Home Tags PSIS Semarang
SQUAD
Player Position Nationality Age
STANDINGS
2019-19 Super League
Club GP W D L GD Pts
Bali United 34 19 7 8 13 64
Persebaya Surabaya 34 14 12 8 14 54
Persipura Jayapura 34 14 11 9 9 53
Bhayangkara FC 34 14 11 9 8 53
Persepam Madura Utd 34 15 8 11 11 53
See Complete Standings
FIXTURES

Tag: PSIS Semarang

Gaji Pemain Bakal Dipotong 50 Persen, Gelandang PSIS: Masih Bisa Dikurangi?

Vivagoal – Liga Indonesia – Gelandang PSIS Semarang, Septian David Maulana, merespons aturan renegosiasi kontrak gaji pemain dan pelatih yang ditetapkan oleh PSSI. Yang mana aturan tersebut tertuang dalam surat keputusan PSSI bernomor SKEP/53/VI/2020.

Dalam surat yang ditandatangani ketua umum PSSI, Mochamad Irawan, turut diatur soal nilai kontrak pemain dan pelatih. Khusus untuk Liga 1, gaji pemain dan pelatih akan dipotong 50 persen.

Septian David Maulana sendiri mengaku sudah membacanya di media. Tapi dia berharap angka tersebut tidak sepenuhnya menjadi patokan. Mantan pemain Mitra Kukar itu ingin nilainya bisa dikurangi.

Maka dari itu, Septian menghendaki agar klub membuka ruang negosiasi dengan pemain terkait nilai kontrak baru. Angka itu harus sama-sama disepakati sebelum diputuskan. Tapi menurut Septian, hingga saat ini belum ada pembicaraan dengan klub terkait renegosiasi kontrak.


Baca Juga:


Andai nantinya klub tidak mampu memberi kurang dari 50 persen, Septian menyebut dirinya tidak akan memaksa karena dia juga paham kondisi yang tengah dihadapi klub akibat pandemi COVID-19.

”Kami berharap bisa di bawah 50 persen, semoga saja. Saya juga tidak tahu bagaimana dengan dana sponsor, dan misalkan tidak bisa, kami juga menyadari karena nanti pun tanpa suporter. Klub pastinya agak pusing tanpa kehadiran suporter.” kata Septian David Maulana.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

PSIS Bentuk Tim Tuk Hitung Kerugian Ikut Liga 1 2020

Vivagoal – Liga Indonesia – Manajemen PSIS Semarang mengungkapkan bahwa mereka sudah membentuk tim untuk menghitung potensi kerugian yang bakal didapatkan klub saat mengikuti lanjutan Liga 1 2020 di tengah situasi yang tidak menguntungkan akibat pandemi virus Corona.

Kontestan Liga 1 dipastikan hanya akan mengandalkan dana sponsor dalam mengarungi kompetisi tahun ini, termasuk subsidi dari PT Liga Indonesia Baru (LIB). Meski demikian, pendapatan dari sponsor pun sebenarnya tidak akan tertutupi.

Situasi makin pelik karena pertandingan tidak dibolehkan dihadiri oleh penonton, karena setiap klub wajib mematuhi protokol kesehatan untuk meminimalisir penyebaran virus COVID-19. Padahal, hasil penjualan tiket menjadi sumber penghasilan bagi sebagian besar klub.

CEO PSIS, AS Sukawijaya, mengaku bahwa manajemen telah menggelar rapat virtual guna mempercepat proses persiapan klub menghadapi kelanjutan Liga 1, termasuk langkah-langkah apa saja yang akan diambil agar tim tidak terlalu mengalami banyak kerugian.

Dari rapat tersebut, Yoyok sapaan akrab AS Sukawijaya menyebut manajemen sudah membentuk tiga tim dengan pertanggungjawaban berbeda, seperti menangani permasalahan anggaran, negosiasi ulang kontrak dengan pemain dan official tim, serta persiapan home base.

“Tim pertama menyusun rencana anggaran dengan memadukan dan memadankan pendapatan dan potensi kerugian, seperti minimnya pemasukan, kemudian biaya-biaya yang timbul di tengah-tengah pandemi,” ucap Yoyok dilansir dari laman resmi klub.


Baca Juga:



“Sementara tim kedua menyiapkan formula sesuai surat dari PSSI tentang penyesuaian kontrak untuk selanjutnya mengkomunikasikan kepada semua pemain dan ofisial.”

