Home Tags PSMS Medan
SQUAD
Player Position Nationality Age
STANDINGS
2019-19 Liga 2
Club GP W D L GD Pts
See Complete Standings
FIXTURES

Tag: PSMS Medan

Bali United Datangkan Striker dari Liga 2

VivagoalLiga IndonesiaJelang bergulirnya putaran kedua Liga 1 2019. Bali United mulai berbenah diri. Mereka memperdalam lini serang dengan mendatangkan mantan juru gedor PSMS Medan yang bermain di Liga 2, Aldino Herdianto. 

Nama Aldino sendiri sejatinya memang sudah masuk radar pelatih Bali United. Stefano Cugurra. Pemain asal Binjai ini sebelumnya sempat memberikan beberapa tim besar seperti Mitra Kukar dan Tira Persikabo.

Kedatangan Aldino disambut dengan tangan terbuka oleh CEO laskar Tridatu, Yabes Tanuri. Nama Aldino memang pemain yang dibutuhkan tim pelatih untuk direkrut pada bursa transfer pemain tengah musim ini,” seperti dilansir Goal.

Sebelum merekrut Aldino, sebelumnya Yabes sudah berkonsultasi terlebih dahulu dengan Teco Cugurra yang memang berencana memperdalam lini serang tim yang bermarkas di I Wayan Dipta.

Di bursa transfer putaran kedua, Bali United sebelumnya sudah melepas Susanto Tan yang memilih hijrah guna merumput di tim besar Liga 2, PSIM Jogja. Selain Susanto, PSIM juga sudah merekrut 6 nama lain guna memperkuat tim.

Selalu update berita Liga Indonesia terbaru hanya di Vivagoal.com

PSMS Medan Pastikan Coret Dua Pemain Naturalisasinya, Kenapa?

VivagoalLiga Indonesia –Pelatih tim Ayam Kinantan, Abdul Rahman Gurning memastikan dua pemain naturalisasi, Mohamadou Al Hadji dan Mamadou Diallo tidak bakal masuk skuatnya untuk putaran kedua kompetisi. Mengapa?

Berdasarkan raport di putaran pertama, Al Hadji dianggap punya sikap yang buruk kendati kerap jadi pilihan utama di paruh pertama musim. Sementara Diallo sudah sedari awal penampilannya memang kurang meyakinkan. Alhasil, Gurning pun hanya memainkan Diallo sebanyak dua kali itupun sebagai pemain pengganti di putaran pertama.

“Ya saya pastikan akan langsung coret ya, Al Hadji kurang disiplin, selain itu dia punya karakter emosional. Dan keberadaannya juga berdampak signifikan, lini belakang masih mengecewakan.” ujar Gurning.

“Untuk Diallo, nanti rapat dengan manajemen akan dibahas dan akan segera diputuskan, termasuk soal pemain-pemain yang akan direkrut untuk mengisi posisi yang dinilai masih kurang, seperti striker, gelandang dan penjaga gawang.” sambungnya.

“Evaluasi untuk putaran kedua bakal dimulai hari Minggu nanti sekaligus persiapan untuk putaran kedua.” imbuh Gurning.

Selalu update berita Liga Indonesia terbaru hanya di Vivagoal.com

Lawan Sriwijaya FC, PSMS Medan Siapkan Senjata Rahasia

VivagoalLiga Indonesia PSMS Medan coba move on dari kekalahan yang mereka dapat saat menghadapi Aceh Babel United, akhir pekan kemarin. Persiapan pun langsung mereka geber jelang laga kontra Sriwijaya FC, Kamis (1/8) besok di Stadion Teladan, Medan.

Pelatih PSMS, Abdul Rahman Gurning berencana melakukan rotasi pemain di laga besok untuk membantu proses revovery sebagian pemainnya. Salah satunya dengan menurunkan Mohamadou Al-Hadji dan Natanael Siringoringo yang baru kembali dari pemusatan latihan timnas U-23.

“Besar kemungkinan kami akan melakukan rotasi pemain. Al-Hadji bisa jadi akan dimainkan, terlebih dia dalam motivasi yang bagus jelang pertandingan melawan mantan klubnya, Sriwijaya FC. Dia pasti sudah tahu soal kelemahan lawan, tapi kita lihat nanti.” ujar Gurning.

“Untuk Natanael kemungkinan dia juga akan kami mainkan, tapi soal dia bakal starter atau tidak, tergantung kondisi kebugaran dia nanti.” sambungnya.

Lebih lanjut, Gurning juga mengatakan bahwa dengan hadirnya beberapa pemain senior di skuat Sriwijaya FC seperti Yongki Ariwibowo dan Siswanto, kekuatan skuat Kas Hartadi jelas tidak bisa diremehkan.

