
Legenda Timnas Italia Kritik Minimnya Kesempatan Pemain Lokal Main di Serie A
Vivagoal – Serie A – Fabio Cannavaro, mantan kapten Timnas Italia yang membawa negaranya menang Piala Dunia 2006, mengkritik minimnya kesempatan pemain lokal di Serie A dewasa ini. Tak hanya itu, ia juga menilai bahwa Liga Italia hanya fokus pada taktik ketimbang kemampuan pemain.
Cannavaro yang saat ini menjabat sebagai pelatih Timnas Uzbekistan masih mengikuti perkembangan sepakbola Italia, baik tim nasional maupun liganya. Beberapa aspek diakui Cannavaro jadi alasan tidak berkembangnya sepakbola Italia akhir-akhir ini.

“Banyak taktik sulit yang mereka gunakan di Italia, mereka bermain satu lawan satu di semua sudut lapangan. Mereka semua seperti putra (Gian Piero) Gasperini sekarang, seorang pelatih yang sangat saya hormati dan banyak belajar darinya,” kata Cannavaro, dilansir dari Football Italia.
“(Kekurangan) sekarang tidak banyak pemain Italia yang digunakan dan semakin sedikit pemain muda. Semua itu terlihat di tim nasional dan pelatih yang melakukan panggilan,” sambung sang pelatih.
Baca juga:
- Lama Absen, Lukaku akan Kembali Perkuat Napoli di Supercoppa Italiana
- Hadapi Borneo, Persebaya Diminta Jangan Lupakan Identitasnya
- Harga Nico Schlotterbeck Terlalu Tinggi, Barcelona Temui Solusi Lebih Murah Yang Datang Dari Aston Villa
- Lawan Brentford, Man City Tanpa Lima Pemain Kunci
Minimnya pemain lokal dan muda asal Italia yang bermain di Serie A jadi alasan Timnas Italia kesulitan untuk menembus kompetisi bergengsi. Gli Azzurri sudah absen dari Piala Dunia dua edisi terakhir dan mereka masih harus berjuang di babak playoff untuk mengamankan tiket kejuaraan dunia tahun depan.
“Selama 20 tahun sebelum kami menang Piala Dunia 2006, ada pemain yang dipanggil dan membuat kalian berpikir ‘wow’. 20 tahun berikutnya, kami punya tim yang akan membuat kalian berkata: ‘Oh mamma mia (astaga),” ujar Cannavaro.
“Pemain muda yang bermain sepakbola itu seperti membangun rumah, fondasi harus dibangun sesuai teknik, bukan taktik. Sampai saya berusia 20 tahun, pelatih biasanya hanya memberitahu saya untuk mengikuti lawan, bahkan ketika dia pergi ke kamar mandi. Metode Gasperini ini membantu banyak pemain muda untuk menjadi lebih baik.”
Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com















