Home Tags PSMS Medan
SQUAD
Player Position Nationality Age
STANDINGS
2019-19 Liga 2
Club GP W D L GD Pts
See Complete Standings
FIXTURES

Tag: PSMS Medan

PSMS Usulkan Nama untuk Dijadikan Petinggi LIB

Vivagoal – Liga Indonesia – PT Liga Indonesia Baru (LIB) saat ini sedang kehilangan Direktur Utama pada tahun ini karena Cucu Soemantri secara mengejutkan mundur dari jabatannya tersebut. Pihak klub PSMS Medan pun angkat bicara

Diketahui, mundurnya Cucu telah disetujui oleh 18 klub Liga 1 2020 selaku pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham RUPS pada beberapa waktu lalu. Selain Cucu, ada beberapa petinggi PT LIB turut mundur. Mereka adalah Hakim Putrama, Abdul Gani, dan Sonhadji.

Pihak PSMS menilai bahwa pengganti cucu Sumantri harus memiliki integritas dan profesional serta gesit dalam mengambil keputusan. Ada satu nama yang diusulkan oleh PSMS Medan untuk dijadikan menjadi Direktur Utama PT LIB.

“Kami mengandalkan nama Maruarar Sirait. Dia sudah dikenal banyak orang memiliki integritas dan profesional yang tinggi. Tidak hanya itu, Iya juga memiliki pengalaman pernah menjadi ketua panpel Piala Presiden. Menurut kami itu cukup kompeten dan pantas,” ujar Mulyadi Simatupang selaku Manajer PSMS.


Baca Juga:


Mulyadi juga menambahkan bahwa sosok dari politisi Salah satu partai politik besar di Indonesia memiliki pengaruh yang cukup tinggi sehingga bisa layak untuk dijadikan pemimpin operator Liga 1 dan Liga 2.

“Kita semua percaya dengan nama Maruarar Sirait. Dia memiliki jaringan yang cukup luas baik secara politik maupun yang lainnya. Menurut kami, dia nggak akan memiliki tekanan bila dia menjabat sebagai petinggi PT LIB,” jelasnya.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Kisah Ronny Pasla ‘Si Macan Tutul’ Yang Tepis Tendangan Penalti Pele

Vivagoal – Liga Indonesia – PSMS Medan cukup terkenal sebagai eksportir pemain-pemain berbakat untuk memperkuat Timnas Indonesia, termasuk untuk posisi penjaga gawang.

Sejumlah nama penjaga gawang yang pernah mempertahankan Timnas Indonesia datang dari PSMS Medan. Sebut saja seperti Ponirin Meka, Sahari Gultom hingga Markus Horison.

Namun, tak banyak yang tahu, jauh sebelum nama-nama diatas diorbitkan oleh PSMS Medan, tim Ayam Kinantan sudah lebih dulu melejitkan nama Ronny Pasla sebagai kiper legendaris timnas Indonesia.

Nama ini memang agak asing di telinga generasi sekarang, tapi tidak dengan mereka yang lahir dan di besar 60-an hingga 70-an. Ronny Pasla adalah benteng kokoh timnas Indonesia yang begitu cakap dalam mengantisipasi segala macam ancaman yang ditebarkan para penyerang lawan.

Kehebatannya pernah membuat dirinya sangat disegani kawan maupun lawan dan mendapat julukan sebagai Si Macan Tutul. Tentu yang paling diingat dari seorang Ronny Pasla adalah saat dirinya mampu menepis tendangan penalti seorang legenda besar sepakbola Brasil, Pele.

Kala itu, Santos dengan Pele-nya melakoni tur ke Asia termasuk Indonesia. Pada kesempatan melawan timnas Indonesia pada 24 Juni 1972, Rony Pasla yang diplot sebagai kiper utama memang kebobolan sebanyak tiga gol dan membuat Indonesia kalah dengan skor 2-3.


Baca Juga:



Namun, pada sebuah kesempatan Ronny berhasil menepis eksekusi penalti Pele dan membuat namanya seketika melambung tinggi sekaligus mengharumkan nama Indonesia karena hanya kalah tipis dari tim sekelas Santos dan bisa menahan tendangan seorang Pele yang baru saja membawa timnas Brasil juara Piala Dunia 1970.

