Tag: Guardiola

Fabrice: PSG Akan Sangat Fantastis Bila Ada Ronaldo, Messi dan Guardiola

Vivagoal – Ligue 1 – Mantan pemain Paris Saint-Germain, Fabrice Pancrate memiliki ide gila untuk melihat Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi bermain untuk PSG dan dilatih oleh Pep Guardiola.

Rumor tentang masa depan Lionel Messi terus berjalan liar. Sang pemain disebut akan segera berpisah dengan Barcelona setelah meminta kontraknya supaya segera diputus agar bisa segera berpisah musim panas ini.

Manchester City sendiri disebut sebagai kandidat terfavorit untuk mendapatkan jasa La Pulga. Namun, Pancrate optimis jika Messi akan lebih memilih gabung PSG karena Paris lebih nyaman dari Manchester.

“Saya akan memberitahu Anda apa yang saya pikirkan. Kota Manchester itu jelek, sepi dan sering turun hujan. Ada banyak hal yang membuat saya mengatakan bahwa Messi akan ke Paris,” kata Pancrate pada Le Parisien.

Bukan hanya Messi, Pancrate juga berharap Ronaldo bisa datang ke Paris pada 2021. Ia melihat sebuah tim dengan ambisi besar di mana ada Ronaldo, Messi, Kylian Mbappe dan Neymar di dalamnya. Tidak hanya itu, ia juga mengharapkan Pep Guardiola nantinya akan menjadi peracik strategi di sana.

“Ronaldo akan bergabung dengannya pada 2021, kemudian disusul oleh Guardiola juga. Saya melihatnya seperti itu. Sesuai dengan slogan PSG ‘mari bermimpi lebih besar’ sangat masuk akal!

“Itu akan menjadi tim pertama di dunia yang mempertemukan empat alien: Ronaldo, Messi, Neymar, Mbappe dengan pelatih gila (Guardiola),” tutup Pancrate.


Baca Juga:


PSG memang cukup terbuka untuk mendatangkan Messi mengingat kekuatan finansial yang mereka miliki. Namun City disebut sebagai klub terdepan setelah keberadaan Guardiola di sana.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Rivaldo: Messi Pasti Prioritaskan Barca Daripada Guardiola

Vivagoal – La Liga – Masa depan Lionel Messi di Barcelona sejauh ini masih gelap gulita. Belum ada yang tahu apakah La Pulga akan bertahan di Camp Nou atau hengkang pada bursa transfer musim panas ini. Tapi, Rivaldo percaya Messi tidak bakal senekat itu meninggalkan Barcelona.

Sepanjang 19 tahun karier profesionalnya, Messi tercatat hanya berseragam tim Catalan. Ia melakukan debut pertamanya di tim senior Barca tahun 2004 silam dan menandatangani kontrak profesional pertamanya di akhir musim 2004/05.

Sejauh ini Messi sudah memperbaharui kontraknya sebanyak 8 kali, dimana pada tahun 2017 menjadi yang terakhir dilakukannya dan membuat Messi bertahan di Barcelona hingga 2021.

Namun saat ini, masa depan La Pulga kencang dispekulasikan menyusul tidak bersedianya Messi meneken perpanjangan kontrak yang sudah disodorkan manajemen Blaugrana. Messi diberitakan tengah menjajaki kemungkinan berpisah dengan Barca mengingat dalam kontraknya saat ini ada klausul khusus yang membolehkannya pergi pada Juni 2020 ini.

Adapun destinasi selanjutnya yang bakal dituju pemain asal Argentina tersebut adalah raksasa Liga Inggris, Manchester City yang diketahui saat ini dibesut Pep Guardiola, mantan bosnya di Barcelona periode 2008 hingga 2012.

Tetapi, Rivaldo mengonfirmasi bahwa meski Messi belum menandatangani perpanjangan kontrak karena gerah dengan krisis seolah tak henti menerpa Barca musim ini, namun itu tak berarti pemain asal Argentina itu akan hengkang dari Camp Nou dalam waktu dekat ini.

