Site icon Vivagoal.com

5 Fakta Legenda AC Milan Franco Baresi

5 Fakta Legenda AC Milan Franco Baresi

Vivagoal5 Fakta – Dalam sejarah Milan, ada nama-nama pemain yang dianggap memberikan pengaruh besar terhadap prestasi Milan. Salah satu pemain yang masuk ke dalam daftar tersebut adalah Franco Baresi.

Sosok Franco Baresi di Milan memang sangat besar. Baresi yang lahir di Italia pada 8 Mei 1960 tersebut memang sosok spesial di ll Rossoneri. Sejak debut hingga ia memutuskan untuk gantung sepatu, ia hanya membela Milan.

[irp]

Kesetiaan serta sumbangsihnya yang besar selama membela Milan membuatnya menjadi sosok yang terus dikenang hingga kini. Baresi bahkan dianggap lebih hebat dibandingkan Maldini yang juga merupakan suksesornya sebagai kapten di Milan.

Ia dihormati baik oleh banyak orang. Sosoknya dianggap menginspirasi banyak orang. Untuk itu, Vivagoal akan mengangkat Franco Baresi sebagai tema 5 fakta legenda sepakbola kali ini.

1. Nomor punggungnya dipensiunkan

Nomor punggung Baresi (6) selama di Milan dianggap keramat oleh para penggemar klub. Jasa besar serta loyalitasnya selama di Milan membuat pihak klub memutuskan agar nomor punggung Baresi pensiun. Langkah tersebut diambil untuk menghormati sosok Baresi di AC Milan.

Tak heran jika Milan melakukan hal tersebut karena, Baresi berjasa besar dalam membawa Milan meraih 18 gelar selama ia berkarir disana (1977-1997). Uniknya, nomor punggung Baresi tampaknya akan pensiun selamanya karena tidak akan diturunkan seperti nomor punggung Maldini.

[irp]

Nomor punggung Maldini (3) merupakan nomor punggung yang sepertinya ditakdirkan untuk keluarga Maldini. Generasi pertama, Cesare Maldini menjadi yang pertama dan kedua ada Paolo Maldini. Christian Maldini berpeluang untuk mengenakan nomor punggung tersebut karena, hanya ia atau Daniel yang berhak mengenakannya.

2. Pernah trial di Inter Milan

Siapa sangka jika Franco Baresi pernah melakukan trial di rival sekota AC Milan, Inter Milan. Hal ini terjadi ketika ia masih berusia 14 tahun. Kala itu, ia melakukannya bersama saudaranya, Giuseppe Baresi. Sayangnya, hanya Giuseppe saja yang diterima sedangkan Franco Baresi tidak diterima.

[irp]

Baresi yang gagal tidak menyerah dan akhirnya mencoba trial di Milan. Baresi justru berjodoh dengan Milan karena ia akhirnya diterima di tim junior Milan. Berawal dari situ, kisah Baresi bersama Milan dimulai dan merangkai banyak prestasi.

3. Bukan orang asli Milan

Meski hanya membela AC Milan selama berkarir, Franco Baresi kenyataannya bukanlah pemain asli kelahiran Milan. Franco Baresi lahir dan dibesarkan di daerah Travagliato, provinsi Brescia.

Ia tercatat membela Milan selama 20 tahun dengan mencetak 591 caps dan 19 gol dalam semua kompetisi yang diikuti Milan seperti dikutip dari transfermarkt.

4. Diorbitkan oleh Nils Liedholm

Berbicara soal sosok yang berjasa dalam karirnya, mungkin Nils Liedholm menjadi salah satu sosok yang berpengaruh besar. Pelatih asal Swedia tersebut yang memberikan kesempatan bagi baresi untuk debut di tim utama Milan pada musim 1978/1979.

Alasan kenapa Liedholm kepincut Baresi adalah karena, sang pemain menunjukkan bakat serta kerja kerasnya agar bisa bermain di tim utama Milan. Keputusannya untuk memainkan Baresi memang tidak salah karena, Baresi mampu menunjukkan kelasnya sebagai pemain hebat meski masih muda saat memulai debut (18 tahun).

[irp]

Dikutip dari FourFourTwo, Liedholm mengatakan jika Baresi bermain seperti seorang pemain veteran meski usianya masih muda. Hal ini menjadi ungkapan Liedholm yang menggambarkan performa seorang Baresi yang tampak matang meski masih muda.

5. Kesetiaannya kepada Milan sangat besar

Berbicara soal kesetiaannya kepada Milan, ada satu bukti nyata kenapa loyalitas Baresi layak diacungi jempol. Saat Milan 2 kali terdegradasi (musim 1979-80 dan musim 1981-82), Baresi tetap membela Milan meski mendapatkan banyak godaan dari klub-klub besar untuk pindah.

[irp]

Keputusan Baresi untuk tidak pindah memang terbukti benar. Ia menjadi sosok sentral dalam Rossoneri hingga ia memutuskan untuk gantung sepatu. Loyalitas tersebut akhirnya menjadi salah satu alasan Milan memutuskan untuk memensiunkan nomor punggung sang pemain.

Exit mobile version