Site icon Vivagoal.com

Obrolan Vigo: Iago Aspas, Legenda Celta Vigo

Obrolan Vigo: Iago Aspas, Legenda Celta Vigo

Vivagoal Berita Bola – Iago Aspas dan Celta Vigo merupakan satu mata uang yang tak terpisahkan. Kemanapun ia pergi, Celta akan selalu menjadi rumah terbaiknya. Melalui rentetan torehannya saat ini, tak berlebihan mengklaim dirinya sebagai legenda klub.

Dalam karir profesionalnya, Aspas merupakan pemain yang lumayan lekat dengan Los Celeste. Sosok yang lahir di Moana, daerah di wilayah Galicia, 1 Agustus 1987 sempat bermain bersama beberapa klub macam Liverpool dan Sevulla, Namun ia selalu kembali untuk tim masa kecilnya.

Aspas merupakan pemain akademi Celta yang menimba ilmu di kelompok usia mulai 1995-2006 lalu. ia sempat masuk ke Celta B pada 2006-2008 sebelum memulai debutnya bersama tim senior saat klub masih mentas di Segunda Division pada 2007/08 lalu.

Sumber: transfermarkt.co.id

Sosok yang berposisi sebagai penyerang bisa dibilang agak berliku. Namanya kurang bersinar dalam dua musim perdana lantaran hanya mengepak empat laga dalan dua musim perdananya. Namun memasuki musim ketiga, dirinya mampu memberikan impresi seccara perlahan. Performanya kian bersinar dari tahun ke tahun.


Baca Juga:


Puncaknya, Aspas sempat hantarkan tim promosi ke LaLiga untuk kali pertama sejak 5 tahun terakhir pada 2011/12. Ia lumayan produktif di Segunda Division dengan koleksi 23 gol dan tiga assist dari 35 laga. Catatan tersebut membuatnya menjadi penyerang terbaik di tier dua dan dirinya mendapatkan Zarra Trophy.

Ketajamannya di Celta masih terasa di LaLiga. ia masih mampu mendulang 12 gol bagi klub dan sukses selamatkan Los Celeste dari zona degradasi. Namun musim perdananya di LaLiga menjadi musim terakhirnya lantaran Liverpool merekrutnya di bursa musim panas 2013/14.

Berlabuh Sejenak di Liverpool dan Sevilla untuk Pulang ke Celta

Sumber: Goal

Liverpool mengamankan sang pemain dengan mahar 10 juta Euro guna memperdalam barisan penyerangan bersama Luis Suarez dan Daniel Sturridge. Ia mendapatkan nomor 9. Namun di tim besutan Brendan Rodgers, namanya bukan pilihan utama.

Ia tak memahami Bahasa Inggris yang membuat proses adaptasinya di Liverpool menjadi berantakan. Di musim debutnya, ia kalah bersaing dengan beberapa pemain lain macam Raheem Sterling, Philippe Coutinho, Sturridge dan Suarez di lini depan.

Ia hanya bermain dalam 15 laga di lintas kompetisi dan sumbangkan satu gol serta satu assist. Pada musim perdananya, ia hampir membawa the Reds juara namun insiden terpeleset Steven Gerrard membuyarkan asa Merseyside Merah dan mereka harus menyerahkan gelar ke tangan Manchester City.

Hanya semusim ia bermain di Anfield, Aspas pulang ke Spanyol dengan status pinjaman. Sevilla menjadi destinasinya. Masalah Bahasa tak lagi menjadi kendala baginya. Ia kembali menemukan sentuhannya dengan mendulang 10 gol dari 25 laga di berbagai kompetisi. Namanya tercatat menjadi pemain tersubur ketiga di Los Palanganas.


Baca Juga:


Di akhir musim, ia mampu hantarkan tim duduk di peringkat 5 klasemen akhir LaLiga dan membantu tim mengunci gelar Europa League. Gelar tersebut menjadi satu-satunya silverware yang direngkuhnya sebagai pemain profesional.

Sevilla sempat mempermanenkan Aspas dari Liverpool namun di waktu yang bersamaan, dirinya kembali dilego ke Celta Vigo dengan mahar 5 juta Euro pada bursa musim panas 2015/16. Setelahnya, Aspas masih bermain di sana sampai hari ini dan membela Celta dalam berbagai momen yang dilalui klub. Ia bukannya tanpa peminat. Di masa lalu, berbagai tim macam Atletico Madrid dan Real Madrid sempat tertarik.

Namun ia menepikan kemungkinan untuk hengkang lantaran sudah kidung cinta berada di Galacia. Sampai hari ini, namanya bahkan terpatri dalam sejarah sebagai penampil terbanyak dengan koleksi 457 laga di lintas kompetisi. Dalam periode tersebut, ia sempat mendulang 196 gol dan 68 assist.

Aspas memang kurang berprestasi dalam urusan gelar. Namun soal loyalitas untuk klub, hal tersebut rasanya tak perlu diragukan lantaran dirinya menjadi pemain penting bagi klub. Kehadirannya mungkin punya pengaruh yang sama kuat layaknya Francesco Totti di AS Roma, Raul Gonzalez di Real Madrid atau Carles Puyol di Barcelona. Aspas hanya perlu menjadi dirinya guna selalu dicintai fans Celta.

Felix Cumpleanos, Iago!

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Exit mobile version