“Wajar jika banyak rumor yang tercipta usai kalah 8-2. Messi mungkin sudah sempat berpikir meninggalkan Barcelona. Tapi dia tidak akan mengambil keputusan senekat itu tanpa refleksi karena kepergiannya bakal membuat Barca menjadi tidak stabil.


Baca Juga:


“Saya percaya dia pasti kecewa dan terluka dengan hasil melawan Bayern. Namun tentu ia sangat berterima kasih pada Barcelona atas semua yang telah dilakukan untuk dirinya dan kariernya. Hidup Messi berakar di kota itu, ketika akhirnya dia pensiun, dia akan pensiun di Barcelona.” Rivaldo menegaskan. 

“Saya tidak berpikir dia akan mengambil keputusan sepihak tanpa berbicara dengan dewan terlebih dahulu. Messi dan Barca adalah kemitraan lama yang sudah mengalami banyak kesuksesan selama bertahun-tahun.” jelasnya.

Liverpool Juara, Klopp Malah Puji Guardiola

Vivagoal Liga Inggris – Liverpool memang telah dinobatkan menjadi juara liga Inggris pada musim ini dengan mengalahkan rivalnya Manchester City. Meski demikian, Jurgen klopp selaku pelatih Liverpool menilai bahwa Pep Guardiola tetap menjadi seorang pelatih terbaik dunia.

Kekalahan anak asuh Pep Guardiola atas Chelsea membuat Liverpool mengakhiri musim ini dan berada di puncak klasemen usai puasa selama 30 tahun untuk meraih trofi Liga Inggris.

Namun pada musim lalu, Pep Guardiola berhasil memenangkan gelar selama dua musim berturut-turut dengan meraih masing-masing 100 poin dan 98 poin. Akan tetapi, pada musim ini, Manchester City harus Lela dipermalukan dari anak asuh Jurgen Klopp yang masih menyisakan delapan pertandingan.

Jurgen Klopp telah sukses menambahkan trofi Liga Premier Inggris yang sebelumnya telah menorehkan trofi Liga Champions untuk Liverpool pada musim lalu.


Baca Juga:


Menurut Klopp, Pep Guardiola jauh lebih baik karena bisa memberikan perubahan yang cukup signifikan untuk Barcelona dan Bayern Munchen pada beberapa musim lalu. Klopp pun merasa dirinya masih belum pantas untuk menyandang pelatih terbaik dunia.

“Saya tidak bisa melakukan apapun tanpa bantuan para pemain. Saya juga belum pantas untuk dinobatkan menjadi pelatih terbaik di dunia,” ujar Klopp dikutip dari Sport Bild.

“Menurut saya, yang pantas menjadi pelatih terbaik di dunia adalah Guardiola. Ia merupakan pelatih yang sangat baik dan bisa menjadi contoh bagi para pelatih muda nanti,”jelasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Guardiola: Pendidikan Moral Sangat Penting Sebelum Masuk ke Dunia Sepak Bola

Vivagoal Liga Inggris – Bos Manchester City Pep Guardiola mengharapkan ada pendidikan moral untuk para publik sepak bola untuk menghargai para pemain bola yang memiliki kulit hitam. Hal ini diungkapkan usai ada pesawat dengan banner bertuliskan ‘White Lives Matter Burnley’.

Pesawat itu terlihat saat Manchester City menghadapi Burnley pada Selasa (23/6) dini hari tadi. Padahal saat itu, kedua tim sedang menunjukkan solidaritas dengan memakai jersey ‘Black Lives Matter’. Ini merupakan sebuah gerakan yang telah menjadi kesepakatan semua klub untuk memakai di sisa pertandingan Liga Premier Inggris.

Namun, Burnley pun langsung bertindak cepat untuk memperingatkan bahwa ada oknum yang bertanggung jawab atas spanduk yang membuat geram seluruh publik sepak dunia.

Bahkan kapten Burnley, Ben Mee mengatakan bahwa seluruh pemain dan staf pelatih merasa sangat “malu” atas tindakan yang dilakukan oleh oknum tersebut.

