
Juventus Sekarang Sama Buruknya Seperti 11 Tahun Lalu
Vivagoal – Serie A – Performa yang dipertontonkan Juventus di pentas Liga Italia terus menuai kritikan tajam. Terbaru, Claudio Marchisio menyebut Juventus saat ini sama buruknya dengan Bianconeri yang satu dekade lalu.
Juventus memang tak kunjung memperlihatkan laju yang meyakinkan di Liga Italia sepanjang musim 2021/2022 ini. Paulo Dybala dkk bahkan belum juga panas hingga kompetisi sudah memasuki pekan ke-11.
Tercatat, tim besutan Massimiliano Allegri itu baru mampu memetik empat kemenangan, dengan tiga hasil imbang. Sisanya, empat pertandingan diselesaikan dengan kekalahan.
Bianconeri pun kini terpaut 16 angka dari Napoli dan AC Milan yang menduduki posisi satu dan dua klasemen dengan nilai sama, 31 poin. Parahnya lagi, performa buruk Juventus musim ini dipertegas dengan jumlah memasukkan dan kebobolan sama, yakni 15 gol.
Berdasarkan catatan Opta, jika ditilik dari riwayat perjalanan Juventus dari musim ke musim, jumlah memasukkan dan kebobolan yang sama besarnya itu menjadi yang terburuk sejak musim 1961/1962 atau sekitar 60 tahun lalu.
Baca Juga:
- Miris! Baru Gabung Juventus, Gelandang 19 Tahun Ini Kepikiran Pensiun Saja
- Juventus Fokus ke Liga Champions Dulu, Baru Habis-Habisan di Serie A
- AC Milan Belum Coret Juventus dari Persaingan Juara Musim Ini
- Dijadikan Kambing Hitam, Allegri Salah Sendiri Mau Terima Pinangan Juventus
Menurut Claudio Marchisio yang pernah bermain untuk si Nyonya Tua periode 2005-2018, Juventus saat ini rasa-rasanya tidak memiliki mentalitas pemenang. Sebaliknya, Bianconeri sekarang lebih mirip musim 2010/2011 di mana saat itu mereka cuma bisa finish di posisi ke-7 klasemen akhir Serie A.
“Saya tidak melihat kesamaan dengan Juventus di 2015/2016, musim comeback yang hebat,” ucap Marchisio dikutip dari La Gazzetta dello Sport.
“Sebaliknya 2010/2011 datang ke pikiran saya, di mana tahun itu kami hanya bisa finish di posisi ketujuh. Ketika Anda memasuki momen negatif, tidak mudah untuk keluar dari itu.
“Skuadnya tidak buruk, tetapi tidak punya identitas, permainan belum terlihat. Mereka butuh terapi kejutan.” (IRM)
Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com














