Obrolan Vigo: Xabi Alonso yang Menghadirkan Romansa Lama Chelsea Era Mourinho

Obrolan Vigo: Xabi Alonso yang Menghadirkan Romansa Lama Chelsea Era Mourinho

Heri Susanto - Agustus 11, 2026
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal Berita BolaXabi Alonso saat ini sudah resmi menjadi pelatih Chelsea pasca terdepak dari Real Madrid dengan rangkaian friksi yang ada di ruang ganti. Langkahnya mirip dengan Jose Mourinho. The Special One juga kembali ke London Barat. Namun bedanya ia ada di periode keduanya sementara Alonso baru memulai debutnya di Premier League.

Alonso sejatinya merupakan pelatih muda dengan reputasi mumpuni. Ia sempat menuai double winners di musim 2023/24 kemarin bareng Bayer Leverkusen dalam wujud Bundesliga dan DFB-Pokal. Gelar yang diangkut pertama bahkan diraih tanpa terkalahkan. Momen invicibles Die Werkself menjadi rekor tersendiri lantaran belum ada tim yang pernah menang tanpa kalah dalam satu musim penuh.

Catatan gemilang tersebut membuatnya ditarik Real Madrid untuk menggantikan Carlo Ancelotti. Ada harapan besar lantaran ia bisa saja membawa mantan timnya kembali mendominasi LaLiga lantaran solidnya Barcelona di bawah arahan Hansi Flick. Cara bermain Madrid pun diharapkan berubah.

Obrolan Vigo: Xabi Alonso yang Menghadirkan Romansa Lama Chelsea Era Mourinho
Sumber: x cfc pics

Dalam masa baktinya, Alonso sempat mendulang 24 kemenangan dari 34 laga yang dimainkan di lintas kompetisi. Rasio kemenangannya ada di angka 70an persn. Meski nampak baik di lapangan, namun masalah hadir di ruang ganti. Ada pihak yang terbelah yakni mendukung sang pelatih Spanyol dan yang memintanya pergi.


Baca Juga:


Puncak dari dinamika itu terjadi ketika Madrid keok dari Barcelona di final Piala Super Spanyol, Januari kemain. Ia mengundurkan diri 7 bulan pasca dilantik. Hal ini jelas menjadi sebuah tamparan mengingat proyek tim yang dicanangkannya harus terhenti di tengah jalan. Pasca dikaitkan dengan berbagai tim, termasuk mantan timnya dahulu, Liverpool, Alonso mantap memilih Chelsea.

Kedatangannya ke London Barat pun agak mirip dengan yang terjadi pada Mourinho. Ia kembali ke Chelsea pasca pergi dari Real Madrid. Bahkan manuver yang coba dilakukan Alonso agak mirip dengan mantan bosnya, membawa pemain berpengalaman untuk hadir dalam ekosistem the Blues.

Pada 2014/15, Mou membawa kembali Didier Drogba. Pemain asal Pantai Gading kembali ke Stamford Bridge bukan untuk mentas reguler dan mendulang rangkaian gol seperti debutnya di tahun 2004 lalu. Ia diminta untuk menjadi pemimpin di ruang ganti dan memulihan mentalitas tim pasca gagal menjadi juara di musim 2013/14 lalu.

Obrolan Vigo: Xabi Alonso yang Menghadirkan Romansa Lama Chelsea Era Mourinho
Sumber: x cfc pics

Hasilnya terlihat, pasca kembalinya Drogba, Chelsea mampu keluar sebagai juara Premier League setahun berselang. Sosok asal Pantai Gading itu dianggap sebagai pemain yang bisa menumbuhkan ruang ganti. Kini, hal serupa coba direplikasi Alonso jelang musim debutnya di Chelsea. Tak hanya satu, ada dua nama yang dibawa.

Musim sebelumnya, the Blues gagal mentas di kompetisi Eropa manapun, mereka harus menyongsong musim 2026/27 dengan kancah domestik sebagai tumpuan. Tim yang dimiliki BluCo juga memiliki skuat yang relatif muda dengan rata-rata usia 23,6 tahun. Oleh karenanya, sosok berpengalaman dan sarat prestasi dibutuhkan untuk menopang tim.


Baca Juga:


Di musim panas ini, the Blues mengamankan Jordan Henderson dan Danny Wellbeck. Nama yang disebut terakhir datang dengan mahar 5 juta paun dari Brighton. Kedatangan keduanya pun disambut baik oleh salah satu legenda klub, Gary Cahill yang optimis keduanya bisa memberikan perbedaan di tim.

“Mereka adalah sosok hebat yang profesional. Mereka selalu mampu mengeluarkan kemampuan terbaik dan masih bisa tampil di level tertinggi pada usia mereka sekarang. Saya rasa mereka akan membawa kualitas dan pengalamannya. Pemain muda perlu memperhatikan mereka berlatih dan belakar dari mereka. Itulah yang saya lakukan saat menjadi pemain muda dan hal itu membantu perkembangan saya,” urai Cahill pada situs resmi klub.

Kedatangan dua nama tersebut tentunya tak serta merta bisa langsung membawa Chelsea keluar sebagai juara di musim depan. Pasalnya, berbagai tim papan atas mulai dari Arsenal, Manchester City, United, Liverpool hingga mereka yang terpuruk, Tottenham Hotspur juga bebenah pada kekuatan tim.

Setidaknya, kedatangan Hendo dan Wellbeck sedikit banyak bisa membantu Alonso membangun proyek tim mudanya untuk bersaing di jalur juara. Beda dengan Madrid, the Blues agaknya masih bisa dikontrol ruang gantinya dan Chelsea adalah pertaruhan terakhir Alonso untuk menukangi tim besar.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com