
Kanada Harus Siap dengan Tekanan Sebagai Tuan Rumah Piala Dunia
Vivagoal – Piala Dunia 2026 – Juru latih Tim Nasional Kanada, Jesse Marsch meminta anak asuhnya untuk menerima tekanan sebagai tuan rumah dalam gelaran akbar sepakbola, Piala Dunia 2026, sambil menegaskan rasa bangga bagi para pemain untuk membela sebuah negara pada ajang bergengsi.
Timnas Kanada dalam persiapan untuk memainkan pertandingan pertama mereka di Piala Duna 2026. Tim Negeri Maple itu bakal menghadapi tantangan dari Bosnia Herzegovina, Sabtu (13/6) dini hari WIB pada lanjutan fase Grup B Piala Dunia 2026 di Toronto Stadium.
Berbeda dari edisi empat tahun lalu, Timnas Kanada kini datang dengan skuad yang dinilai lebih matang. Salah satu alasannya adalah karena sang pelatih, Jesse Marsch bisa memaksimalkan para pemain berdarah ganda yang kini memperluas kedalaman skuad Kanada.

Marsch, yang sekarang jadi pelatih asal Amerika pertama yang menangani Kanada, menyebut dirinya mengagumi keragaman budaya di dalam skuadnya. Ia kemudian menyoroti betapa eratnya hubungan di dalam tim, meski para pemain datang dari latar belakang yang berbeda-beda.
“Ketika pertama kali datang, saya harus banyak belajar tentang apa arti menjadi orang Kanada. Sebagai seorang pemimpin di olahraga ini, saya selalu berusaha menciptakan lingkungan di mana perbedaan membuat kami lebih kuat, bukan lebih lemah,” ujar Marsch kepada The Guardian.
Baca Juga:
- Gagal ke Final AFF, Erick Thohir: Kualitas Timnas Indonesia U-19 Tidak Kalah Dari Australia!
- Alami Cedera, Kapten Jepang Umumkan Pensiun
- Grup J Piala Dunia 2026: Tergabung di Grup Mudah, Sang Juara Bertahan Waspadai Kejutan Jordania!
- Cari Pengganti Gordon, Newcastle Incar Pilar Potensial Timnas Spanyol
“Sejak pertama kali saya masuk ke lingkungan tim ini, saya sangat terkesan dengan betapa besar rasa cinta mereka satu sama lain. Betapa mereka saling tertarik, dan bagaimana meski ada perbedaan, latar belakang mereka punya kesamaan: Kanada generasi pertama dan kedua, Portugis, Prancis, Jamaika, Kolombia, Skotlandia,” tambah Marsch.
Marsch turut menegaskan bahwa para pemain Kanada harus menunjukkan rasa bangga yang besar saat mengenakan seragam tim nasional. Ia membandingkannya dengan pengalamannya di Amerika Serikat, ketika menyanyikan lagu kebangsaan tidak selalu menjadi perkara mudah.
“Setiap anak ini sangat Kanada, dan kebanggaan mereka saat mengenakan jersey, mewakili negara, mendengar lagu kebangsaan. Di AS, terkadang kami harus memohon agar pemain menyanyikan lagu kebangsaan. Anak-anak ini menyanyikannya sekuat tenaga karena ingin menunjukkan kepada negara betapa bangganya berada di sini, menjadi orang Kanada, dan mewakili apa itu Kanada,” tambah Marsch.
Pelatih berusia 51 tahun itu juga tidak ingin para pemainnya menghindar dari tekanan yang kemungkinan besar akan memuncak di Toronto Stadium, walau merupakan venue terkecil di turnamen. Menurutnya, bermain di Piala Dunia kandang adalah impian sekaligus tanggung jawab yang harus disambut dengan keberanian.

“Kita semua tahu Piala Dunia kandang itu istimewa. Jika kamu bekerja di bidang ini, di situlah kamu ingin berada. Saya datang ke Kanada untuk memimpin mereka di Piala Dunia kandang. Saya menginginkan tanggung jawab ini. Tidak ada seorang pun di sini yang takut akan itu,” ungkap Marsch.
“Justru karena itulah kami melakukannya. Ya, ini tanggung jawab, ya, ini tekanan, tetapi itulah yang kami inginkan, itu bermakna. Saya suka duduk di area pelatih ketika stadion penuh, tekanannya besar, dan semua orang mengira kita bodoh.”
Selalu update berita bola terbaru seputar Piala Dunia 2026 hanya di Vivagoal.com