“Tim ketiga menyiapkan homebase di Kota Semarang, dan melakukan komunikasi dengan suporter terkait kebijakan baru seperti tanpa penonton di stadion, dan protokol kesehatan dalam pertandingan.” tutupnya.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Ini Alasan PSIS Belum Memastikan Ambil Bagian Di Liga 1 2020!

Vivagoal – Liga Indonesia – Manajemen PSIS Semarang belum memastikan akan ambil bagian dalam lanjutan Liga 1 2020 yang rencananya digulirkan kembali pada bulan Oktober. PSIS ingin mendengar dulu masukan dari para pemangku kepentingan mereka.

Ketua umum PSSI, Mochamad Iriawan sebelumnya telah mengumumkan lanjutan Liga 1 2020 bakal dimulai awal Oktober. PSSI juga mengklaim sudah menyiapkan protokol kesehatan termasuk memutuskan bahwa setiap klub bisa melakukan renegosiasi kepada para pemain dan pelatih dampak pandemi masih berlangsung.

PSIS sendiri melalui CEO-nya AS Sukawijaya mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima Surat Keputusan Bernomor SKEP/53/VI/2020 tentang kelanjutan kompetisi yang dikirim PSSI. Tapi Yoyok sapaan akrab AS Sukawijaya memastikan pihaknya tidak akan buru-buru mengambil sikap.

Katanya, manajemen terlebih dahulu akan menjalin komunikasi dengan beberapa pihak terkait, baik dari internal klub, pemegang saham, para suporter, dan sponsor.

“Seperti sebelum-sebelumnya, kami akan segera melakukan koordinasi dengan pemangku kepentingan kami. Kami mengadakan rapat virtual untuk berdiskusi menyikapi surat PSSI. Yang pertama dewan direksi, kemudian pemegang saham,” kata Yoyok.

“Setelah itu kami juga akan mengundang sarasehan teman-teman dari dua kelompok suporter PSIS yakni Panser Biru dan Snex. Sponsor juga akan kami ajak komunikasi. Pokoknya, semua elemen tim akan kami ajak ngobrol, karena kami tidak mungkin menentukan sikap secara sepihak.” jelasnya.


Baca Juga:


“Langkah nomor satu sebelum kami memulai pelatihan kembali, semua pemain yang

Yoyok menegaskan bahwa agenda rapat nanti bakal sangat menentukan untuk nasib PSIS dalam menghadapi situasi yang tidak kondusif akibat pandemi virus Corona. Pasalnya, klub juga dipastikan tidak memiliki pemasukan karena ketiadaan penonton. Tapi bila respons positif diberikan stakeholder, PSIS selanjutnya akan segera merancang program.

“Semua itu kami lakukan untuk menentukan sikap terhadap Liga 1 di era new normal, karena banyak kebijakan baru seperti halnya ketiadaan penonton dan sebagainya,” Yoyok menambahkan.

“Hal-hal seperti kapan kami latihan dan persiapan tim, akan segera kami informasikan setelah manajemen selesai berkoordinasi dengan tim pelatih terkait program latihan dan renegosiasi pemain selesai.” tutup Yoyok.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

TC Virtual Timnas Indonesia U-19 di Mata Pemain Muda PSIS

Vivagoal – Liga Indonesia – Pratama Arhan, salah satu pemain muda PSIS mengungkapkan bahwa dirinya sangat senang dengan diadakannya Training Center virtual oleh pelatih timnas Indonesia U-19 sejak pertengahan Mei lalu.

Menurutnya, TC Virtual tersebut membantu dirinya untuk menjaga kondisi tubuh di tengah pandemi virus Corona telah melanda di hampir semua wilayah Indonesia.

“Saya merasa bersyukur karena Timnas Indonesia u-19 setelah melakukan Training Center virtual sejak bulan Mei lalu. Sejak adanya TC itu, saya merasa kondisi badan saya jauh lebih baik daripada sebelumnya,” ujarnya kepada media.

Menurut pemain asal Blora itu, latihan yang telah diberikan oleh sang pelatih sangat membuat keringat keluar deras. Kendati demikian, Arhan sangat menikmati dan bersemangat saat pelatih dengan para pemain lainnya.

“Memang latihannya tergolong cukup berat namun saya merasa tetap antusias untuk menjalaninya. Semua latihan diberikan untuk kebaikan kami semua Untuk tetap menjaga kebugaran badan,” ujarnya.


