Gagal Lolos Piala Dunia, Bukti Italia Cuma Beruntung Bisa Juara Euro 2020
Timnas Italia, Foto: dok Bola Okezone

Capello: Terlalu Banyak Orang Ikut Campur di Sepakbola Italia

Rizal Saleh - April 8, 2022
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal – Serie A – Pelatih legendaris Italia, Fabio Capello memprediksi bahwa sepakbola di Negeri Pizza itu takkan bisa mencapai puncak persaingan selama hampir 10 tahun lamanya. Tak hanya Timnas Italia, tetapi kiprah wakil Serie A di kompetisi antar klub Eropa pun kurang membanggakan.

Mantan pelatih Juventus dan AC Milan itu memberikan analisisnya terkait krisis yang terjadi dalam dunia sepakbola Italia. Beberapa waktu lalu, Gli Azzurri harus absen dari gelaran Piala Dunia Qatar 2022, usai tumbang dari Makedonia Utara di babak playoff.

Kekalahan itu membuat Italia untuk kali pertama tak lolos ke Piala Dunia dua kali beruntun. Sebelumnya, La Nazionale juga hanya jadi penonton pada gelaran Piala Dunia 2018 Rusia lalu.

Mason Mount Turut Sedih Jorginho Gagal Tampil di Piala Dunia
Jorginho, timnas Italia Foto: dok Antara

Penderitaan sepakbola Italia semakin bertambah karena wakil mereka bertumbangan dengan cepat di Liga Champions musim ini. Kini hanya AS Roma di UEFA Confrece League dan Atalanta di Liga Eropa, sebagai perwakilan di kompetisi Eropa.

Sayangnya baik Atalanta maupun Roma mendapatkan hasil yang kurang maksimal. Giallorrossi tumbang 1-2 oleh Bodo/Glimt, sementara Atalanta bermain imbang 1-1 dengan RB Leipzig.

“Sepak bola Italia jauh di belakang yang lain. Bola tidak bergerak cepat, wasit meniup peluit terlalu sering. Mereka terlalu sering menghentikan permainan. Setiap gesekan menjadi pelanggaran, jadi tidak pernah ada intensitas,” kata Capello dilansir Football Italia.

“Masalah terbesar tetap bahwa pemain terbaik tidak datang ke Italia lagi. Kamu tidak akan belajar apa-apa jika tidak bertemu yang terbaik. Kami membutuhkan stadion dan infrastruktur.”


Baca Juga:


Menurut Capello, Italia membutuhkan waktu lebih dari enam tahun untuk bisa kembali bangkit dan kompetitif di Eropa, bahkan dunia. Ia merasa terlalu banyak orang yang terlalu ikut campur pada masalah sepakbola Italia.

“Bahkan delapan (tahun). Di Italia, semua orang campur tangan. Politisi, asosiasi lingkungan dan sebagainya. sedangkan untuk sektor pemuda, mereka yang bertanggung jawab harus melakukan perjalanan ke Spanyol, di mana mereka mengerjakan teknik, bukan pada taktik,” ungkap Capello.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com