Man United Ciptakan Gaya Permainan Baru, Gaya Menyerah!
Sumber: Detik Sport

Man United Ciptakan Gaya Permainan Baru, Gaya Menyerah!

Muhammad Ilham - April 11, 2022
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal – Liga Inggris – Manchester United tampak bermain lesu pada saat bertandang ke markas Everton FC, Goodison Park, pada Sabtu (9/4).

Menyedihkan, itulah kata yang cukup untuk merepresentasikan atau menggambarkan apa yang terjadi di Man United. Setan Merah yang dahulu terkenal dengan tim yang sangat mengerikan mulai dari pemain sampai stadiumnya, kini hanya tinggal kenangan dan bahkan jadi bahan olok-olok saja.

Pekan lalu, Man United kembali menunjukkan mengapa mereka menjadi tim yang paling ‘lesu’ di Liga Inggris kali ini. Skuat yang mumpuni yang dimiliki oleh Ralf Ragnick tak cukup untuk membendung perlawanan Everton sehingga mereka menyerah dengan skor 0-1 dari The Toffees.

Bagi Frank Lampard, hasil tersebut tentunya sangat menyenangkan. Namun, bagi Ralf Ragnick dan Man United? Hasil tersebut menjadi jawaban atas gaya permainan yang ditampilkan Man United musim ini, yakni gaya menyerah.


Baca Juga:


Hasil tersebut membuat mantan pelatih Man United, Ole Gunnar Solksjaer, angkat bicara. Dilansir dari Manchester Evening News, Solksjaer mengatakan bahwa skuat Man United sangat mengecewakan.

“Bahan dasar dari sebuah tim adalah berlari, keinginan, dan kebugaran. Jika Anda ingin bermain di klub ini, tentu kalian harus menuangkan sepenuhnya. Saya ingin tim saya menjadi tim paling bekerja keras di liga,” ucap Solksjaer.

Sumber: Okezone

Everton memang merupakan tim yang kurang bagus juga di musim ini. Namun, kemenangan di pekan lalu tersebut menunjukkan ada satu perbedaan antara Everton dengan Man United. Perbedaan tersebut adalah jumlah pemain yang berkomitmen di lapangan.

Mungkin, jika kita tarik berapa pemain yang berkomitmen di lapangan, hanya sembilan pemain saja yang berkomitmen di lapangan. Jumlah tersebut tentunya jauh lebih rendah dibandingkan Everton.

Kegagalan Ralf Ragnick adalah membuat sebuah suasana yang membangkitkan semangat para pemain. Ia juga gagal dalam membentuk karakter pemain yang memiliki hati dan pikiran lebih rendah daripada lambang di dada. Ralf Ragnick justru sukses dalam satu hal: Menciptakan gaya menyerah!

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com