
Pengaruh Jeda Hidrasi Lebih Besar daripada Prediksi Awal Tuchel
Vivagoal – Piala Dunia 2026 – Jelang pekan kedua fase grup Piala Dunia 2026, manajer Tim Nasional Inggris, Thomas Tuchel memberikan padangannya terkait dengan peraturan jeda hidrasi, yang menurutnya memberikan dampak lebih besar daripada prediksi awal.
Cuaca panas yang ada pada tiga tuan rumah Piala Dunia 2026, Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko memaksa FIFA mengeluarkan peraturan baru mereka. FIFA memperkenalkan jeda hidrasi selama tiga menit yang diterapkan pada setiap babak dalam pertandingan.
Sebelumnya aturan serupa pernah diterapkan tapi dengan nama water break, termasuk di Piala Dunia Qatar 2022, tapi bukan kewajiban. Namun, jeda hidrasi pada edisi 2026 ini mulai menimbulkan pro dan kontrak sejak dimulai pada 12 Juni lalu.
Sejumlah pihak menilai bahwa jeda hidrasi ini seolah-olah membuat pertandingan jadi terbagi pada empat kuarter. Tak sedikit yang merasa bahwa aturan tersebut lebih menguntungkan secara komersil ketimbang teknis lapangan.

Pasalnya, jeda hidrasi memungkinkan stasiun televisi memuat berbagai iklan selama lebih dari dua menit. Aturan yang mungkin tidak terlalu biasa bagi para penggemar sepakbola secara general, di luar olarhga Amerika Serikat.
Jeda hidrasi ini tetap diterapkan pada semua pertandingan, baik yang berlangsung di siang hari atau tidak. Keputusan itu dikeluarkan demi keadilan dan keseragaman, walaupun kondisi cuaca sebenarnya tidak benar-benar mengharuskannya.
Manajer Inggris, Thomas Tuchel menjadi satu diantara pihak yang merasa kurang mendapatkan keuntungan dari aturan jeda hidrasi. Ia justru mengaku bahwa dampak jeda hidrasi lebih besar dari prediksi awalnya, karena ikut mempengaruhi jalannya pertandingan.
Baca Juga:
- Rekor Golnya Dilampaui Messi, Pemain Ini Angkat Bicara
- Dihadapan Panama, Kroasia Wajib Buktikan Kualitas Sebenarnya
- Portugal vs Uzbekistan: Prediksi, Jadwal, dan Link Live Streaming
- Jelang Lawan Ghana, Inggris Tak Ada Masalah Cedera Pemain
Menurut Tuchel, adanya jeda hidrasi dapat sedikit merugikan ketika salah satu tim tengah dalam kondisi di atas angin. Bagi Tuchel, menjaga konsistensi pada persaingan papan atas seperti di ajang Piala Dunia bukanlah hal mudah, karena semua tim menginginkan hasil terbaik pada setiap pertandingan.
“Menurut saya, hal itu (istirahat minum) mengganggu dan mengubah karakter pertandingan sepak bola, jauh lebih dari yang aku kira. Tentu saja, pernah menerapkan istirahat minum sebelumnya, saat cuaca benar-benar sangat panas dan memang diperlukan. Tetapi durasinya lebih singkat dan hanya diterapkan pada beberapa pertandingan saja. Kini, hal itu membagi pertandingan hampir menjadi empat kuarter, dan hal itu mengubah karakteristik pertandingan,” ujar Tuchel dilansir Reuters.
“Sebagai pelatih, tentu saja saya senang bisa memberikan pengaruh dan menyatukan tim. Tetapi secara keseluruhan lebih menyukai sepak bola ketika dimainkan dalam satu babak, karena hal itu membangun momentum. Sulit untuk membangun momentum, dan mempertahankannya. Pertandingan berlangsung dalam periode waktu lebih lama dan hal itu justru menambah karakteristik dari ‘olahraga yang indah’ ini. Sedangkan (istirahat hidrasi) justru menguranginya.”
Selalu update berita bola terbaru seputar Piala Dunia 2026 hanya di Vivagoal.com















