Azpilicueta: Mental Pemenang Senjata Utama Madrid Jadi Raja di Liga Champions
Cesar Azpilicueta, Foto: dok bola okezone

Azpilicueta: Mental Pemenang Senjata Utama Madrid Jadi Raja di Liga Champions

Raffy Faraz - April 11, 2023
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

VivagoalLiga Champions – Kapten Chelsea, Cesar Azpilicueta terkesan dengan performa Real Madrid. Kedua tim akan saling berhadapan di perempatfinal Liga Champions.

Perempatfinal Liga Champions 2022/2023 akan mempertemukan Real Madrid vs Chelsea. The Blues akan bertandang ke Santiago Bernabeu pada leg pertama, Kamis (13/4) dinihari WIB sebelum gantian menjamu El Real di Stamford Bridge tengah pekan depan.

Ini adalah pertemuan kelima mereka di Liga Champions dalam tiga musim berturut-turut. Di musim 2020/2021, Real Madrid vs Chelsea tersaji dalam laga semifinal. Chelsea kala itu menang agregat 3-1 dan jadi juara di musim itu.

Azpilicueta: Mental Pemenang Senjata Utama Madrid Jadi Raja di Liga Champions
Cesar Azpilicueta, Foto: dok Republika

Selanjutnya pada musim 2021/2022, Real Madrid vs Chelsea tersaji lagi dalam perempatfinal Liga Champions. Kali ini, gantian Los Blancos yang menang dengan agregat 5-4 dan jadi juara di musim itu juga.

Musim 2022/2023 kali ini, kedua tim lagi-lagi bertemu. Cesar Azpilicueta lantas mengidentifikasi sukses Madrid sebagai raja di Liga Champions dengan 14 trofi juara. Menurutnya, kekuatan utama Los Blancos bukan berada pada kemampuan individu para pemainnya, melainkan mentalitas juara, terlebih ketika tampil di Liga Champions.


Baca Juga:


Bukti paling gres adalah ketika anak asuh Carlo Ancelotti mampu bangkit dari ketertinggalan dua gol ketika tampil di markas Liverpool pada leg pertama babak 16 besar. Dengan gagah perkasa, Los Blancos menumpas perlawanan Si Merah dengan skor akhir 5-2.

“Madrid punya kemampuan memecahkan masalah dengan baik. Mereka seringkali mengeliminasi seluruh lawan dan menjadi juara Eropa. Mentalitas mereka terbentuk karena kualitas individu para pemain dan pengalaman,” ujar Azpilicueta kepada Diario AS.

“Mereka tertinggal dua gol dari Liverpool dan tidak panik. Pada akhirnya, mereka berhasil bangkit dan malah meraih kemenangan dengan margin besar. Ketika kita semua menilai Madrid telah kehilangan kontrol, mereka tetap tenang dan bisa kembali memegang kuasa,” katanya menambahkan.

“Madrid adalah tim yang sangat berbahaya, terutama ketika lawan sudah merasa memegang kendali penuh. Kami sendiri merasakannya tahun lalu. Kami berhasil unggul 3-0 di Santiago Bernabeu, tiba-tiba mereka mampu mencetak dua gol dan berbalik unggul skor agregat. Cara mereka mengontrol setiap aspek dalam pertandingan merupakan senjata berbahaya,” tuntasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com