Sedangkan, Pep Guardiola sangat mengecam keras dan mengatakan bahwa perjuangan sepak bola saat ini adalah untuk mengakhiri ketidakadilan. Hal itu bisa dimulai dalam pendidikan usai dini di sekolah.

“Manajer dan kapten [Burnley] telah mengirim pernyataan keras dan meminta maaf atas kejadian tersebut. Menghargai sesama adalah hal yang paling penting dalam sepakbola,” katanya.


Baca Juga:


“Memang, pemain berkulit putih harus dihargai tetapi pemain berkulit hitam juga harus sama-sama dihargai. Sesama manusia itu memiliki hak yang sama semuanya. Kita disini dan di luar sana sama saja,” lanjutnya.

“Saya sering bepergian ke seluruh dunia dan hidup di banyak negara dan setiap orang dari kita benar-benar sama. Kami memiliki ketakutan yang sama, sukacita yang sama, hal-hal baik dan buruk yang sama.

“Setiap hari kami ingin bertarung tidak hanya untuk situasi ini, tetapi semua ketidakadilan bagi manusia di seluruh dunia.

“Dimulai bagi sekolah-sekolah bagi generasi baru untuk memahami bahwa kita setara dan sama dan pendidikan akan menyelamatkan kita.”

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Hal Ini yang Membuat Phil Foden Jadi Pemain Andalan Manchester City

Vivagoal Liga Inggris – Guardiola juga menambahkan salah satu kualitas terbaik Foden adalah fleksibilitas dan konsistensi dalam bermain. Bisa terlihat dalam dua pertandingan terakhir, ia memberikan performa terbaik untuk Manchester City dengan mencetak gol.

“Ciri-ciri pemain bagus adalah bisa bermain di mana-mana. Dan juga bisa memahami permainan rekan setimnya. Ia sangat mengerti apa yang harus dia lakukan di setiap momen pertandingan dan aksi individunya. Yang saya suka adalah dia bisa bermain di mana-mana,” ujar Guardiola dikutip dari BBC Sport.

“Phil adalah salah satunya, terutama di depan. Ia memang bukan ‘pemain sayap’, tapi dia bisa bermain di sana. Saya suka dengan gaya permainannya,” jelasnya.

Pep Guardiola mengingatkan kembali saat Phil Foden sukses membantu Timnas Inggris untuk memenangkan Piala Dunia U-17 sebagai pemain sayap. Menurutnya, ia telah menyiapkan posisi yang ideal untuk seorang Phil Foden.

“Kami tidak bisa lupa bahwa ia memenangkan Piala Dunia U-17 dengan timnas Inggris dan bermain sebagai pemain sayap kanan. Saya sangat senang karena dia (Foden) bisa bermain di posisi ini dan bermain di mana-mana.


Baca Juga:


“Tapi saya suka dia bermain dekat dengan kotak penalti karena dia memiliki sesuatu yang istimewa dan memiliki insting tajam untuk mencetak gol.

“Memang, tidak mudah untuk menemukan pemain sayap yang memiliki insting mencetak gol yang tinggi. Dia mencetak gol pada beberapa hari yang lalu [melawan Arsenal], dia mencetak dua [melawan Burnley] dan membuat assist yang luar biasa. Wasit juga memberikan hadiah penalti kepada Riyad Mahrez karena pemain Burnley melanggar Sergio Aguero karena umpan cantik dari Phil Foden..

“Dia menampilkan performa terbaiknya dan menunjukkan kepada kita semua. Saya bisa melihat dengan cara dia berlatih dan cintanya pada sepakbola dan setiap kali dia bermain, dia merupakan bermain berbakat.

“Jadi, dia merupakan tim pemain yang ketika dekat dengan kotak penalti, dia selalu memberikan sesuatu yang menarik. Kita bisa mengandalkannya, tanpa ragu.”

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Siapa Yang Terbaik Messi vs Ronaldo Versi Pelatih Top Dunia? Ini Jawabannya

Vivagoal Liga Champions – Membandingkan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo memang tidak ada habisnya. Dua pemain tersebut memang selalu membuat banyak orang terlibat dalam perdebatan soal siapa yang terbaik di level sepakbola teratas selama satu dekade terakhir.

