Obrolan Vigo: Gabriel Batistuta, The Argentinian Assassin

0
2180
Obrolan Vgo: Gabriel Batistuta, The Argentinian Assassin

Vivagoal Berita BolaTepat hari ini, 51 tahun silam, Gabriel Batistuta lahir ke dunia. Batistuta dan gol memang menjadi bagian tak terpisahkan. Rentetan prestasi pun lahir dari pria kelahiran Sant Fe, Argentina ini baik di level klub maupun Tim Nasional.

Batigol, begitu ia biasa disapa memulai karir profesional bersama Newell’s Old Boys. Ia tertatik menjadi seorang pesepakbola pasca melihat aksi Mario Kempes yang sukses mengantarkan Argentina Juara Piala Dunia 1978. Di Newell’s, ia dilatih oleh sosok yang tepat yakni Marcelo Bielsa. Si Gila dari Argentina memang kerap memproyeksikan pesepakbola top di masa mendatang.

Namun kenyataan pahit harus diterima Batistuta lantaran ia jarang mendapatkan kesempatan bermain di tim utama karena faktor homesick dan kelebihan berat badan. Ia pun dipinjamkan ke tim lain guna menambah garansi waktu bermain. Meski dipinjamkan, Batigol sama sekali tak dendam. Bahkan ia memuji Bielsa sebagai sosok pening dalam karir sepakbolanya.

“Bielsa adalah orang yang selalu melatih saya dikala hujan. Ia juga yang memberikan semangat dan mengajari cara menjadi pemain sepakbola yang hebat. Ia memberikan segalanya untuk saya,” tulis Batistuta dalam autobiografinya.

Baca Juga: Messi Tembus 500 Kemenangan dan 500 Gol Di Barcelona

Pasca melakukan perjalanan singkat di Newell’s, Batistuta menerima pinangan River Plate pada pertengahan tahun 1989. Namun badai gelap masih belum menjauh darinya. Di bawah asuhan Daniel Passarela, tanpa alasan yang jelas dan tanpa ada riak perselisihan antara keduanya,

Batistuta harus menerima kenyataan pahit karena hanya duduk di bangku cadangan dan tak bisa memaksimalkan potensinya sebagai predator ulung. Passarela pun menyebut jika River bukanlah tim yang tepat untuk seorang Batistuta. “Kala ia menemukan tim yang tepat, maka ia akan menjadi senjata yang mematikan di lini depan,” ungkap Passarela beberapa waktu lalu.

Ucapan tersebut pun didengar oleh Batistuta. Ia pun mengakhiri karir bersama River untuk menuju Boca Juniors. Namun ia lagi-lagi tak menemukan kemampuan terbaik kala tak ditempatkan di posisi yang seharusnya. Namun pasca kedatangan Oscar Tabarez di tahun 1991, Batistuta pun langsung bertransformasi menjadi mesin gol Boca. Bersama tim yang bermarkas di La Bombonera, total ia mengemas 19 gol dari 42 laga yang ia mainkan. Bersama Tricolor, ia sukses mempersembahkan Torneo Clausura.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here