Vivagoal.com5 FaktaJika melihat dari jumlah piala yang sudah dimenangkan, Liverpool bolehlah dianggap sebagai tim paling sukses di Britania Raya.

Sebabnya, karena The Reds adalah juara terbanyak untuk kejuaraan Divisi Satu Inggris dengan total 18 kali, di ajang Piala Eropa atau Liga Champions untuk masa sekarang yaitu 5 kali. Sayangnya, Liverpool hingga saat ini belum sekalipun pernah merasakan gelar juara sejak era Liga Primer Inggris dimulai.

Namun, kalau melihat peringkat di klasemen Premier League hingga musim 2016/17 ini yang menjadi patokannya, maka suporter Liverpool boleh optimis untuk musim ini menjadi waktu trofi juara domestik akan bersemayam kembali di Anfield.

Sama seperti saingan beratnya, Manchester United, Liverpool juga sarat sejarah, tragedi, dan prestasi. Selain The Beatles, Club Liverpool juga menjadi faktor lain yang membanggakan bagi warga kota Liverpool. Tetapi The Beatles belum tentu mempunyai 5 fakta menarik yang menghiasi The Reds, Liverpool. Mari simak 5 fakta tersebut berikut ini:

 

  1. Berdirinya Klub Liverpool

Sejarah Club Liverpool sebagai klub sepakbola diawali satu hari di tahun 1892 yang waktu itu terjadi perselisihan antara Club Everton yang ingin menyewa lapangan Anfield dengan John Houlding yang saat itu merupakan pemilik dari stadion Anfield. John Houlding bermaksud menaikkan biaya sewa dari £100 ke £250 per tahun. Namun, ditolak Everton dan akhirnya pindah ke stadion yang terletak di Goodison Park. Houlding yang tidak ingin melihat lapangannya kosong terus, akhirnya memutuskan membentuk tim sepakbola sendiri yang bermarkas di Anfield. Tim yang lahir 15 Maret 1892 itu pada akhirnya diberi nama Liverpool Football Club.

 

  1. Seragam Merah Klub

Awalnya warna seragam kebesaran Liverpool bukanlah merah, melainkan biru dan putih. Di tahun 1894, warna merah mulai digunakan untuk warna seragam dan warna putih untuk celana. Dan sejak tahun 1964, akhirnya Liverpool mengenakan warna merah untuk seragam, celana, maupun kaos kaki. Menurut Ian St. John salah seorang legenda Liverpool dalam otobiografinya, kejadian itu terjadi saat manajer Bill Shankly merasa merah memberikan keuntungan psikologis bagi timnya. Shankly makin optimis jika timnya harus mengenakan warna merah setelah melihat pemainnya Ronnie Yeats terlihat lebih garang dalam balutan seragam dan celana merah. St. John kemudian mengusulkan kepada Bill Shankly agar kaos kakinya waktu itu sebaiknya juga berwarna merah.

 

  1. Suporter ‘Hooliganisme’

Liverpool memang tercatat mempunyai sejarah yang cukup fantastis dengan torehan prestasinya di lapangan. Akan tetapi, sebagian jadi ternoda karena adanya hooliganisme dari suporternya sendiri. Puncaknya di 29 Mei 1985 ketika terjadi Bencana Heysel. Heysel merupakan stadion tempat digelarnya final Piala Eropa antara Liverpool melawan Juventus. Satu jam sebelum pertandingan, sebagian besar suporter Liverpool menerjang pagar sebagai batas dengan suporter Juventus, kemudian menyerang fans Bianconeri. Hal itu membuat suporter Juve berlarian mundur dan terpojok di tembok stadion. Tembok itu akhirnya roboh dan menimpa banyak penonton lain yang berada tepat di bawahnya. Situasi menjadi sangat kacau. Peristiwa ini mengakibatkan hilangnya nyawa 39 suporter yang kebanyakan adalah suporter Juventus. Buntutnya, skorsing diberikan bagi semua klub Inggris tanpa terkecuali dengan tidak mengikuti semua kompetisi yang diadakan UEFA. Skorsing itu baru dicabut saat musim 1990-91.

 

  1. Pemain Legenda Klub

Ian Callaghan menjadi pemain yang tampil paling banyak untuk Liverpool, yaitu sebanyak 857 kali selama 19 musim di Anfield. Legenda top lainnya, Ian Rush masih memegang rekor sebagai pemain yang paling produktif dengan terbanyak mencetak gol untuk Liverpool yaitu 346 gol. Phil Neal adalah pemain yang paling banyak dikalungi medali juara di Liverpool karena Neal berhasil menyimpan di lemarinya medali pemenang sebanyak 20 buah. Rekor Neal ini dipecahkan musim 2013/14 oleh Ryan Giggs dari Manchester United.

 

  1. Lagu Kebanggaan Liverpool

Lagu kebanggaan yang sering diperdengarkan di Stadion Anfield serta fans Liverpool di seluruh dunia yaitu You’ll Never Walk Alone (YNWA) yang versi aslinya adalah sebuah lagu drama musikal Carousel. Lagu itu diperdengarkan pertama kali di Anfield saat band Gerry and the Pacemakers yang memang berasal dari Liverpool berhasil meraih nomor satu di jenjang lagu terpopuler Inggris berkat lagu itu. Sejak itulah tradisi menyanyikan lagu You’ll Never Walk Alone di Anfield lahir. Lagu yang kemudian diadopsi oleh pendukung klub lain, seperti Glasgow Celtic di Skotlandia, Hibernian, Feyenoord Rotterdam, dan FC Twente di Belanda.

Selalu update berita terbaru sepakbola, highlights dan 5 fakta hanya di Vivagoal.com

Leave a Reply