Timnas Gagal di SEA Games, Akmal Marhali Minta Zainuddin Amali dan Indra Sjafri Dievaluasi
Potret aksi Timnas Indonesia U-22 melawan Timnas Myanmar U-22 di laga terakhir grup C SEA Games 2025 di 700th Anniversary Stadium, Chiangmai, Thailand, Jumat (12/12) malam WIB.Foto: VIVAGOAL/Amirul Mukmin

Timnas Gagal di SEA Games, Akmal Marhali Minta Zainuddin Amali dan Indra Sjafri Dievaluasi

Muhammad Ilham - Desember 14, 2025
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal – Liga Indonesia – Founder Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali, meminta agar Zainuddin Amali dan Indra Sjafri dievaluasi akibat kegagalan Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2025.

Timnas Indonesia U-22 gagal mengulang kesuksesan mereka di edisi sebelumnya pada SEA Games 2025. Skuad Garuda Muda tidak berhasil lolos ke babak semifinal setelah hanya berakhir di posisi runner-up grup C dengan tiga poin.

Kegagalan ini membuat Akmal Marhali angkat bicara. Menurutnya, Indra Sjafri selaku pelatih Timnas U-22 patut dievaluasi atas kinerjanya di SEA Games 2025.

“Ini bukan sekadar kalah biasa, ini alarm keras. Setiap orang ada zamannya. Kini, sepertinya kita memasuki era kegelapan bagi Indra Sjafri setelah sekian lama penuh bintang prestasi,” ujar Akmal.

Ini merupakan pertama kalinya Indonesia absen di semifinal SEA Games 2025 setelah terakhir pada 2009. Sebelumnya, Indonesia bahkan meraih medali emas dan itu berkat Indra Sjafri.


Baca Juga:


Namun, Akmal menegaskan jika evaluasi tidak boleh berhenti hanya di Indra Sjafri. Menurutnya, Wakil Ketua Umum (Waketum) I PSSI yaitu Zainuddin Amali juga patut dievaluasi karena minimnya persiapan yang ia lakukan.

“Target emas dicanangkan, tapi fondasi persiapannya jauh dari ideal. Ini kontradiksi kebijakan yang harus dipertanggungjawabkan.”

Timnas Gagal di SEA Games, Akmal Marhali Minta Zainuddin Amali dan Indra Sjafri Dievaluasi
Waketum I PSSI, Zainuddin Amali.Foto: VIVAGOAL/Amirul Mukmin

“Evaluasi bukan hanya mengganti pelatih, tapi membangun kembali pondasi yang roboh agar lebih kokoh,” ujarnya.

Meskipun begitu, Akmal meminta semua pihak bisa menerima kegagalan ini dan melangkah maju bersama-sama. Namun, itu bisa dilakukan jika semua pihak berani untuk jujur dan bertanggung jawab.

“Sekarang waktunya berbenah dan mengambil hikmah. Habis gelap, terbitlah terang. Tapi terang itu hanya datang jika kita berani jujur dan bertanggung jawab,” tutupnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com