Kisah Unik Thomas Muller yang Pernah Racuni Dirinya Sendiri - Vivagoal.com
Muller Siap Lengkapi Gelar di Qatar
Thomas Muller – TZ-min

Kisah Unik Thomas Muller yang Pernah Racuni Dirinya Sendiri

Irman Maulana - February 23, 2021
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal – Bundesliga – Pemain asal Polandia, Daniel Sikorski membeberkan cerita uniknya semasa membela Bayern Munich, yang melibatkan bintang asal Jerman Thomas Muller.

Daniel Sikorski mengungkapkan bahwa penyerang Bayern Munich Thomas Muller memiliki reaksi negatif terhadap makanan pedas, yang membuatnya harus melewatkan sesi latihan bersama tim.

Penyerang kelahiran Polandia, yang sekarang berdagang di Spanyol untuk klub liga bawah Guijuelo, menghabiskan karirnya bersama Bayern II selama lima tahun.  Dia tidak pernah tampil di tim utama, tetapi mengambil bagian dalam sesi dan bepergian dengan skuad untuk kamp pelatihan.

Pada satu kesempatan, tim kedua Bayern, yang saat itu ada Muller, melakukan perjalanan ke India. Tetapi, kondisinya jauh dari perlakuan bintang lima yang biasanya diberikan kepada para pemain elit.

Menurutnya, Muller ketika itu hampir keracunan karena memakan hidangan tradisional yang sangat pedas. Hal tersebut membuat Muller pun harus absen melewati proses latihan tim di satu hari setelahnya.

“Kami menginap di hotel dekat Himalaya yang tidak memiliki kasur. Sebaliknya kami tidur di papan. Kamar mandi adalah ember berisi air dan untuk makan malam ada keripik serta minuman soda, yang terasa seperti dari tahun 1953,”ujar Sikorski dilansir Goal. 

“Ketika kami mendapat makanan asli di tempat lain, Thomas hampir meracuni dirinya sendiri. Makanan kami mengatakan “tidak pedas”, tapi itu pedas tanpa akhir. 

“Thomas tidak setuju dengan itu. Keesokan harinya dia hanya pergi ke kamar mandi alih-alih berlatih.”



Baca Juga:


Pemain berusia 33 tahun itu ada di Bayern dari 2005-2010, yang berarti dia menghabiskan satu musim di bawah pengawasan Van Gaal. Ia menilai Van Gaal memiliki aura serta ketegasan yang tidak memandang pemain bintang maupun tidak.

“Di bawah van Gaal, saya dua kali lebih lelah setelah setiap sesi latihan seperti biasanya. Saya ingin menghindari kesalahan dengan cara apapun karena mengalami bagaimana dia berteriak pada pemain lain. Saya sangat menghormatinya,”ungkapnya.

“Ketika dia berdiri di depan saya dengan tubuh kekar, keringat ketakutan mengalir. Saya pikir para pemain dari tim utama merasakan hal yang sama.

“Sebelum makan malam tim, dia selalu bangun lebih dulu dan menyiapkan seluruh meja, untuk mendapatkan makanan dari prasmanan. Menarik untuk melihat bahwa pemain berpengalaman baik-baik saja dengan sesuatu seperti itu.”

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com