
Analisa Vigo: PSG atau Al-Hilal, Mimpi vs Uang, Siapakah yang Akan Dipilih Mbappe?
Klub yang tampil di Saudi Pro League (SPL) tersebut dikabarkan siap membayar sebesar 300 juta euro untuk transfer Mbappe. Lanjutnya, Mbappe akan mendapatkan gaji sebesar 200 juta euro per tahunnya jika gabung Al-Hilal.
PSG dikabarkan menerima tawaran Al-Hilal untuk Mbappe, namun Les Parisiens masih berharap sang pemain pergi ke Real Madrid. Sayangnya, transfer ini masih antara pihak klub, belum ada tanda jadi dari Mbappe.
EXCL: Al Hilal have submitted formal bid to Paris Saint-Germain in order to open talks for Kylian Mbappé. 🚨🔵🇸🇦
Understand it’s worth €300m — record fee.
No talks on player side.
⚪️ PSG remain convinced that Mbappé already agreed terms with Real Madrid with contract ready. pic.twitter.com/yeDu5AQr6E
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) July 24, 2023
Hal tersebut membuat Mbappe berada di antara pilihan yang sulit. Ia harus memilih antara bertahan di PSG atau menerima pinangan Al-Hilal dan menjadi salah satu pemain terkaya di dunia.
Jika Mbappe bertahan di PSG, tentu itu menandakan bahwa ia masih merawat dengan baik mimpinya. Pada laporan Sportsmax, 13 April 2023, Mbappe menegaskan bahwa mimpinya adalah untuk menjuarai Liga Champions bersama Les Parisiens.
“Saya telah melangkah ke final, semifinal, perempat final, babak 16 besar, saya telah melakukan semuanya kecuali menang. Hanya itu yang saya butuhkan, saya berharap bisa terlaksana secepatnya,” ucap Mbappe dalam laporan tersebut.
“Di mana? Di PSG. Saya adalah seorang Parisians dan terikat kontrak. Jadi, itu adalah PSG.”

Namun, bergabung dengan Al-Hilal tentu juga membuat Mbappe bahagia. Hal tersebut lantaran ia bisa mendapatkan banyak uang untuk bisa membahagiakan keluarganya, terutama ibunya.
Jika berkaca kepada laporan SportBible, Ibunda dari Mbappe, Fayza Lamari, adalah orang yang tergiur dengan uang. Hal tersebut ia perlihatkan ketika memberikan persyaratan kepada Real Madrid terkait ketertarikan mereka untuk merekrut anaknya.
Ia berharap Real Madrid bisa memberikan kontrak sebesar 125 juta euro untuk Mbappe. Tidak hanya itu, Lamari ingin Mbappe mendapatkan loyalti penuh atas transfer tersebut.
Kedua opsi memang masuk akal mengingat keduanya memiliki latar belakang yang kuat. Mbappe sebagai pesepakbola profesional tentu ingin menjadi yang terbaik di Eropa, dan gelar Liga Champions adalah salah satu caranya.
Ia telah meraih Piala Dunia bersama Timnas Prancis di Piala Dunia 2018. Ia juga sudah menyapu bersih gelar turnamen lokal di Prancis, dan Liga Champions adalah salah satu yang belum ia miliki. Jika ia memiliki itu, maka kesempatannya untuk bisa meraih Ballon d’Or juga sangat besar.
Baca Juga:
- Analisa Vigo: Tiga Penjualan yang Diperlukan Barcelona
- Analisa Vigo: Harvey Barnes Belum Siap Untuk Newcastle United
- Analisa Vigo: Menakar Posisi Pierre-Emile Hojbjerg di Atletico Madrid
- Analisa Vigo: Arrigo Sacchi, Penghancur Libero, Pembawa Kejayaan AC Milan di Eropa
Namun, Mbappe juga memiliki masa kecil yang sangat sulit. Menurut CNBC, Mbappe lahir di sebuah daerah bernama Bondy di Prancis, daerah yang kental dengan kaum pekerja dan kemiskinan.
Motivasi untuk bisa mendapatkan pundi-pundi uang lewat kemampuannya dalam menggiring bola tentu menjadi alasan yang kuat untuknya menerima pinangan Al-Hilal. Pasalnya, penawaran ‘gila’ ini tidak datang dua kali, dan ini bisa jadi kesempatan terakhir Mbappe untuk menerima gaji fantastis.

Terlepas dari itu semua, Mbappe harus secepatnya memberikan jawaban. Ia sudah berusia 24 tahun, umur yang di mana seseorang telah menjadi dewasa dan bisa menentukan pilihannya sendiri.
Mbappe harus menemukan jawaban atas pilihannya sendiri secepatnya. Memang, bursa transfer musim panas kali ini baru akan berhenti pada 1 September mendatang, namun itu bukanlah waktu yang lama. Apalagi, PSG dan Al-Hilal juga tidak mau digantungkan nasibnya oleh Mbappe.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepakbola dunia hanya di Vivagoal.com