Ronny Pasla yang diklaim punya kemampuan dan kelenturan badan setara kiper legendaris Uni Soviet, Lev Yashin kembali tampil gemilang kala Indonesia melakoni laga persahabatan kontra Manchester United tahun 1975.

Skuad The Red Devils yang kala itu diperkuat Steve James, Tommy Docherty, Gerry Dally, Jim Holten dan Sammy McIlroy gagal menjebol gawang Indonesia dan membuat laga berkesudahan dengan skor kacamata alias tanpa gol. Alhasil, tuk kali kesekian kalinya, rakyat Indonesia kembali dibuat bangga performa ciamik seorang Ronny Paslah.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

PSMS Medan Sembur APPI Soal Gaji 25 Persen, Kok Bisa?

Vivagoal – Liga Indonesia – Klub Liga 2 2020, PSMS Medan bereaksi keras terhadap sikap Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) yang tidak menerima penerapan penggajian sebesar 25 persen selama masa force majeure.

Seluruh kompetisi saat ini memang dalam status force majeure untuk periode Maret hingga Juni 2020 akibat pandemi virus Corona yang melanda Tanah Air. Otomatis, kompetisi terpaksa distop sementara oleh PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB).

APPI sendiri menilai keputusan gaji 25 persen yang ditetapkan PSSI adalah keputusan sepihak dan tidak melibatkan para pemain. Atas hal itu, PSMS Medan lantas angkat bicara.

“Kami rasa keputusan PSSI sudah paling tepat karena tentu sudah dipikirkan matang-matang. Kalau lebih dari 25 persen, keuangan klub dari mana coba?” kata Sekertaris PSMS, Julius Raja.

“Pertandingan tidak ada, semua kosong. Tambahan, klub harus memikirkan beban gaji pemain. Kalau satu dua orang tidak masalah, tapi ini satu bulan mau berapa ratus juta kita keluarkan, berat kan,” cetusnya.


Baca Juga:


Julius mengatakan, sikap APPI yang mempertanyakan keputusan PSSI tidak melibatkan pemain dalam pengambilan keputusan tersebut tidak tepat.

“Karena klub yang menggaji pemain bukan APPI. Mereka hanya tahu tentang pemain yang dibayar atau tidak. Klub yang menerima, tapi APPI sebatas menjembatani,” semburnya.

“APPI cuma memikirkan pemain, tentu pemain mau kalau bisa jangan 25 persen kalau bisa 50 persen. Nah APPI apa memikirkan klub dari mana sumber uangnya? Justru kebijakan PSSI saya rasa sudah cukup bagus,” pungkas Julius Raja.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Pelatih Penuh Kejutan Resmi Latih Tim Besar Liga 2

Vivagoal – Liga Indonesia –  Salah satu tim besar Liga 2, PSMS Medan resmi mengontrak Philep Hansen Maramis guna mengarsiteki tim kebanggaan Masyarakat Medan. Upaya tersebut dilakukan guna mengembalikan eksistensi PSMS ke Liga 1 dalam waktu dekat.

SSebelum Hansen, PSMS sempat kebanjiran calon pelatih yang datang melamar. Namun Hansen dirasa menjadi sosok yang pantas untuk melatih salah satu tim tradisional di percaturan sepakbola Indonesia itu.

“Ada banyak pelatih melamar. Ada 16 CV (curriculum vitae) yang masuk. Setelah berdiskusi dengan penasihat teknis dan mempertimbangkan beberapa kriteria. Saya sebagai manajer dan penanggung jawab tim memutuskan Philep sebagai pelatih. Saya bertanggung jawab penuh 100 persen terhadap keputusan ini,” jelas manajer PSMS, Mulyadi Simatupang, seperti dinukil Goal Indonesia.

Dalam menangani PSMS, Hansen bakal ditemani beberapa staf pelatih macam Isman Jasume, Ardi Nusri (fisik) dan Sahari Gultom (kiper). Menurut Mulyadi, Hansen sudah memaparkan programnya dengan jelas. Manajemen pun akan menuntut sang pelatih untuk merealisasikan target klub yakni melangkah ke Liga 1 musim depan.