“Sriwijaya banyak diperkuat pemain senior, mereka juga main teknik bola dari kaki ke kaki, ya mudah-mudahan kami tidak terdikter dengan permainan mereka, tetap fokus pada permainan kami sendiri.” Gurning menegaskan.

Selalu update Jadwal Pertandingan Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Ada Kekecewaan PSMS Sebelum Jalani Laga Perdana, Kenapa?

VivagoalLiga IndonesiaPSMS Medan merasa kecewa karena di laga perdana Liga 2 2019, mereka harus melakoni laga tandang ke Stadion Moh Sarengat, markas Persibat Batang, 23 Juni mendatang.

Pelatih PSMS, Abdul Rahman Gurning mengaku dirinya sebenarnya berharap timnya memulai musim 2019 ini dengan bermain di kandang. Dengan begitu, peluang mereka melakukan start bagus terbuka lebar. Tapi, hasil pembagian grup membuat mereka harus bekerja ekstra keras di kandang lawan untuk meraup tiga poin pertama.

“Sayangnya kami harus away di laga pembuka. Padahal maunya kami main di kandang, karena akan menambah semangat anak-anak di awal kompetisi. Tapi tidak masalah, kami tetap optimis. Nanti setelah lebaran kami akan langsung menyiapkan strategi menghadapi Persibat.” ujarnya.

Untuk urusan kondisi kebugaran fisik dan mental, menurut Gurning sudah tidak ada masalah. Apalagi, PSMS juga tetap latihan dan melakukan uji coba yang intens meski sedang menjalani puasa di bulan Ramadhan kali ini.

“Para pemain akan diberikan libur sebanyak delapan hari, tapi saya yakin kondisi anak-anak tidak akan menurun, selain saya meminta kepada mereka agar tetap menjaga kondisi, dengan porsi latihan di bulan puasa ini juga akan sangat banyak membantu.

PSMS sendiri dalam waktu dekat ini masih akan menjalani dua laga uji coba sebelum Lebaran tiba. Yang pertama dengan menghadapi tim gabungan prajurit Kostrad dan eks pemain PSMS yang diperkuat Fiwi Dwipan dan Willyando.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Edy Rahmayadi Buka Suara Terkait Krisis PSMS

VivagoalLiga IndonesiaGubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menegaskan PSMS Medan sama sekali tidak mengalami krisis finansial. Menurutnya PSMS sanggup mendatangkan pemain bintang demi membantu mereka promosi ke Liga 1 musim depan.

PSMS sendiri hingga saat ini tak kunjung mendatangkan pemain berkualitas. Manajemen mengungkapkan mereka kalah bersaing dengan peserta Liga 2 lainnya karena tak memiliki anggaran besar.

Meski demikian, Edy menyanggah hal yang menyebut PSMS tengah dilanda krisis. Ia berharap kondisi itu tak membuat publik sepakbola Medan pesimis akan tim kesayangannya bisa promosi musim depan.

“Uang PSMS masih ada sama gubernur, siapa yang bilang kosong. Kalau melihat materi pemain sekarang, PSMS menargetkan penyerang dan stopper lagi. Dalam waktu dekat ini akan ada penambahan pemain itu, saya sudah suruh manajemen untuk jajaki pemain, mungkin sekitar dua atau tiga pemain naturalisasi,” ujar Edy.

Edy sendiri melakukan penilaian itu setelah dirinya menyaksikan uji coba melawan PSAD Bukit Barisan di lapangan Jasdam 1 kemarin sore. Dalam pertandingan persahabatan itu, PSMS ditahan imbang tanpa gol.

“Hasil imbang kurang bagus, apalagi melawan tim amatiran. Dari sisi penyerang masih kurang, sementara lini belakang masih cukup baik, tapi tetap harus ada peningkatan,” tegas eks Ketua Umum PSSI itu.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Media Asing Bongkar PSMS Medan Pernah Dijuluki ‘Pembunuh Raksasa’

VivagoalLiga Indoenesia – Klub sepak bola Indonesia, PSMS Medan ternyata pernah menorehkan prestasi yang membanggakan Indonesia. Tim berjuluk Ayam Kinantan itu pernah menembus empat besar kompetisi antar klub elit Asia.

Prestasi membanggakan di kompetisi Asia dicatatkan PSMS Medan pada ajang Asian Club Championship tahun 1970. Pada kompetisi antar klub Asia yang kini dikenal sebagai Liga Champions Asia tersebut, PSMS Medan tampil sebagai satu-satunya wakil Indonesia.

