What If: Radja Nainggolan Main di Indonesia

What If: Radja Nainggolan Main di Indonesia

Heri Susanto - August 10, 2023
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal Berita BolaRadja Nainggolan bakal menjadi primadona andai mau bermain di Liga Indonesia. Ia memiliki kedekatan historis lantaran ayah kandungnya berasal dari Tanah Air dan potensi untuknya mentas di kompetisi sepakbola nasional lumayan terbuka.

Nainggolan memiliki darah keturuan Indonesia dan sudah dua kali berkunjung ke sini pada 2013 dan 2015. Kesannya terbilang positif. Ia sangat menikmati kunjungannya dan mengapresiasi Masyarakat yang amat gila bola kala menyambut kedatangan AS Roma, mantan timnya pada 2015 lalu.

“Itu adalah negara yang saya kunjungi dua tahun lalu (2013) untuk pertama kalinya dan saya katakan saat itu saya sangat menyukainya. Sekarang saya akan mendapatkan kesempatan untuk mengunjunginya lagi,” ujar Nainggolan kala itu.

What If: Radja Nainggolan Main di Indonesia
Sumber: Gianluica Di Marzio

“Saya tidak terkejut. Saya tahu orang-orang Indonesia menyukai sepak bola dan ada populasi besar di sana sehingga saya bisa membayangkan bahwa ada banyak pendukung Roma di Indonesia,” ujar Nainggolan.


Baca Juga:


Nainggolan memang lumayan lekat dengan Italia. Setelah Roma, ia sempat membela beberapa tim mulai dari Inter Milan, Cagliari dan SPAL. Ia sempat pulang sejenak ke Belgia guna membela Royal Antwerp. Saat ini sosok berdarah Karo tak memiliki klub di usianya yang ke-35 tahun.

Jika menilik perajalannya dalam dua musim terakhir, ia sudah mengalami penurunan performa. Bahkan Spal, tim yang terakhir diperkuatnya mentas di Serie B Italia. Menilik rekam jejaknya yang terbilang bengal, kerap merokok dan sudah rentan cedera, kecil potensi tim Eropa mau merekrutnya. Opsi untuknya maini di Indonesia untuk sekedar napak tilas mungkin bisa menjadi solusi yang ampuh.

Indonesia, dengan fanatisme yang tinggi dan rekam jejak merekrut mantan pemain top Eropa macam Michael Essien, Carlton Cole, Lee Hendrie hingga Peter Odimwinge jelas bisa saja merekrut Nainggolan. Reputasi sang pemain tak kalah menterengnya dengan berbagai nama tersebut. Terlebih, gajinya jelas bisa dinegoisasikan lantaran performanya yang sudah hampir habis.

Semasa di Spal, Nainggolan menerima bayaran per musim di angka 22,8 milar per musim. Angka tersebut bisa direduksi separuhnya andai negoisasi berjalan dengan lancar dan mengingat statusnya sebagai sosok yang lumayan populer di kalangan pecinta sepakbola nasional.


Baca Juga:


Nainggolan akan datang dan pemberitaan terhadap sepakbola Indonesia akan kembali naik seperti sebelumnya. Tagline media international seperti “Nainggolan back to roots” dan berbagai jenis kata gantinya bakal berseliweran pasca kedatangannya. Efek ini bakal berjalan beringian kepada tim yang mengontraknya. Sponsor bakal datang dengan sendirinya untuk hadir di jersey.

Lantas jika bermain di Indonesia, kemana Nainggolan harus berlabuh? Foto di atas mungkin bisa menjadi opsi baginya lantaran ketiganya punya kemungkinan mendatangkan melalui berbagai faktor, tak hanya uang semata. Kota Bali, Bandung dan Medan bisa menjadi destinasi favorit.

Bali United menenawarkan dua hal bagi Nainggolan yakni suasana yang nyaman dan gaji yang mungkin bisa dipenuhi. Bukan rahasia umum banyak pesepakbola yang  Serdadu Tridatu juga memiliki potensi untuk lolos ke Asia setiap tahunnya dan hal tersebut bisa menjadi posisi tawar yang baik untuknya.

Sementara itu, PSMS Medan mungkin akan menjadi napak tilas bagi Nainggolan. Secara performa, mungkin mereka ada di bawah Bali United. Namun jika ia mau bermain di sana, opsi tersebut akan terbuka sangat lebar mengingat sisi putra daerah masih melekat padanya. Ia juga sempat berada di sana dalam kunjungannya ke Indonesia. “Saya sangat tertarik sekali untuk mengeksplorasi Medan, banyak tempat bersejarah di Medan,” ujarnya singkat kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Opsi lain yang mungkin bisa menjadi pilihan bagi Radja yakni mentas di Persib Bandung. Essien dan Cole pernah mentas di sana. Persib sama sekali tak memiliki masalah keuangan untuk mengontrak Radja. Ia bisa menjadi sosok pembeda di lini tengah dan secara skema, Radja bisa bermian di lintas posisi mulai dari gelandang bertahan, box to box hingga playmaker.

Kemanapun Radja akan bermain, media akan memantaunya dan hal tersebut berdampak besar bagi tim yang dibela maupun calon sponsor yang mungkin akan masuk. Opsinya untuk bermain di luar Eropa jelas akan sangat terbuka, andai ia mau.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com