Rekam jejak Hansen di sepakbola Indoensia cukup lumayan. Mantan pemain Medan Jaya sempat membesut PSPS Riau dan mengantarkan tim Sumatera itu ke delapan besar. Mulyadi menyebut, mantan instruktur PSSI ini merupakan sosok yang lapar gelar. Bahkan manajemen dengan tegas bakal menendang Hansen andai Hansen tampil buruk di putaran petama.

Di sisi lain, Hansen optimis dirinya bisa mendulang kesuksesan bersama PSMS. Ia menemukan semangat yang tak ditemukan di tempat lain. Bahkan untuk meringankan pekerjaannya di Sumatera Utara ia sudah menghubungi beberapa nama besar yang siap bermain dengan Ayam Kelantan.

“Pemain harus punya kemauan. Kalau enggak ada, tak usah cerita. Mau enggak dia berjuang? Saya tidak lihat nama besar. Pekanbaru dulu enggak ada nama besar. Tapi kalau ada kemauan, silakan negosiasi dengan manajemen,” tambahnya.

“Saya sudah menghubungi beberapa pemain, salah satunya Martinus [Novianto] dari Bali United. Tapi katanya dia mau kuliah. Ikhsan yang menaikkan Sleman ke Liga 1 juga saya hubungi, tapi dia mau ke Liga 1. Jangan buru-buru. Semua ada prosesnya,” pungkasnya.

Bali United Datangkan Striker dari Liga 2

VivagoalLiga IndonesiaJelang bergulirnya putaran kedua Liga 1 2019. Bali United mulai berbenah diri. Mereka memperdalam lini serang dengan mendatangkan mantan juru gedor PSMS Medan yang bermain di Liga 2, Aldino Herdianto. 

Nama Aldino sendiri sejatinya memang sudah masuk radar pelatih Bali United. Stefano Cugurra. Pemain asal Binjai ini sebelumnya sempat memberikan beberapa tim besar seperti Mitra Kukar dan Tira Persikabo.

Kedatangan Aldino disambut dengan tangan terbuka oleh CEO laskar Tridatu, Yabes Tanuri. Nama Aldino memang pemain yang dibutuhkan tim pelatih untuk direkrut pada bursa transfer pemain tengah musim ini,” seperti dilansir Goal.

Sebelum merekrut Aldino, sebelumnya Yabes sudah berkonsultasi terlebih dahulu dengan Teco Cugurra yang memang berencana memperdalam lini serang tim yang bermarkas di I Wayan Dipta.

Di bursa transfer putaran kedua, Bali United sebelumnya sudah melepas Susanto Tan yang memilih hijrah guna merumput di tim besar Liga 2, PSIM Jogja. Selain Susanto, PSIM juga sudah merekrut 6 nama lain guna memperkuat tim.

Selalu update berita Liga Indonesia terbaru hanya di Vivagoal.com

PSMS Medan Pastikan Coret Dua Pemain Naturalisasinya, Kenapa?

VivagoalLiga Indonesia –Pelatih tim Ayam Kinantan, Abdul Rahman Gurning memastikan dua pemain naturalisasi, Mohamadou Al Hadji dan Mamadou Diallo tidak bakal masuk skuatnya untuk putaran kedua kompetisi. Mengapa?

Berdasarkan raport di putaran pertama, Al Hadji dianggap punya sikap yang buruk kendati kerap jadi pilihan utama di paruh pertama musim. Sementara Diallo sudah sedari awal penampilannya memang kurang meyakinkan. Alhasil, Gurning pun hanya memainkan Diallo sebanyak dua kali itupun sebagai pemain pengganti di putaran pertama.

“Ya saya pastikan akan langsung coret ya, Al Hadji kurang disiplin, selain itu dia punya karakter emosional. Dan keberadaannya juga berdampak signifikan, lini belakang masih mengecewakan.” ujar Gurning.

“Untuk Diallo, nanti rapat dengan manajemen akan dibahas dan akan segera diputuskan, termasuk soal pemain-pemain yang akan direkrut untuk mengisi posisi yang dinilai masih kurang, seperti striker, gelandang dan penjaga gawang.” sambungnya.

