
Membandingkan Lamine Yamal dengan Lionel Messi Adalah Kesalahan Besar
Vivagoal – Piala Dunia 2026 – Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente sangat berhati-hati dalam membandingkan Lamine Yamal dan Lionel Messi. Luis de la Fuente tak mau masuk ke dalam permasalahan perbandingan dua bintang tersebut.
Luis de la Fuente mengatakan akan menjadi kesalahan untuk membandingkan Lamine Yamal dengan legenda seperti Lionel Messi. Baginya, kedua pemain tersebut tidak bisa dibanding-bandingkan.
“Akan menjadi kesalahan jika membandingkan (Yamal) dengan siapa pun. Dia berusia 18 tahun, dalam proses pengembangan, proses pematangan. Kita harus membiarkan dia mengikuti jalannya sendiri.” buka Luis de La Fuente.

Dalam laporan ESPN, Luis de la Fuente pun menjawab soal peran Lamine Yaka di dalam timnya. Namun ia tak mau mengomentari soal perbandingan mana yang lebih baik ketimbang Messi.
“Pemain-pemain seperti ini, yang memiliki sesuatu yang berbeda, sudah siap untuk itu. Mereka jenius, seperti Salvador Dali, atau Michel Angelo. Apa yang tampak luar biasa bagi kita, belum tentu luar biasa bagi mereka.” tambahnya.
Yamal dimasukkan pada menit ke-71 melawan Tanjung Verde, saat Spanyol kesulitan menembus pertahanan lawan. Namun hadirnya Yamal tak memberi pengaruh besar hingga hasil imbang tak berubah.
Baca Juga:
- Kemenangan atas Haiti Memakan Korban, Bintang Brasil Alami Cedera
- Kabar Baik dari Skotlandia, Steve Clarke Beberkan Kondisi Kieran Tierney
- Kelakar Vinicius Soal Instruksi Unik Carlo Ancelotti
- Sukses Cetak 5 Gol di Musim Lalu, Luciano Guaycochea Justru Menyesal
Luis menyebut, Yamal memang belum siap bermain selama 90 menit. Bahkan, ia juga tak bisa memberikan kepastian akan keterlibatan bintang Barcelona tersebut dalam pertandingan melawan Arab Saudi.
“Kabar terbaiknya adalah dia ada di sini. Lamine sedang dalam kondisi bagus. Apakah dia bermain 55, 58, atau 63 menit, itu akan tergantung pada pertandingan,” ujar Luis.
Pelatih tersebut menegaskan bahwa fokus pada Yamal dapat menyebabkan masalah dengan rekan satu tim di ruang ganti. Sebab, Spanyol dibangun untuk tampil kolektif, bukan mengandalkan satu pemain saja.

“Kami memiliki suasana yang sehat. Kami semua tahu betapa pentingnya semua pemain. Kami memahami peran Lamine dengan sempurna, begitu pula rekan-rekan setimnya.” tutup pelatih berkepala plontos itu.
Selalu update berita bola terbaru seputar Piala Dunia 2026 hanya di Vivagoal.com















