
Erick Thohir Buka Pintu Pencabutan Larangan Away, Begini Respons I League
Vivagoal – Liga Indonesia – Direktur Kompetisi I League, Asep Saputra, angkat bicara soal permintaan Ketua Umum (Ketum) PSSI, Erick Thohir, untuk mencabut larangan away.
Dalam wawancara eksklusifnya bersama Vivagoal di kantor I League, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7) sore WIB, Asep Saputra menjelaskan bahwa keinginan Erick Thohir untuk mencabut larangan suporter away musim 2026/27 sedang diperhitungkan oleh I League.
Ada beberapa faktor yang membuat I League sedikit berhati-hati. Asep Saputra mengatakan bahwa pihaknya tidak akan 100 persen mencopot peraturan larangan away.
“Kita sudah finalisasi. Kaitannya dengan memformulasikan bentuk setiap pertandingan yang ada. Ini tidak 100 persen dibuka, tapi secara gradual,” ucap Asep Saputra kepada Vivagoal.
Aspek perizinan dari pihak keamanan, dalam hal ini Kepolisian, juga menjadi alasannya. Selain itu, ada aspek sejarah yang mendalam antarbeberapa tim yang membuat I League tidak sepenuhnya menghapus larangan away musim depan.
Baca Juga:
- I League Masih Rahasiakan Laga Perdana Super League Musim 2026/27
- Messi Berbahaya Justru Ketika Ia Tidak Sedang Melakukan Apa-apa!
- Dibayangi Kutukan Jersey Kedua Argentina, Inggris Tetap Tenang
- Kesan Shin Tae-yong Usai Pimpin Latihan Perdana Persija
“Tentu ada parameter tertentu yang membuat match ini bisa kita lift untuk yang away ban itu. Tapi, kita melibatkan banyak pihak, termasuk juga unsur Kepolisian dalam hal perizinan.”
“Terus kita juga mempertimbangkan bagaimana aspek historis dari tim yang bertanding. Tunggu saja, kita memang sudah memfinalisasikan dan melibatkan banyak pihak untuk bisa memastikan bahwa semua ini bisa berjalan dengan baik dan kondusif untuk kompetisi,” tutupnya.
Sebelumnya, Erick Thohir mengatakan bahwa I League sudah berkomunikasi dengan PSSI mengenai pencabutan larangan away untuk Super League 2026/27. PSSI pun menerima saran tersebut dan langsung berkomunikasi dengan FIFA.

Foto: VIVAGOAL/I Made Gita.
Setelah itu, FIFA memberikan balasan kepada PSSI agar mereka tetap mengingat tragedi kelam yang pernah terjadi di sepak bola Indonesia yaitu Kanjuruhan pada 2022. Namun, FIFA membuka diri jika I League dan PSSI menginginkan pencopotan larangan away.
Tapi, PSSI dan FIFA memberi pesan kepada I League. Jikalau ada kejadian yang tidak diinginkan, maka I League dan klub harus bertanggung jawab ke depannya.
Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com















