Site icon Vivagoal.com

Dalam Empat Tahun Terakhir, Juventus Terus Alami Kerugian

Dalam Empat Tahun Terakhir, Juventus Terus Alami Kerugian

Juventus, Foto: dok Bolanet

VivagoalSerie A – Juventus saat ini sedang dihadapkan pada situasi finansial yang sulit. Tak main-main, si Nyonya Tua sudah tidak pernah mendapatkan keuntungan alias terus merugi dalam empat musim terakhir.

Juventus sejatinya telah berulang kali menyampaikan bahwa mereka sedang dalam kondisi keuangan yang kurang bagus. Dampak dari krisis tersebut adalah dengan dilepasnya mesin gol utama mereka, Cristiano Ronaldo pada bursa transfer musim panas kemarin ke Manchester United.

Terlepas dari performa Ronaldo yang begitu impresif dengan sumbangan 101 gol, tapi penyerang 36 tahun itu termasuk dari beban secara finansial untuk Bianconeri. Bagaimana tidak, Juventus tiap musimnya harus mengeluarkan dana sebesar 31 juta euro per musimnya untuk gaji Ronaldo.

Gaji Ronaldo tersebut tercatat sebagai yang tertinggi di Serie A. Namun Ronaldo sebenarnya bukanlah satu-satunya alasan krisis finansial menimpa Juventus. Pandemi Covid-19 turut jadi faktor yang membuat Juventus terus merugi dan membuat prestasi klub ikut terpengaruh.

Sebagai bukti nyata adalah ketika Juventus sudah harus tersingkir sedari babak 16 besar Liga Champions musim kemarin. Ditambah lagi scudetto yang sudah sembilan musim beruntun dipegang harus direbut oleh Inter Milan. Sementara pada musim ini, Juventus masih terpuruk di posisi ke-12 klasemen karena belum pernah menang di dua laga pembuka.


Baca Juga:


Dilansir dari Football Italia, jumlah kerugian Juventus sepanjang musim kemarin diperkirakan mencapai 190,7 juta euro atau sekitar Rp3,2 triliun. Jumlah tersebut naik signifikan dibanding periode sebelumnya yang hanya mengalami kerugian 89,7 juta euro.

Tapi sejatinya, kerugian yang dialami Juventus ini tidak juga karena pandemi Covid-19. Pasalnya, Bianconeri telah merugi dalam empat musim berturut-turut, tepatnya sejak musim 2015/2016.

Parahnya lagi, jumlah kerugian Juventus terus naik tiap tahunnya. Jika pada musim 2015/2016, mereka cuma rugi sebanyak 4,1 juta euro, periode 2016/2017 rugi 42,6 juta euro, kini sudah merugi hingga Rp 3,2 triliun. (IRM)

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Exit mobile version