Baca Juga:


Mantan jebolan akademi PSIS Semarang ini juga merasa hal ini harus menjadi fokus utamanya untuk menjalani latihan agar bisa tetap melatih badan.

“Latihan ini tidak ada yang aneh karena semua yang diajarkan oleh pelatih sangat penting bagi kami. Fokus kami saat ini hanya untuk mengikuti arahan dari pelatih Karena untuk kebaikan semua pemain Timnas Indonesia U-19.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Bila Dilanjutkan, Ini yang Akan Dilakukan PSIS kepada Para Pemainnya

Vivagoal – Liga Indonesia – General Manager PSIS Semarang, Wahyu Winarto mengungkapkan bahwa pihak manajemen akan segera mengumpulkan para pemain untuk kembali melakukan sesi latihan bersama.

Hal ini mengingat petinggi PSSI memiliki opsi untuk menggelar kembali kompetisi Liga 1 2020 pada bulan September mendatang.

Diliburkan sejak bulan Maret lalu, staf pelatih PSIS harus lebih ekstra untuk memberikan pelatihan karena kondisi fisik para pemain yang berbeda-beda. Kemungkinan PSIS Semarang akan menambah mogam latihan dengan melakukan pertandingan uji coba pramusim seperti beberapa waktu lalu.

“Bila keputusan dari PSSI harus lanjut untuk kompetisi, maka pemain PSS harus segera berkumpul dan mulai latihan satu bulan sebelum jalannya pertandingan. Hal tersebut untuk melihat kondisi fisik setiap pemain,” ujar Wahyu kepada media.

Pihak manajemen PSIS Semarang tidak terburu-buru untuk mengumpulkan para pemain karena belum ada kepastian dan protokol kesehatan yang akan dijalankan oleh setiap klub.

“Kami akan terus menunggu dan tidak mau terburu-buru. Kami tunggu update dari pihak PSSI untuk mengambil keputusan antara melanjutkan atau tidak. Kami berpesan bila kompetisi dilanjutkan maka harus memenuhi protokol kesehatan sesuai dengan arahan pemerintah,” jelasnya.


Baca Juga:


Sebagai informasi, saat ini PSSI sedang mematangkan protokol kesehatan serta konsep kompetisi yang akan dilakukan di situasi pandemi virus Corona. PSSI sangat menginginkan untuk melanjutkan kompetisi baik Liga 1 maupun Liga 2.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Berbeda dengan CEO, Gelandang PSIS Inginkan Liga Tetap Dilanjutkan

Vivagoal – Liga Indonesia – Chief Executive Officer (CEO) PSIS Semarang sangat bersikeras agar kompetisi Liga 1 tidak dilanjutkan lagi. Namun hal ini berbeda dengan gelandang klub berjuluk Mahesa Jenar, Finki Pasamba. Menurutnya, kompetisi kasta tertinggi Indonesia ini supaya digelar kembali.

Finki menilai bahwa kompetisi yang dikabarkan akan digelar pada bulan September ini adalah rencana yang cukup apik setelah alamat diberhentikan akibat pandemi virus Corona.

Ia mengaku sudah tidak sabar lagi untuk melakukan latihan dan bertanding bersama dengan rekan-rekan PSIS Semarang. Pemain asal Ambon tersebut telah melakukan latihan terakhir pada bulan Maret lalu.

“Saya sangat setuju bila kompetisi dilanjutkan kembali pada bulan September. Saya sudah tidak sabar lagi ingin melakukan sesi latihan bersama dengan para pemain PSIS Semarang,” kata Finki kepada media.

Sebagai informasi, PSSI telah menyelenggarakan rapat virtual bersama seluruh klub Liga 1 termasuk perwakilan dari PSIS Semarang. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengusulkan agar kompetisi Liga 1 tetap dilanjutkan pada bulan September mendatang.


Baca Juga:


Hal ini dilakukan karena PSSI memikirkan nasib Tim Nasional Indonesia yang akan berlaga di Kejuaraan Internasional Piala Dunia U-20 pada tahun 2021 mendatang.

Keputusan mutlak untuk dilanjutkan atau pun tidak masih harus menunggu rapat selanjutnya dengan mempertimbangkan pendapat dan masukan seluruh klub Liga 1. Rencananya petinggi dan Exco PSSI akan menggelar rapat virtual dalam waktu dekat ini.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Pemain Muda PSIS Komentari Latihan TC Virtual Bersama Shin Tae-yong

Vivagoal – Liga Indonesia – Kartika Vedhayanto, pemain muda PSIS Semarang mengomentari terkait Training Center Timnas Indonesia u-19 yang dilakukan secara virtual sejak 14 Mei silam.

