
Obrolan Vigo: Joel Pohjanpalo, Predator Ganas Spesialis Tim Medioker
Vivagoal–Berita Bola– Skandinavia tengah memiliki predator yang lumayan haus gol dalam beberapa tahun belakangan. Denmark, Norwegia, Swedia, Islandia hingga Finlandia memiliki juru gedor mumpuni dalam periode tersebut. Namun ada anomali yang terjadi pada negara yang disebut terakhir.
Pecinta sepakbola tentunya sudah paham bagaimana ketajaman Rasmus Hojlund bersama tim-tim Italia entah itu Atalanta atau Napoli. Produktivitas pemain Denmark di Negeri Pizza seakan tak perlu diragukan. Swedia lebih apik lantaran mereka punya Alexander Isak dan Viktor Gyokeres yang performanya terbilang apik, andai tak cedera.
Sementara Norwegia punya predator mumpuni dalam wujud Erling Haaland. Ketajaman sang pemain, entah membela negara atau Manchester City tak perlu diragukan dan Islandia memiliki sosok yang siap merekah yakni Orri Oskarsson yang saat ini tengah mentas dan tujukan diri bareng Real Sociedad.

Untuk Finlandia, agak sulit menemukan sosok yang benar-benar bisa bersinar di lini depan. sebelumnya, mereka memiliki Mikael Forssell dan Teemu Pukki yang sempat merekah di Premier League. Pasca era keduanya rampung, butuh waktu untuk meneemukan juru gedor mumpuni. Belakangan, sosok tersebut terendus dalam wujud Pohjanpalo.
Baca Juga:
- 5 Fakta Rekrutan Terburuk Chelsea di Bawah Rezim BlueCo
- Juara Dunia untuk Kali Kedua, Inilah 5 Fakta Gelandang Terbaik Timnas Spanyol
- 5 Bintang Piala Dunia yang Siap Panaskan Transfer Musim Panas 2026/27
- 5 Fakta Bintang Debutan Piala Dunia yang Siap Bersinar
Namanya memang terasa lumayan asing di pecinta sepakbola. Namun hal tersebut tak bisa disalahkan lantaran dalam karirnya, sang pemain lebih sering mentas untuk tim-tim medioker, bahkan kasta dua. Sosok kelahiran 13 September 1994 sempat memperkuat HJK Helsinki. Catatan gol yang apik di tim Ibu Kota kemudian menghantarkannya ke petualangan lain yakni Jerman.
Pada 2013, Bayer Leverkusen yang kala itu masih berstatus tim papan tengah Bundesliga meminjamnya dan mempermanenkan satu musim berselang via biaya 1,5 juta Euro. Namun Pohjanpalo yang kala itu masih lumayan belia sulit mendapatkan tempat di tim utama. Ia harus rela diasingkan ke berbagai tim mulai dari Hamburg, Fortuna Dusseldorf, Union Berlin hingga Rizespor di Turki.
Performa bagus bersama Union dan Rizespor membuat Venezia tertarik untuk mengangkutnya. Dana 3,2 juta Euro dikeluarkan sebagai mahar sebagai realisasi transfer. Bareng tim asal Venice, ketajamannya lumayan terasah. Di musim perdananya, namanya langsung menjadi runner up top skor Serie B dengan 19 gol. Namun catatan itu belum mampu hantarkan I Leoni Atali.

Pada musim keduanya, Pohjanpalo lumayan meledak. Ia mampu menjadi top skor Serie B dengan raihan 22 gol. Tak berhenti sampai di sana, Jay Idzes dan kolega juga mampu promosi ke Serie A dengan melewati fase play-off. Penantian tiga tahun di tier dua rampung sudah terlaksana.
Joel kemudian masih tetap menjadi bagian dari tim. Namun di musim debutnya di Serie A, ia sempat mengalami cedera minor yang membuatnya banyak menepi. Kala tim menang 2-0 atas Torino, Agustus 2024 lalu, ia memecahkan rekor sebagai pemain Finlandia kedua yang mencetak gol di Serie A setelah Parparim Hetemaj. Di tier atas, ia mampu mendulang 6 gol dari 20 laga.
Baca Juga:
- Obrolan Vigo: Menakar Misi Terselubung Persib Bandung
- Obrolan Vigo: Satu Langkah Rodri untuk Tamatkan Sepakbola
- Obrolan Vigo: Carlo Ancelotti, Raja Eropa yang Ditugaskan untuk Taklukan Piala Dunia
- Obrolan Vigo: Thomas Tuchel, Messiah atau Judas bagi Timnas Inggris?
Namun pada Februari 2025, Palermo datang dengan tawaran kontrak yang lebih besar. Sang pemain tergoda dan mentas lagi di Serie B dengan maha transfer 5,5 juta Euro. Ribuan fans memadati Stadion Renzo Barbera untuk meenyambut kedatangannya. Gol demi gol kemudian menjadi catatannya kala mentas di tempat yang memang habitatnya Serie B.
Musim 2025/26 menjadi bukti lain. Rasio golnya tak terbendung. Beberapa kali Pohjanpalo memenangi status sebagai player of the month. Puncaknya terjadi di akhir musim. 25 gol sukses disarangkan. Ia dua kali menjadi top skor Serie B. Namun Palermo belum bisa naik ke Serie A lantaran keok di fase play-off.
Kini, di musim 2026/27, ia siap membuktikan diri tetap solid di Serie B dan membantu tim yang sudah diakuisisi City Football Group itu mentas lagi di Serie A setelah musim lalu mendapati situasi hampir naik kelas. I Rosanero memiliki segalanya untuk naik kelas, termasuk punya pelatih spesiaslis promosi, Filippo Inzaghi.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com














