Site icon Vivagoal.com

Analisa Vigo: Liverpool, Tajam di Depan, Tumpul di Belakang

Analisa Vigo: Liverpool, Tajam di Depan, Tumpul di Belakang

Vivagoal Berita Bola – Sudah lama, Liverpool menjadi tim yang seakan terpisah. Mereka memiliki lini depan yang mumpuni dan lini pertahanan yang tak baik-baik saja. Hal tersebut nampaknya masih akan berjalan sampai musim depan.

The Reds sejatinya sudah lumayan mengantisipasi permasalahan di lini belakang dengan mendaratkan Alisson Becker dan Vigil Van Dijk. Keduanya menopang lini depan tim yang terbilang solid melalui Sadio Mane, Mo Salah dan Roberto Firmino. Kombinasi pemain-pemain tersebut sukses hantarkan Liverpool mendulang kejayaan.

Liverpool mampu mendulang gelar Liga Champions keenam mereka dan gelar pertama Premier League sejak 1989 lalu. Tak hanya itu, berbagai gelar lain macam Piala FA, Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antar Klub hadir dalam periode kesuksesan tim. Namun bulan madu tersebut seakan tak berjalan lama.

Alexis Mac Allister bersama para pemain Liverpool lain melakukan pemanasan jelang laga melawan Bayern Munich, Rabu (2/8) malam di Stadion Nasional Singapura (Photo: VIVAGOAL/Amirul Mukmin)

Dalam dua musim terakhir, konsistensi lini belakang Liverpool mulai dipertanyakan di tengah tangguhnya lini depan mereka. The Reds terjungkal di kompetisi domestik maupun Eropa. Bahkan, musim lalu, mereka harus rela main di Europa League, tempat yang lumayan asing bagi the Reds dalam beberapa musim terakhir lantaran mereka selalu konsisten main di Liga Champions.


Baca Juga:


Sampai di ajang pra-musim, masalah pertahanan belum sepenuhnya mampu diselesaikan Jurgen Klopp untuk timnya. Ia suskes memberikan peran baru kepada Trent-Alexander Arnold untuk bermain lebih ke tengah. TAA bermain bagus ketika menyerang. Namun tak ada pemain yang sepadan untuk menutupi pos fullback yang ditinggalkannya.

Joel Matip sempat dicoba dalam laga melawan Bayern Munich pada laga yang dihelat di Singapura baru-baru ini. Namun pemain asal Kamerun tak mampu menjadi solusi bijak atas kekosongan yang ditinggal Arnold. Ia tak memiliki kelincahan dan kecepatan guna mengarsir posisi fullback kanan. Percobaan Klopp untuk mereplika apa yang dilakukan Pep Guardiola kepada Nathan Ake tak berjalan dengan baik.

Dua masalah utama the Reds di lini pertahanan sejatinya bisa diselesaikan. Mereka butuh fullback kanan yang mumpuni dan bek tengah sepadan untuk menjadi partner Virgil Van Dijk di lini tengah. Bek asal Belanda belakangan tengah dalam optimisme tinggi lantaran baru saja diplot sebagai kapten tim guna menggantikan peran Jordan Henderson yang memutuskan hengkang ke Arab Saudi.

Satu nama yang bisa diandalkan di lini belakang adalah Alisson Becker. Performa kiper asal Brasil memang terbilang luar biasa di bawah mistar. Dalam laga melawan Bayern, ia banyak melakukan penyelamatan krusial. Bahkan, andai ia tak berada di bawah mistar, bukan tak mungkin bakal banyak gol yang bersarang ke gawangnya.


Baca Juga:


Membiarkan Allison tanpa pengawalan mumpuni di lini depan bakal membuat aksi heroiknya nampak sia-sia dan the Reds perlu mereparasi lini belakang mereka guna memudahkan kerja pemain asal Brasil. Bursa masih akan dibuka hingga awal September dan segala kemungkinan bisa terjadi.

Untuk lini depan, Liverpool memiliki banyak opsi menarik untuk dicoba. Klopp memiliki berbagai opsi menarik di lini depan seperti Mo Salah, Diogo Jota, Cody Gakpo hingga Luis Diaz. Performa empat nama tersebut seakan menggaransi moncernya gol the Reds di musim depan.

Joshua Kimmich (kiri) dan Virgil van Dijk (kanan) memimpin rekan-rekannya masuk lapangan dalam laga uji coba Liverpool melawan Bayern Munich, Rabu (2/8) malam di Stadion Nasional Singapura (Photo: VIVAGOAL/Amirul Mukmin)

Selain itu, mereka juga masih memiliki Darwin Nunez yang perlahan namun pasti sudah menemukan kembali sentuhan terbaiknya di lini depan. Ia bisa menjadi pemain nomor 9 yang diandalkan. Di ajang pra-musim, namanya tercatat sebagai salah satu pemain yang paling rajin menuai gol.

Selain mampu mentas di tengah, ia juga memiliki kecepatan mumpuni sehingga memberikannya pos sebagai penyerang sayap juga bukan menjadi ide yang buruk. Andai terus tampilkan konsistensi, bukan tak mungkin penyerang asal Uruguay bisa mengikuti form yang ditunjukan seniornya bersama PSG beberapa musim lalu, Edinson Cavani.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Exit mobile version