
Kesuksesan Van Dijk di Liverpool Jadi Ejekan Bagi ‘Big Six EPL’
Vivagoal – Liga Inggris – Virgil van Dijk merapat bersama Liverpool dengan harga yang sangat tinggi dari Southampton di tahun 2018 lalu. Padahal banyak tim besar Liga Inggris yang menolak kesempatan memboyong Van Dijk beberapa tahun sebelumnya.
Virgil van Dijk kini telah menjadi tolok ukur yang cukup tinggi untuk para pemain bertahan dalam beberapa tahun terakhir. Ia menjadi salah satu bukti dari keberhasilan investasi jangka panjang, meski membutuhkan dana yang tak sedikit.
Pemain 30 tahun itu secara luas dianggap sebagai bek tengah terbaik dunia untuk alasan yang pasti. Van Dijk bisa mendominasi para striker, melepaskan operan, dan menutupi berbagai sisi lapangan yang tak dilakukan oleh pemain lain.
Satu kritik yang Ia dapatkan bersama Liverpool di musim ini adalah ketika Ia sedikit ragu-ragu ketika menghadapi serang balik lawan. Namun hal tersebut terjadi setelah Van Dijk absen selama kurang lebih 10 bulan karena cedera di musim lalu.
Investasi sebesar 75 juta pounds (Rp. 1,4 triliun) yang dibayarkan The Reds pada Southampton tahun 2018, kini memberikan hasil yang memuaskan. Awalnya, sejumlah pihak merasa Liverpool melakukan blunder karena membeli pemain dari tim kelas kedua dengan harga selangit.
Bakat besar seorang Van Dijk ini bahkan diakui sudah terlihat ketika Ia masih membela Celtic pada medio 2013-2015 silam. Hal tersebut diutarakan oleh David Moss, yang menjadi kepala pemandu bakat Celtic ketika Van Dijk datang dari Groningen dulu.
“Dia (Van Dijk) cepat, memenangkan semua duel udara. Kamu tidak bisa mengalahkannya satu lawan satu, dia bisa melewati 60 yard dengan kedua kakinya dan dia mencetak tendangan bebas,” kata Moss kepada Goal.
Baca Juga:
- Dua Bek Yang Paling Sulit Dihadapi Martin Odegaard
- Dean Henderson Tolak Pergi dari Man United dengan Skema Peminjaman
- Man City Ultimatum Sterling: Perpanjang Kontrak Atau Dijual
- Divock Origi Korban Anyar Badai Cedera di Liverpool
Moss menambahkan bahwa Van Dijk sebenarnya bisa saja lebih cepat pergi ke Liga Inggris ketika tampil apik di Celtic. Namun menurut Moss, para tim besar Inggris termasuk diantara yang “tidak berani” berjudi pada bakat yang dimiliki Van Dijk.
“Luar biasa, saya terus mencari alasan. Mereka sering membicarakan tentang penampilannya di Liga Champions atau karena hanya bermain di Liga Skotlandia. Orang-orang tidak mendengarkannya,”ungkap Moss.
“Semua orang di dalam Celtic memiliki keyakinan penuh padanya, tetapi banyak orang di sepakbola tidak. Bagi saya, dia tidak perlu ke Southampton dulu. Dia siap untuk langsung pindah ke Big Six Inggris dari Celtic. (Tapi) Mereka tidak cukup berani untuk membelinya.”
Van Dijk kemudian bergabung dengan The Saints hanya dengan 13 juta poundsterling pada tahun 2015, sebelum pindah ke Anfield dua setengah tahun kemudian. Beberapa tim Inggris pun tampak coba meniru Liverpool dengan melakukan investasi besar pada seorang bek.
Terlepas dari banyak hal itu, Van Dijk bisa dibilang menjadi aset paling penting bagi The Reds, bersama Mohamed Salah. Keduanya bahu-membahu membawa Liverpool kembali ke puncak persaingan seperti sebelumnya.
Ia menjadi salah satu elemen penting ketika The Reds memutus dahaga 30 tahun gelar juara Liga Inggris pada musim 2019/20 lalu. Van Dijk pun bisa membawa Liverpool mendominasi Eropa berkat trofi Liga Champions 2018/19 silam.
Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com