Keputusan Ronaldo meninggalkan Madrid awal musim panas 2018 lalu untuk bergabung dengan Juventus tak begitu saja menghentikan pembahasan soal siapa yang terbaik diantara keduanya. Meski telah bermain di liga yang berbeda, Ronaldo dan Messi masih saja jadi topik yang menarik untuk dibahas.

Beberapa pelatih kenamaan yang pernah membesut dan melawan Messi atau Ronaldo sampai merasa perlu untuk ikut memberikan pendapatnya mengenai siapa yang terbaik di antara keduanya. Dan siapa saja pelatih yang menganggap Messi atau Ronaldo lebih baik? Berikut rangkumannya.

1.Zinedine Zidane

Semasa bermain, Zidane adalah salah satu gelandang terbaik yang pernah dimiliki Real Madrid. Kini, Zidane menjabat sebagai pelatih El Real, dan pernah tiga musim melatih Ronaldo dari 2016 hingga 2018.

“Cristiano Ronaldo adalah yang terbaik. Lionel Messi adalah pesaingnya, dan itu menjadi persaingan yang selalu ingin dilihat semua orang. Tapi, Ronaldo sangat fenomenal, tidak ada kata-kata untuk menggambarkannya. Dia jauh lebih baik daripada saya, meski saya punya karier yang hebat, namun dia yang terhebat sepanjang masa.” ucap Zidane.


Baca Juga:



2. Jose Mourinho

Mourinho tercatat pernah menangani Real Madrid dan Ronaldo selama tiga musim sedari tahun 2010 hingga 2013.

“Saya pikir tidak adil bagi keduanya ketika menilai ini lebih baik dari yang lain. Menurut saya, mereka berbeda. Satu-satunya yang bisa saya katakan adalah ketika saya memiliki Ronaldo di tim saya, saya sudah pasti jadi orang yang paling bahagia. Tapi ketika saya harus bermain melawan Messi, saya haru berpikir sangat keras untuk mencoba dan membantu tim memiliki peluang untuk menang.”

3. Josep Guardiola

Josep Guardiola, Barcelona dan Lionel Messi adalah sebuah kombinasi yang pernah mengguncangkan dunia sepakbola dengan gaya bermain indah dan sukses menghadirkan 14 trofi dalam kurun waktu 2008-2012.

“Messi adalah yang terbaik, jelas dia yang terbaik. Dia tahu cara bermain, cara mencetak gol, dan membuat pemain lain terlibat dalam permainan. Dia selalu ada untuk tim. Dengan segala hormat kepada semua pemain, termasuk Cristiano, saya pikir Messi ada di level lain.”

Selalu update berita terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Tiki Takanya Guardiola Buat Timnas Spanyol Sukses Taklukkan Dunia

Vivagoal La Liga – Timnas Spanyol mencuri perhatian dengan gaya bermain yang atraktif di perhelatan Piala Eropa 2008. Dikenal dengan strategi tiki-taka, La Furia Roja sukses menaklukkan Eropa dan dunia.

Sebelum skema tiki taka banyak dikenal pada 2008 silam, jika menjalani turnamen besar, Spanyol kerap kali melempem. Sejak menjadi juara Piala Eropa 1964, tim Matador seakan kesusahan untuk sekadar melaju ke partai final bukan keluar sebagai juara.

Spanyol sekali menjadi runner-up pada Piala Eropa 1984, setelah itu, paling banter mereka hanya bisa menjejakkan kaki di babak perempatfinal. Setali tiga uang dengan Euro, di perhelatan Piala Dunia, Spanyol juga kurang bisa berbicara banyak.

Sebelum mengangkat trofi Piala Dunia tahun 2010, Spanyol paling tinggi hanya bisa finish keempat. Selain itu, babak perempatfinal merupakan langkah yang paling jauh bisa dilakukan Spanyol.