Hal ini dilakukan untuk persiapan Piala Asia U-19 pada 14-31 Oktober 2020 mendatang. Sedangkan, Shin Tae-yong jumlah telah mempersiapkan latihan untuk Piala Dunia U-20 tahun 2021 yang akan diadakan di Indonesia.

Kartika menilai bahwa Training Center ini merupakan sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh semua pemain Timnas U-19. TC ini dilakukan secara virtual untuk menghindari terjadi kerumunan di suatu tempat khusus.

“Ini sesuatu yang baru bagi saya dan teman-teman yang lain. Sebetulnya, hal ini sedikit aneh bagi saya namun tetap harus saya jalankan karena untuk membawa Timnas menjadi juara. Saya harus tetap semangat,” tuturnya.


Baca Juga:


Para pemain Timnas U-19 secara rutin melakukan latihan bersama secara virtual yang dilakukan selama satu jam mulai dari 09.00 WIB hingga 10.00 WIB. Pelatih fisik timnas, Lee Jae-hoon yang langsung memandu para pemain untuk berlatih.

“Yang memandu latihan setiap harinya, coach Lee Jae-hoon. Sedangkan untuk Coach Shin Tae-yong hanya memantau sesi latihan dan ikut serta dalam room vitual tersebut,” jelasnya.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

PSIS Pesimis Liga 1 Bisa Digulirkan Kembali, Ini Alasannya!

Vivagoal – Liga Indonesia – Manajemen PSIS Semarang tidak yakin Liga 1 2020 bisa kembali digulirkan tahun ini, meski pemerintah sudah mengampanyekan tatanan kehidupan baru atau ‘New Normal’ di tengah pandemi virus Corona.

Pemerintah sejauh ini memang gencar menyuarakan New Normal yang bakal segera diterapkan mulai Juni mendatang. Rencana tersebut sekaligus memunculkan kembali wacana Liga 1 2020 akan digulirkan kembali usai PSSI meminta masukan dari semua klub peserta.

Namun, General manager PSIS, Wahyoe Winarto mengatakan, meski ‘New Normal’ akan diterapkan, ia tidak yakin sepakbola bisa digulirkan dalam waktu dekat.

Wahyoe menyebut, faktor kesehatan para stakeholder sepakbola, sarana transportasi, dan kondisi di kota dan kabupaten berbeda, sehingga tidak mudah menggelar pertandingan. Karena itu, PSIS memilih Liga 1 tahun ini dihentikan saja.

“Banyak faktor yang mendasari. Siapa yang mau menjamin soal kesehatan pemain dan pelatih? Kalau dipaksa lanjut, tetapi di tengah jalan ada komponen tim yang kena COVID-19, itu bisa jadi PR lagi, jadi masalah lagi di tengah jalan,” tutur Liluk sapaan akrab Wahyoe seperti dilansir dari laman resmi klub.


Baca Juga:


“Sekarang ini saja kasus COVID di Indonesia sudah menyentuh angka lebih dari 20 ribu. Siapa yang bisa menjamin angka ini bisa turun dengan cepat? Terus, hampir seluruh penerbangan dibatasi, sementara Indonesia ini besar, dan klub tersebar dari Aceh hingga Jayapura. Jika klub-klub sulit dapat penerbangan bagaimana?” tegasnya.

“Kami dari PSIS sih tetap serahkan ke PSSI. Ini cuma pendapat kami yang melihat dari berbagai faktor. Kalau memang mau dilanjutkan, PSSI harus punya formula untuk mengatasi masalah-masalah yang dikhawatirkan supaya tidak berhenti di tengah jalan lagi.” tutupnya.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Alfeandra Dewangga: Versatile Player Masa Depan Indonesia

Vivagoal – Liga Indonesia –  Salah satu bek muda Indonesia, Alfeandra Dewangga,  bertutur soal perjalanan kariernya. Bermula dari hanya mengikuti kakaknya, kini Dewa sukses menjadi palang pintu Garuda Muda.

Dewa mungkin belum terlalu banyak dikenal pecinta sepak bola tanah air. Tapi, duetnya dengan Rizky Ridho di Timnas U-18 lalu  mengundang decak kagum.

