PSG Galtier
Foto: Hiroki Watanabe/Getty Images via sport.detik.com

Sesali Candaan Pesawat Pribadi, Pelatih PSG: Sulit jadi orang lucu di Prancis

Irman Maulana - September 8, 2022
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal – Ligue 1 – Pelatih Paris Saint-Germain, Christophe Galtier mengaku bahwa dirinya menyesal telah memberikan respon sarkastik, tentang kritik pada timnya setelah mengambil penerbangan jarak pendek menggunakan jet pribadi menuju tempat pertandingan.

Sebelumnya, Christophe Galtier dan bintang PSG, Kylian Mbappe tertawa ketika mendapat pertanyaan soal penggunaan pesawat pribadi, jelang partai melawan Nantes, Minggu (4/9) lalu. Padahal mereka hanya butuh waktu dua setengah jam jika menggunakan transportasi darat seperti kereta api.

Jet pribadi sendiri digunakan secara teratur oleh pesepakbola dan tim di seluruh dunia. Namun subjek tersebut saat ini menjadi topik hangat di Prancis.

PSG vs Juventus: Galtier Sayangkan Batal Reuni Dengan Angel Di Maria
Christophe Galtier, Foto: dok Goal

“Pagi ini kami membicarakannya dengan perusahaan yang mengatur perjalanan kami dan sedang mempertimbangkan untuk bepergian dengan kapal pesiar pasir,” respon Galtier, usai ditanya soal jet pribadi sebelum laga melawan Nantes.

Jawaban dari Galtier itu rupanya membuat sejumlah pihak kecewa. Diantaranya adalah Walikota Paris, Anne Hildalgo dan Menteri Keuangan Prancis, Bruno Le Maire. Keduanya meminta siapapun untuk tidak bercana soal perubahan iklim.

Mentri transportasi, Clement Beaune telah menyerukan agar jet pribadi dibatasi dalam upaya untuk membatasi pemanasan global. Langkah itu diambil setelah Prancis tahun ini mengalami musim panas paling parah kedua, yang berakibat gelombang panas, kebakaran hutan, hingga kekeringan.

Sadar ucapannya menjadi kontroversi, Galtier kemudian melontarkan permintaan maaf dan meyakinkan jika mereka selalu peduli pada perubahan iklim. Ia justru merasa sulit untuk menjadi sosok yang humoris di Prancis.


Baca Juga:


“Para pemain saya sangat berhati-hati dengan iklim, klub sangat memperhatikan hal itu,” kata Galtier dilansir Goal.

“Di Lille, kami berada di sana dengan bus, dua jam 45 menit dengan bus untuk pergi, begitu pula saat pulang. Kami menyadari masalahnya.

“Jelas saya menyesali itu. Tetapi saya pikir di Prancis sulit untuk menjadi lucu. Bahkan jika leluconku tidak bagus dan saya tahu itu dengan sangat cepat ketika saya sampai di rumah.”

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com