PSMS Medan harus bersaing dengan lima klub lain yang dibagi menjadi dua grup. Ayam Kinantan tergabung di Grup B bersama Hapoel Tel Aviv (Israel), West Bengal (India), dan Royal  Thai Polce FC (Thailand).

 

Ketika itu, semua laga fase grup hingga babak final digelar di Ibu Kota Iran, Teheran. Pada babak penyisihan grup yang menggunakan sistem separuh kompetisi, PSMS Medan tampil luar biasa dengan meraih dua kemenangan dan hanya sekali menelan kekalahan.

PSMS Medan mampu menang 1-0 atas West Bengal dan menggilas Royal Thai Police FC dengan skor telak 4-0. Satu-satunya kekalahan Ayam Kinantan terjadi ketika menghadapi Hapoel Tel Aviv di mana mereka menyerah 1-3.

Saat itu, sebuah kemenangan diganjar dengan nilai dua poin. PSMS Medan pun menempati posisi kedua klasemen akhir Grup B dengan koleksi empat poin, berselisih dua poin dari pemuncak klasemen Hapoel Tel Aviv yang mengumpulkan enam poin.

Lolos ke fase gugur sebagai runner-up Grup B, PSMS Medan ditantang oleh wakil Iran, Taj Teheran. Pada laga yang digelar di Teheran tersebut, PSMS Medan gagal melanjutkan performa gemilang dan harus takluk 0-2 dari Taj Teheran.

Meski gagal melaju ke partai puncak Asian Club Championship 1970 dan harus puas sebagai peringkat empat, penampilan rancak PSMS Medan berhasil mengundang decak kagum media asing.

Berkat  penampilan mengesankan di ajang antar klub Asia tahun 1970, PSMS Medan pun mendapat julukan The Killers alias ‘Si Pembunuh’ tim-tim besar Asia.

PSMS Medan sendiri kini akan berkompetisi di kasta kedua kompetisi sepak bola Indonesia, Liga 2 2019 nanti. Itu dipastikan pasca mereka gagal bertahan di Liga 1 2018 lalu setelah sempat promosi dari Liga 2 2017.

Selalu update berita terbaru seputar dunia sepakbola hanya di Vivagoal.com

Performa Mohamed Lamine Puaskan Pelatih PSMS

VivagoalLiga Indonesia PSMS Medan langsung menurunkan bek naturalisasi asal Guinea, Mohamed Lamine Fofana pada laga uji coba kontra PSPS Selection di Stadion Kebun Bunga. Pelatih PSMS, Abdul Rahman Gurning pun mengaku puas dengan penampilan yang diperlihatkan anak asuhnya itu.

Pada pertandingan yang digelar Minggu (28/4/2019) sore itu, PSMS berhasil meraih kemenangan tipis 3-1 atas PSPS Selection. Sempat tertinggal 0-1 lebih dulu, PSMS berhasil membalikkan keadaan jadi 3-1 berkat gol yang dicetak Bayu Tri Sanjaya, dua gol dari Aldino Herdianto.

Lamine awalnya dicadangkan. Tapi memasuki menit ke-15 pertandingan berlangsung, Egas Adhasi mengalami cedera, dan membuat pelatih Abdul Rahman tidak ada pilihan lain selain memasukkan Lamine yang baru sekali mengikuti sesi latihan tim. Setelah masuk ke lapangan Lamine sendiri membuat Abdul Rahman Gurning Puas dengan performanya tersebut.

 

“Secara keseluruhan, Lamine cukup bagus, apalagi dia tadi banyak melakukan penyelamatan. Tapi, masih terlalu dini untuk menilainya sekarang, kami masih akan melihatnya di laga uji coba sekali lagi dengan lawan yang lebih kuat.” ungkap Gurning.

Selain Lamine, Gurning juga memuji performa dua penyerangnya, Aldino dan Bayu yang memborong gol kemenangan PSMS atas PSPS Selection.

“Dari awal, saya memang tidak meragukan Aldino, Dia punya keunggulan dalam bola-bola atas, hanya mungkin fisik dan staminanya saja yang masih harus dibenahi. Kalau untuk Tri Sanjaya sudah lumayan meningkat. Kecepatannya bagus, finishingnya juga oke lah.” katanya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

PSMS Medan Akhirnya Berikan Kejelasan Masa Depan Kepada Pemain & Pelatih

VivagoalLiga Indonesia – Manajemen PSMS Medan akhirnya memberikan kepastian nasib sejumlah pemain untuk mengarungi Liga 2 2019 mendatang dengan menyodorkan kontrak resmi untuk ditandatangani.

