Site icon Vivagoal.com

5 Fakta Indra Sjafri di Timnas Indonesia

VivagoalBerita Bola – SEA Games 2023 menjadi momen turun gunung seorang Indra Sjafri menangani Timnas Indonesia. Ia kini berpeluang mengakhiri masa paceklik medali emas yang sudah berlangsung 32 tahun.

Indra Sjafri merupakan salah satu pelatih lokal terbaik yang dimiliki Indonesia. Rekam jejaknya dengan jelas menggambarkan hal itu.

Layaknya pelatih kebanyakan, Indra Sjafri lebih dulu berkarier sebagai pemain. Ia pernah memperkuat klub asal kota kelahirannya, PSP Padang.

Namun kariernya tak terlalu cemerlang saat menjadi pemain. Terbukti ia sempat banting stir menjadi pegawai PT Pos Indonesia.


Baca Juga:


Peruntungan Indra Sjafri berubah 180 derajat saat meniti karier sebagai pelatih. Kariernya dengan cepat melesat hingga mendapat kepercayaan menangani tim nasional.

Indra Sjafri mengawali kariernya di tim nasional dengan menangani Timnas U-16 pada 2012 silam. Ia mencuri perhatian usai berhasil menjuarai turnamen HKFA International Youth Football Invitation Tournament 2012.

Vivagoal memiliki beberapa fakta menarik terkait kiprah Indra Sjafri bersama tim nasional. Berikut rangkumannya:

1. Spesialis Kelompok Umur

Indra Sjafri merupakan langganan menangani tim kelompok umur. Setelah mengawali bersama Timnas U-16 ia kemudian naik kelas ke Timnas U-19 dengan angkatan pemain yang sama.

Indra Sjafri tercatat sempat menangani Timnas U-19 dalam tiga kesempatan. Setelah itu ia naik kelas menangani Timnas U-23.

2. Metode Scouting Tak Biasa

Indra Sjafri memiliki metode scouting yang unik. Ia rela mencari bakat-bakat terpendam dari berbagai penjuru Indonesia untuk mencari yang terbaik.

Langkah yang ditempuh itu membuahkan hasil. Ia berhasil menggabungkan para pemain dari berbagai wilayah Indonesia ke Timnas U-19 angkatan Evan Dimas.

Kisahnya dalam melakukan pencarian pemain menarik perhatian pecinta sepakbola nasional. Bahkan hal ini sampai difilmkan ke layar lebar.

3. Bikin Sejarah dengan Timnas U-19 dan U-22

Indra Sjafri berhasil melepas dahaga pecinta sepakbola nasional melihat timnas mengangkat trofi. Momen itu terjadi pada 2013 saat membawa Timnas U-19 menjuarai Piala AFF U-19 2013.

Kesuksesan tersebut menimbulkan euforia yang sangat besar kala itu. Indra Sjafri dan para pemain Timnas U-19 sempat dielu-elukan.

Apalagi Timnas U-19 setelah itu berhasil lolos ke putaran final Piala Asia U-19. Dalam perjalanannya, mereka mengalahkan Korea Selatan yang berstatus juara bertahan.

Pada tahun 2019, Indra Sjafri naik kelas ke Timnas U-22. Ia menjawab kepercayaan tersebut dengan memberikan gelar Piala AFF U-22.

Indra Sjafri menjadi satu dari tiga pelatih lokal yang mampu mempersembahkan trofi untuk timnas kelompok umur Indonesia. Hal ini membuatnya dianggap layak untuk diberi kesempatan menangani timnas senior.


Baca Juga:


4. Filosofi PePePa

Kesuksesan Timnas U-19 angkatan Evan Dimas diiringi dengan gaya permainan yang enak dipandang. Indra Sjafri menyebut filosofi permainannya dengan PePePa atau pendek pendek panjang.

Hal ini berkaitan dengan gaya bermain Timnas U-19 yang gemar melakukan operan-operan pendek dengan kombinasi operan panjang yang langsung menusuk. Gaya bermain ini juga yang membuat mereka mampu mengalahkan Korea Selatan U-19 dengan skor 3-2.

5. Diangkat Jadi Direktur Teknik

Indra Sjafri – PSSI

Setelah sukses mempersembahkan gelar untuk dua timnas kelompok umur, Indra Sjafri belum mendapat kesempatan menangani timnas senior. Namun dirinya justru diangkat menjadi Direktur Teknik.

Jabatan itu diembannya sejak Februari 2020. Ia secara tak langsung menjadi atasan dari pelatih Timnas Indonesia yang sekarang, Shin tae-yong.

Namun Indra Sjafri mendapat kepercayaan untuk kembali menjadi pelatih untuk ajang SEA Games 2023. PSSI mengambil keputusan ini setelah agenda Shin Tae-yong bentrok dengan Piala Dunia U-20 2023 yang kini telah dibatalkan.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Exit mobile version