Site icon Vivagoal.com

Meski Sanjung Ronaldo, Penyerang United Lebih Nyaman Main Bareng Legenda Klub

Meski Sanjung Ronaldo, Penyerang United Lebih Nyaman Main Bareng Legenda Klub

Sumber: ESPN

Vivagoal Liga Inggris – Penyerang Manchester United, Anthony Martial tersanjung dengan kerja keras yang dilakukan Cristoano Ronaldo. Namun diirinya merasa jika Wayne Rooney merupakan sosok yang terbaik yang pernah main dengannya.

Martial sudah kembali dari pengasingannya pasca dipinjamkan ke Sevilla di bursa musim dingin kemarin. Pemain asal Prancis semapt diandalkan untuk mengarsir lini depan Setan Merah di bawah arahan Erik ten Hag di msuim ini.

Sempat mengalami cedera di pekan awal Premier League, Martial kembali main kala United menang 2-1 atas Liverpool beberapa waktu lalu. Ia semapt bukukan satu assist dan kkembali mendapatkan cedera sehingga performanya di lapangan mau tak mau harus tereduksi.

Bicara soal rekan setimnya, Martial senang melihat etos kerja Ronaldo yang diperlihatkan di Gym Manchester United. Ronldo seakan terus membuktikan diri di usia yang tak lagi muda melalui intensitas latihan fisik yang intens.


Baca Juga:


“Kita seting bicara ketika berada di Gym pada pagi hari sebelum berlatih. Saya senang melihat apa yang dilakukannya. Ia melakukan hal yang tak biasa karena ia Cristiano Ronaldo,” ungkapnya seperti diwartakan Dialy Mail.

Meski memuji Ronaldo, Martial merasa jika Wayne Rooney adalah sosok terbaik yang pernah mentas bersamanya. “Jika bicara pemain terbaik, saya akan menyebut Wayne Rooney. Kami pernahbermain bersama. Ia selalu bermain untuk tim. Selalu 100 persen. Ia adalah monster dan bisa menjadi model bagi pesepakbola lain,” tambahnya.

Dipaksa Main Walau cedera

Anthony Martial, Foto: dok Sport detik

Martial juga mengklaim jika dirinya lumayan kesulitan bermain di Manchester United. Inkonsistensinya terbilang lumayan sering terlihat lantaran di era kepemimpinan Ole Gunnar Soslkjaer, ia diminta terus ebrmain meski tak dalam kondisi terbaik.

“Untuk dua musim terakhir, saya sering bermain ketika tengah cedera. Orang takt ahu akan hal itu. Saya bissa tampil empat bulan di masa Covid. Namun Solskjaer meminta saya bermain. Saya bermain dan memberikan penampilan. Jika saya tak bisa, maka hal itu akan menjadi rumit,”

“Saya merasa tak adil akan hal tersebut. Pelatih tak bilang kepada media dan akhirnya saya cedera. Anda diminta untuk berkorban dengan tim dan kemudian andai dipecat. Saya disalahkan dan saya benci itu,” tambahnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Exit mobile version