“Evaluasi untuk putaran kedua bakal dimulai hari Minggu nanti sekaligus persiapan untuk putaran kedua.” imbuh Gurning.

Selalu update berita Liga Indonesia terbaru hanya di Vivagoal.com

Lawan Sriwijaya FC, PSMS Medan Siapkan Senjata Rahasia

VivagoalLiga Indonesia PSMS Medan coba move on dari kekalahan yang mereka dapat saat menghadapi Aceh Babel United, akhir pekan kemarin. Persiapan pun langsung mereka geber jelang laga kontra Sriwijaya FC, Kamis (1/8) besok di Stadion Teladan, Medan.

Pelatih PSMS, Abdul Rahman Gurning berencana melakukan rotasi pemain di laga besok untuk membantu proses revovery sebagian pemainnya. Salah satunya dengan menurunkan Mohamadou Al-Hadji dan Natanael Siringoringo yang baru kembali dari pemusatan latihan timnas U-23.

“Besar kemungkinan kami akan melakukan rotasi pemain. Al-Hadji bisa jadi akan dimainkan, terlebih dia dalam motivasi yang bagus jelang pertandingan melawan mantan klubnya, Sriwijaya FC. Dia pasti sudah tahu soal kelemahan lawan, tapi kita lihat nanti.” ujar Gurning.

“Untuk Natanael kemungkinan dia juga akan kami mainkan, tapi soal dia bakal starter atau tidak, tergantung kondisi kebugaran dia nanti.” sambungnya.

Lebih lanjut, Gurning juga mengatakan bahwa dengan hadirnya beberapa pemain senior di skuat Sriwijaya FC seperti Yongki Ariwibowo dan Siswanto, kekuatan skuat Kas Hartadi jelas tidak bisa diremehkan.

“Sriwijaya banyak diperkuat pemain senior, mereka juga main teknik bola dari kaki ke kaki, ya mudah-mudahan kami tidak terdikter dengan permainan mereka, tetap fokus pada permainan kami sendiri.” Gurning menegaskan.

Selalu update Jadwal Pertandingan Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Ada Kekecewaan PSMS Sebelum Jalani Laga Perdana, Kenapa?

VivagoalLiga IndonesiaPSMS Medan merasa kecewa karena di laga perdana Liga 2 2019, mereka harus melakoni laga tandang ke Stadion Moh Sarengat, markas Persibat Batang, 23 Juni mendatang.

Pelatih PSMS, Abdul Rahman Gurning mengaku dirinya sebenarnya berharap timnya memulai musim 2019 ini dengan bermain di kandang. Dengan begitu, peluang mereka melakukan start bagus terbuka lebar. Tapi, hasil pembagian grup membuat mereka harus bekerja ekstra keras di kandang lawan untuk meraup tiga poin pertama.

“Sayangnya kami harus away di laga pembuka. Padahal maunya kami main di kandang, karena akan menambah semangat anak-anak di awal kompetisi. Tapi tidak masalah, kami tetap optimis. Nanti setelah lebaran kami akan langsung menyiapkan strategi menghadapi Persibat.” ujarnya.

Untuk urusan kondisi kebugaran fisik dan mental, menurut Gurning sudah tidak ada masalah. Apalagi, PSMS juga tetap latihan dan melakukan uji coba yang intens meski sedang menjalani puasa di bulan Ramadhan kali ini.

“Para pemain akan diberikan libur sebanyak delapan hari, tapi saya yakin kondisi anak-anak tidak akan menurun, selain saya meminta kepada mereka agar tetap menjaga kondisi, dengan porsi latihan di bulan puasa ini juga akan sangat banyak membantu.

PSMS sendiri dalam waktu dekat ini masih akan menjalani dua laga uji coba sebelum Lebaran tiba. Yang pertama dengan menghadapi tim gabungan prajurit Kostrad dan eks pemain PSMS yang diperkuat Fiwi Dwipan dan Willyando.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Edy Rahmayadi Buka Suara Terkait Krisis PSMS

VivagoalLiga IndonesiaGubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menegaskan PSMS Medan sama sekali tidak mengalami krisis finansial. Menurutnya PSMS sanggup mendatangkan pemain bintang demi membantu mereka promosi ke Liga 1 musim depan.

