Alfeandra Dewangga: Versatile Player Masa Depan Indonesia

0
606
Dewangga

Vivagoal – Liga Indonesia –  Salah satu bek muda Indonesia, Alfeandra Dewangga,  bertutur soal perjalanan kariernya. Bermula dari hanya mengikuti kakaknya, kini Dewa sukses menjadi palang pintu Garuda Muda.

Dewa mungkin belum terlalu banyak dikenal pecinta sepak bola tanah air. Tapi, duetnya dengan Rizky Ridho di Timnas U-18 lalu  mengundang decak kagum.

Selain malang melintang di Tim Nasional, secara professional Dewa tercatat sebagai salah satu pilar Mahesa Jenar. Lahir dan tumbuh di Semarang, Dewa, sukses menjadi salah satu putra daerah yang saat ini membela PSIS.

Uniknya, meski karier Dewa bersama Tim Nasional tengah menanjak, tapi sang pemain pantang berpuas diri. Dia sadar, sebagai pemain muda, dirinya masih harus terus berkembang untuk menjadi salah satu pemain terbaik.

Beberapa waktu lalu, vivagoal berbincang panjang soal perjalanan karier Dewa yang bisa ditempatkan di banyak posisi. Berikut petikan wawancara kami dalam program Vivagoal One on One:

Gimana ceritanya Anda sampai bisa menjadi pemain Tim Nasional?

Saya mulai bermain sepak bola bareng dengan kedua kakak waktu saya masih berusia 5 tahun di Semarang. Waktu itu saya Cuma ikut-ikut aja, sebatas lari-lari aja, maklum anak kecil. Setelah masuk SD baru ikut turnamen-turnamen anak kecil ketika sudah gabung dengan S3.

Lanjut SMP, saya baru benar-benar fokus bermain bola. Setelah itu baru banyak dapat invitation  dari klub-klub lain. Tapi memang sejak awal saya belajar bola di S3.


Baca Juga:


Posisi asli Anda apa sebenarnya, apa sejak awal sudah jadi bek?

Waktu kecil itu saya main sebagai striker. SMP saya belajar lagi untuk jadi gelandang. Baru masuk SMA, saya di asrama, pelatih minta main di bek kiri. Seiring berjalannya waktu dicoba di bek tengah dan sekarang bisa di tengah dan di kiri. Tapi saya pribadi lebih suka dipasang di kiri.

Sudah menjadi pemain Timnas, apa yang Anda lakukan untuk tetap berada dalam top performa?

Main bola itu simple, passing control dan terus dilatih.Begitu juga fisik, kita terus latih dengan lari supaya mempertahankan endurance.  Sering juga latihan crossing, passing, mengenali bola lebih baik bagaimana kita ambil bola.

Itu rutin Anda lakukan?

Kalo fisik ga rutin juga, paling seminggu tiga hingga empat kali. Atau tergantung jadwal dan program.

Jadi pilar Timnas, momen apa yang paling dikenang?

Bisa bantu timnas Indonesia lolos ke AFC Cup.

Selain itu? Pernah ga ada pengalaman ga mengenakan?

Pasti ada, tapi itu saya jadikan motviasi untuk diri sendiri supaya terus berkembang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here