
Karena Hal Ini Bruno Fernandes Tidak Senang di Man United
Vivagoal – Liga Inggris – Bruno Fernandes sangat berharap bisa mendapatkan banyak gelar bersama Manchester United dan meminta seluruh skuad menunjukan kepemimpinan yang mereka miliki.
Gelandang Manchester United, Bruno Fernandes mengatakan jika Ia ingin memberikan setiap trofi yang tersedia saat ini untuk klubnya. Fernandes mengaku tidak senang karena tak bisa memberi gelar untuk United di tahun pertamanya.
Red Devils kini menjelang laga penting menghadapi lawan kuat, Leicester City di King Power Stadium malam nanti. Kemenangan akan sangat diincar oleh United agar bisa semakin mendekati raihan poin dari Liverpool di peringkat pertama.
Fernandes yang terus bermain gemilang di Old Trafford, membicarakan mengenai kiprah timnya yang masih naik turun. Ia sangat berharap bisa memberikan gelar bagi United di musim ini.
“Saya sangat menikmatinya. Saya menikmati ada di salah satu klub terbesardunia. Itu adalah mimpi yang menjadi kenyataan untuk datang ke Liga Premier, untuk datang ke klub yang selalu aku impikan untuk bermain,”ujar Fernandes dilansir Goal.
“Tentu saja, lebih baik bagiku ketika bisa bermain dan menikmati permainan bersama dengan para penggemar. Ketika tiba, saat itu adalah Piala FA dan Liga Europa, dan kami memiliki peluang untuk masuk empat besar di liga.
“Sayangnya, kami tersingkir di dua semifinal tetapi meraih tempat ketiga di liga. Satu-satunya hal yang terlewatkan tahun ini adalah trofi. Saya tidak memiliki trofi untuk klub dan tidak senang tentang itu. Saya berharap 2021 bisa lebih baik lagi.
Baca Juga:
- Tak Ada Jalan Lain Untuk Arsenal, Menang Atau Terpuruk!
- Duel Papan Atas, Menang Harga Mati Buat Man United
- Arsenal Vs Chelsea: Jalan Terjal The Gunners Untuk Bangkit
- Wonderkid Ini Diperbutkan Timnas Inggris dan Jerman
Sejak tiba di United, Fernandes langsung muncul menjadi pemain yang paling diandalkan dalam skuad Ole Gunnar Solskjaer. Ia pun sangat ingin membalas kepercayaan yang ditunjukkan Solskjaer padanya sejak hari pertama dia tiba di Manchester.
“Saat saya tiba, kepercayaan diri yang ditunjukkan pelatih kepadaku sangat mengesankan. Langsung saja, setelah dua hari, saya bermain melawan Wolves meski hanya berlatih selama satu hari dengan tim,”ungkapnya.
“Kamu harus mengerti pada saat itu, dia mempercayaimu sehingga harus melakukan sesuatu. Ini seperti Michael Jordan dalam serial ‘The Last Dance’, lho? Itu adalah kesempatan pertama dan terakhir untuk menunjukkan bahwa saya ingin menjadi bagian dari tim ini.
Sosok Pemimpin dan Keinginan Meraih Semua Gelar
Beberapa kali Fernandes kerap diberikan ban kapten andai Harry Maguire tak bisa bermain, meski belum lama mencicipi sepakbola Inggris. Ia pun meminta rekan-rekannya yang lain untuk selalu siap jika dibebani peran sebagai pemimpin dalam tim.
“Setiap orang punya cara sendiri untuk memimpin tim. Saya pikir setiap orang memiliki kepemimpinan di dalam diri mereka, tetapi dengan cara yang berbeda,”pungkasnya.
“Mungkin caraku menunjukkan kepemimpinan sedikit lebih ekspresif dan orang-orang melihat lebih banyak dari saya ketimbang pemain lain. Tetapi pada akhirnya, kamu harus memiliki 25 pemimpin di tim jika ingin memenangkan sesuatu.
“Saya pikir semuanya bisa realistis jika kita percaya. Kamu membuat realitas diri sendiri. Paling penting adalah kamu memiliki target dan harus mencapainya. Targetku adalah memenangkan trofi. Tidak masalah trofi apa itu, saya ingin memenangkan semuanya.”
Meski sudah tersingkir dari Liga Champions, United masih memiliki peluang cukup besar meraih gelara di Piala Liga, FA Cup, dan Europa League. Sementara di Liga Inggris, peluang United masih terbuka karena kini hanya berjarak lima poin saja dari Liverpool dengan satu tabungan pertandingan.















