
Obrolan Vigo: Eduardo Camavinga yang Enggan Disebut Next Pogba
Vivagoal – Berita Bola – Eduardo Camavinga merupakan wonderkid asal Prancis yang siap mencuat. Meski memiliki gaya bermain mirip Paul Pogba, ia enggan disamakan dengan kompatriotnya tersebut lantaran satu dan lain hal.
Camavinga yang lahir pada 10 November 2002 di Cabinda, Angola. Sejak kecil, ia sudah merasakan ketatnya hidup. Keluarga Camavinga harus pindahdari Kongo guna mengindari konflik yang mulai terjadi di negara tersebut dalam kurun waktu 1994 hingga 2003 lalu lantaran konflik domestik yang hadir di sana.
Camavinga kecil mulai diperkenalkan dengan sepakbola. Keluarganya bermigrasi ke Prancis dan Camavinga pun masuk dalam tim junior Stade Rennes. Prancis memang merupakan lahan terbuka bagi para pemain berdarah Afrika yang ingin menempa bakat sepakbola. Tak terhitung banyaknya pemian keturunan Afrika yang sukses menjadi pesepakbola besar di Prancis dan langkah tersebut diteruskan olehnya.
Eduardo Camavinga was born in a refugee camp in Angola after his family fled war.
Later this month, he’s going to play in his first-ever World Cup.
An inspirational journey 🙏 pic.twitter.com/pzL9hH3raN
— ESPN FC (@ESPNFC) November 9, 2022
Pada 2013, rumah keluarganya terbakar. Hal tersebut memberikannya motivasi untuk mengejar karir sebagai pesepakbola guna membantu keluarganya. Sepakbola menjadi pelarian Camavinga untuk menghindari stress akibat hal tersebut. Seiring bergulirnya waktu, ia mulai mendapatkan debut di tim senior Rennes.
Baca Juga:
- Obrolan Vigo: Joe Cole, Wonderkid Gagal yang Bertransformasi Menjadi Pundit
- Obrolan Vigo: Pablo Aimar, Playmaker Flamboyan Idola Lionel Messi
- Obrolan Vigo: Brazil, Tim yang Layak Disegani di Piala Dunia 2022
- Obrolan Vigo Stephan El Shaarawy, Wonderkid yang Medioker
Musim 2018/19, namanya mulai tersemat di tim utama. Namun kesempatan bermain yang didapat terbilang tipis. Dalam setahun pertamanya, ia hanya memainkan 7 laga bersama tim asal Prancis itu. Peruntungnanya membaik di tahun kedua. Ia mulai diandalkan tim dan mengoreksi 36 laga di lintas kompetisi dan sumbangkan satu gol serta dua assist.
Ia juga sempat hantarkan tim mentas di Liga Champions di peride tersebut. Camavinga juga mendapatkan panggilan dari Timnas senior Prancis. Performanya di lini tengah Rennais bahkan tak tergantikan. Ia mainkan 39 laga dan mendualang satu gol serta tiga assist bagi klub.
Peforma apiknya di lini tengah yang tak hanya piawai mengawal lini kedua namun mampu membangun serangan layaknya box-to-box mengundang perhatian dari tim-tim besar Eropa macam Manchester United, PSG dan Real Madrid. DIrinya pun memilih bergbaung dengan Real Madrid, tim yang membuka penawaran kepadanya di angka 31 juta Euro.















