
5 Fakta Resep Manchester City Raih Treble Winners
2. Strategi Manchester City

Pep Guardiola melakukan sesuatu yang vital sejak dipercaya menangani Manchester City dalam dua musim terakhir. Apakah itu? Jawabnya adalah pembangunan kembali. Sejak musim 2016-2017, Guardiola melakukan perombakan besar-besaran tidak hanya pada skuat utama, melainkan juga pada seluruh sistem klub tersebut. Singkatnya, Guardiola telah membangun Manchester City yang baru.
[irp]
Pada musim pertaman menangani Manchester City, Guardiola menerima tongkat estafet kepelatihan dari Manuel Pellegrini, pelatih yang sudah mempersembahkan satu gelar Premier League dan dua titel Piala Liga. Tak butuh waktu lama, Guardiola langsung bekerja keras membangun skuat sesuai kebutuhannya. Mancehster City adalah contoh sempurna pembangunan skuat yang dibentuk sesuai dengan gambaran pelatih, bukan sebaliknya.
Sudah bukan rahasia lagi bahwa Manchester City adalah klub dengan dukungan dana masif. Guardiola memahami kelebihan ini dan memanfaatkannya sebaik mungkin. Pada musim pertama, dia sudah menggelontorkan dana sebesar 167,1 juta poundsterling untuk mendatangkan delapan pemain anyar, yaitu Ilkay Gundogan (20 juta poundsterling), Nolito (13,8 juta poundsterling), Oleksandr Zinchenko (1,7 juta poundsterling), Leroy Sane (37 juta poundsterling), Marlos Moreno (4,75 juta poundsterling), John Stones (47,5 juta poundsterling), Claudio Bravo (15,4 juta poundsterling) dan Gabriel Jesus (27 juta poundsterling).
[irp]
Sebagai perbandingan, pada musim yang sama Manchester United juga menggelontorkan dana tak kalah besar. Jose Mourinho menghabiskan 145,3 juta poundsterling untuk merekrut pemain anyar. Perbedaannya, MU hanya berhasil menambah tiga pemain, yakni Eric Bailly (30 juta poundsterling), Henrikh Mkhitaryan (26,3 juta poundsterling) dan Paul Pogba (89 juta poundsterling). Beberapa pembelian Man City tersebut terbukti efektif sampai saat ini. Nama-nama seperti Gundogan, Sane, Stones dan Gabriel Jesus mampu menjelma menjadi pemain krusial di skuat City.
Semusim berlalu, Manchester City hanya berhasil finis di posisi ketiga dengan 78 poin, kalah dari Tottenham Hotspur dan Chelsea yang berhasil menjadi juara Premier League musim tersebut. Namun, perubahan permainan Manchester City mulai terlihat jelas, baik dari segi taktik maupun mentalitas pemain. Guardiola berani memandang musim depan dengan optimistis.
“Semoga pekerjaan yang kami lakukan musim lalu (2016/17) – meskipun gagal menjadi juara – bisa kami lihat hasilnya musim ini, karena pekerjaan berat sudah diselesaikan dan pemain baru yang datang harus menyesuaikan dengan cara kami bermain,” ungkap Guardiola di awal musim 2017-2018, dikutip dari Dailystar.