Namun memasuki tahun 2008, dimana Barcelona bersama Pep Guardiola mengguncang dunia dengan skema tiki taka-nya, Spanyol pun muncul dengan gaya bermain itu mayoritas skuatnya diisi oleh pemain Barcelona, seperti duet gelandang Xavi Hernandez dan Andres Iniesta, kiper Victor Valdes dan duet penyerang David Villa serta Pedro Rodriguez.


Baca Juga:


Tiki taka yang mengandalkan tiga variabel yakni segitiga, tiki-taka dan on-front defense pressing system sangat cocok dipakai timnas Spanyol mengingat postur pemain mereka yang kesusahan kalau harus beradu otot dengan pemain lawan.

Otomatis, mengalirkan bola dengan cepat sembari mengatur pergerakan pemain dengan umpan-umpan pendek segitiga menjadi solusi untuk mempertahankan ball possesion. Luis Aragones menjadi inisiator pertama gaya bermain Barcelona ini di tim Matador.

Dibawah arahan Luis Aragones, Spanyol menjadi kekuatan yang menakutkan dengan menjadi juara Piala Eropa 2008 dengan catatan mengagumkan, yakni 5 kali menang, sekali seri dan tiga diantaranya dituntaskan dengan clean sheet.

Spanyol pun berhasil mengakhiri puasa gelarnya selama 44 tahun di kancah Eropa. Setelahnya, Spanyol kembali menjadi juara dunia tuk pertama kalinya di Afrika Selatan 2010 silam. Tak berhenti disitu, Spanyol dengan tiki takanya kembali mendominasi Eropa dengan meluluhlantakkan Italia 4-0 di partai final Piala Eropa 2012.

Sayang, seiring dengan kepindahan Guardiola ke Bayern Munchen pada 2012 silam. secara perlahan, Spanyol juga mulai menurun. Di Piala Dunia 2014, mereka tersingkir sedari fase grup. Empat tahun setelahnya, di Piala Dunia 2018, mereka gugur di babak 16 besar. Sementara di Euro 2016, mereka hanya bisa melangkah hingga 16 besar.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Ketularan De Gea, Begini Penuturan Guardiola Tentang Blunder Ederson

Vivagoal Liga Inggris – Blunder fatal dilakukan oleh Ederson saat Manchester City kalah dari Manchester United. Insiden itu sendiri mengingatkan pada blunder yang dilakukan kiper lawan, David de Gea.

Blunder fatal tersebut terjadi saat Ederson melempar bola guna membangun serangan cepat. Nahas, bola lemparannya justru disambar oleh Scott McTominay yang dengan mudah menendang bola ke gawang kosong.

Ederson bisa dikatakan juga melakukan kesalahan pada gol pertama Manchester United. Ederson harusnya bisa menangkap bola sepakan Martial. Akan tetapi, bola tidak mampu ditepis dengan baik.

Baca Juga: 5 Fakta Kesuksesan Kiper Legendaris Manchester United

Ederson mengalami penurunan performa musim ini. Tercatat dari 25 laga yang sudah dimainkan di Premier League, musim ini Ederson sudah kebobolan 24 gol. Penjaga gawang 26 tahun tersebut baru 10 kali clean sheet. Sebagai catatan, dia juga sudah mendapat tiga kartu kuning dan satu kartu merah.

Bicara tentang blunder, apa yang dilakukan Ederson hampir mirip dengan De Gea saat bermain imbang 1-1 melawan Everton. Terbaru kiper asal Spanyol itu salah menendang bola sehingga diblok Dominic Calvert-Lewin dan menjadi gol ke gawangnya.

Namun demikian Pep GUardiola tetap memberikan dukungan kepada Ederson. Menurutnya kiper asal Brasil itu adalah sosok luar biasa yang akan segera bangkit dari keterpurukan.

“Dia juga membuat penyelamatan pada satu atau dua peluang lawan. Dia kiper yang luar biasa. Saya tidak datang untuk menghakimi pemain, kesalahan adalah bagian dari permainan,” ucap Pep Guardiola dikutip dari Sky Sports.