Legimin Raharjo, Doni Dio, Syaiful Ramadhan, Aidun Sastra, Bayu Tri Sanjaya dan Tambun Naibaho adalah beberapa pemain yang akan melakukan penandatanganan kontrak resmi. Selain itu, manajemen Ayam Kinantan juga sudah mengikat pelatih Abdul Rahman Gurning bersama dua asistennya, Edy Syahputra dan Sugiar.

Penanggung Jawab tim, Mulyadi mengatakan, teken kontrak ini dilakukan bertahap dan akan menyusul beberapa pemain. Manajemen juga mengincar beberapa pemain baru menyusul kegagalan mereka merekrut Shohei Matsunaga yang memilih berlabuh ke PSIS Semarang.

“Persiapan tinggal dua bulan lagi, maka kami sudah siap dalam menjalani kompetisi Liga 2. Kami memang menargetkan bisa kembali masuk ke Liga 1.” ujar Mulyadi.

“Dengan kondisi PSMS seperti ini, artinya kontrak pemain disesuaikan dengan kondisi klub dan faktor profesional. Pemain yang kami anggap berkualitas mungkin diatas 10 juta.” Mulyadi menjelaskan.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Abdul Rohim Segera Teken Kontrak Di Persebaya

Vivagoal Liga Indonesia – Abdul Rohim sudah tiga kali mengikuti latihan bersama Persebaya Surabaya. Dan kabarnya, manajemen tim Bajul Ijo akan segera mengontrak mantan kiper PSMS Medan itu.

Pelatih Persebaya, Djadjang Nurjaman mengungkapkan bahwa urusan administrasi Rohim sedang diurus. Dan dia sudah merekomendasikan kepada manajamen agar segera mengikat Rohim.

“Saya serahkan pada manajemen. Kalau dari saya, Rohim sudah oke, dan sudah bisa bergabung dengan tim.” ujar Djanur sapaan akrab Djadjang.

“Tinggal masalah administrasi saja dengan manajemen, mungkin mereka lagi atur waktu terbaiknya. Kalau dari saya pribadi sudah okelah.” tambah Djanur lagi.

Kali pertama Rohim mengikuti proses seleksi Persebaya yakni pada Rabu (6/2/2019). Dan buat Djanur, Rohim bukan sosok yang asing, karena keduanya sudah pernah bekerjasama di PSMS pada liga 1 2018 kemarin.

“Dia memang kiper yang saya rekomendasikan untuk direkrut oleh manajemen.” tegasnya.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

Minta Kenaikan Gaji, PSMS Pilih Lepas Tujuh Pemain Bintangnya

Vivagoal Liga Indonesia – PSMS Medan yang akan berlaga di Liga 2 musim 2019 ini mengakui bahwa keputusan melepas beberapa pemain bintangnya karena manajemen tidak bisa memenuhi permintaan mereka soal kenaikan nilai kontrak.

Sebelumnya, ada tujuh pemain yang sudah dilepas tim Ayam Kinantan di bursa transfer kali ini, seperti Rachmad Hidayat bergabung ke Bhayangkara FC, Erwin Ramdani, Abdul Azis dan Frets Butuan berlabuh ke Persib Bandung, Gusti Sandria ke Bali United, dan Antoni Putro serta Roni Fatahillah yang hijrah ke Kalteng Putra.

Julius Raja selaku Sekretaris PSMS Medan mengungkapkan bahwa manajemen sudah berusaha menahan sang pemain, tapi cara berpikir mereka sudah berubah karena adanya tawaran dari tim lain yang juga besar.

“Sekarang ini, pemikiran dari para pemain kita sudah banyak berubah.” ungkap Raja.

“Sebagai contoh, mereka meminta harga dinaikkan dari Liga 1 kemarin, dulunya Rp 200 juta, sekarang mau Rp 500 juta. Dengan kondisi kami seperti ini pasti sulit. Manajemen sekarang lebih fokus mencari dana tuk gaji, dan sampai sekarang belum ada.” keluh Raja.

“Pelatih juga sudah menyodorkan nama pemain yang harus direkrut, karena tidak mungkin mengandalkan pemain seleksi saja. Pelatih pasti butuh yang berpengalaman atau pemain yang sudah jadi. Itu buat manajemen serba salah.” Raja menjelaskan.

Sementara itu, pelatih PSMS, Abdul Rahman Gurning mengaku soal perekrutan pemain, keputusan sepenuhnya ada di tangan manajemen. Terpenting, ia sudah memberikan catatan meski manajemen tim Ayam Kinantan belum merespon.

“Saya pribadi maunya manajemen bisa datangkan semua, tapi belum ada kejelasan soal dana ya susah juga mau mengontak pemain buruan.” ujar Gurning.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS