad Unai Emery berhasil unggul dua gol melalui brace Pierre-Emerick Aubameyang di paruh pertama.

Namun memasuki babak kedua, Arsenal seperti kehilangan arah. Klub asal London utara itu tampil tak sebaik di babak pertama. Alhasil kemenangan di depan sirna setelah tuan rumah berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 masing-masing melalui gol yang dicetak oleh Tom Cleverley dan Roberto Pereira (penalti).

Kekecewaan tampak jelas di muka Xhaka. Ia menyesalkan mental tim yang tak begitu kuat bahkan untuk memperebutkan bola. “Kami tentu sangat kecewa dengan hasil ini. Kami menjalani babak pertama yang bagus kemudian kami bermain sangat buruk di babak kedua dan harus membayar mahal untuk itu,” Xhaka mengatakan kepada BBC Sport.

Baca Juga: Alami Cedera, Arsenal Tanpa Stiker Andalannya Hingga Oktober

“Kami sudah tahu mereka nothing to lose dan mereka akan menyerang kami tapi kami justru tidak memperlihatkan permainan terbaik kami. Kami terlalu takut. Tidak ada yang menginginkan bolanya,” sembur gelandang Arsenal asal Swiss itu.

“Setiap tim di Premier League cukup tangguh untuk mencetak gol jadi Anda harus tetap kalem, bermental kuat, sedangkan kami tidak mampu melakukannya,” ketus dia.

Hasil imbang tersebut membuat Arsenal terus puasa kemenangan dalam tiga laga terakhir mereka. Sebelumnya The Gunners juga bermain imbang 2-2 kontra Tottenham Hotspur setelah sebelumnya dihajar Liverpool 3-1. Selain itu, laga kontra Watford juga membuat Gunners saat ini tercecer di posisi ketujuh klasemen sementara.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS