Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan.
Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan.Foto: VIVAGOAL/Raffy Faraz

Bantah Finansial Goyang, Persib Pastikan Sanksi FIFA Segera Beres

Raffy Faraz - Mei 31, 2026
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal – Liga Indonesia – Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan memberikan klarifikasi terkait sanksi larangan transfer dari FIFA yang menimpa timnya. Adhitia menjelaskan bahwa sanksi tersebut berakar dari laporan mantan pemain asing Persib, Daisuke Sato.

Menurut Adhitia, manajemen Persib sudah menyadari kendala ini sejak lama. Namun, penyelesaiannya harus memakan waktu berbulan-bulan karena ada proses hukum yang harus dilewati secara efektif.

Daisuke Sato terpaksa dilepas Persib demi mendatangkan Kevin Ray Mendoza pada pertengahan musim 2023/24 saat posisi pelatih diambil alih oleh Bojan Hodak. Kendala muncul karena adanya sisa kontrak dua tahun yang diputus.

Berdasarkan regulasi FIFA, jika pemain yang diputus kontraknya pindah ke klub baru dengan gaji lebih kecil, klub lama wajib membayar selisihnya sebagai kompensasi. Inilah yang menjadi penyebab utama kasus tersebut.

Daisuke Sato Beri Salam Perpisahan Pada Persib dan Bobotoh
Sumber: Instagram/Daisuke Sato

Persib merasa ada kejanggalan pada gaji Sato di tim baru yang dilaporkan nominalnya berada di bawah Persib. Manajemen Persib yang mulai curiga langsung mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

“Tapi kalau gajinya lebih kecil, nah gaji lebih kecilnya ini kita mesti cek berapa dispute-nya. Makanya butuh waktu panjang, sekitar beberapa bulan,” ujar Adhitia kepada awak media.

Setelah CAS memeriksa detail komponen pendapatan Sato di klub barunya, hasil keputusan keluar dua bulan lalu. Persib berhasil mendapatkan pengurangan nilai kompensasi yang selisihnya cukup tinggi.


Baca Juga:


 

“Akhirnya baru keluarlah di 2 bulan yang lalu, ternyata ya udah kita tuh dapat pengurangan. Seingat saya tuh sebelumnya 3,03 (miliar) Nah, setelah ke CAS itu turun jadi 2,7 (miliar),” tambahnya.

Meski tenggat waktu pembayaran jatuh tempo baru-baru ini, Adhitia menegaskan manajemen PT PBB sama sekali tak khawatir sanksi ini akan mengganggu langkah di jendela transfer mendatang.

Pihaknya hanya menunggu detail nominal resmi sebelum melakukan pelunasan. Sehingga saat pelunasan dilakukan, nantinya sanksi itu bisa langsung dicabut di hari yang sama.

Adhitia kemudian membandingkan kasus Sato dengan pemutusan kontrak Wiliam Marcilio musim ini yang berjalan mulus tanpa sengketa karena diselesaikan lewat negosiasi bersama

Ia pun membandingkan dengan kasus Wiliam Marcilio saat diputus kontrak oleh Persib pada musim ini. Kasusnya hampir mirip, namun bedanya semua berjalan dengan baik, hingga Persib dan Wiliam bisa sama-sama menerima.

“Jadi kita duduk bareng, kita negotiate dan segala macam, akhirnya mutual agreement termination, selesai. Enggak ada gugat-menggugat segala macam, selesai gitu,” beber Adhitia.

Atas kasus ini, nama Persib mulai tercoreng. Banyak warganet menilai finansial Persib mulai goyang. Namun Adhit menegaskan, Persib sama sekali tidak menunggak gaji Sato dan akan menyelesaikan kasus ini secepat mungkin.

“Ini bukan karena kita bayar gaji telat, kita enggak menuhi haknya, tapi memang ada proses CAS yang kita laluin dulu untuk ngecek kebenaran salary dia tuh berapa sebenarnya. Kita kan bereskan segera kok, enggak, enggak, enggak usah diakhiri.” tutupnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com