“Ederson akan bangkit dan ia adalah penjaga gawang yang luar biasa,” kata manajer asal Spanyol tersebut.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Tiga Wakil Inggris Terkapar di Liga Champions, Bagaimana Nasib Man City?

Vivagoal Liga Champions – Liverpool, Chelsea dan Tottenham Hotspur terkapar pada leg pertama 16 besar Liga Champions. Kini hanya Manchester City yang memiliki kesempatan untuk menyelamatkan muka Britania.

Inggris kembali menjadi sorotan setelah berhasil mengirim empat wakil hingga fase gugur Liga Champions. Namun sayang kans mereka untuk melangkah lebih jauh sepertinya cukup berat mengingat tiga wakilnya sudah terkapar.

Spurs tak mampu meraih kemenangan saat menjamu RB Leipzig di markas sendiri. Gol tunggal Timo Werner membuat tim besutan Jose Mourinho itu kesulitan membalikkan keadaan di markas lawan. Belum lagi para pemain andalannya seperti Son Heung-min dan Harry Kane cedera.

Baca Juga: 5 Pemain dengan Penghasilan Tertinggi di Masing-masing Liga Eropa

Hal senada juga dialami oleh Liverpool. Sang juara bertahan terkapar dalam lawatannya ke markas Atletico Madrid. Satu gol Saul Niguez dan pertahanan ketat tuan rumah tak mampu ditembus oleh skuad asuhan Jurgen Klopp.

Namun Liverpool mungkin masih memiliki kesempatan untuk membalikkan keadaan. Selisih gol tak terlalu banyak ditambah mereka akan bermain di Anfield pada leg kedua nanti.

Nasib paling buruk dialami oleh Chelsea. Bermain di Stamford Bridge, The Blues dihajar Bayern Munchen tiga gol tanpa balas. Praktis mereka harus mencetak empat gol tanpa balas di Allianz Arena yang tentu bukan tugas mudah.

Manchester City menjadi wakil terakhir yang akan mencoba peruntungannya. Tim besutan Pep Guardiola itu baru akan memainkan leg pertama pada Kamis (27/2/2020) dini hari WIB.

Langkah City diperkirakan tak kalah sulit dari tiga wakil lainnya. Pasalnya mereka harus bertandang ke Santiago Bernabeu markas Real Madrid, raja Liga Champions dengan total 13 trofi di kabinet.

Lantas, akankah Man City meraih hasil terbaik di fase gugur ini? Atau mereka akan menjadi wakil keempat Inggris yang terkapar?

Selalu update berita terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Guardiola ke Serie A, Ini Kata Legenda Juventus!

Vivagoal Serie A – Kepergian Guardiola ke salah satu raksasa Serie A , Juventus masih penuh dengan teka-teki. Bahkan, legenda Juventus, Alessandro Del Piero ikut memberikan komentar terkait hal tersebut.

Del Piero menilai bahwa Guardiola sangat berada di Juventus karena beberapa pengalaman yang telah didapatkannya.

“Saya telah memikirkan bahwa Guardiola sangat cocok untuk setiap tim. Hal itu telah terbukti yang dia lakukan di masa lalu dan apa yang dia lakukan sekarang,” jelas Del Piero dikutip dari Football Italia.

Baca Juga: 5 Fakta Michel Platini, Legenda Juventus

Belum Pernah Raih Trofi di Italia

Legenda Juventus itu juga menambahkan bahwa trofi yang belum diraih oleh mantan pelatih Barcelona itu adalah trofi di Italia.

“Pep Guardiola telah memenangkan trofi di Jerman, Inggris dan Spanyol. Saat ini, saya merasa bahwa yang belum diraih oleh Guardiola adalah trofi di Italia dan Pranci,” pungkasnya.

Bila Pep Guardiola benar-benar akan hengkang dari Manchester City dan singgah ke Juventus, maka Liga Serie A akan semakin seru dan memanas.

“Jika benar Pep Guardiola benar ke Italia, pasti akan sangat menarik melihatnya. Bahkan, musim panas ini akan menjadi musim yang sangat panas, begitu juga dengan sepakbola,” tuturnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

HOT NEWS