
Analisa Vigo: Mousa Dembele, Tukang Bully yang Sangat Indah
Jika kalian yang pernah menonton Dembele, pasti akan jatuh cinta dengannya ketika men-dribble bola. Bola seakan-akan menempel di kakinya dan sulit untuk direbut.
Menurut Squawka, Dembele adalah pemain terbaik dalam urusan take-on atau usaha menggiring bola melewati lawan. Sejak 2012 hingga 2019, ia sudah mengoleksi lebih dari 394 take-on dari 506 kesempatannya, dan itu memiliki nilai keberhasilan sebesar 77,9%.
Dembele juga memiliki persentase umpan yang sangat, sangat, akurat. Dari tujuh musim berseragam The Lilywhites, Dembele tidak pernah mencatatkan persentase di bawah 83% (menurut catatan WhoScored).
On this day in 2012, Mousa Dembele scored on his Spurs debut vs Norwich 👏 #THFC pic.twitter.com/uFOmTclSPa
— COYS.com (@COYS_com) September 1, 2023
Wajar saja jika banyak pemain seperti Kevin De Bruyne, Dele Alli, Danny Rose, Eric Dier, dan Jermain Defoe menyebutnya sebagai gelandang terbaik yang pernah ada. Defoe bahkan yakin Dembele seharusnya bisa meraih Ballon d’Or.
“Dia sangat kuat dalam menguasai bola, dan semua pemain yang pernah bermain dengannya, ketika saya berbicara dengan mereka tentang Dembele, mereka akan selalu bilang, ‘Dia yang terbaik’,” ucap Jermain Defoe yang dilansir dari Youtube BBC.
Mantan pelatih Tottenham yang sekarang melatih Chelsea FC, Mauricio Pochettino, memberikan tempat terbaik bagi Dembele di hatinya. Ia mengatakan Dembele adalah salah satu pemain paling jenius yang pernah ia temui.
Baca Juga:
- Analisa Vigo: Raheem Sterling yang Merapihkan Karirnya di Chelsea
- Analisa Vigo: Tepatkah Villarreal Memecat Quique Setien?
- Analisa Vigo: Pertaruhan Kapasitas Erik ten Hag bagi Manchester United
- Analisa Vigo: Transfer Niclas Fullkrug Buat Dortmund Semakin Jauh Dari Juara
“Saya selalu bilang, ‘Mousa, di dalam buku saya, dia akan selalu menjadi salah satu pemain paling jenius yang beruntung bisa saya temui,” kata Pochettino yang dilansir dari ESPN.
Kemampuannya dalam men-dribble, passing, berduel, sprint, itu semua adalah senjatanya dalam mem-bully lawannya. Dia tidak menghancurkan gawang lawan, melainkan mental para pemainnya karena sulit untuk menghentikannya ketika ia membawa bola.

Sayangnya, kemampuannya tidak dibarengi dengan keberuntungan. Selama tujuh musim membela Tottenham, ia belum meraih satupun gelar. Bahkan, dirinya harus pergi dari The Lilywhites ke Cina akibat fisiknya yang selalu cedera serta mengakhiri kariernya di usia 34 tahun.
Dembele adalah salah satu pem-bully yang menyebalkan bagi lawan. Namun, sangat indah bagi para pecinta sepakbola serta rekan-rekannya.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepakbola dunia hanya di Vivagoal.com