PSMS sendiri hingga saat ini tak kunjung mendatangkan pemain berkualitas. Manajemen mengungkapkan mereka kalah bersaing dengan peserta Liga 2 lainnya karena tak memiliki anggaran besar.

Meski demikian, Edy menyanggah hal yang menyebut PSMS tengah dilanda krisis. Ia berharap kondisi itu tak membuat publik sepakbola Medan pesimis akan tim kesayangannya bisa promosi musim depan.

“Uang PSMS masih ada sama gubernur, siapa yang bilang kosong. Kalau melihat materi pemain sekarang, PSMS menargetkan penyerang dan stopper lagi. Dalam waktu dekat ini akan ada penambahan pemain itu, saya sudah suruh manajemen untuk jajaki pemain, mungkin sekitar dua atau tiga pemain naturalisasi,” ujar Edy.

Edy sendiri melakukan penilaian itu setelah dirinya menyaksikan uji coba melawan PSAD Bukit Barisan di lapangan Jasdam 1 kemarin sore. Dalam pertandingan persahabatan itu, PSMS ditahan imbang tanpa gol.

“Hasil imbang kurang bagus, apalagi melawan tim amatiran. Dari sisi penyerang masih kurang, sementara lini belakang masih cukup baik, tapi tetap harus ada peningkatan,” tegas eks Ketua Umum PSSI itu.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Media Asing Bongkar PSMS Medan Pernah Dijuluki ‘Pembunuh Raksasa’

VivagoalLiga Indoenesia – Klub sepak bola Indonesia, PSMS Medan ternyata pernah menorehkan prestasi yang membanggakan Indonesia. Tim berjuluk Ayam Kinantan itu pernah menembus empat besar kompetisi antar klub elit Asia.

Prestasi membanggakan di kompetisi Asia dicatatkan PSMS Medan pada ajang Asian Club Championship tahun 1970. Pada kompetisi antar klub Asia yang kini dikenal sebagai Liga Champions Asia tersebut, PSMS Medan tampil sebagai satu-satunya wakil Indonesia.

PSMS Medan harus bersaing dengan lima klub lain yang dibagi menjadi dua grup. Ayam Kinantan tergabung di Grup B bersama Hapoel Tel Aviv (Israel), West Bengal (India), dan Royal  Thai Polce FC (Thailand).

 

Ketika itu, semua laga fase grup hingga babak final digelar di Ibu Kota Iran, Teheran. Pada babak penyisihan grup yang menggunakan sistem separuh kompetisi, PSMS Medan tampil luar biasa dengan meraih dua kemenangan dan hanya sekali menelan kekalahan.

PSMS Medan mampu menang 1-0 atas West Bengal dan menggilas Royal Thai Police FC dengan skor telak 4-0. Satu-satunya kekalahan Ayam Kinantan terjadi ketika menghadapi Hapoel Tel Aviv di mana mereka menyerah 1-3.

Saat itu, sebuah kemenangan diganjar dengan nilai dua poin. PSMS Medan pun menempati posisi kedua klasemen akhir Grup B dengan koleksi empat poin, berselisih dua poin dari pemuncak klasemen Hapoel Tel Aviv yang mengumpulkan enam poin.

Lolos ke fase gugur sebagai runner-up Grup B, PSMS Medan ditantang oleh wakil Iran, Taj Teheran. Pada laga yang digelar di Teheran tersebut, PSMS Medan gagal melanjutkan performa gemilang dan harus takluk 0-2 dari Taj Teheran.

Meski gagal melaju ke partai puncak Asian Club Championship 1970 dan harus puas sebagai peringkat empat, penampilan rancak PSMS Medan berhasil mengundang decak kagum media asing.

Berkat  penampilan mengesankan di ajang antar klub Asia tahun 1970, PSMS Medan pun mendapat julukan The Killers alias ‘Si Pembunuh’ tim-tim besar Asia.

PSMS Medan sendiri kini akan berkompetisi di kasta kedua kompetisi sepak bola Indonesia, Liga 2 2019 nanti. Itu dipastikan pasca mereka gagal bertahan di Liga 1 2018 lalu setelah sempat promosi dari Liga 2 2017.

Selalu update berita terbaru seputar dunia sepakbola hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS