Foto: REUTERS/Bernadett Szabo via sport.detik.com

Quansah Kartu Merah, Kapten Inggris Diminta Temui Donald Trump

Rizal Saleh - Juli 6, 2026
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

VivagoalPiala Dunia 2026 – Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, melontarkan sindiran bernada sarkastis, usai Jarell Quansah mendapat kartu merah, sambil berseloroh jika mereka bisa meminta bantuan pada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump lewat sang kapten, Harry Kane.

Komentar itu muncul setelah FIFA mengambil keputusan yang memicu perdebatan terkait dengan sanksi penyerang Amerika, Folarin Balogun. Pemain 25 tahun itu sebelumnya mendapat kartu merah saat melawan Bosnia, dan terancam absen menghadapi Belgia.

Tapi FIFA kemudian menangguhkan keputusan sanksi Balogun, sehingga Ia bisa kembali diturunkan oleh Negeri Paman Sam. FIFA menerapkan Pasal 27 dalam Kode Disiplin mereka untuk menunda pemberlakuan hukuman pada Balogun.

(Pict England via bola.okezone.com)

Keputusan tersebut membuat Tuchel mempertanyakan konsistensi penerapan regulasi. Menurutnya, keputusan wasit di lapangan yang telah melalui pemeriksaan Video Assistant Referee (VAR) seharusnya tidak mudah diubah tanpa penjelasan yang jelas.

“Pertama-tama, saya ingin menegaskan bahwa menurut saya itu bukan kartu merah. VAR sudah terlibat dan jelas ada tiga petugas VAR bersama wasit yang meninjau insiden tersebut sebelum mengambil keputusan. Jadi saya bertanya-tanya, siapa yang kemudian membatalkan keputusan itu, kapan hal tersebut dilakukan, dan atas dasar apa? Sejauh mana proses seperti ini akan terus berlangsung? Bagi saya, situasi ini sangat aneh,” ujar Tuchel dilansir Reuters.


Baca Juga:


Kontroversi tersebut semakin berkembang dan melibatkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia dilaporkan  telah menghubungi Presiden FIFA, Gianni Infantino, secara langsung untuk membahas situasi Balogun.

Di sisi lain, seusai kemenangan dramatis Inggris atas Meksiko dengan skor 3-2 di Stadion Azteca, Trump juga sempat memberikan pujian kepada Harry Kane. Lewat akun sosial media X, Trump menyebut jika penyerang milik Bayern Munich itu merupakan sosok pemain yang luar biasa.

Pernyataan Trump itu kemudian memunculkan pertanyaan kepada Tuchel mengenai kemungkinan Kane memanfaatkan kedekatan itu demi memperoleh perlakuan serupa. Ketika ditanya apakah Kane bisa melobi Trump, Tuchel menjawab dengan nada bercanda: “Mungkin saja. Itu bisa menjadi awal yang bagus,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan kekecewaan Tuchel terhadap perbedaan perlakuan dalam proses disipliner FIFA. Pelatih asal Jerman itu berharap adanya standar yang lebih konsisten agar seluruh peserta Piala Dunia memperoleh perlakuan yang sama dalam setiap keputusan yang diambil oleh otoritas turnamen.

Selalu update berita bola terbaru seputar Piala Dunia 2026 hanya di Vivagoal.com