Selain malang melintang di Tim Nasional, secara professional Dewa tercatat sebagai salah satu pilar Mahesa Jenar. Lahir dan tumbuh di Semarang, Dewa, sukses menjadi salah satu putra daerah yang saat ini membela PSIS.

Uniknya, meski karier Dewa bersama Tim Nasional tengah menanjak, tapi sang pemain pantang berpuas diri. Dia sadar, sebagai pemain muda, dirinya masih harus terus berkembang untuk menjadi salah satu pemain terbaik.

Beberapa waktu lalu, vivagoal berbincang panjang soal perjalanan karier Dewa yang bisa ditempatkan di banyak posisi. Berikut petikan wawancara kami dalam program Vivagoal One on One:

Gimana ceritanya Anda sampai bisa menjadi pemain Tim Nasional?

Saya mulai bermain sepak bola bareng dengan kedua kakak waktu saya masih berusia 5 tahun di Semarang. Waktu itu saya Cuma ikut-ikut aja, sebatas lari-lari aja, maklum anak kecil. Setelah masuk SD baru ikut turnamen-turnamen anak kecil ketika sudah gabung dengan S3.

Lanjut SMP, saya baru benar-benar fokus bermain bola. Setelah itu baru banyak dapat invitation  dari klub-klub lain. Tapi memang sejak awal saya belajar bola di S3.


Baca Juga:


Posisi asli Anda apa sebenarnya, apa sejak awal sudah jadi bek?

Waktu kecil itu saya main sebagai striker. SMP saya belajar lagi untuk jadi gelandang. Baru masuk SMA, saya di asrama, pelatih minta main di bek kiri. Seiring berjalannya waktu dicoba di bek tengah dan sekarang bisa di tengah dan di kiri. Tapi saya pribadi lebih suka dipasang di kiri.

Sudah menjadi pemain Timnas, apa yang Anda lakukan untuk tetap berada dalam top performa?

Main bola itu simple, passing control dan terus dilatih.Begitu juga fisik, kita terus latih dengan lari supaya mempertahankan endurance.  Sering juga latihan crossing, passing, mengenali bola lebih baik bagaimana kita ambil bola.

Itu rutin Anda lakukan?

Kalo fisik ga rutin juga, paling seminggu tiga hingga empat kali. Atau tergantung jadwal dan program.

Jadi pilar Timnas, momen apa yang paling dikenang?

Bisa bantu timnas Indonesia lolos ke AFC Cup.

Selain itu? Pernah ga ada pengalaman ga mengenakan?

Pasti ada, tapi itu saya jadikan motviasi untuk diri sendiri supaya terus berkembang.

Eks Persib Ini Punya Peran Besar Dalam Karier Dragan Djukanovic

Vivagoal – Liga Indonesia –  Pelatih PSIS Semarang, Dragan Djukanovic, menilai mantan bek Persib Bandung, Vladimir Vujovic berperan besar dalam karier kepelatihannya di Indonesia.

Pemain yang akrab disapa Vlado ternyata merupakan sosok yang mengenalkan Dragan kepada Presiden Borneo FC, Nabil Husein. Dimana dia pada akhirnya mencapai kesepakatan untuk menukangi tim asal Kalimantan Timur itu.

“Mantan pemain saya, Vlado Vujovic mengundang saya ke Indonesia pada 2016 silam dan dia bertanya ke saya, apa saya ingin bekerja di sini (Indonesia). Nabil adalah teman baik dengan Vlado dan kami mulai bernegosiasi dan saya kemudian datang ke Kalimantan,” imbuh juru taktik asal Serbia itu.

Saat melihat atmosfer sepakbola Indonesia untuk pertama kalinya, Dragan mengaku langsung jatuh cinta. Dia sangat menyukai gairah masyarakat yang benar-benar cinta terhadap permainan si kulit bundar hingga membuatnya menolak banyak tawaran klub elit. 


Baca Juga: 


“Tentu saja, Indonesia levelnya jauh dari Eropa, tetapi hasrat itu menarik. Saya sangat suka bekerja di sini. Ini pengalaman yang sama sekali berbeda.

“ Saya sebenarnya juga mendapat tawaran dari negara-Arab, tetapi saya memilih untuk berkarir di Indonesia. Karena saya merasa diterima di sini. Terlebih pengalaman di Borneo benar-benar menyenangkan,” lanjut Dragan.

Selalu update berita terbaru seputar  Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS