Vivagoal.com5 FaktaAllianz Arena adalah stadion sepakbola yang berlokasi di kota Munich, Jerman, dengan kapasitas maksimal 75.024 tempat duduk. Stadion ini memiliki konsep eksterior yang sudah dilapisi panel plastik ETFE yang bisa mengembang dan menutup, dan menjadi stadion pertama di dunia dengan warna eksterior yang bisa berubah-ubah.

Terletak di 25 Werner Heisenberg-Allee, Allianz Arena merupakan stadion terbesar ketiga yang ada di Jerman setelah Signal Iduna Park di Dortmund dan Olympiastadion di Berlin.

Dua klub sepakbola professional yaitu FC Bayern Munich dan TSV 1860 München menggunakan Allianz Arena sebagai markasnya sejak musim 2005-06. Kedua klub ini juga berbagi markas di Stadion Olimpiade Munich sejak 1972.

TSV 1860 Munchen sebenarnya memiliki saham stadion sebesar 50%, tetapi FC Bayern Munich kemudian berinisiatif membeli saham mereka dengan total transaksi sebesar 11 juta euro pada April 2006. Hanya saja, pembelian ini tetap memiliki opsi untuk TSV 1860 Munchen bermain di stadion meskipun sudah dilepas kepemilikannya. Penyedia jasa keuangan besar Allianz juga membeli hak penamaan stadion selama 30 tahun karena telah menyumbang dana pembangunan stadion yang cukup besar.

Namun, merk stadion ini tidak bisa digunakan ketika Alianz Arena menjadi tuan rumah turnamen FIFA dan UEFA, karena badan sepakbola tertinggi di dunia dan Eropa tersebut memiliki kebijakan melarang sponsor dari perusahaan yang bukan merupakan mitra turnamen resmi. Maka dari itu, selama Piala Dunia 2006, Allianz Arena dilabeli sebagai FIFA World Cup Stadium Munich (Stadion Piala Dunia FIFA Munich). Sedang untuk skala pertandingan klub UEFA dikenal sebagai Futball Arena Munchen.

Berikut adalah 5 fakta tentang Stadion Allianz Arena:

 

  1. Kapasitas

Setelah mengantongi izin dari pemerintah kota pada 16 Januari 2006, kapasitas stadion Allianz Arena ditingkatkan dari 69.000 menjadi 71.000 penonton. Ekspansi yang telah disetujui untuk selanjutnya memperbesar kapasitas stadion menjadi 75.000 untuk pertandingan Bundesliga dan 70.000 untuk pertandingan Liga Champions.

 

  1. Arsitek

Pembangunan Allianz Arena dimulai pada tanggal 21 Oktober 2002 dan secara resmi dibuka pada tanggal 30 Mei 2005. Arsitek Allianz Arena adalah seorang arsitek kelas dunia asal Swiss, Herzog and de Meuron. Firma arsitektur yang didirikan tahun 1978 mencatat reputasi internasional yang mentereng. Herzog and de Meuron juga yang menangani desain Stadion Nasional Beijing, desain Tate Modern Bankside London, pembangunan Taman St Jacob Stadion di Bassel, serta Desain gambar Gedung Forum Budaya Universal di Barcelona. Herzog sudah mengantongi banyak penghargaan prestisius di bidang arsitektur, yaitu Pritzker Awards tahun 2001.

 

  1. Konstruksi Eksterior

Untuk bagian eksterior stadion dipasangi 2.874 panel udara ETFE-foil yang dijaga agar terus mengembang dengan udara kering bertekanan 3,5 Pa. Jika dilihat dari jauh, panel terlihat berwarna putih tetapi jika dilihat lebih seksama terdapat sedikit titik pada panel. Saat dilihat dari dekat, panel udara EFTE-Foil sebenarnya tembus pandang dengan ketebalan 0,2 mm. Setiap panel bisa menyala dengan cahaya putih, merah, atau biru.

 

  1. Biaya Pembangunan

Biaya pembangunan stadion Allianz Arena dalam perencanaannya menelan dana hingga 286 juta Euro, tetapi pada kenyataannya membengkak mencapai 340 juta Euro. Itu belum termasuk sumbangan dari pemerintah kota dan pemerintah Jerman sebesar 210 juta Euro dalam bentuk pembangunan saranan infrastruktur pendukung.

 

  1. Homebase Bagi Bayern Munchen dan TSV 1860 Munchen.

Stadion Allianz Arena bukan hanya menjadi homebase dari klub Bayern Munchen, tetapi juga saudara tuanya, yaitu TSV 1860 Munchen plus tim nasional Jerman. Kedua klub ini juga berbagi stadion saat mereka masih bermarkas di Olympia. Dari namanya, TSV 1860 Munchen pastilah lebih tua dari Die Roten. TSV didirikan pada tahun 1860, sedangkan Bayern tahun 1900, jadi terdapat selisih 40 tahun. Tapi soal prestasi kalah jauh.

Selalu update berita terbaru sepakbola, highlights dan 5 fakta hanya di Vivagoal.com

Leave a Reply